
"Maaf, aku tau aku salah, tapi--" Mika tidak meneruskan ucapannya lalu menundukkan kepala merasa dilema.
Ada rasa lain yang begitu mengusik hatinya, rasa sesak yang seolah menghimpit dadanya hingga membuat hati seorang Mikaila merasa gundah.
"Sayang ... Hey ... Masa lalu biarlah berlalu. Kita sudah lama membuka lebaran baru dan aku mengira kamu udah melupakan semua yang pernah terjadi diantara kita dahulu," lirih Daniel dengan suara lembut tidak ingin membuat istrinya semakin merasa tertekan.
"Aku tau aku salah. Silvia, dia gadis lugu dan baik tapi entah kenapa aku masih belum bisa menerima jika putra kita yang sempurna berpacaran apalagi sampai menikah dengan dia. Sekali lagi aku minta maaf."
"Mom ..." Tiba-tiba terdengar suara Damien berjalan menghampiri lalu duduk tepat di samping ibunya.
Mika yang masih di selimut rasa bersalah mencoba untuk bangkit dan tidak kuasa menatap wajah putranya yang terlihat begitu sedih dengan tatapan mata mengiba menatap penuh harap kepada dirinya.
"Selama ini aku selalu mengikuti apa yang Mommy inginkan, karena aku pun sadar kalian selalu memberikan apa yang aku pinta. Tapi kali ini, aku mohon Mommy merestui hubungan kami karena aku mencintai dia, Mom." Ucap Damien pelan dan penuh harap.
Mika tidak menjawab dan lebih memilih pergi meninggalkan putra serta suaminya. Damien pun hanya bisa menelan rasa kecewa karena perjalanan cintanya sama sekali tidak semulus seperti yang dia harapkan.
Daniel sang ayah tentu saja mengerti dengan perasaan putranya, karena dia pun dulu telah melewati kisah cinta yang begitu rumit dan berliku hingga akhirnya dirinya bisa melewati semua itu dan hidup bahagia bersama wanita yang dicintainya yaitu sang istri.
"Damien, beri Mommy kamu waktu. Papi yakin lambat laut dia akan menerima Silvia, Mommy kamu wanita baik dan penyayang hanya saja masih ada luka yang mungkin saja masih tersisa di dalam hati Mommy kamu itu," lirih Daniel mengusap lembut punggung putranya mencoba memberi pengertian.
"Aku tau, Pap. Aku tau apa yang terjadi antara ayahnya Silvia, kakekku sendiri dengan Mommy."
"Hah? Darimana kamu tau?"
"Aku gak sengaja mendengar obrolan kalian di Rumah Sakit."
Daniel pun menghela napas panjang dengan perasaan gusar. Ada rasa malu yang sedikit terselip di dalam hatinya kini karena putranya mengetahui tentang skandal dirinya dengan sang ayah tiri yaitu Richard.
__ADS_1
Dia pun merasa malu karena tidak bisa menahan hasr*tnya waktu itu saat Mika masih menjadi ibu tirinya.
"Rumit bukan? Kamu pasti ketawain Papi 'kan?" Tanya Daniel menunduk malu.
"Kenapa aku harus ketawain Papi? Justru aku salut sama perjuangan cinta Papi dan kagum dengan besarnya rasa cinta Papi sama Mommy waktu itu," jawab Damien menatap wajah sang ayah dengan tatapan penuh rasa bangga.
"Entahlah, Papi benar-benar dibutakan oleh cinta waktu itu dan hanya Mommy kamu wanita yang Papi cintai selama hidup Papi. Papi harap kamu pun bisa kayak gitu, jika kamu benar-benar mencintai Silvia maka perjuangan dia, luluh'kan hati Mommy kamu dan jangan pernah menyerah untuk mendapatkan restu dari dia, oke?''
Damien menganggukkan kepalanya seraya tersenyum.
"Sudah malam, sebaikanya kamu tidur." Ucap Daniel lagi mengusap punggung putra kesayangannya.
"Aku mau tanya satu hal sama Papi. Apa Papi merestui hubungan kami?"
"Tentu saja, bagi Papi gak masalah kamu berhubungan ataupun menikah sama siapapun asalkan kamu bahagia, Papi harap kamu gak pernah merasakan sakit seperti yang pernah Papi rasakan dulu. Cukup Papi aja yang pernah merasakannya," jawab Daniel pikirannya terasa melayang ke masa lalu dan merasakan sakit karena cinta kala itu.
Daniel menganggukkan kepalanya lalu memeluk tubuh sang putra.
"Jangan khawatir, Papi akan selalu mendukung kamu, Nak. Papi bakalan bantu kamu dalam meyakinkan Mommy kamu, semangat ..."
Damien menganggukkan kepalanya seraya tersenyum penuh semangat.
♥️♥️
Di kediaman Dona dan Silvia.
"Via, kenapa gak dimakan?" Tanya Dona menatap wajah sang putri yang sedari tadi hanya mengaduk makanan miliknya di atas piring.
__ADS_1
"Sebenarnya aku gak lapar, Mom." Jawab Via datar.
"Apa karena Tante Mika tadi?"
Silvia hanya terdiam seraya menatap buliran nasi di atas piring masih mengadukannya pelan.
"Sayang ... Mungkin perasaan Tante Mika lagi kurang baik, kamu tau sendiri Damien baru aja di pukuli habis-habisan sama si Aldo itu, wajar aja kalau Tante Mika agak ketus.'' Ucap Dona mencoba untuk menenangkan.
"Benarkah?"
"Tentu saja. Setiap ibu pasti akan merasa khawatir jika putra mereka di perlakukan kayak gitu, udah dijeblosin ke penjara di pukuli pula."
"Benar juga, brengsek emang si Aldo itu." Jawab Silvia penuh penekanan.
"Jadi kamu gak usah khawatir ya, sayang. Mommy yakin Tante Mika pasti bakalan baik lagi sama kamu," hibur Dona dan seketika Silvia pun tersenyum senang.
"Mom, aku naik duluan ya. Mau nelpon Damien dulu bentar," ucap Silvia berdiri lalu berlari ke arah lift dan masuk kedalamnya.
"Astaga, Via. Makanan kamu gimana ini? Habisin dulu," teriak Dona namun, diabaikan begitu saja oleh putrinya tersebut.
Setelah kepergian Silvia ke lantai atas, Dona pun meletakkan sendok'nya di atas piring dan nampak sedang berfikir.
"Apa mungkin Mika tidak merestui hubungan Silvia dengan putranya karena aku? Atau karena dia putra dari Om Richard? Kayaknya aku harus tanya langsung sama orangnya,'' gumam Dona penuh tanda tanya.
Dia pun meraih ponsel miliknya lalu menelpon seseorang.
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
__ADS_1