
“ Bahkan aku telah jatuh cinta padanya, sebelum aku benar-benar bisa menyentuh kulitnya. Lalu apa yang perlu ku khawatirkan? Bukankah luar biasa jika kau jatuh cinta pada orang yang sama betulang-ulang?” gumam Al.
Tidak bisa dipungkiri jika didalam benak seorang Allard, sesekali terbersit suatu keraguan akan hubungan jarak jauh yang akan Ia jalani bersama sang kekasih Milly.
Al kini sedang terhanyut oleh pikirannya sendiri, hingga tak menyadari jika sejak tadi Mommy Carol mengetuk pintu ruang kerjanya.
Dengan perlahan, Mommy Carol membuka pintu yang memang tidak dikunci.
“Sepertinya kau banyak pikiran Al?” tanya Mommy Carol, Ibunya.
"Eh... Mommy, silahkan masuk Mommy. "
"Mikirin apa?" tanya Mommy.
“Aku hanya belum bisa menerima kenyataan jika harus meninggalkan Lily terlalu jauh?” jawabnya.
“Yang meninggalkannya adalah ragamu Al, tapi tidak dengan hatimu. Lantas apa yang perlu kau khawatirkan?” tanya Mommy Carol.
“Hanya saja ku takut ada perasaan jenuh yang mungkin bisa merusak hubungan kami nantinya,” Al mengakui kegelisahannya pada sang Mommy.
“Maka buatlah dirimu sepadan untuk Milly tunggu Al, begitupun sebaliknya. Ingatlah bagaimana selama ini kamu bertahan menunggu, bertahan mencintainya,“ ucap Mommy Carol menenangkan putranya.
“Jika kau memang mencintainya, maka seberapa jauhpun kalian dipisahkan dan semuanya tetap sama, tidak ada yang berubah, dan kau akan selalu mengetahui jalan pulang,” sambung Mommy Carol.
“Mommy menyayangi kalian berdua, tidak ada hal lain yang lebih Mommy harapkan selain melihat kalian bersama untuk saling menjaga. Anggaplah ini salah satu cara kalian untuk belajar saling menjaga hati. Jika sudah pernah terpisah, kau akan lebih menghargai apa itu cinta Al.” Ucap Mommy Carol, lalu beliau hendak meninggalkan ruang kerja putranya.
Namun sebelumnya Ia berbalik lagi , “Intinya kepercayaan dan kejujuran Al,” ucapnya diiringi senyum seorang Ibu yang sangat meneduhkan.
♡♡♡♡♡
“ Morning baby,” sapa Al saat Milly masuk ke dalam mobilnya.
“ Morning beb,” balasnya.
Milly memasang sabuk pengaman, kemudian menatap Al dengan tatapan tanda tanya.
“Kamu melupakan sesuatu baby,”peringatnya.
Dengan terpaksa Milly menggunakan otaknya untuk mengingat apakah Ia berjanji sesuatu pada kekasihnya.
“Beb, ini masih terlalu pagi jika ingin main tebak-tebakan. Bisakah kamu mengatakannya langsung saja?” pinta Milly.
Al tertawa, deretan gigi putih dan rapi makin memperindah senyuman pria kedua yang Milly kagumi ketampanannya. Tentu saja yang pertama adalah adalah Daddy Robert, Ayahnya.
“Morning kiss baby,” jawabnya dengan sebal, Al bahkan mengerucutkan bibirnya membuat Milly tertawa karena gemas.
Cup.
Sebuah kecupan mendarat dengan indahnya di pipi Al.
__ADS_1
Al terpaku dengan satu tangan yang memegang pipinya yang baru saja dicium Milly, “Arrgghhhh!” pekiknya terdengar frustasi.
“Harusnya kamu tidak boleh menciumku saat akan berangkat ke sekolah Baby,” keluhnya.
Milly bingung dengan apa yang diinginkan kekasihnya, “Bukannya dia sendiri yang minta morning kiss? Apa pacaran memang serumit ini?” batinnya.
“Kalau udah gini aku gak bakalan bisa kalau gak dilanjutin sampai tuntas Beb,” ucapnya berubah manja.
Masih dengan raut wajah penuh kebingungan Milly, Al dengan lincahnya mendaratkan kecupan di bibir merah muda Milly membuat empunya kini merona.
Cup.
“Manis, seperti permen. Aku suka.” Ucap Al membuat Milly makin merona.
Kepolosan Milly tidak perlu diragukan lagi, dunianya selama 17 tahun hidupnya hanya seputar Al saja.
Jadi tidak perlu diragukan lagi, semua yang Ia lakukan pertama kali selalu bersama AL.
Jika Milly diibaratkan sebagai bumi, maka Al adalah pusat gravitasinya. Berada di paling dasar hati Milly, selalu menariknya untuk tidak pernah bisa menjauh.
♡♡♡♡♡
Milly akan kembali kesepian saat sudah berada di sekolah. Satu-satunya temannya hanyalah Penny.
Bukan karena Mlilly yang sombong, tapi karena teman-teman sekolahnya seakan menghindarinya. Bukan karena Milly jahat, tapi karena mereka merasa tidak percaya diri untuk berteman dengan Milly.
