Milly, Gift From God

Milly, Gift From God
Chapter 8 . Be My Girlfriend


__ADS_3

Manhattan – New York , Amerika Serikat .


1 Januari 2016


“ 22 tahun yang lalu dari hari ini aku lahir ke dunia dengan kasih sayang dan cinta yang melimpah dari kedua orang tuaku . Hari ini aku  berharap dengan bertambahnya usia , maka kebijaksanaanku juga bertambah . Tahun ini adalah fase baru dalam hidupku yang akan kupenuhi dengan cinta dan segala kegembiraan yang telah lama kubayangkan . “



![](contribute/fiction/3942984/markdown/14234181/1642432292177.jpg)



 ❤ 16852 Likes


**AlJuniorAnderson**   "    Happy birthday to someone awesome, humble, beautiful, dan funny! Yes, that’s right, You’re my special one @**MillyLHarrison** , It’s Your Birthday . And so do I “



Allard memposting sebuah foto pada akun media sosial miliknya segera setelah Ia melihat postingan Milly yang menandai akun media sosialnya .



Semalam seperti biasa Al dan Milly melewati malam pergantian tahun yang bersamaan dengan malam pergantian ke usia mereka yang baru .



Tahun ini menjadi tahun yang sangat dinantikan oleh Al , tahun ini Milly berusai 17 tahun . Bukankah saatnya sudah tiba ?



Pagi ini saat sarapan pertama di tahun 2016 , Al meminta restu pada kedua orang tuanya untuk kelancaran rencanya malam nanti .



Namun ada satu kenyataan buruk yang harus Ia terima pagi ini .



“ *Jika cinta menjadi hal paling dasar dalam suatu hubungan , maka sejauh apapun jarak memisahkan selama saling percaya dan kejujuran terjaga maka hubungan itu pasti akan bertahan* . “



Begitulah nasihat dari Ayahnya pagi tadi . “ Masa bodoh dengan apa yang akan terjadi setelah ini , yang penting hubungan itu dulu yang harus ku wujudkan jadi kenyataan . “ Gumam Al bertekad .



Kini Al sedang mengendarai mobilnya menuju salah satu kompleks pemakaman pribadi milik keluarga Harrison yang berlokasi di salah satu areal perkebunan milik keluarga Harrison.



Al yang sudah dikenal oleh semua karyawan di perkebunan tidak mengalami kesulitan untuk mengakses masuk ke daerah pribadi tersebut .



Tujuannya tak lain adalah meminta izin dan restu pada Mommy Grisel mengenai rencananya malam nanti .



Al kini sudah berada di depan pusara yang tertera nama Griselda Jane Harrison . Ia membuka kaca mata hitamnya  sehingga nampaklah matanya yang kini berkaca – kaca .



“ Mommy , sesuai janjiku pada Mommy dulu . Aku telah berusaha semampuku menjaga Lily hingga kini usianya telah 17 tahun . Seperti janjiku pada Mommy , maka akan ku lakukan hari ini Mom . Malam nanti aku akan meminta kesediaan Lily untuk menjadi milikku . Mommy sekarang bisa lebih tenang ,aku berjanji akan selalu menjaga Lily terlepas dari apa jawabannya nanti ."



" I miss you so much Mommy , tak kusangka sudah selama itu Mommy tidak bersama kami . Mungkin karena Mommy selalu ada di hatiku , dan ku tahu Mommy selalu mengawasi dan menjaga ku , Lily , dan Kelvin . Aku pamit Mommy , aku akan datang lagi bersama Lily . " Ucapnya kemudaian berlalu meninggalkan pemakaman .



Malam harinya sebuah club malam terkenal sudah mulai ramai oleh kedatangan tamu-tamu dari Al dan Milly .

__ADS_1


Khusus malam ini club itu tidak dibuka untuk umum . Bagi yang sudah tahu jika yang berulang tahun adalah anak dari keluarga Anderson dan Harrison , tentu hal ini sudah terbilang biasa .


Allard tidak pernah melepaskan Milly dari jangkauannya . Para tamu juga sudah tidak terkejut . Kedekatan kedua anak keluarga konglomerat itu bukan lagi sebuah rahasia .


Makanan , Minuman , dan Hiburan malam ini tidak mengecewakan para tamu sedikitpun , semuanya  bersenang- senang dan menikmati pesta . Kecuali salah satu sang empunya pesta .


Ya , Allard sejak tadi terus saja melirik ke arah jam mewah di pergelangan tangannya . Ia nampak gugup dan gelisah , hal itu tentu tidak lepas dari pengamatan Milly .


“ Jun , kamu lagi nungguin sesuatu ? Dari tadi kamu meriksa jam terus . “ Tanya Milly curiga .


“ Hemmm ,” jawab Al dengan dehaman .


Milly menyentak tangannya yang digenggam Al .


“ Lili …. Kamu kenapa ? “


“ Tungguin aja orang itu , gak usah megang- megang aku , “ rajuknya .


“ Astaga Ly …. Yang bilang tungguin orang siapa ?  Aku itu lagi nungguin waktu yang pas untuk ngajak kamu pergi ke suatu tempat . Aku belum ngasih kado kan ? “ Bela Al .


“ Beneran ? Jadi yang kamu maksud itu kado untukku ? “ tanya Milly lagi .


Al sekali lagi melirik jamnya , “ Kalau gak percaya kita pergi sekarang , ini udah saatnya . “


Al mengajak Milly menuju parkiran mobilnya , namun Milly menolak . Ia menyarankan untuk menggunakan mobil hadiah dari Daddy Robert saja .


