MISS BILLIONAIRE (Aku bukan wanita Penghibur)

MISS BILLIONAIRE (Aku bukan wanita Penghibur)
Doa


__ADS_3

Tok ... Tok ... Tok ....


Kaca jendela mobil tiba-tiba saja diketuk dari arah luar membuat Silvia, Damien dan juga Aldo terkejut seketika, Via bahkan hampir saja berteriak kencang saking terkejutnya.


Ketiganya pun menatap ke arah luar dan merasa semakin terkejut tatkala melihat siapa yang ada di luar sana, kakek misterius yang semula ada di pemakaman kini berdiri tepat di samping mobil, sungguh hal yang sangat tidak masuk akal.


Untung saja, Damien segera menutup bibir Via dengan menaikan kedua alisnya seolah memberi isyarat agar gadis itu tidak mengeluarkan suara.


Via pun menganggukkan kepalanya tanda mengerti dan Damien seketika segera menurunkan telapak tangannya pelan, matanya nampak menatap bibir mungil yang terlihat merah dan gemetar, namun, bibir Silvia masih saja terlihat ranum menggoda dimatanya.


Damien menggelangkan kepalanya, mencoba menyingkirkan pikiran kotor yang saat ini singgah di dalam otak kecilnya.


''Kenapa kakek itu bisa ada di sini?'' tanya Via dengan suara yang sangat pelan sehingga terlihat seperti sebuah gumaman.


''Aku juga gak tau,'' jawab Damien yang juga pelan tanpa suara.


Sementara itu, Aldo yang duduk di kursi belakang nampak memeluk kedua lututnya dengan mata yang menatap ke arah luar, sekujur tubuhnya gemetar hebat kini, benar-benar merasa ketakutan.


''Cepat pergi dari sini, aku takut banget,'' pinta Aldo pelan.


''Iya, aku juga ingin cepat-cepat pergi dari sini, tapi mobilnya gak bisa nyala,'' gerutu Damien kesal.


Tok ... Tok ... Tok ....


Kaca mobil pun kembali di ketuk keras dan lebih bertenaga membuat ketiganya semakin panik dengan wajah yang kian pucat pasi.


Damien masih saja mencoba menyalakan mesin mobil, akan tetapi, mobil miliknya itu masih saja tidak bergeming seolah ditahan oleh sesuatu yang tidak terlihat.


''Ya Tuhan, tolonglah kami dari gangguan makhluk halus, hamba mohon ya Tuhan, hamba masih ingin hidup, baru aja hamba merasakan jadi orang kaya, izinkan hamba menikmati semua itu lebih lama lagi Ya Tuhan.''


''Daddy Richard, Via yakin Daddy menyaksikan hal ini, bantu Via, Dad. Via datang ke sini buat ketemu sama Daddy, hanya saja Via datang di waktu yang salah. Via mohon bantu Via, besok Via janji bakalan balik lagi ke sini buat nemuin Daddy,'' bisik Silvia, menempelkan kedua telapak tangannya seraya mengucapkan doa tulus dari lubuk hati yang paling dalam.


Anehnya, setelah Silvia mengucapkan semua itu, mobil yang ditumpanginya seketika menyala dan Damien segera menginjak pedal gas lalu, mobil pun langsung melesat kencang meninggalkan jalanan sepi dan juga meninggalkan kakek misterius yang semula ada di sana namun, kini sudah tidak terlihat lagi.


Karena dalam keadaan panik, Damien mengendarai mobilnya dengan ugal-ugalan dan juga kecepatan tinggi, baik Aldo maupun Silvia tidak mengatakan apapun lagi karena mereka memang ingin segera sampai di rumah Damien.

__ADS_1


''Songong, bawa mobilnya hati-hati, kalau sampai tabrakan gimana?'' Akhirnya via bersuara karena sudah tidak tahan dengan laju mobil yang semakin melesat layaknya sedang balapan.


''Iya, Dam. Santai aja, kita udah jauh ko, kakek tadi juga udah tertinggal di sana,'' pinta Aldo juga akhirnya.


''Kalian tenang aja, aku ini pembalap,'' jawab Damien santai.


''Pembalap apaan, aku gak mau mati Damien songong,'' teriak Via panik.


''Ha ... ha ... ha ...'' tawa Damien nyaring.


Laju mobil yang kini melesat dengan kecepatan di atas rata-rata, membuat Aldo dan Silvia berpegang erat dan berdoa di dalam hati masing-masing agar sesuatu yang buruk tidak menimpa mereka dan ketiganya bisa sampai ke rumah dengan selamat dan tidak kurang satu apapun.


