
Tok.. tok.. tok..
Allard mengetuk pintu kamar Milly .
" Baby , aku masuk yah , " teriak Al dari depan pintu.
Dengan perlahan Al membuka pintu , dilihatnya Milly yang berbaring dan meringkuk di bawah selimut .
Al duduk ditepi tempat tidur , dengan perlahan menarik selimut Milly .
Dilihatnya Milly yang berbaring memunggunginya .
" Baby , kamu marah ? " tanya Al .
Tak ada jawaban dari Milly .
" Baby , aku janji tidak akan ada yang berubah meski aku jauh darimu . " ucap Al .
Milly bangun dan ikut duduk . Matanya yang berkaca- kaca menatap Al .
" Tidak ada yang berubah katamu Jun ? "
" Ya jelas banyak yang akan berubah . Semua yang ku lakukan setiap hari , hampir semuanya bersamamu . Dan sekarang saat kita baru saja resmi berpacaran , kau malah pergi jauh dariku . " Ucap Milly .
" Harusnya aku berangkat ke Indonesia sejak 5 bulan yang lalu , tapi aku menundanya karena aku ingin kamu terikat padaku lebih dulu sebelum ku pergi . " Ucap Al , sedangkan Milly bungkam dan memalingkan wajahnya dari Al .
" Syarat Daddy jika aku ingin menikahimu adalah saat aku bisa membuktikan aku pantas Lily . Aku dan Daddy sudah sepakat , jika dalam 1 tahun aku bisa memperbaiki keadaan perusahaan di sana , maka Daddy akan mengijinkan kita bertunangan saat kamu lulus high school . " Jelas Al .
" Baby ku mohon bertahanlah . Kita telah bersama 17 tahun , berpisah karena jarak beberapa tahun tidak akan merubah apapun . " ujar Al .
" Meski nanti waktuku bersamamu tidak sebanyak dulu , tapi kesetiaanku padamu akan melebihi apapun . Aku mencintaimu Baby , sejak hari pertama kamu terlahir ke dunia aku yakin jika kamu adalah pelengkap hidupku . "
Al berusaha meyakinkan Milly .
Milly masih tak bergeming .
" Milly , Baby , bolehkah aku tau seberapa besar kamu mencintaiku ? " tanya Al .
Cara Al berhasil , Milly berbalik menatap Al .
" Kamu tanya seberapa besar cintaku ? Cih ... "
" Oke aku yakin sekarang kalau cintamu sangat besar padaku . Tapi Ly , bisakah aku percaya padamu ? " tanya Al lagi .
" Kamu meragukan aku Al ? " tanya Milly dengan nada yang meninggi .
Al tahu jika kini Milly sudah sangat kesal padanya , buktinya kini Ia sudah memanggil dengan nama Al.
" Tidak pernah aku meragukanmu . Aku percaya padamu , sebesar rasa percayamu padaku , Baby . " ucap Al .
" Apa sekarang , jarak masih akan jadi penghalang jika hatiku dan hatimu mengatakan hal yang sama ? " tanya Al .
Milly menggeleng .
Al memang selalu tau cara meyakinkan Milly , hanya Al yang bisa .
" Baby , bukannya kita tidak akan bertemu bertahun-tahun . Aku berjanji akan sering pulang menemui mu . Kita bisa terhubung lewat pesan dan panggilan . " Jelas Al .
" Aku disana akan sangat sibuk dengan pekerjaan , karena perusahaan benar- benar kacau sekarang . Tidak akan ada waktu bagiku untuk bersenang-senang Baby . Lagian Kelvin juga akan ikut bersamaku , " sambungnya .
Milly mulai terisak, air matanya berlinang membuat dada Al terasa sesak .
Al membawa Milly dalam dekapannya . Ia peluk erat kekasihnya .
" Tapi kata Daddy wanita di Indonesia cantik , dan juga ramah . Banyak yang bilang sulit untuk menolak pesona gadis Indonesia . " Ucap Milly .
" Pantas saja aku tak pernah bisa menolak pesonamu . Kamu tidak lupakan , kalau kita berdua memiliki darah Indonesia ? "
__ADS_1
Milly tertawa lalu mengangguk .
Al semakin mendekap erat kekasihnya , membelai lembut surai panjang Milly yang berwarma hitam .
" Allard kamu tak akan mengingkari janjimu kan ? " tanya Milly .
" Milly , aku janji Baby . Aku janji hanya akan selalu ada kamu seorang di hatiku . Tak akan ku hianati kepercayaanmu . "
Milly menjadi lebih tenang setelah mendengar janji Al padanya .
Dan hari itu , hari kedua di tahun 2016 , sepasang kekasih yang sebentar lagi akan terpisah jarak , hanya menghabiskan waktu mereka berdua di mansion .
Keduanya benar benar memanfaatkan setiap detik kebersamaan mereka .