Kini keduanya sudah menjauh dari club dengan mengendarai mobil lamborghini Aventador berwarna merah muda hadiah dari Daddy Robert .


“ Apa tidak apa kita meninggalkan pesta ? “ tanya Milly .


“ Tak apa , ada yang lebih penting dari pesta itu , “ balas Al sambil mengecup punggung tangan Milly .


Milly yang baru pertama kali diperlakukan seperti itu oleh Al tersipu dan wajahnya merona , untung saja sekarang malam hari jadi Al tidak melihat rona merah di pipi Milly .


“ Milly , kamu tau aku sangat menantikan hari ini . Aku menantikannya selama 17 tahun , menyiapkannya hampir sebulan , semoga apa yang ku impikan bisa terwujud malam ini . “ ucap Al dengan tangan tak pernah lepas menggenggam tangan Milly .


Hanya 15 menit menempuh perjalanan , kini mobil sudah berhenti di 230 Fifth .


Dengan menggenggam tangan Milly, Al mengajak Milly masuk kedalam bangunan yang tinggi menjulang, menaiki lift dan memilih lantai teratas / roof top .


Di hadapannya kini berjejer banyak Igloo yang sangat pas dengan suasana musim dingin akhir-akhir ini .


Tempat ini adalah roof top bar terbesar di New York . Sengaja dibuat untuk membuat tamu nyaman pada malam hari , tempat ini memungkinkan para tamu untuk duduk dan menikmati film dengan sangat nyaman sambil meringkuk dan menyesap koktail di dalam Igloo transparan yang sangat unik . Secara keseluruhan, tempat ini bisa  membuat pengalaman igloo yang nyaman .


Al dan Milly diarahkannke salah satu Igloo yang sudah Al reservasi . Milly masih memandangi kagum iglue yang dibuat transparan sehingga dari dalam mereka masih bisa menikmati indahnya langit malam itu .


“ Duduk sini , Ly . “ Ucap AL setelah membantu Milly melepas Coat nya .


“ Kamu tau dari mana tempat ini ? “ tanya Milly .


“ Ini milik salah satu teman ku .” Jawab Al singkat . Sebenarnya kini Ia sudah sangat gugup .


Milly pikir mereka akan menonton salah satu film terbaru atau mungkin film kesukaan mereka berdua.


Namun teryata Milly salah . Kini layar TV sedang menayangkan potongan potongan video mereka berdua .


Sejak kecil , sejak pertama kali Milly berulang tahun , hingga video  mereka beberapa hari lalu saat menemani grandpa memancing .


Yang membuat Mily terkejut adalah video yang menjadi penutup dari semua video yang Al siapkan .


Lewat video itu, Al mengungkapkan perasaannya :


“ Milly Lynelle Harrison ,”


“ You are the perfect person for me.”


( kamu adalah orang yang paling sempurna untukku.)


“ You bring so much joy and happiness to my life. “


( Kamu membawa banyak sekali kegembiraan dan kebahagiaan bagi hidupku.)

__ADS_1


“ You make me feel so perfect.”


( Kamu membuatku merasa sangat sempurna.)


“ Your caring words touch the deepest part of me. “


( Kata-katamu penuh perhatian darimu menyentuh bagian terdalamku.)


“ Your love is like warm chocolate on a cold winter night. “


( Cintamu bak coklat hangat di waktu malam musim dingin. )


“ Your smile is so comforting it makes my tears go away. “


( Senyummu begitu nyaman, lalu membuat air mataku hilang. )


“ If you need love, here you are.”


( Jika kamu membutuhkan cinta, ini tempat yang tepat. )


“ I never thought able to love someone like I love you. “


( Aku tidak pernah berpikir bisa mencintai seseorang seperti Aku mencintaimu.)


“ Seeing your smile is happiness for me. Meanwhile, having you is the most beautiful gift in my life. “


( Melihat senyummu adalah kebahagiaan bagiku. Sementara, memilikimu adalah hadiah yang paling indah dalam hidupku.)


“ The best thing in my life is falling in love with you. ”


( Hal terbaik dalam hidupku adalah ketika jatuh cinta kepadamu. )


“ So Lily , be My Girlfriend . Please ? “


( Lily , jadilah kekasihku . Ku mohon ? )


Video terhenti , Milly menoleh kesamping. Tepat disisinya Al duduk dengan tatapan penuh harap . Tak ada jawaban dari Milly .


Gadis berusia 17 tahun itu hanya memeluk AL dengan erat .


“ Lily , jadi apakah kau mau menjadi kekasihku ? “ tanya Al lagi .


Lily menepuk punggung Al , “ menurutmu apa aku masih bisa menolak jika inilah yang ku inginkan selama 17 tahun hidupku . “


Al melepaskan pelukan Milly , “ Kalau begitu izinkan aku memakaikanmu cincin yang tidak sedikit pun mengalahkan keindaahanmu . "


" Aku hanya ingin setiap kau melihat jemarimu , kau tau kalau kini kau milikku . Begitu juga dengan orang lain , biarkan mereka semua tau jika Milly hanyalah milik Allard . "


Dengan penuh rasa dan bahagia, malam itu kisah cinta mereka mulai memasuki tahapan baru .


Kisah cinta mereka akan mulai mereka tulis mulai saat ini .


Al memilih untuk memulainya dengan kata , Selamanya .


“ Kamu milikku, selamanya . “ Ucap Al , dan mendaratkan ciuman di kening Milly .


.


.


.


.


" One word frees us of all the weight and pain of life: That word is love."


.


.


.

__ADS_1


.


to be continue


__ADS_2