Milly, Gift From God

Milly, Gift From God
Chapter 10 . Janji


__ADS_3

Tok.. tok.. tok..


Allard mengetuk pintu kamar Milly .


" Baby , aku masuk yah , " teriak Al dari depan pintu.


Dengan perlahan Al membuka pintu , dilihatnya Milly yang berbaring dan meringkuk di bawah selimut .


Al duduk ditepi tempat tidur , dengan perlahan menarik selimut Milly .


Dilihatnya Milly yang berbaring memunggunginya .


" Baby , kamu marah ? " tanya Al .


Tak ada jawaban dari Milly .


" Baby , aku janji tidak akan ada yang berubah meski aku jauh darimu . " ucap Al .


Milly bangun dan ikut duduk . Matanya yang berkaca- kaca menatap Al .


" Tidak ada yang berubah katamu Jun ? "


" Ya jelas banyak yang akan berubah . Semua yang ku lakukan setiap hari , hampir semuanya bersamamu . Dan sekarang saat kita baru saja resmi berpacaran , kau malah pergi jauh dariku . " Ucap Milly .


" Harusnya aku berangkat ke Indonesia sejak 5 bulan yang lalu , tapi aku menundanya karena aku ingin kamu terikat padaku lebih dulu sebelum ku pergi . " Ucap Al , sedangkan Milly bungkam dan memalingkan wajahnya dari Al .


" Syarat Daddy jika aku ingin menikahimu adalah saat aku bisa membuktikan aku pantas Lily . Aku dan Daddy sudah sepakat , jika dalam 1 tahun aku bisa memperbaiki keadaan perusahaan di sana , maka Daddy akan mengijinkan  kita bertunangan saat kamu lulus high school . " Jelas Al .


" Baby ku mohon bertahanlah . Kita telah bersama 17 tahun , berpisah karena jarak beberapa tahun tidak akan merubah apapun . " ujar Al .


" Meski nanti waktuku bersamamu tidak sebanyak dulu , tapi kesetiaanku padamu akan melebihi apapun . Aku mencintaimu Baby , sejak hari pertama kamu terlahir ke dunia aku yakin jika kamu adalah pelengkap hidupku . "


Al berusaha meyakinkan Milly .


Milly masih tak bergeming .


" Milly , Baby ,  bolehkah aku tau seberapa besar kamu mencintaiku  ? " tanya Al .


Cara Al berhasil , Milly berbalik menatap Al .


" Kamu tanya seberapa besar cintaku ? Cih ... "


" Oke aku yakin sekarang kalau cintamu sangat besar padaku . Tapi Ly , bisakah aku percaya padamu  ? " tanya Al lagi .


" Kamu meragukan aku Al ? " tanya Milly dengan nada yang meninggi .


Al tahu jika kini Milly sudah sangat kesal padanya , buktinya kini Ia sudah memanggil dengan nama Al.


" Tidak pernah aku meragukanmu . Aku percaya padamu , sebesar rasa percayamu padaku , Baby . "  ucap Al .


" Apa sekarang , jarak masih akan jadi penghalang jika hatiku dan hatimu mengatakan hal yang sama ? " tanya Al .


Milly menggeleng .


Al memang selalu tau cara meyakinkan Milly , hanya Al yang bisa .


" Baby , bukannya kita tidak akan bertemu bertahun-tahun . Aku berjanji akan sering pulang menemui mu . Kita bisa terhubung lewat pesan dan panggilan . " Jelas Al .


" Aku disana akan sangat sibuk dengan  pekerjaan , karena perusahaan benar- benar kacau sekarang . Tidak akan ada waktu bagiku untuk bersenang-senang Baby  . Lagian Kelvin juga akan ikut bersamaku , " sambungnya .


Milly mulai terisak, air matanya berlinang membuat dada Al terasa sesak .


Al membawa Milly dalam dekapannya . Ia peluk erat kekasihnya  .


" Tapi kata Daddy wanita di Indonesia cantik , dan juga ramah . Banyak yang bilang sulit untuk menolak pesona gadis Indonesia . " Ucap Milly  .


" Pantas saja aku tak pernah bisa menolak pesonamu .  Kamu tidak lupakan , kalau kita berdua memiliki darah Indonesia ? "

__ADS_1


Milly tertawa lalu mengangguk . 


Al semakin mendekap erat kekasihnya , membelai lembut surai panjang Milly yang berwarma hitam .


" Allard kamu tak akan mengingkari janjimu kan ? " tanya Milly .


" Milly , aku janji Baby . Aku janji hanya akan selalu ada kamu seorang di hatiku . Tak akan ku hianati kepercayaanmu . "


Milly menjadi lebih tenang setelah mendengar janji Al padanya  .


Dan hari itu , hari kedua di tahun 2016 , sepasang kekasih yang sebentar lagi  akan terpisah jarak , hanya menghabiskan waktu mereka berdua di mansion .


Keduanya benar benar memanfaatkan setiap detik kebersamaan mereka .