Apalagi untuk para kaum adam, tidak ada yang se nekat itu berteman begitu dekat dengan Milly.
♡♡♡♡♡
Sejak Al mendapatkan izin untuk mengemudi sendiri, sejak saat itu pula hak Milly untuk bepergian seorang diri dirampas paksa oleh Al.
Al juga menyadari hal itu, tapi itu semua Ia lakukan hanya semata-mata untuk menjaga Milly.
Dan untuk menebusnya, Al tidak pernah membuat Milly menunggu, Ia akan datang selalu lebih awal agar sang tuan putri tidak akan lelah menunggu.
Seperti siang ini, 15 menit sebelum jam sekolah usai mobil Al sudah terparkir rapi di tempat biasa.
Milly cukup terkejut saat melihat di mobil Al ada Kelvin dan juga Christ.
“Hai tuan putri, selamat atas hubungan kalian,”ucap Christ menggoda Milly.
“Terimakasih Christ,” jawab Milly singkat.
“Selamat yah cherry pie, katakan padaku jika Al membuatmu menangis.” Ucap Kelvin.
“Thank you Kelv, tapi apa kau akan menang saat melawan AL?” tanya Milly.
“Aku tak yakin, tapi ku yakin jika Grandpa Gilbert dan Grandpa Donald akan menang, jadi akan ku bantu kau melaporkan pada mereka.” Usul Kelvin yang disambut tawa oleh Milly.
__ADS_1
Keduanya bercanda seolah orang yang menjadi objek candaanya tidak ada di sana. Sedang yang menjadi topik utama kini sedang memberenggut kesal.
“Tak kusangka, kekasihku yang ku nanti-nanti selama 17 tahun malah bersekongkol dengan sahabatku,” ucap Al membalas candaan Milly dan Kelvin.
Mobil terus melaju, membelah jalanan kota New York. Hingga kini mobil mulai memasuki areal yang sedikit asing bagi Milly.
“Kita tidak kembali ke mansion ?” tanya Milly.
Al menggeleng, “Kita akan ke ski resort dulu Baby,” jawab Al.
“Aku sudah minta izin pada Daddy Robert untuk bermalam di sana, kita akan kembali besok,”jelasnya.
“Tapi, aku tidak membawa ……,” ucapan Milly segera disela oleh Al.
“Aku sudah menyiapkan semuanya Baby, semua sudah ada di kopermu.” Sela Al.
“Terimakasih Beb,” ucap Milly sembari mendaratkan satu kecupan di pipi Al.
Sontak saja Kelvin dan Christ yang duduk di kursi belakang bersorak.
“Kamu beruntung Baby aku sedang mengemudi, siapkan saja dirimu karena akan kubalas saat nanti saat kita sudah tiba di resort.”ancamnya namun sambil tertawa.
Mendengar Kelvin dan Christ yang kembali bersorak, Al melayangkan tatapan mata sinis.
“Kalian berdua sudah seperti penonton bayaran saja terus bersorak saat kami bermesraan,” ledeknya pada Kelvin dan Christ.
“Makanya jangan terlalu lama jomblo, kalian akan terlihat menyedihkan,” sambungnya.
Perjalanan yang ditempuh cukup melelahkan, bahkan Milly sempat tertidur selama 30 menit.
Hingga mobil Al berhenti di depan sebuah resort mewah milik keluarga Anderson yang terletak di areal yang dekat dengan Kawasan Whiteface Mountain atau yang juga dikenal dengan nama Olympic Mountain.
Milly yang masih terlelap bahkan tak menyadari jika mobil telah berhenti. Stephany dan Julian, sepasang kekasih yang juga adalah teman Al juga telah tiba.
“Dimana Milly?” tanya Stephany.
“ Masih di mobil,sepertinya Al sedang membangunkannya.” Jawab Christ apa adanya.
Stephany yang sudah lama tidak bertemu dengan Milly memilih untuk menyusul ke mobil Al, dan sungguh Ia tercengang saat mendapati keduanya kini tengah disibukkan dengan aktivitas hangat di tengah cuaca dingin karena salju kini sudah mulai turun lagi menyapa bumi.
Al mengusap bibir Milly yang basah dengan ibu jarinya setelah ciuman mereka berakhir.
“Bagaimana ini baby, kurasa aku telah candu akan rasa manis dari bibirmu. Apakah aku akan sanggup jika nanti kita telah menjalani LDR?” keluh Al.
“Kau harus sanggup menahannya, karena jika tidak pilihanmu hanya 2 saja. Segera naik pesawat berjam-jam atau kehilangan aku untuk selamanya jika kau coba-coba bermain dengan wanita lain dibelakangku.” Jawab Milly.
Al bergidik ngeri mendengar ancaman sang kekasih, “Sebaiknya kita turun Baby, ucapanmu mulai terdengar horror,” balas Al.
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
__ADS_1
" Cinta bukan tentang berapa hari, minggu, atau bulan kamu telah bersama. Itu semua tentang seberapa besar kalian saling mencintai setiap hari. Jadi jika benar-benar mencintainya, janganlah buang waktu, nikmati setiap momen indah bersamanya . Ingatlah jika waktu adalah dari mana kehidupan cinta kalian dibuat."
♡♡♡♡♡♡to be continur^