Milly, Gift From God

Milly, Gift From God
Chapter 12 . Jalani saja


__ADS_3

Hujan tidak akan berlangsung selamanya, suatu saat pasti akan berhenti.


Badai pun juga sama, sekuat apapaun badai itu menerpa pasti akan ada usainya.


Jika biasanya Milly akan tersenyum setiap kali menyambut sang fajar, tapi hal itu tidak terlihat beberapa hari terakhir.


Sejenak Ia akan mengambil ponselnya, melihat fotonya yang berada dalam dekapan Allard yang Ia jadikan wallpapper, "Apakah aku bisa menjalani hariku tanpamu Beb," gumamnya.


"Bodoh !" Rutuknya pada dirinya sendiri.


"Kenapa kau harus menghitung berapa hari yang tersisa bersamanya?" Lanjutnya merutuki apa yang baru saja Ia lakukan.


Hal bodoh yang akan membuatnya menitikkan air mata, saat menyadari kebersamaannya bersama pria yang baru beberapa hari ini berubah status menjadi kekasihnya, pria yang bertemu dengannya hampir setiap hari dalam 17 tahun hidupnya.


Milly tak pernah meragukan jika yang bersedih bukan hanya dirinya. Milly tau bagaimana beratnya perasaan Al yang harus rela  meninggalkan wanita yang selama ini Ia jaga.


Hal itu membuat Milly akan selalu berusaha menampakkan wajah cerianya saat bertemu Al.


♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡


Tinggal menghitung hari dirinya terpaksa harus  menjalani hubungan jarak jauh dengan Milly.


Karena itu, siang ini Allard berencana menghabiskan waktu bersama Milly dan teman dekatnya . Ia ingin membuat moment yang nantinya akan Ia kenang saat merindukan Milly .


Al terus melajukan mobilnya meninggalkan hiruk pikuk kota New York. Tujuannya kali ini adalah menikmati musim dingin dengan bermain ski.


Al terus melaju hingga setelah beberapa jam berkendara kini mereka mulai memasuki wilayah Puncak Tinggi Adirondacks di Upstate New York.


Akses jalan sebenarnya cukup baik jika bukan dalam musim dingin seperti ini. Terlebih hari ini salju turun dan beberapa ada yang menumpuk sehingga menghalangi beberapa ruas jalan.


Sesekali Al melirik ke arah sang kekasih yang tengah tertidur di kursinya.


"Dasar bucin," celetuk Christ yang melihat Al terus memandangi Milly.


Al hanya tersenyum, "Yang penting gak jomblo." Balasnya meledek Christ.


Perjalanan yang ditempuh cukup melelahkan, bahkan Milly sempat tertidur selama 30 menit.


Hingga mobil Al berhenti di depan sebuah resort mewah milik keluarga Anderson yang terletak di areal yang dekat dengan Kawasan Whiteface Mountain atau yang juga dikenal dengan nama Olympic Mountain.


Cup.


Al mengecup bibir Milly, dan hal itu sukses membuat Milly mengerjapkan matanya.


Dengan perlahan Ia buka matanya, dan yang pertama Ia lihat adalah wajah tampan Al yang kini juga tengah menatapnya.


Entah keberanian dari mana, Milly menangkup wajah Al dan menariknya agar menghilangkan jarak diantara keduanya.


Jika biasanya mereka memulai dengan kecupan yang lembut, tapi tidak kali ini.


Milly menyapu bibir kekasihnya, menghantarkan keduanya pada debaran yang seakan menyoraki kegiatan yang kini  mereka lakukan.


Seakan lupa dengan di mana kini keduanya berada,  tautan bibir keduanya semakin dalam, semakin menuntut.


Tidak ada kata perlahan dibenaknya, kini Al merutuki dirinya yang semakin terhanyut dalam gelombang rasa.

__ADS_1


Ia bahkan tidak leluasa bergerak mengingat mereka berdua masih berada di dalam mobil, membuatnya menggeram ditengah tengah ciumannya.


"Aaaauuucchhhh....."


Milly meringis saat Al tanpa sengaja menggigit bibir bawah Milly, menorehkan sedikit luka.


"Maaf, maaf sayang. Aku sungguh tidak sengaja," ucap Al.


Sambil mengusap bibir bawah Milly yang basah akibat kegiatan mereka barusan.


Netra Al menangkap ada air mata di pelupuk mata kekasihnya yang sedang ditahan agar tidak tumpah.


"Sayang, untuk hari ini dan besok ku mohon cukup kita jalani saja seperti biasa. Tidak perlu memikirkan apapun, aku ingin menikmati momen liburan pertama kita sebagai kekasih. "


"Bisakah seperti itu?" Pinta Al.


Milly mengangguk.


Al mengecup puncak kepala Milly sekali lagi sebelum mereka turun dari mobil, lalu bergabung bersama Kelvin, Christ, Julian, dan Stephany.


♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡


Walaupun bukan pertama kalinya mereka berkunjung ke resort milik keluarga Anderson ini, tapi tetap saja mereka kagum dengan design resort yang sengaja dibuat untuk membangkitkan kemegahan Zaman Emas dari Perkemahan Agung Adirondack yang bersejarah


dalam desain kayu pedesaannya .



Lokasinya di dalam hutan wilayah puncak tinggi, dikelilingi sekitar enam juta hektar pegunungan yang spektakuler di Adirondack Park — kawasan lindung terbesar di daratan AS.


ruangan yang telah menanti Al dan lainnya.


Kawasan disekitar cukup ramai, karena ada beberapa resort lainnya yang memang diperuntukkan untuk disewakan pada para pelancong.


Al melangkah lebih dulu , dan segera disambut oleh para maid.


"Selamat sore Tuan," sapa salah seorang pria paruh baya bernama Clif yang merupakan kepala pelayan.


"Sore Clif, tolong bawa barang kami ke kamar masing-masing. Aku dan Milly akan menggunakan master bedroom." Titah Al.


Saat para pria menuju ke mini bar  untuk menikmati wine, Milly dan Stephany naik ke lantai atas menuju balkon.


Ini adalah tempat favorit Milly saat kemari. Saat malam biasanya akan Ia habiskan disini bersama Al melihat bintang saat para orang dewasa menikmati anggur dan barbeque.


Namun sore ini, saat senja akan  menyapa pandangan Milly hanya melihat kolam renang di halaman belakang yang membeku karena turunya suhu udara, dan halaman yang berwarna putih akibat tertutup salju.


"Mil, apakah yang disana itu Whiteface Mountain?" Pekik Stephany sambil menunjuk ke salah satu arah.


Milly mengedikkan bahunya, "Entahlah, aku tidak begitu yakin." Jawabnya sambil terkekeh.


"Oh iya, aku belum mengucapkan selamat atas hubunganmu dengan Allard." Ucap Stephany.


"Maaf Milly, kau sudah ku anggap seperti adikku. Maukah kau bercerita mengapa kau terlihat tak bersemangat?"


"Stephany, apa menurutmu aku akan mampu tanpa Al?" Tanya Milly.

__ADS_1


"Maksudmu? Apa kau mau mengakhiri hubunganmu dengan Al?"


Milly menggeleng, "Tidak, tapi Al akan ke Indonesia untuk mengurus perusahaan di sana."


"LDR?" Stephany memastikan lagi.


"Ya," jawab Milly.


"Pantas kamu tak bersemangat. Sebagai orang yang menyaksikan kisah cinta kalian, ku pikir itu bukan masalah." Ujar Stephany.


"Apa masalah kepercayaan? Kau meragukannya?" Lanjutnya bertanya.


"Mungkin," jawab Milly disertai kekehan.


"Jangan sampai Al mendengarnya, dia akan kecewa karena sekalipun tak pernah ku dengar dia meragukanmu." Ujarnya


"Sejak aku mengenal Al, tak ada wanita lain yang pernah ditatap olehnya. Pandangannya hanya selalu tertuju padamu."


Beruntung Stephany telah menyelesaikan ucapannya, saat terdengar langkah kaki yang mendekat.


"Baby jangan terlalu lama di luar, kamu bisa sakit." Peringat Al.


Stephany mengusap lembut lengan Milly, lalu beranjak meninggalkan pasangan kekasih itu.


"Bicarain apa? Sepertinya serius sekali." Tanya Al sembari memeluk Milly dari belakang.


"Bukan hal yang serius," jawab Milly.


"Apa kamu masih memikirkan hubungan kita?" Tanya Al


Berbohong pun percuma, terpaksa Milly mengangguk.


"Baby kamu mencintaiku?" Tanya Al.


"Ya, aku mencintaimu."


"Maukah kamu berjanji padaku, untuk tidak mencemaskan apa yang belum terjadi. Kita jalani saja hidup ini tanpa keluhan dan tetap saling mencintai dan mempercayai, " pinta Al.


Milly mengangguk, "Ya."


"Maukah kamu berjanji padaku, untuk jalani hidup apa adanya. Jangan saling memaksa dan jangan lakukan jika terpaksa. Kita yakini saja bahwa ini rencana Tuhan yang akan  berakhir baik." Pinta Al sekali lagi.


Sungguh Milly terharu dengan semua yang Al ucapkan.


"Ya, aku janji." 


Al lalu mengecup puncak kepala Milly.


"Sekarang tersenyumlah Baby, aku ingin kamu bahagia saat menjalani hubungan kita. Seperti aku yang selalu bahagia karena kamu selalu ada di hatiku."


Walaupun saat ini senja tertutup awan dan kabut, namun senja tetap menjadi saksi sepasang kekasih yang berjanji untuk mempercayai rencana Tuhan yang selalu berakhir indah.


Membiarkan hubungan mereka berjalan apa adanya seperti senja, meski tidak memiliki waktu banyak tapi kehadirannya akan selalu dinanti.


♡♡♡♡♡♡♡to be continue♡♡♡♡♡♡♡

__ADS_1


__ADS_2