
"Arghhhhh ... Pelan-pelan, sayang. Sakit?" Teriak Silvia saat Damien mencoba membuka gaun pengantin yang dikenakan istrinya.
Gaun tersebut memang di desain pas di tubuh juga panjang menjuntai plus renda dan juga manik-manik kecil membuat Damien dan juga Silvia kesulitan untuk membuka gaun tersebut dengan hanya berdua saja.
"Kata aku juga apa? Tadi tunggu yang lainnya dulu buat bantu bukain gaun ini, kamu gak sabaran sih." Gerutu Silvia kesal karena resleting gaun tersebut sulit untuk di turunkan.
"Iya, sabar sayang."
"Ko aku, kamu dong yang seharusnya sabar. Main langsung lari aja ke kamar, gimana si?" Ketusnya lagi semakin kesal.
"Tunggu, ini sedikit lagi turun resletingnya." Ucapnya semakin tidak sabar ingin segera melu*uti pakaian yang dikenakan oleh istrinya tersebut.
Malam yang seharusnya menjadi malam yang mendebarkan, malam yang seharusnya berakhir dengan kebahagiaan kini berlalu dengan saling menyalahkan.
"Aww ... Sakit, Damien. Pelan-pelan ikh ..."
"Iya maaf, ini udah hampir sampai di bawah ko. Lagian ini gaun bukannya gaun mahal ya, ko kayak gini banget si, astaga ..." Gerutu Damien yang merasa kesal juga akhirnya.
Sampai akhirnya, usahanya pun tidak sia-sia, gaun panjang ketat itu bisa dia angkat dan keluarkan dari tubuh istrinya dengan perasaan lega.
Akan tetapi, ada hal lain yang membuat hati Damien merasa bergetar sekarang. Tubuh istrinya benar-benar terekspos dengan hanya menggunakan pakaian tipis yang terlihat sangat ses*i dan sangat mengg*da.
"Sayang ...?" Lirih Damien menatap Silvia yang masih mengusap-usap kulitnya yang terasa perih akibat gesekan resleting di punggungnya.
Via masih belum menyadari bahwa tubuhnya sedang di tatap dengan begitu intensnya oleh sang suami dengan mata yang berbinar.
"Ikh ... Nyebelin banget si. Tau gini, gak usah pake gaun ribet kayak gini. Anggun-anggun apaan, di patung aja kelihatannya anggun tapi pas di pake gak nyaman kayak gini. Salah kamu juga si gak di cobain dulu waktu itu, kamu bilangnya, 'