Milly, Gift From God

Milly, Gift From God
Bab 45. Aku selalu menemukanmu


__ADS_3

“Gila kamu Mill!”


“Allard pasti akan membunuhku jika tahu aku yang menyembunyikan tunangannya,”Ujar Edric.


Milly menatap Edric dengan malas, untuk hintungan wanita yang sedang membohongi keluarganya Milly tampak sangat santai.


Dua minggu yang lalu Milly menghubungi Edric, meminta sahabatnya itu mencarikan tempat tinggal dan juga menyiapkan sebuah restoran untuk dia beli.


Milly sudah memutuskan untuk mengikuti himbauan ayahnya untuk belajar bisnis, dan ia pikir menjalankan bisnis restoran adalah pilihan yang terbaik.


Mengenai tempatnya, Milly memutuskan untuk menjalankan semua rencananya di Bali. Di sebuah pulau yang terkenal dengan keindahan alamnya, keunikan budayanya, dan keramahan penduduknya.


Milly sudah Menyusun rencana untuk terbebas dari Allard, itulah mengapa dia meminta agar kepergiannya ke Indonesia dirahasiakan dengan alasan untuk memberi kejutan pada tunangannya.


Tak ada yang tahu jika tujuan penerbangan Milly hari itu bukanlah Ibu Kota Negara Indonesia, melainkan daerah asal sahabatnya.


Dan di sinilah Milly hari ini … disambut dengan ocehan dari Edric membuat Milly tak henti-hentinya tertawa.


“Kamu tak perlu berlebihan Ed,” ucap Milly menenangkan sahabatnya.


“Allard tak akan tahu jika kamu tak memberi tahunya.” Imbuhnya.


“Tapi sampai kapan Milly? Menurutmu sampai kapan kamu bisa bersembunyi dari Allard?”


Pertanyaan Edric barusan membuat Milly menyunggingkan senyum tipis. “Tenanglah, aku akan memaksa Allard agar mengizinkanku tinggal di sini.


Edric menghela napas panjang.


Sangat sulit bicara dengan Milly yang sedang keras kepala. Sebagai sahabat Edric akan selalu membantu Milly, seperti dua permintaan Milly yang harus ia wujudkan dalam waktu singkat.


“Aku tak yakin jika kamu bisa menang melawan lelaki pemaksa seperti Allard.”


“Aku harus menang Ed, itu jika aku ingin semua berakhir sesegera mungkin,” ungkap Milly dengan sendu.


...****************...


Mobil yang dikemudikan Edric berhenti tepat di depan sebuah rumah sederhana yang lokasinya tak jauh dari hotel miliknya.


Milly dan Edric berjalan beriiringan, Milly mengamati sekitar area calon tempat tinggalnya entah untuk berapa lama. Sbuah lingkungan perumahan yang cukup tenang sangat disukai Milly.

__ADS_1


Sebuah angkul-angkul atau gerbang kebanyakan rumah di Bali menjadi penyambutan pertama dari rumah baru Milly.


Megah dan sangat menarik menurut Milly. Baginya kehadiran angkul-angkul tepat di depan pintu yang keunikannya membuat rumah ini untuk memiliki daya pikatnya sendiri.


Dari segi spiritual, Angkul-Angkul dipercaya dapat menangkal berbagai bentuk ilmu hitam dan gangguan dari roh jahat yang ingin masuk ke dalam.


Milly berharap ia bisa benar-benar merasakan ketenangan setelah tinggal di rumah itu.


“Ini kuncinya,” ucap Edric sembari mengulurkan tangannya memberi Milly sebuah kunci.


Klik.


Pintu terbuka dan Milly lagi-lagi disambut dengan suasana rumah yang berkonsep nature. Sangat pas dengan seleranya, desain arsitektur yang sangat kental dan menarik untuk digunakan. Gaya desainnya yang unik juga memiliki sebuah kesan sakral yang sangat kuat sehingga membuat Milly jatuh cinta.


Wanita itu tak sabar untuk mengelilingi rumahnya, memeriksa satu per satu ruangan yang ada di rumah tersebut.


“Sepertinya aku akan sangat nyaman tinggal di rumah ini,” gumam Milly.


