Milly, Gift From God

Milly, Gift From God
Chapter 6 . Sabar , 1 tahun lagi


__ADS_3

5 tahun kemudian  .


Tap .. tap .. tap ..


Derap langkah seorang siswi junior high school terdengar di tengah- tengah lorong yang di ujungnya terdapat pintu menuju lapangan basket Global International senior high school .


Gadis cantik yang biasanya nampak ceria dengan senyum manis serta rambut hitam


legam yang terurai ,kini berjalan menghentakkan kakinya dengan bibir yang terus bersungut-sungut  . Semua orang sudah tau siapa yang ingin ditemui oleh gadis bernama lengkap  Milly  Lynelle Harrison . 


Siapa lagi jika bukan Allard Junior Anderson . Membuat siswa pria lainnya lebih baik memilih untuk tidak berani mendekati Milly .


Brak ...


Milly mendorong keras pintu masuk .


" Jun ... , " teriaknya dari pinggir lapangan .


Al segera menghampiri gadis yang sedang cemberut dengan sorot mata tajam yang tengah menatapnya .


" Ada apa Ly , kenapa membuat keributan . "  Ujar Al .


" Apa kamu yang mengeluarkan namaku dari anggota climbing ? " tanyanya .


" Iya . "


" Jun ! " pekik Milly .


" Gak usah teriak Lily , aku ada di hadapanmu  kenapa harus teriak , " tegur Al .


" Kenapa lagi Jun ? Kemarin  aku ikut kelompok cheers kamu larang , aku ikut kelompok jurnalis kamu juga larang , sekarang aku ikut climbing gak boleh juga .  Aku bolehnya apa Jun ? " tanya Milly dengan kesal .


" Cari yang lain Ly , masih banyak kegiatan sekolah yang lain . Di Climbing itu terlalu berbahaya dan juga anggotanya kebanyakan pria ,  "Jelas Al .


" Tapi .... , "


" Tidak ada tapi - tapi . Kamu masih ada kelas gak ? " Tanya Al .


Milly menggeleng .


" Cari es krim yuk , " ajak Al .


Seketika wajah cemberut Milly berubah menjadi wajah bahagia lengkap dengan senyuman manis merekah disana .


Dengan Al  yang merangkul pundak Milly , keduanya berjalan menuju tempat  Al memarkirkan mobilnya .


Hanya Al yang tahu bagaimana cara menangani Milly disaat Ia kesal , sedih  , bahkan marah .


Begitulah Milly , gadis berusia 13 tahun yang kini terdaftar sebagai siswi tahun pertama  di  Global International Junior high school .


Gadis berwajah cantik yang terkenal karena latar belakang keluarganya dan juga otak cerdasnya .  Tidak hanya itu , siapapun yang megetahui Milly pasti akan tahu , siapa pria yang bernama Allard Junior Anderson .


Tidak jauh beda dengan Milly , nama belakang  Anderson yang terkenal di hampir seluruh wilayah benua Amerika  .


Pemuda tampan berusia 18 tahun ini sebentar lagi akan menyelesaikan pendidikannya sebagai pelajar di Global International Senior High School .


Keduanya terkenal sebagai pasangan . Yah hanya pasangan . Belum ada yang mengetahui apakah mereka pasangan kekasih atau tunangan karena perjodohan .


Yang pasti , bagi pria sebaiknya berpikirlah 100 kali jika berniat mendekati seorang Milly Harrison , yang akan kalian hadapi adalah singa pemarah .


Dan untuk wanita , percuma saja jika ingin mendekati Al . Karena Al dan Milly bagai  Bumi dan Matahari . AL hanya akan berputar mengelilingi Milly , mataharinya .



3 tahun berlalu lagi.



Milly tetap menjadi matahari dalam kehidupan seorang Allard .


Namun bagi Milly , masa - masa remajanya yang harusnya dipenuhi dengan kenangan  bersama banyak teman hanya akan menjadi sebuah harapan .



Saat Al dan Kelvin mulai pendidikannya di universitas ,  Milly pikir pengawasan pada  dirinya akan mulai berkurang .


Tapi ternyata dugaannya salah .


__ADS_1


Kedua pria itu , terutama  Al selalu punya cara untuk mengekang Milly .



Hingga suatu malam , saat itu Milly hendak menghadiri pesta ulang tahun temannya di salah satu club malam .



" Dad.... please , boleh yah ?  " rajuk Milly .



" No sweetheart  , berbahaya bagi gadis sepertimu berkeliaran saat malam hari . Dan juga Al dan Kelvin sedang keluar kota , tidak ada yang  akan menemanimu  , " tolak Daddy Robert .



Milly tidak gentar , ini satu satunya saat yang tepat untuk pergi tanpa adanya Al dan Kelvin .



Dan juga sebenarnya malam ini dia sudah janjian dengan teman prianya  bernama  Max .



" Daddy , " Milly memasang wajah cemeberutnya.



" Daddy , aku tidak mau sekolah lagi . Aku malu, bahkan  hanya untuk pergi ke pesta ulang tahun temanku saja , aku tak boleh . " rajuknya .



