Milly, Gift From God

Milly, Gift From God
Chapter 7 . Seventeen


__ADS_3

Manhattan – New York , Amerika Serikat .


1 Januari 2016


“ Rasanya menyenangkan ketika aku terjaga pagi ini dan menyadari jika aku setahun lebih tua . Selamat kepada pribadi mengagumkan yang hidup dalam diriku , kamu luar biasa . Selamat kepada pribadi yang selalu ku banggakan dan percaya pada diri . Hari ini mari kita sekali lagi berterimakasih pada Tuhan , bersyukur atas segala berkat yang telah diberikan . Setelah ini mari berusaha menjadi versi diri yang lebih baik dari sebelumnya , berusaha berkembang untuk mewujudkan mimpi yang lebih banyak lagi ,dan mari mecintai lebih dalam pada diri sendiri . Selamat ulang tahun untukku , aku tahu aku pantas untuk bahagia kemarin , sekarang , dan selamanya . “ (Milly L Harrison )



Milly bangun dari tidurnya hari ini dengan perasaan bahagia dan bersyukur yang lebih dari biasanya .



Saat membuka mata , Milly tidak akan terkejut lagi saat di tempat tidurnya kini sudah banyak kotak yang sebagian besar dibungkus berwarna merah muda dan lengkap dengan pita .



Ya, hari ini adalah hari ulang tahunnya . Angka 17 menjadi lebih spesial karena ada sesuatu yang sangat Ia nantikan di usianya kini .



Milly mengingat kejutan dari Al semalam . Meskipun hal itu setiap tahun mereka lakukan tapi tetap saja , setiap menanti pukul 00.01 pada setiap tanggal 1 Januari Milly selalu berdebar-debar .



Walau bukan di tempat romantis, melainkan di atap tempat persembunyian keduanya dan juga hanya meniup satu cup cake berdua , tapi yang terjadi semalam tetap menjadi kenangan indah bagi Milly dan Allard .



Milly meraih ponselnya , Ia melihat sudah banyak pesan ucapan selamat yang masuk . Ia membuka salah satu aplikasi sosial media dan mulai memposting fotnya  semalam .



![](contribute/fiction/3942984/markdown/14234181/1642395375832.jpg)




14352 Likes


**MillyLHarrison**   "*I wish i could scream my voice across the universe to show how happy i am today, happy birthday to me and you , my* @***AlJuniorAnderson*** !



Milly hendak bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya , namun perhatiannya teralihkan pada kotak – kotak kado di atas tempat tidurnya .


“ Grandpa , Mommy Carol , Daddy Sean , Grandpa Gilbert , Kelvin , Uncle Edmund , Aunty Isabel , Aaron , Uncle Dion , Uncle Bobby . “ Milly membaca satu per satu nama yang tertera pada kotak -kotak itu .


Namun kotak yang dicarinya tidak ada .


“ Mana kado dari Daddy ? “ cicitnya .


“ Awas saja kalau Daddy sampai lupa memberiku kado , “ gumamnya .


Segera Ia beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi dan bersiap untuk sarapan pagi bersama sang Daddy dan Opa .


Di meja makan , Grandpa Donald dan Daddy Robert  sudah menunggu kehadiran gadis yang sedang merayakan hari jadinya .


Milly bergabung dengan senyum merekahnya , “ Selamat pagi , Daddy . “ Sapanya lalu mendaratkan ciuman di pipi sang ayah .


“ Selamat pagi , Grandpa . “ Sapanya dan juga mendaratkan ciuman di pipi sang kakek .

__ADS_1


“ Selamat pagi Birthday Girl , “ ucap Daddy Robert dan Grandpa Donald bergantian .


“ Semalam apa kamu bersama Al ? “ tanya Daddy Robert .


“ Hemm , tapi tak lama . Hanya meniup lilin dan saling mengucapkan selamat ulang tahun saja , “ Jawab Milly .


“ Grandpa kira setelah 17 tahun kalian tidak melakukan hal itu lagi . Itu membuktikan kalian berdua akan tetap menjadi anak-anak , “ ujar Grandpa Donald menggoda cucunya .


“ Grandpa , walaupun usia kami terus bertambah tapi kami tidak akan pernah lupa dengan semua kenangan yang kami lakukan sejak kecil . “ Balas Milly .


“ Ya , Daddy setuju . Anak kalian pasti akan senang saat mendengar kisah orang tuanya nanti , “ sambung Daddy Robert yang seketika membuat rona merah pada pipi putrinya .


Daddy Robert dan Grandpa Donald tertawa melihat Milly kecil mereka kini sudah bisa bersemu saat digoda mengenai pria .


Secepat itukah waktu berlalu hingga gadis kecil yang dulu selalu merajuk dan menangis , kini menjelma menjadi remaja yang hanya dengan satu senyuman saja sudah bisa membuat pria mengaguminya .


“ Daddy berhenti tertawa , sebaiknya Daddy sekarang memberikan kado untukku . Dari banyak kado di kamarku , aku tidak melihat kotak dengan nama Daddy , “ ucap Milly .


Daddy Robert tertawa , “ kamu sungguh jeli , aku yakin perusahaan akan makin sukses jika pemimpinnya sejeli dirimu . “


Lalu datanglah Uncle Dion , membawa sebuah kotak kecil dan juga sebuah map .