Setelah selesai dengan urusan hunian, kini Milly dan Edric menuju ke restoran yang telah disiapkan Edric dalam jangka waktu yang sangat singkat.


“Restorannya sudah beroperasi, Ed?” tanya Milly saat melihat banyak pengunjung di sana.


Edric mengangguk.


“Akutelah mengusahakannya dan inilah hal terbaik yang bisa persiapkan untukmu,” imbuhnya.


“Semua ini sudah lebih dari cukup Edric, aku sangat bersyukur memiliki sahabat sepertimu. Maafkan diriku yang selalu merepotkanmu yah Al,” ucap Milly lalu berhambur kedalam pelukan Edric tanpa permisi.


Dalam hatinya Edric merutuki Milly yang tiba-tiba saja memeluknya. Bukan karena ia tak suka, tapi karena Edric merasa hari ke hari, perasaanya pada Milly semakin tumbuh.


Kamu harus sadar hati. Hati Milly sudah dimiliki oleh pria lain. Bahkan setelah bertahun-tahun saling menyiksa, perasaannya masih sangtalah besar. Batin Edric.


...****************...


Seminggu lagi Milly akan datang ke Indonesia. Allard sudah tak sabar menanti Milly mengisi hari-harinya lagi seperti dulu.


“Sepertinya aku tak perlu vitamin lagi. Selama Milly masih berada di dekatku, aku yakin semua akan baik-baik saja,” gumam Allard.


Memikirkan Milly membuat Allard tiba-tba saja merindukan tunangannya itu.

__ADS_1


Segera ia hubungi orang kepercayaannya hanya sekedar untuk tahu di mana atau bersama siapa tunangannya saat ini?


Sayangnya kabar yang ia dapatkan sangat jauh dari perkiraan Allard. Sebuah kata tak terudiga Bagaimana caramu menjaga majikanmu,Huh?”


Teriakan Allard memenuhi ruagan kerja, “Sejak kapan? Katakan sejak kapan kau menyadari jika Milly hilang dari pantauanmu?”


“Terakhir kali kami melihat Nona Milly itu sekitar seminggu yang lalu, Tuan.”


Macam-macam pertanyaan muncul di benak Allard. Tak mungkin rasanya jika Milly memilih kabur sebab tak ingin lagi dipaksa oleh keluarganya untuk menikah.


Untuk memastikan, Allard menghubungi Mommy Carol. Kepanikan semakin melanda pria itu saat Mommya membenarkan jika Milly memang sudah seminggu terakhir berada di indonseia.


Segera ia kerahkan semua orang kepercayanya. Kalvin turut serta membantu Allard. Beruntung hanya butuh beberapa hari saja keberadaan Milly berhasil ia temukan.


Tanpa menunggu waktu lebih lama lagi, segera Allard bersama Kalvin bergegas berangkat menjemput Milly.


"Berani sekali dia menyembunyikan Milly," gumamnya penuh amarah.


Pulau Dewata Bali, tempat yang indah untuk dijadikan tempat berlibur. Sayangnya kini Allard ke sana untuk melampiaskan segala emosi dan kemarahannya.


Kedua manik matanya terbelalak saat melihat tunangannya tampak sangat bahagia saat membawa nampan berisikan gelas minuman.


"Apa yang sedang dia lakukan, Vin?" tanya Allard.


"Bukan apa yang sedang dia lakukan yang harus kamu cari tahu," balas Kalvin.


"Yang harus kamu tanyakan adalah, apa yang membuatnya tersenyum begitu riang?" lanjut Kalvin.


Ucapan Kalvin baru saja benar-benar menampar Allard.


*Benar kata Kalvin, beberapa tahun terakhir ini aku tak lagi pernah melihat senyuman setulus itu di wajah Milly.


Apa aku salah telah memaksamu sejauh ini Baby*?


Kini Al melangkah dengan gontai.


"Baby ... akhirnya aku menemukanmu!" ujar Allard.


Prang .....

__ADS_1


Nampan berisi gelas yang berada di tangan Milly akhirnya jatuh dan berserakan.


...****************...


__ADS_2