Akan tetapi, sepertinya takdir berkehendak lain, tiba-tiba saja kucing hitam mendadak melintas tepat di depan mobil membuat Damien seketika membanting stir dan mobil pun menabrak pohon besar yang berada tepat di pinggir jalan.


Ckiiiiiit ....


Bruuuuuuk ....


Suara mobil yang menabrak pun terdengar begitu nyaring.


❤️❤️


Mika yang sedang tertidur lelap tiba-tiba saja terbangun, dadanya mendadak terasa sesak membuat Daniel yang berbaring tepat di samping istrinya itu ikut terbangun.


''Sayang, kamu kenapa?'' tanya Daniel, bangkit dan menatap wajah Istrinya yang sepertinya baru saja bermimpi buruk.


''Putra kita, sayang. Aku tiba-tiba mimpiin dia,'' jawab Mika dengan suara yang tersengal-sengal dan keringat yang membasahi pelipisnya kini.


''Kamu tenang ya, itu cuma mimpi buruk aja ko. Sekarang kita tidur lagi ya.''


''Tapi perasaan aku mendadak gak enak, aku takut terjadi sesuatu sama dia. Sekarang jam berapa?''


Daniel menatap arloji yang melingkar di pergelangan tangan kirinya.


''Masih pukul 04.00 dini hari, sayang. Masih ada waktu, kita tidur lagi, nanti pagi kita telpon putra kita ya, aku yakin dia lagi tidur sekarang,'' Daniel mencoba menenangkan ditengah perasaannya yang sebenarnya juga merasa tidak karuan.

__ADS_1


Baik Daniel ataupun Mikaila, seolah merasakan sesuatu yang aneh di dalam hatinya, firasatnya mengatakan bahwa putranya tersebut sedang tidak baik-baik saja.


Berbeda dengan Mika yang saat ini terlihat begitu khawatir dan tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi dengan perasaannya, Daniel terlihat begitu pandai menyembunyikan rasa khawatirnya, dia masih bisa tersenyum, bahkan memeluk tubuh sang istri kini, mendekapnya erat mencoba menenangkan.


''Besok pagi kita telpon Damien ya, perasaan aku benar-benar gak enak,'' rengek Mika di dalam dekapan suaminya.


''Iya, sayang. Sekarang kamu tidur dulu, oke ...?''


Mika menganggukkan kepalanya lalu mulai memejamkan mata.


'Ya Tuhan, lindungilah putraku, kenapa perasaan aku juga mendadak gak enak gini,' ( Batin Daniel)


❤️❤️


Tiga jam kemudian.


Kriiiiiing ... Kriiiiiing ... Kriiiiiiiing ....


Suara ponsel milik Daniel yang diletakan sembarang di atas ranjang tiba-tiba saya berdering, dan sontak membangunkan tidur panjang sepasang suami-istri yang saat sedang berada diluar kota.


Daniel dengan masih memejamkan mata mengulurkan tangannya kini, mencari keberadaan ponsel yang semula masih berada di dekatnya, namun, dia pun harus mengangkat kepala dan sedikit membuka mata, karena ponsel tersebut tidak teraba oleh tangannya.


Setelah membuka mata, akhirnya dia pun menemukan ponsel tersebut dan segera meraih ponsel dan menatap layarnya sekejap lalu mengangkat telpon.


📞 ''Halo, ini siapa?'' tanya Daniel mengangkat telpon dengan mata yang masih setengah terpejam menahan rasa kantuk.


📞 ''Apa benar ini dengan orang tua Damien?'' tanya seorang wanita nan jauh di sana.


📞 ''Iya betul saya ayahnya Damien, ada apa ya? apa putra saya baik-baik saja?''


📞 ''Saya dari Rumah Sakit Harapan, putra bapak mengalami kecelakaan dan sekarang sedang dalam keadaan kritis.''


Deg ...


Daniel membulatkan bola matanya seketika merasa terkejut dengan apa yang baru saja didengar. Bibirnya terasa kaku dengan tubuh yang gemetar kini, bahkan rasa kantuk yang semula masih terasa berat pun seketika hilang digantikan dengan rasa cemas dan khawatir.

__ADS_1


📞 ''Maaf, mbak. Bisa tolong ulangi apa yang baru saja anda katakan?'' pinta Daniel berharap bahwa apa yang dia dengar barusan adalah salah.


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


__ADS_2