“ Selamat ulang tahun My Strawberry Ice Cream , “ ucap Uncle Dion sambil memeluk Milly .


“ Terimakasih Uncle  Dion ,  aku belum membuka kado darimu tapi ku yakin itu pasti hal yang sangat manis , seperti Strawberry Ice Cream kesukaan kita  , “ ucap Milly saat membalas pelukan Uncle Dion.


Dion Foster , adalah pria paruh baya yang bekerja sebagai asisten Robert Harrison . Robert Harrison bertemu Dion saat pria itu tengah terpuruk karena kehilangan wanita dan anak yang Ia cintai . Robert membawanya, mengobati luka-luka yang Ia buat sendiri . Setelah Dion sehat , Robert memberikan pekerjaan sebagai asistennya . Meski setelah tahu masa lalu Dion yang merupakan anggota senior pada salah satu kelompok mafia di Amerika ,  Robert tetap tidak berubah . Hingga Robert menikah dengan Griselda dan memiliki Milly . Dion tidak lagi ada keinginan menikah, hatinya sudah mati bersamaan dengan perginya wanita yang Ia cintai dari dunia .


Kembali ke Milly , Daddy Robert memberikan kotak dan map yang dibawa oleh Uncle Dion .


“ Ini adalah kado dari Daddy ,”  ucapnya .


Milly membuka kotak lebih dulu dan matanya berbinar tatkala disana ada sebuah kunci yang Ia duga adalah kunci sebuah mobil , kemudian mapnya berisi surat-surat izin mengemudi atas nama Milly .


“ Ya . Dengan syarat Allard harus menjamin jika kau memang sudah benar-benar bisa berkendara dengan aman . “ jawab Daddy Robert .


Milly sempat mendengus saat tahu surat izin dari Al lebih berpengaruh dibanding surat izin dari Lembaga negara terkait .


Bagaimanapun Milly tetap berterimakasih pada ayahnya . Ia berhambur memeluk Daddy Robert yang masih duduk dari belakang dan mengecup kedua pipinya .


“ Kalau tau kau akan sebahagia itu dengan kado hanya sebuah mobil , grandpa akan memberimu hadiah sebuah privat jet , “ celetuk Grandpa Donald .


Daddy Robert dan Milly tertawa , Milly berganti memeluk opa nya seperti Ia memeluk ayahnya .


“ Grandpa hari ulang tahunku masih panjang , masih ada beberapa jam hingga hari ini berakhir . Dan sampai saat itu aku akan memberi grandpa kesempatan untuk mengganti kado yang akan diberikan padaku , “ ucap Milly bercanda .


“ Upss…. Sepertinya selain semakin jeli , anak ini juga semakin pandai dalam merayu . “ balas Grandpa .


Sejak hari berganti semalam Milly merasa sangat Bahagia dengan semua cinta dan kasih yang Ia terima. Namun jauh di dalam lubuk hatinya , ia tetap merindukan ucapan selamat ulang tahun dari sang Ibu yang kini semoga saja telah berada di surga .




Pesta perayaan ulang tahun Milly dan Allard kembali digelar bersamaan seperti biasa . Akhirnya Al bisa merayakan ulang tahunnya di sebuah club malam mewah saat usianya kini 22 tahun .



![](contribute/fiction/3942984/markdown/14234181/1642395375836.jpg)


__ADS_1


Biasanya saat berulang tahun ke 17 teman-temannya sudah merayakan ulang tahun di sebuah club . Tapi tidak dengan Al  kerena Ia harus tetap merayakan ulang tahunnya bersama Milly , gadis kesayangannya .



![](contribute/fiction/3942984/markdown/14234181/1642395375827.jpg)



Karena kini Milly telah berusia 17 tahun , maka Al sengaja menyewa club malam terbesar dan terkenal mewah di Manhattan .



Ratusan muda dan mudi datang memeriahkan pesta ulang tahun dari dua anak pewaris perusahaan raksasa di kota yang terkenal dengan julukan Big Apple .



![](contribute/fiction/3942984/markdown/14234181/1642395375834.jpg)



Ditengah hingar bingar pesta malam itu , Al mengajak Milly pergi ke tempat lain . Keduanya kini sudah menjauh dari club dengan mengendarai mobil lamborghini Aventador berwarna merah muda hadiah dari Daddy Robert .



![](contribute/fiction/3942984/markdown/14234181/1642395375831.jpg)



“ Apa tidak masalah kita meninggalkan pesta ? “ tanya Milly .



“ Tak apa , ada yang lebih penting dari pesta itu , “ balas Al sambil mengecup punggung tangan Milly .



Milly yang baru pertama kali diperlakukan seperti itu oleh Al tersipu dan wajahnya merona , untung saja sekarang malam hari jadi Al tidak melihat rona merah di pipi Milly .



“ Milly , kamu tau aku sangat menantikan hari ini . Aku menantikannya selama 17 tahun , menyiapkannya hampir sebulan , semoga apa yang ku impikan bisa terwujud malam ini . “ ucap Al dengan tangan tak pernah lepas menggenggam tangan Milly .


.


.


.


.


.


"*Tak peduli seberapa baik atau buruknya hidupmu, bangunlah setiap pagi dan bersyukurlah bahwa kamu masih memilikinya*."


.


.


.


.

__ADS_1


to be continue


__ADS_2