Milly, Gift From God

Milly, Gift From God
Bab 42. Jebakan Rachel


__ADS_3

Sebulan telah berlalu sejak kepulangan Allard kembali ke Indonesia. Sampai kini belum ada tanda-tanda jika rencananya pada malam itu membuahkan hasil.


Layaknya peribahasa sudah jatuh tertimpa tangga pula mungkin adalah peribahasa yang cocok untuk menggambarkan apa yang menimpa Allard saat ini.


Hubungannya dengan Milly semakin memburuk dan Allard semakin disiksa oleh rindu pada segala perhatian juga cinta yang tak lagi diberikan oleh tunangannya.


Tak hanya itu, sudah sebulan ini Allard menjadi pria br*ngs*k yang memiliki dua orang kekasih di dua negara yang berbeda.


“Si*lan!” umpatnya.


“Semua ini karena wanita ular itu!”


Prang!!!!!


Untuk kesekian kalinya, semua barang yang berada di atas meja kerjanya menjadi sasaran kekesalan seorang Allard.


Seandainya aku tak pernah mengenal Rachel! Batin Allard.


Sedetik kemudian pria itu menggeleng.


Bukan ... bukan, seandainya aku tak pernah menyetujui ajakan Rachel untuk makan malam, batin Allard menyesali keputusannya.


Jelas diingatan Allard, betapa terkejutnya ia saat suatu pagi ia terbangun di tempat yang sangat asing banginya.


Tidak hanya itu, Allard dibuat semakin terkejut ketika ia menyadari jika tubuhnya kala itu polos dan hanya berbalut selimut. Bahkan dirinya sedang berada di pelukan mesra seorang wanita.


Sayangnya wanita itu bukan tunangannya, melainkan wanita yang malam sebelumnya mengundang Allard untuk makan malam bersama di apartemennya.


Yang Allard lakukan pertama kali saat itu hanyalah mengusap wajahnya dengan kasar berkali-kali, ia ingin menyadarkan dirinya lalu berharap jika semua yang terjadi hanyalah mimpi dan ia akan segera terbangun.


Naasnya ... bukan dirinya yang terbangun melainkan wanita yang memeluknya. Wanita itu mulai bergerak gelisah sebab merasa tidurnya terusik.


Bodohnya, sebagai pria normal tentu tak salah jika Al sempat memuji kemolekan tubuh wanita yang mungkin bersamanya sejak semalam, namun segera ia tepis pikiran itu saat wajah tunangannya terbersit di benaknya.


“Sayang, kamu sudah bangun?” tanya wanita itu dengan suara seraknya.


Yang membuat Allard bingung, mengapa di sini ia merasa jika hanya dirinya yang terkejut.


Sedangkan wanita itu terlihat sangat santai.


“Sayang? Sejak kapan?” ucap Allard balik bertanya.


“Sejak kita menghabiskan semalam dengan sangat luar biasa,” jawab wanita itu dengan gaya sensualnya. Tak lupa ia mengerlingkan matanya untuk menggoda Allard.


“Gil*!” pekik Al.


Setelah itu Al bergegas turun dari tempat tidur dan meraih seluruh pakaiannya yang berserakan di lantai.


“Aku memang tergila-gila padamu sayang. Bahkan sejak pertama kali bertemu,” ungkap wanita itu dengan santainya menanggapi umpatan Al.


“Dasar kau wanita gila!” umpat Al sekali lagi sambil menunjuk tepat di hadapan wajah wanita itu.


“Sebaiknya kau segera bangun dari tidurmu, dan berhentilah bermimpi!”


Setelah mengenakan seluruh pakaiannya, Allard segera pergi dari apartemen terkutuk itu.

__ADS_1


Dengan penuh penyesalan dan rasa bersalah pada tunangannya, Allard segera pergi dari apartemen wanita bernama Rachel yang baru sekali ia temui saat pesat ulang tahun Christy.


Sepanjang perjalanan menuju apartemennya saat itu tak hentinya Al mengumpati dirinya sendiri. Ia merutuki dirinya yang dengan bodohnya terjerat dalam jebakan Rachel yang terobsesi padanya.


...****************...


Allard pikir semua akan berakhir setelah ia pergi meninggalkan apartemen Rachel.


Rupanya pria itu salah besar.


Di saat ia sedang bahagia dan tak sabar menanti hari ulang tahunnya dan juga hari ulang tahun sang tunangan, tepat seminggu sebelum hari itu tiba Al menerima sebuah video yang menjadi petaka dalam hubungannya bersama Milly.


Video panas berdurasi 3 menit yang kedua pemerannya sangat ia kenal. Siapa lagi jika bukan dirinya dan juga Rachel.


“Brengs*k!!”


“Si*lan!!”


“Dasar wanita ular! Apa maunya?” tanya Al saat itu.


Tak butuh waktu lama hingga sebuah pesan singkat ia terima yang berisikan jawaban dari pertanyaannya.


Jadilah kekasihku jika kamu tak ingin video ini tersebar ke publik.


Isi pesan singkat dari Rachel yang berhasil membuat Al mencengkeram erat benda pipih tak bersalah yang ada dalam genggamannya.


Awalnya Allard ingin mengabaikan ancaman dari Rachel, namun saat mengingat jika profesi Rachel yang seorang publik figur membuat Allard sontak dilanda kepanikan.


Bagaimana jika wanita gila itu benar-benar menyebarkannya ke publik? Yang pasti seluruh Negeri ini akan heboh dibuatnya. Pastinya hal itu akan merusak citra diriku berpengaruh pada nama baik perusahaan.


