
5 tahun kemudian .
Tap .. tap .. tap ..
Derap langkah seorang siswi junior high school terdengar di tengah- tengah lorong yang di ujungnya terdapat pintu menuju lapangan basket Global International senior high school .
Gadis cantik yang biasanya nampak ceria dengan senyum manis serta rambut hitam
legam yang terurai ,kini berjalan menghentakkan kakinya dengan bibir yang terus bersungut-sungut . Semua orang sudah tau siapa yang ingin ditemui oleh gadis bernama lengkap Milly Lynelle Harrison .
Siapa lagi jika bukan Allard Junior Anderson . Membuat siswa pria lainnya lebih baik memilih untuk tidak berani mendekati Milly .
Brak ...
Milly mendorong keras pintu masuk .
" Jun ... , " teriaknya dari pinggir lapangan .
Al segera menghampiri gadis yang sedang cemberut dengan sorot mata tajam yang tengah menatapnya .
" Ada apa Ly , kenapa membuat keributan . " Ujar Al .
" Apa kamu yang mengeluarkan namaku dari anggota climbing ? " tanyanya .
" Iya . "
" Jun ! " pekik Milly .
" Gak usah teriak Lily , aku ada di hadapanmu kenapa harus teriak , " tegur Al .
" Kenapa lagi Jun ? Kemarin aku ikut kelompok cheers kamu larang , aku ikut kelompok jurnalis kamu juga larang , sekarang aku ikut climbing gak boleh juga . Aku bolehnya apa Jun ? " tanya Milly dengan kesal .
" Cari yang lain Ly , masih banyak kegiatan sekolah yang lain . Di Climbing itu terlalu berbahaya dan juga anggotanya kebanyakan pria , "Jelas Al .
" Tapi .... , "
" Tidak ada tapi - tapi . Kamu masih ada kelas gak ? " Tanya Al .
Milly menggeleng .
" Cari es krim yuk , " ajak Al .
Seketika wajah cemberut Milly berubah menjadi wajah bahagia lengkap dengan senyuman manis merekah disana .
Dengan Al yang merangkul pundak Milly , keduanya berjalan menuju tempat Al memarkirkan mobilnya .
Hanya Al yang tahu bagaimana cara menangani Milly disaat Ia kesal , sedih , bahkan marah .
Begitulah Milly , gadis berusia 13 tahun yang kini terdaftar sebagai siswi tahun pertama di Global International Junior high school .
Gadis berwajah cantik yang terkenal karena latar belakang keluarganya dan juga otak cerdasnya . Tidak hanya itu , siapapun yang megetahui Milly pasti akan tahu , siapa pria yang bernama Allard Junior Anderson .
Tidak jauh beda dengan Milly , nama belakang Anderson yang terkenal di hampir seluruh wilayah benua Amerika .
Pemuda tampan berusia 18 tahun ini sebentar lagi akan menyelesaikan pendidikannya sebagai pelajar di Global International Senior High School .
Keduanya terkenal sebagai pasangan . Yah hanya pasangan . Belum ada yang mengetahui apakah mereka pasangan kekasih atau tunangan karena perjodohan .
Yang pasti , bagi pria sebaiknya berpikirlah 100 kali jika berniat mendekati seorang Milly Harrison , yang akan kalian hadapi adalah singa pemarah .
Dan untuk wanita , percuma saja jika ingin mendekati Al . Karena Al dan Milly bagai Bumi dan Matahari . AL hanya akan berputar mengelilingi Milly , mataharinya .
3 tahun berlalu lagi.
Milly tetap menjadi matahari dalam kehidupan seorang Allard .
Namun bagi Milly , masa - masa remajanya yang harusnya dipenuhi dengan kenangan bersama banyak teman hanya akan menjadi sebuah harapan .
Saat Al dan Kelvin mulai pendidikannya di universitas , Milly pikir pengawasan pada dirinya akan mulai berkurang .
Tapi ternyata dugaannya salah .
__ADS_1
Kedua pria itu , terutama Al selalu punya cara untuk mengekang Milly .
Hingga suatu malam , saat itu Milly hendak menghadiri pesta ulang tahun temannya di salah satu club malam .
" Dad.... please , boleh yah ? " rajuk Milly .
" No sweetheart , berbahaya bagi gadis sepertimu berkeliaran saat malam hari . Dan juga Al dan Kelvin sedang keluar kota , tidak ada yang akan menemanimu , " tolak Daddy Robert .
Milly tidak gentar , ini satu satunya saat yang tepat untuk pergi tanpa adanya Al dan Kelvin .
Dan juga sebenarnya malam ini dia sudah janjian dengan teman prianya bernama Max .
" Daddy , " Milly memasang wajah cemeberutnya.
" Daddy , aku tidak mau sekolah lagi . Aku malu, bahkan hanya untuk pergi ke pesta ulang tahun temanku saja , aku tak boleh . " rajuknya .
" semoga daddy luluh , please god . " doa Milly dalam hati .
