Milly, Gift From God

Milly, Gift From God
Bab 23. Will you ......


__ADS_3

Dentingan melodi intro sebuah lagu yang cukup terkenal akhir-akhir ini, mulai mengalun dengan indahnya memanjakan telinga.


Lalu, entah dari mana asalnya, suara seorang pria mulai bernyanyi mengikuti alunan melodi.


🎶


I found a love for me


Ku temukan cintaku


Darling, just dive right in and follow my lead


Kasih, cukup selami dan ikuti aku


🎶


Setelah netranya memindai seluruh ruangan untuk mencari sumber suara, akhirnya Milly menyadari jika entah sejak kapan Ia mulai berdiri seorang diri di sana.


“Oh my .....”


Tak ada kata lain yang bisa Ia ucap kini.


“Tuhan, beri aku kekuatan setidaknya aku tidak pingsan karena sangat bahagia, sungguh itu akan sangat memalukan.” Batin Milly.


Dari jarak yang tak cukup jauh dengan tempatnya berdiri saat ini, Milly bisa melihat dengan jelas, jika pria yang sedang bernyanyi sangatlah menghayati bait demi bait lagu yang terkenal dengan keromantisan liriknya.


Dan pria itu adalah Allard, kekasihnya yang beberapa saat lalu masih berdiri di sampingnya.


🎶


Well, I found a girl, beautiful and sweet


Ya, ku temukan seorang gadis, cantik dan manis


Oh, I never knew you were the someone waiting for me


Oh, ku tak pernah tahu bahwa kau menantiku


🎶


Selangkah demi selangkah Al mulai mendekati gadis pujaan hatinya. Rasanya sangat mendebarkan dari hal apapun yang pernah Ia lakukan.


Dengan jantung yang berdebar dua kali lebih cepat, Al terus bertahan, berusaha agar napasnya tidak memburu dan menghancurkan usahanya untuk menyanyi dengan baik.


Sementara tak jauh berbeda dari Al, Milly memilih untuk terus menatap ke sana dan ke sini, selama tatapannya tidak terfokus pada Al yang sedang melangkah mendekat padanya.


Rasanya wajahnya semakin merona dan ingin sekali Ia bersembunyi.


🎶


Cause we were just kids when we fell in love


Karena kita masih anak-anak saat kita jatuh cinta


Not knowing what it was


Tak mengerti apa-apa


I will not give you up this time


Aku takkan menyerah kali ini


But darling, just kiss me slow, your heart is all I own


Tapi kasih, cukup kecup aku perlahan, hatimu sepenuhnya milikku


And in your eyes, you're holding mine


Dan dari matamu, kaulah milikku


🎶


Dan,


Haaaaaappp.....


Akhirnya kini Al tiba di hadapan Milly, dan berhasil meraih pergelangan tangan gadisnya yang sangat dingin.


“Beb, stop. Aku malu.” Ucap Milly hanya dengan gerakan bibir dan tanpa suara.


Milly berusaha menghentikan perbuatan Allard saat ini. Namun balasan yang Ia dapat hanyalah sebuah kedipan mata saat pergelangan tangannya sudah berada dalam genggaman Al.


Dengan senyuman yang mampu menghipnotis kaum hawa, Al terus melantunkan bait demi bait lagu romantis untuk sang kekasih hati.


🎶


Baby, I'm dancing in the dark with you between my arms


Kasih, aku menari dalam gelap bersamamu dipelukanku


Barefoot on the grass, listening to our favourite song


Tak beralas kaki di atas rumput, mendengarkan lagu kesukaan kita


When you said you looked a mess, I whispered underneath my breath


Saat kau bilang, kau terlihat berantakan, aku berbisik dengan pelan


But you heard it, darling, you look perfect tonight


Tapi dengarkan ini kasih, kau terlihat sempurna malam ini


🎶


Tangan Al yang semula memegang tangan Milly, kini Ia alihkan untuk memeluk pinggang gadisnya.


Menuntunnya melangkah ke kiri dan ke kanan bersama, mengikuti irama musik dan nyanyian Al yang tak pernah terhenti.

__ADS_1


Milly yang diperlakukan seperti itu, mau tak mau menerima dan mengikuti saja apa yang diinginkan kekasihnya.


Andai saat ini mereka hanya berdua, maka saat ini ingin sekali Milly semakin merapatkan tubuhnya, membalas dekapan Al dengan erat, menyampaikan semua cinta dan kerinduannya selama ini.


Dansa dadakan Al dan Milly akhirnya terhenti, Namun tidak dengan nyanyian pria itu.


😭


Well I found a woman, stronger than anyone I know


Ya ku temukan seorang wanita, lebih tangguh dari siapapun yang ku kenal


She shares my dreams, I hope that someday I'll share her home


Dia wujudkan mimpi-mimpiku, aku harap suatu saat aku kan berbagi rumah dengannya


I found a love, to carry more than just my secrets


Ku temukan sebuah cinta, tuk ku jaga lebih dari rahasia-rahasiaku


To carry love, to carry children of our own


Menjaga cinta, menjaga anak-anak kita


🎶


Al terus melantunkan lagu dengan lirik yang terkenal sangat romantis, membuat Milly sangat tersanjung dan merasa jika lirik lagu itu sengaja dibuat untuk mengisahkan kisah mereka.