Dan bukan tak mungkin jika Milly dan keluargaku yang lain akhirnya bisa mengetahui perbuatan hina yang telah kulakukan. Pikir Al kala itu.


Rachel wanita yang telah buta oleh pesona dari seorang Allard bahkan tak peduli jika dirinya menjadi wanita yang kedua. Wanita itu optimis jika selama setahun dia akan berhasil merebut hati Allard hingga pria itu meninggalkan tunangannya yang berada jauh di belahan bumi lainnya.


...****************...


Mengingat semua rentetan kejadian yang menjadi awal dari masalah yang menimpanya, membuat Al emosi.


Apalagi orang kepercayaan Allard yang ia tugaskan mengawasi Milly baru saja melaporkan jika tunangannya itu kini berada di sebuah klub bersama kedua sahabatnya.


Ternyata Milly tak main-main dengan ucapannya. Ia benar-benar membalas semua perbuatanku. Batin Al.


Prang !!!!!


Kali ini bunyi memekikkan telinga berasal lukisan mewah di dinding ruang kerja Al. Bingkai kacanya sudah hancur berserakan di lantai.


Tak puas dengan seluruh benda yang ada di atas meja kerjanya, kini lukisan tak bersalah itu pun jadi sasaran amukannya.


Allard tak pernah menduga jika wanita penurut dan tak banyak menuntut seperti Milly kini sedang mengibarkan bendera perang padanya.


Tunangannya itu terlalu mengenal dirinya, hingga dengan mudah Milly mampu membalas semua rasa sakit hatinya dengan cara menorehkan luka yang sama di hati Al.


Hubungan yang awalnya penuh cinta dan kasih, kini menjadi ajang untuk saling menyakiti.


Sebenarnya Al tahu jika Milly sengaja melakukan semua hal yang Allard benci hanya agar dirinya mau melepaskan dan menyerah pada pertunangan mereka.

__ADS_1


Kamu salah baby, aku tak akan pernah menyerah dengan kita. Kita akan bersama selamanya! Kamu akan selalu menjadi milikku baby.


Kalvin yang baru saja masuk ke ruangan bos sekaligus sahabatnya itu dibuat terkejut dengan apa yang dilihatnya.


“Hei dude ... come on, ada apa denganmu?” tegur Kalvin.


Tatapan mata nyalang diberikan oleh Al untuk menyambut kedatangan Kalvin.


“Jangan banyak bicara! Gue sedang emosi!” Balas Al.


“Lagi-lagi Milly bertingkah,” ungkap Al.


“Apa lagi kali ini?” tanya Kalvin santai, dia sudah mengetahui semua masalah yang menimpa Al dari ayahnya yang curiga atas gerak-gerik Al dan Milly yang tak seperti biasanya.


Saat Al kembali ke Indonesia sebulan lalu, Kalvin segera menodong Al dengan berbagai pertanyaan hingga akhirnya pria itu buka suara.


“Semalam dia ke klub lagi bersama Aline dan pria br*ngs*k itu!” ungkap Al dengan emosi.


“Sepertinya Milly kita sudah dewasa,” ucap Kalvin diiringi tawanya yang langsung mendapat tatapan tajam dari Allard.


“Oke ... oke ... ralat! Bukan Milly kita, tapi Milly hanya milik Allard seorang, “ imbuh Kalvin.


Al mendelik pada Kalvin, kehadiran Kalvin saat ini sungguh tidak membantu bahkan makin menambah kekesalan Al saja.


Menyadari jika saat ini bukan saat yang tepat untuk mengajak Allard bercanda, Kalvin segera menyampaikan maksud dan tujuannya menemui Al.


Sebuah kartu memori ponsel Kalvin letakkan di atas meja kerja Al, tepat di hadapan pria itu.


“Apa ini?” tanya Al.


“Kunci untuk keluar dari masalah lu,” jawab Kalvin.


“Maksudnya?”


“Itu memori dari ponsel Rachel. Sekarang wanita itu tak memiliki satu pun video atau foto yang bisa dia gunakan untuk ngancem lu,” jelas Kalvin.


“Lu yakin?”


“Apa pernah gue berbohong? Gue dapat semua itu dari asisten pribadi Rachel,” balas Kalvin.


“Lu gak perlu khawatir lagi sekarang, enaita ular itu gak akan bisa ngancem lu lagi.” Imbuh Kalvin.


“Yang penting sekarang lu harus bisa membuat Milly percaya lagi sama lu.”


Al mengangguk setuju dengan ucapan Kalvin. Lalu perhatiannya teralihkan oleh getaran ponselnya.


Segera Allard raih ponselnya dan melihat jika Kalvin mengirimkannya tiket pesawat menuju Seattle.


Tanpa berucap sepatah katapun, Allard menunjukkan layar ponselnya pada Kalvin. Pria itu ingin meminta penjelasan, apa maksud Kalvin mengirimkannya sebuah tiket pesawat.


“Jangan menunda lagi Al, temui Milly. Perbaiki hubungan kalian,” ujar Kalvin berusaha untuk terlihat tenang dan biasa saja.


Meski jauh di dalam hatinya, ia kini sedang menahan sakit. Lagi-lagi ia harus mengalah dan menyerah, membiarkan Al untuk kembali merebut hati Milly.


Mendengar saran dari sahabat baiknya, akhirnya senyuman pertama untuk hari ini terbit di wajah Al.

__ADS_1


Kalvin meraih kunci mobil Allard, “Ayo ... gue yang menyetir!”


...****************...


__ADS_2