Menonton film , membaca buku , membuat kue , bermain game , hingga bersantai sambil menikmati segelas cokelat panas , semuanya mereka lakukan berdua .
Hingga malam pun tiba , keduanya kini berada di atap . Milly bersandar pada dada bidang Al , dan Al yang memeluknya dari belakang . Melindungi tubuh mereka dari udara dingin dengan selimut tebal .
" Al , apakah nanti kita akan tetap melihat langit yang sama ? " tanya Milly .
" Tentu saja , kita akan tetap melihat langit , bulan , dan matahari yang sama . " Jelas Al .
" Hanya waktunya saja yang berbeda , " sambungnya .
" Jadi apakah boleh jika aku menitipkan rinduku terhadapmu pada Bulan ? " tanya Milly .
" Tentu saja boleh . " Jawab Al .
" Tapi dari pada kamu menitipkan pada bulan , akan lebih efektif jika kamu mengambil ponsel dan langsung menghubungiku , " sambungnya .
Milly sontak cemberut .
" Bebb...... , kamu merusak suasana romantisnya ... , " ucap Milly yang kesal karena Al merusak suasana romantis malam itu .
Allard tertawa . " Ku pikir kamu sedang membaca sebuah puisi Beb . "
" Kamu mau tau suasana romantis seperti apa ? " tanya Al dan dijawab anggukan oleh Milly .
Al segera menangkup wajah Milly dengan kedua tangannya .
Semakin mendekatkan wajah mereka , mengikis jarak sehingga dua bibir yang saling candu itu kini bertemu .
Ciuman lembut yang perlahan menjadi menuntut , didukung dengan dinginnya malam membuat keduanya terhanyut untuk menaikkan level permainan mereka saat ini .
Sasaran Al kini berpindah ke ceruk leher kekasihnya . Hembusan napas Al terasa seperti menggelitik sesuatu yang ada di dalam diri Milly.
" Beb , aku pasti akan sangat merindukanmu . Merindukan ini semua . " Ucap Al sambil mengecup seluruh wajah Milly .
Milly tertawa karena merasa geli dengan yang dilakukan Al .
" Sssttt .... pelankan suaramu Beb , " pinta Al .
Milly mengangguk sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya yang masih ingin tertawa .
Dan benar saja dugaan Al , hanya beberapa menit setelah tawa Milly , terdengar suara Kelvin yang memanggil - manggil nama mereka berdua .
Al melirik jam di pergelangan tangannya .
" Pantas saja Kelvin mencari kita , ini sudah waktunya . " Gumam Al .
" Beb , kamu ganti pakaian yah . Yang santai saja , tapi ku mohon jangan pakai yang terlalu terbuka . " pinta Al .
" Memangnya mau kemana ? " tanya Milly .
" Ikut saja , nanti akan ku jelaskan , " ucapnya .
Milly kembali ke dalam kamarnya untuk bersiap sedang Al menyusul Kelvin yang masih mencarinya
__ADS_1
Malam semakin larut , tidak menyurutkan semangat muda mudi untuk berkumpul dan bersenang - senang .
Di salah satu arena balap mobil , Al memarkirkan mobil sport miliknya .
" Ini arena balap mobil kan Beb ? " tanya Milly .
Al mengangguk .
" Untuk apa kita kesini ? Kamu tidak berniat balapan kan Beb ? " Milly menahan tangan Al yang hendak membuka pintu mobil .
Al menggeleng , " Di sini hampir sebagian besar remaja New york berkumpul . Aku ingin mereka semua mengenalmu sebagai kekasihku ," Jawab Al jujur
" Beb , jangan kira aku tak terbebani meninggalkanmu disini sendiri . Kamu tau sifat posesif dan cemburuku akan sangat menyiksa . Jadi sebelum keberangkatanku, aku ingin semakin banyak orang yang tau tentang hubungan kita . " Jelas Al .
Milly tersenyum , Ia pikir hanya dirinya yang hawatir jika Al akan berpaling . Ternyata Al juga sama hawatirnya seperti dirinya .
Malam itu Al benar-benar mengenalkan Milly sebagai kekasihnya pada setiap teman yang Ia temui .
Al , Kelvin dan Milly, menghabiskan malam ini dengan keseruan menyaksikan para pembalap melajukan mobil mereka secepat mungkin . Berlomba - lomba untuk menjadi yang pertama sampai di garis finish .
Al memandangi wajah Milly yang tertidur saat perjalanan pulang .
" Ku rasa aku tak perlu hawatir akan menyakitinya . Berpaling darinya saja aku takkan mampu , apalagi sampai menghianatinya . Ku yakin itu tak akan mungkin terjadi. " batin Allard .
.
.
.
Jangan saling berjanji untuk tidak saling meninggalkan. Cukup berjanjilah untuk saling mempertahankan.
.
.
.
.
__ADS_1
to be continue