Daddy mengehela napasnya , " Oke ... baiklah , Milly boleh pergi tapi harus kembali sebelum pukul 11 malam . Supir akan mengantar dan menjemputmu . " Titah Daddy .
Milly memeluk Daddynya . " Thank you Daddy . "
" Sweetheart , ingat No Alcohol , No Free \*\*\* . " Peringat Daddy .
Milly mengangkat jempolnya tanda Ia mengerti .
" Dan Milly , jangan lupa kabari Al jika kamu akan pergi . " ucap Daddy sebelum Milly berhasil menutup pintu ruang kerjanya .
Daddy Robet menatap foto mendiang istrinya, " sayang putri kita sudah tumbuh dewasa . Benar katamu , Al banyak membantuku menjaganya . Semoga mereka berdua benar-benar berjodoh. "
Dari luar club malam Milly bersama Penny mengagumi tempat yang baru pertama kali mereka kunjungi .
Namun saat kakinya mulai memasuki dalam club, aroma alkohol dan rokok sangat mengganggu indra penciumannya .
Max yang memang tertarik pada Milly sudah merencanakan malam ini jauh juah hari . Ia sudah mengatur rencana agar malam ini Milly menjadi miliknya seutuhnya .
" Hai Milly , cantik sekali kamu malam ini . " pujinya membuat wajah Milly bersemu .
" Duduk disini saja Milly, biar aku mudah menjagamu . " ucap Max .
Malam semakin larut , Milly mulai panik karena jam malamnya sudah lewat .
" Guys , aku pulang duluan yah . "
" Eh ... Mil kamu mau kemana ? Minum dulu lah 1 gelas saja . " Bujuk Max .
Milly melihat ke arah Penny yang sepertinya berhasil dipaksa menegak minuman itu .
__ADS_1
" Milly , ini minumlah . " Max yang sudah kesal dengan penolakan Milly sedikit memaksa dengan satu tangan mendorong tengkuk Milly .
Air mata Milly menetes , Ia menyesal telah berbohong pada Daddy nya .
Dalam keadaan seperti ini , Ia merutuki dirinya yang senang ketika Al pergi . Dan lihatlah sekarang Ia dalam bahaya .
" Br*ng**k ! " Teriaknya murka .
Al segera mendekat dan menendang perut Max , " jangan sekali kali kau berani menyentuhnya dengan tangan kotormu .
Al segera menarik Milly dalam pelukannya , membawa gadisnya keluar dari tempat yang seharusnya belum boleh Ia datangi .
Sementara Kelvin membantu Penny .
Al mengendarai mobilnya secepat yang Ia bisa .
Emosi memenuhi pikirannya kini .
" Jun.. pelankan mobilnya , aku takut . " Cicitnya.
Sementara Al tetap menulikan telinganya . Ia memacu mobilnya ke bawah jembatan di jalan yang cukup sepi .
Setelah mobil berhenti , Al menoleh ke Milly .
Ia lihat Milly menangis , emosinya semakin menjadi saat menyadari Milly menangis karena ulahnya .
Ia turun dari mobil , menutup pintu dengan keras membuat Milly terperanjat .
Milly ikut turun , " Jun... , " panggilnya .
" Siapa pria tadi ? Kenapa dia berani menyentuh mu ? "
" Dia seniorku di sekolah . Dia yang mengundangku ke club , katanya acara ulang tahunnya . " Jawab Milly jujur .
" Sejak kapan kamu dekat dengannya ? "
" Hemm , sebulan terakhir . "
" Apa hubungan kalian ? Apa kaliam berkencan ? " tanya Al .
Milly menggeleng .
" Apa kau menyukainya? Kau punya perasaan padanya ? " cecar Al .
Milly menunduk .
" Tidak . Aku hanya ingin tau bgaimana rasanya memiliki kekasih , aku juga hanya ingin ada pria yang menyayangiku sebagai seorang wanita , bukan sebagai adik . " Ujar Milly .
Al mengusap wajahnya kasar .
" Astaga Milly , apa semua kasih sayangku , perhatianku masih tak cukup untuk menunjukkan bagaimana perasaanku padamu ? "
Milly bungkam .
" Milly aku sayang kamu , aku cinta kamu . Bahkan sudah dari dulu , jauh sebelum kita mengerti apa itu cinta . Perasaan ini sudah ada untukmu . " Ucap Al .
" Tapi kau , kau tak pernah memintaku un.......mmmuuaamcchh , " ucapan Milly harus terhenti karena Al mengecup bibirnya .
Hanya kecupan tapi sukses membuat Milly mematung .
Al memeluk Milly , " sabarlah Lily , 1 tahun lagi dan ku pastikan kau akan jadi milikku . " ucapnya lirih .
Milly mengangguk dan tersenyum dalam dekapan Al .
.
.
.
.
"Sekuat kemampuanku untuk menunggu, itu pula harapanku padamu."
.
.
.
__ADS_1
.
To be continue