Menyanyi langsung di hadapan Milly bukanlah hal yang pertama kali Ia lakukan, sudah sering kali, bahkan dulu ketika Milly kecil sulit untuk tertidur, Ia bak pahlawan pembawa kedamaian akan datang dan menyanyikan sebuah lagu pengantar tidur untuk Milli-nya.


Kembali Al raih salah satu tangan Milly untuk Ia genggam. Dalam setiap kata pada lirik lagu yang Ia lantunkan, bayangan hidup bersama Milly di masa depan terputar bagai sebuah film.


🎶


We are still kids, but we're so in love


Kita masih anak-anak, tapi kita begitu mencintai


Fighting against all odds


Berjuang hadapi semua rintangan


I know we'll be alright this time


Aku tahu kita akan berhasil kali ini


Darling, just hold my hand


Kasih, genggamlah tanganku


Be my girl, I'll be your man


Jadilah kekasihku, aku kan jadi kekasihmu


I see my future in your eyes


🎶


Berbeda dari beberapa detik sebelumnya, kini nyanyian Al mulai mampu meresap hingga kedalam lubuk hati Milly.


Yang gadis itu rasakan hanyalah kehangatan. Yah, Milly bisa merasakan cinta yang besar untuknya.


Buliran bening menetes dari pelupuk mata indah Milly, apalagi saat netra Al menatap lurus pada netra miliknya, seakan membenarkan lirik lagu yang Ia nyanyikan yaitu melihat masa depannya di mata Milly.


Dengan tangan Al yang kembali melingkari pinggang Milly, Ia menatap dalam pada kekasihnya.


Berharap Milly tahu, jika semua kata dilagu yang tengah Ia nyanyikan, benar.


Al memang hanya ingin Milly untuknya sekarang dan di masa depan nanti.


🎶


Baby, I'm dancing in the dark with you between my arms


Kasih, aku menari dalam gelap bersamamu dipelukanku


Barefoot on the grass, listening to our favourite song


Tak beralas kaki di atas rumput, mendengarkan lagu kesukaan kita


When I saw you in that dress, looking so beautiful


Saat aku melihatmu dengan gaun itu, kau terlihat sangat cantik


I don't deserve this, darling, you look perfect tonight


Aku tak pantas tuk ini kasih, kau terlihat sangat sempurna malam ini


🎶


Milly kini tidak lagi perlu Al untuk menuntunnya bergerak mengikuti lantunan melodi-melodi yang mengiringi nyanyian merdu kekasihnya.


Setelah ratusan kali Al menyanyi untuknya, baru kali ini Milly menyadari betapa merdunya suara Al.


Tanpa canggung Milly kini meletakkan kedua tangannya di sisi pinggang Al, ikut mengunci pergerakan pria itu.


Sehingga Al kini bernyanyi tepat di hadapannya, bernyanyi dengan netra yang saling menatap.


🎶


Baby, I'm dancing in the dark, with you between my arms


Kasih, aku menari dalam gelap bersamamu dipelukanku


Barefoot on the grass, listening to our favorite song


Tak beralas kaki di atas rumput, mendengarkan lagu kesukaan kita

__ADS_1


I have faith in what I see


Aku punya keyakinan dengan yang ku lihat


Now I know I have met an angel in person


Kini ku sadar, aku bertemu bidadari berwujud manusia


And she looks perfect


Dan dia terlihat sempurna


I don't deserve this


Aku tak pantas tuk ini


You look perfect tonight


Kau terlihat sempurna malam ini


🎶


Jika tadi Milly berharap Al menghentikan nyanyiannya, saat ini Milly sangat ingin menghentikan waktu, agar nyanyian Al tak pernah berakhir.


Sadar jika keinginannya itu tak mungkin, Milly pikir Ia sebaiknya menyiapkan diri untuk aksi tak terduga Al yang berikutnya.


Dan benar saja, nyanyian Al telah berhenti. Namun melodi indah yang berasal dari permainan piano yang begitu luar biasa, terus mengalun dengan indahnya.


Suasana romantis seakan belum enggan berakhir. Sejak Al berhenti menyanyi dan sedetik kemudian pria itu malah berlutut dan bertumpu dengan satu kakinya.


Satu tangannya masih betah memegang mikrofon, sementara tangan yang lainnya kini menggenggam tangan Milly.


Dengan lembut, Al kecup punggung tangan kekasihnya.


Aroma buah-buahan segar dari punggung tangan Milly menyeruak ke indra penciuman Al.


Sebelum mulai mengutarakan maksudnya, Al menoleh sekilas mencari 2 sosok pria paruh baya yang telah menjadi pendukung setianya selama ini.


