
''HANTUUUUU ...'' Teriak Silvia seketika berlari kencang lalu di susul kedua temannya.
Ketiganya pun berlari di antara pemakaman, dan berteriak kencang membuat siapapun yang melihatnya akan tertawa karena ketiga orang itu terlihat seperti anak kecil yang sedang di kejar oleh hantu sungguhan.
Silvia nampak berteriak nyaring, sesuatu yang dia lihat tadi benar-benar membuatnya terkejut dan mengira bahwa itu adalah hantu.
Sementara Damien, pemuda yang selalu bersikap sombong dan tak acuh itu pun ikut berlari kencang, langkah kakinya yang panjang dengan cepat bisa mengejar Silvia yang semula berjalan di paling depan begitupun dengan Aldo yang berlari beriringan bersama Damien berlari cepat mendahului Silvia membuat gadis itu seketika panik dan akhirnya terjatuh karena kaki kecilnya tersandung batu.
Bruk ....
Tubuh Silvia tersungkur dengan posisi telungkup dan wajah mencium tanah.
''Argh ... Hiks ... Kalian berdua tunggu aku,'' teriak Silvia mengangkat kepalanya.
Aldo yang memang berlari tidak jauh dari arah Silvia terjatuh pun nampak menghentikan langkah kakinya lalu memutar badan dan seketika terkejut melihat keadaan gadis bernama Silvia itu.
''Astaga, Via. Kamu gak apa-apa 'kan?'' tanya Aldo berlari menghampiri.
''Tolong aku, sakit tau. Argh ...'' jawab Via berusaha bangkit.
Damien yang sudah agak jauh nampak menghentikan langkah kakinya lalu memutar badan menatap Silvia, seketika dia pun mendengus kesal karena di situasi seperti ini Silvia harus terjatuh membuatnya merasa sedikit kesal akhirnya.
''Silvia, kenapa kamu mesti jatuh segala si, Ya Tuhan.'' Gerutu Damien kesal.
''HEY, SEDANG APA KALIAN MALAM-MALAM BEGINI?''
Tiba-tiba terdengar suara laki-laki berteriak membuat Silvia yang saat ini sedang berusaha bangkit, Aldo yang membantu Silvia dan Damien yang berada sedikit jauh seketika merasa terkejut bukan kepalang dengan jantung yang terasa hampir melompat dari tempatnya.
''Si-siapa an-da?'' tangan Via dengan tubuh yang gemetar.
''Lagi ngapain kalian malam-malam begini di sini, hah? apa kalian pemburu hantu, atau YouTubers yang lagi bikin konten?'' tanya laki-laki paruh baya yang berjalan sedikit pincang membuat penampilannya yang memang sudah sedikit renta terlihat menakutkan.
__ADS_1
''Bu-kan, kek. Kami bukan pemburu hantu apalagi YouTubers, kami ke sini buat berziarah ke makam, kakek kami,'' kali ini Aldo yang menjawab mewakili semuanya.
''Malam-malam begini?''
Ketiganya menganggukkan kepalanya.
''Apa kalian gak takut malam-malam begini datang ke sini?''
Ketiganya terdiam tidak menjawab.
''Di sini angker lho, apalagi di sana, di pohon besar itu. Ada gendruwo bermata merah yang siap memakan siapapun yang datang ke sini,'' ucap kakek itu lagi membuat Damien, Aldo dan Silvia seketika merasa gemetar.
''Tuh 'kan, kata aku juga apa. Perasaan aku udah gak enak dari tadi,'' ucap Aldo berdiri tepat di samping Silvia dan melingkarkan tangannya di pergelangan tangan Silvia erat.
''Kita balik aja yu, besok kita ke sini lagi, Via.'' Pinta Damien yang saat ini sudah berada tepat di samping Silvia dan menautkan tangannya, sama seperti yang dilakukan oleh Aldo.
''Iya-iya, kita pulang aja. Aku juga takut lama-lama ada di sini,'' jawab Via dengan wajah kesal.
''Cepat kalian pergi dari sini sebelum Gendruwo itu memakan kalian.''
Sampai akhirnya, ketiganya pun berhasil melintasi sang kakek lalu sedetik kemudian ....
Damien berlari sekuat tenaga dengan tangan yang menggenggam erat jemari Silvia, begitupun dengan Aldo yang kini melakukan hal yang sama, sehingga posisi tangan Silvia saat ini di genggam kuat oleh dua pemuda.
❤️
Dengan napas yang tersengal-sengal, mereka pun sampai di depan mobil, dan ketiganya pun segera masuk ke dalam mobil dengan tergesa-gesa dan napas yang tidak beraturan.
Damien, dia segera menyalakan mesin mobil dan seketika itu juga mobil Damien pun melesat kencang meninggalkan area pemakaman.
''Gila-gila, jantung aku hampir aja copot, untung kita gak sampe ketangkep sama Gendruwo itu tadi,'' ucap Aldo bersandar di kuris mobil, duduk di kursi penumpang.
__ADS_1
''Aku juga sama, ini benar-benar pengalaman yang benar-benar menegangkan, ha ... ha ... ha ...'' tawa Damien dengan mata yang menatap lurus ke depan.
''Eh, tapi kalian ada yang ngerasa aneh gak sama si kakek itu tadi?''
Aldo dan Damien terdiam menatap wajah Silvia dengan tatapan heran.
''Hey, gadis jadi-jadian, mau aneh kek, mau nggak ke, aku tetep gak mau balik lagi ke sana, hiiiiih ...'' Damien bergidik ketakutan.
''Bukan itu maksud aku. Kalian sadar gak sih, kalau kaki kakek tadi itu kayak gak napak di tanah?'' ucap Silvia lagi membuat sontak Damien menginjak rem secara mendadak membuat Silvia dan Aldo merasa terkejut.
Ckiiiiiit ....
Suara rem mobil yang terdengar nyaring.
''Damien, kamu apa-apaan sih, kenapa berhenti?'' teriak Via terkejut dengan kepala hampir menyentuh kaca mobil depan.
''Gak tau, tiba-tiba aja kaki aku refleks nginjek rem,'' jawab Damien, mencoba menyalakan mobil yang tiba-tiba berhenti.
''Buruan kita pergi dari sini, aku takut,'' pinta Aldo duduk dengan memeluk kedua lututnya.
''Iya-iya, aku juga gak mau lama-lama di sini.''
Damien masih berusaha menyalakan mobil, akan tetapi mobilnya itu seperti menolak untuk dinyalakan, membuat mereka bertiga panik bukan kepalang.
Sampai akhirnya, tiba-tiba saja ....
Tok ... Tok ... Tok ....
Pintu kaca mobil diketuk keras dari arah luar, dan kakek yang tadi ada di pemakaman berdiri tepat diluar mobil yang saat ini masih menolak untuk di nyalakan.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
__ADS_1
Promosi Novel lagi ya reader, jangan lupa mampir di jamin ceritanya seru dan tidak membosankan.❤️