" semoga daddy luluh , please god  . " doa Milly  dalam hati .



Daddy mengehela napasnya , " Oke ... baiklah , Milly boleh pergi tapi harus kembali sebelum pukul 11 malam . Supir akan mengantar dan menjemputmu .  " Titah Daddy .



Milly memeluk Daddynya . " Thank you Daddy . "




" Sweetheart , ingat No Alcohol , No Free \*\*\* . "  Peringat Daddy .



Milly mengangkat jempolnya tanda Ia mengerti .



" Dan Milly , jangan lupa kabari Al jika kamu akan pergi . " ucap Daddy sebelum Milly berhasil menutup pintu ruang kerjanya .



Daddy Robet menatap foto mendiang istrinya, " sayang putri kita sudah tumbuh dewasa . Benar katamu , Al banyak membantuku menjaganya . Semoga mereka berdua benar-benar berjodoh. "



Dari luar club malam Milly bersama Penny mengagumi tempat yang baru pertama kali mereka kunjungi .


Namun saat kakinya mulai memasuki dalam club, aroma alkohol dan rokok sangat mengganggu indra penciumannya .


Max yang memang tertarik pada Milly sudah merencanakan malam ini jauh juah hari . Ia sudah mengatur rencana agar malam ini Milly menjadi miliknya seutuhnya .


" Hai Milly , cantik sekali kamu malam ini . " pujinya membuat wajah Milly bersemu . 


" Duduk disini saja Milly, biar aku mudah menjagamu . " ucap Max .


Malam semakin larut , Milly mulai panik karena jam malamnya sudah lewat .


" Guys , aku pulang duluan yah . "


" Eh ... Mil kamu mau kemana ? Minum dulu lah 1 gelas saja . " Bujuk Max .


Milly melihat ke arah Penny yang sepertinya berhasil dipaksa menegak minuman  itu .

__ADS_1


" Milly , ini minumlah . " Max yang sudah kesal dengan penolakan Milly sedikit memaksa dengan satu tangan mendorong tengkuk Milly .


Air mata Milly menetes , Ia menyesal telah berbohong pada Daddy nya .


Dalam keadaan seperti ini , Ia merutuki dirinya yang senang ketika Al pergi . Dan lihatlah sekarang Ia dalam bahaya .


" Br*ng**k ! " Teriaknya murka .


Al segera mendekat dan menendang perut Max , " jangan sekali kali kau berani menyentuhnya dengan tangan kotormu .


Al segera menarik Milly dalam pelukannya , membawa gadisnya keluar dari tempat yang seharusnya belum boleh Ia datangi .


Sementara Kelvin membantu Penny .


Al mengendarai mobilnya secepat yang Ia bisa .


Emosi memenuhi pikirannya kini .


" Jun.. pelankan mobilnya , aku takut . " Cicitnya.


Sementara Al tetap menulikan telinganya . Ia memacu mobilnya ke bawah jembatan di jalan yang cukup sepi .


Setelah mobil berhenti , Al menoleh ke Milly .


Ia lihat Milly menangis , emosinya semakin menjadi saat menyadari Milly menangis karena ulahnya .


Ia turun dari mobil , menutup pintu dengan keras membuat Milly terperanjat .


Milly ikut turun , " Jun... , " panggilnya .


" Siapa pria tadi ? Kenapa dia berani menyentuh mu ? "


" Dia seniorku di sekolah . Dia yang mengundangku ke club , katanya acara ulang tahunnya . "  Jawab Milly jujur .


" Sejak kapan kamu dekat dengannya ? "


" Hemm , sebulan terakhir . "


" Apa hubungan kalian ? Apa kaliam berkencan ? " tanya Al .


Milly menggeleng .


" Apa kau menyukainya? Kau punya perasaan padanya ? " cecar Al .


Milly menunduk .


" Tidak . Aku hanya ingin tau bgaimana rasanya memiliki kekasih , aku juga hanya ingin ada pria yang menyayangiku sebagai seorang wanita , bukan sebagai adik . " Ujar Milly .


Al mengusap wajahnya kasar .


" Astaga Milly , apa semua kasih sayangku , perhatianku masih tak cukup untuk menunjukkan bagaimana perasaanku padamu ? "


Milly bungkam .


" Milly aku sayang kamu , aku cinta kamu . Bahkan sudah dari dulu , jauh sebelum kita mengerti apa itu cinta . Perasaan ini sudah ada untukmu . " Ucap Al .


" Tapi kau , kau tak pernah memintaku un.......mmmuuaamcchh , " ucapan Milly harus terhenti karena Al mengecup bibirnya .


Hanya kecupan tapi sukses membuat Milly mematung .


Al memeluk Milly , " sabarlah Lily , 1 tahun lagi dan ku pastikan kau akan jadi milikku . " ucapnya lirih . 


Milly mengangguk dan tersenyum dalam dekapan Al .


.


.


.


.


"Sekuat kemampuanku untuk menunggu,  itu pula harapanku padamu."


.


.


.

__ADS_1


.


To be continue


__ADS_2