Menonton film , membaca buku , membuat kue , bermain game , hingga bersantai sambil menikmati segelas cokelat panas , semuanya mereka lakukan berdua .


Hingga malam pun tiba ,  keduanya kini berada di atap . Milly bersandar pada dada bidang Al , dan Al yang memeluknya dari belakang . Melindungi tubuh mereka dari udara dingin dengan selimut tebal .


" Al , apakah nanti kita akan tetap melihat langit yang sama ? "  tanya Milly .


" Tentu saja , kita akan tetap melihat langit , bulan , dan matahari yang sama  . " Jelas Al .


" Hanya waktunya saja yang berbeda , " sambungnya .


" Jadi apakah boleh jika aku menitipkan rinduku terhadapmu pada Bulan ? "  tanya Milly .


" Tentu saja boleh .  " Jawab Al .


" Tapi dari pada kamu menitipkan pada bulan , akan lebih efektif jika kamu mengambil ponsel dan langsung menghubungiku , " sambungnya .


Milly sontak cemberut . 


" Bebb...... , kamu merusak suasana romantisnya  ... , " ucap Milly yang kesal karena Al merusak suasana romantis malam itu .


Allard tertawa . " Ku pikir kamu sedang membaca sebuah puisi Beb . "


" Kamu mau tau suasana romantis seperti apa  ? " tanya Al dan dijawab anggukan oleh Milly .


Al segera menangkup wajah Milly dengan kedua tangannya .


Semakin mendekatkan wajah mereka , mengikis jarak sehingga dua bibir yang saling candu itu kini bertemu .


Ciuman lembut yang perlahan menjadi menuntut ,  didukung dengan dinginnya malam  membuat keduanya terhanyut untuk menaikkan level permainan mereka saat ini .


Sasaran Al kini berpindah ke ceruk leher  kekasihnya . Hembusan napas Al terasa seperti menggelitik sesuatu yang ada di dalam diri Milly.


" Beb , aku pasti akan sangat merindukanmu . Merindukan ini semua . " Ucap Al sambil mengecup seluruh wajah Milly .


Milly tertawa karena merasa geli dengan yang dilakukan Al .


" Sssttt .... pelankan suaramu Beb , "  pinta Al .


Milly mengangguk sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya  yang masih ingin tertawa .


Dan benar saja dugaan Al , hanya beberapa menit  setelah tawa Milly  , terdengar suara Kelvin yang memanggil - manggil nama mereka berdua .


Al melirik jam di pergelangan tangannya .


" Pantas saja  Kelvin mencari kita , ini sudah waktunya . " Gumam Al .


" Beb , kamu ganti pakaian yah . Yang santai saja , tapi ku mohon jangan pakai yang terlalu terbuka . " pinta Al .


" Memangnya mau kemana ?  "  tanya Milly .


" Ikut saja , nanti akan ku jelaskan , " ucapnya .


Milly kembali ke dalam kamarnya untuk bersiap sedang Al menyusul Kelvin yang masih mencarinya

__ADS_1




Malam semakin larut , tidak menyurutkan semangat muda mudi untuk berkumpul dan bersenang - senang .



Di salah satu arena balap mobil , Al memarkirkan  mobil sport miliknya .



" Ini arena balap mobil kan Beb  ? " tanya Milly .



Al mengangguk .



" Untuk apa kita kesini ? Kamu tidak berniat balapan kan Beb ? " Milly menahan tangan Al yang hendak membuka pintu mobil .



Al menggeleng , " Di sini hampir sebagian besar remaja  New york berkumpul  . Aku ingin mereka semua mengenalmu sebagai kekasihku ," Jawab Al jujur  



" Beb , jangan kira aku tak terbebani meninggalkanmu disini sendiri . Kamu tau sifat posesif dan cemburuku akan sangat menyiksa . Jadi sebelum  keberangkatanku, aku ingin semakin banyak orang yang tau tentang hubungan kita . " Jelas Al .



Milly tersenyum , Ia pikir hanya dirinya yang hawatir jika Al akan berpaling . Ternyata Al juga sama hawatirnya seperti dirinya .



Malam itu Al benar-benar mengenalkan Milly sebagai kekasihnya pada setiap teman yang Ia temui .



Al , Kelvin dan Milly, menghabiskan malam ini dengan keseruan menyaksikan para pembalap melajukan mobil mereka secepat mungkin . Berlomba - lomba untuk menjadi yang pertama sampai di garis finish .



Al memandangi wajah Milly yang tertidur saat perjalanan pulang .



" Ku rasa aku tak perlu hawatir  akan menyakitinya . Berpaling darinya saja aku takkan mampu , apalagi sampai menghianatinya . Ku yakin itu tak akan mungkin terjadi. " batin Allard .



.


.


.


Jangan saling berjanji untuk tidak saling meninggalkan. Cukup berjanjilah untuk saling mempertahankan.


.


.


.


.

__ADS_1


to be continue


__ADS_2