Ketika netra ketiga pria itu bertemu selama beberapa detik, Al membalas anggukan kepala keduanya dengan sebuah senyuman.


Pandangannya kini kembali Ia fokuskan pada wanita yang sedang gugup menanti aksinya.


“Milly, My Lili, lagu yang ku nyanyikan tadi adalah kejujuran dari hatiku. Benar jika aku telah bertemu seorang bidadari berwujud manusia, yaitu dirimu.”


“Semua yang ingin kukatakan sudah ku sampaikan lewat bait demi bait nyanyianku. Tapi izinkan aku mengulangnya sekali lagi, mengatakan dengan lantang impianku bersamamu, memberi tahu semua orang arti dirimu yang sesungguhnya bagiku.”


“Milly ku sayang, maukah kamu menggenggam tanganku, berjuang menghadapi semua rintangan, bersama-sama kita pastikan jika hubungan kita akan berhasil.”


“Aku jatuh cinta padamu sejak hari pertama kamu terlahir ke dunia, meski saat itu aku belum tahu jika itulah yang dinamakan cinta.”


“Kini aku dan kamu sudah dewasa, bersama kita sudah memahami jika rasa yang sudah ada sejak kita kecil adalah Cinta. Maka kini saatnya aku mewujudkan semua hal yang ku impikan bersamamu.”


“Milly ku sayang, mimpiku adalah memiliki rumah yang hanya ada kita berdua didalamnya.”


“Milly-ku sayang, mimpiku adalah di rumah kita sendiri aku akan menjaga dirimu, menjadi cintamu, menjaga anak-anak kita kelak.”


“Milly-ku sayang, jika semua itu hanya berada dalam mimpiku, maukah kamu mewujudkannya jadi nyata?”


“Milly-ku sayang, hanya dengan menatap matamu, aku sudah bisa melihat bagaimana masa depanku. Meski tidak selamanya dan selalu berjalan dengan indah, meski tidak selamanya dan selalu kita berjalan tanpa hambatan,”


“Milly-ku sayang, dengan segala cinta yang ku punya. Maukah kamu menerima permintaanku untuk menjadikanmu satu-satunya wanita yang akan mendampingiku menjalani sisa hidupku?”


“Milly, My Baby, will you marry me?”


Panjang lebar, Al mengatakan semua yang Ia pendam selama ini. Perasaan yang 18 tahun lalu telah mulai Ia rasakan.


Jika Al membutuhkan waktu lama untuk menyampaikan semua kata-kata penuh cinta untuk Milly.


Tak jauh berbeda dengan Milly, wanita itu membutuhkan jeda waktu yang lumayan bisa membuat satu kaki Al terasa kebas karena harus menahan berat tubuhnya.


Namun semua itu akhirnya terbayar dengan sepadan.


Saat netra Al yang menatap Milly penuh harap, akhirnya menyaksikan senyuman merekah dari bibir Milly.


Dengan pandangan yang bertemu, bibir Milly bergetar saat mengucapkannya.


“Yes Baby, I Will.....” Ucapnya.


“I Will....” Ucapnya sekali lagi.


Ingin lagi Ia mengulanginya, namun bibirnya telah dibungkam oleh bibir Al.


Riuh sorakan dari para tamu yang menjadi saksi, jika mereka kini telah berjanji satu sama lain, bersama-sama saling memantapkan diri untuk membangun sebuah surga di dunia yang bernama rumah tangga.


Sebuah cincin berhias berlian yang sangat indah telah melingkar di jari manis Milly, begitu juga dengan di jari manis Al, kini akhirnya ada cicin di sana. Perhiasan pertama yang digunakan oleh AL.


Romantis.


Satu kata yang bisa menggambarkan suasana malam itu.


Semua yang hadir ikut merasa terhanyut dalam euphoria kebahagiaan pasangan calon suami dan calon istri.


Banyak doa terpanjat pada Yang Maha Kuasa, untuk kebahagiaan pasangan yang baru mulai bersiap di garis start.


Waktu terus berlalu, Milly baru menyadari jika pesta kejutan ini telah direncanakan dengan baik oleh Al, calon suaminya.


Banyaknya tamu undangan, berbagai macam hiburan yang mengisi waktu sepanjang pesta, dan juga persiapan yang begitu terencana.


Semakin membuat Milly yakin jika pesta ini dirancang Al bukan untuk merayakan kelulusannya, tapi untuk melamar dirinya.


Wajahnya kembali merona membayangkan sibuknya Al menyiapkan ini semuanya.


Hingga tangan kekar kembali melingkari pinggangnya dari belakang, “Baby, apa kamu siap untuk kejutan lainnya malam ini?”


♡♡♡♡♡ to be continue ♡♡♡♡♡


Jadilah istriku, jadilah tempatku pulang dan berkeluh kesah, jadilah pelipur laraku, karena kamu sumber bahagiaku.

__ADS_1


__ADS_2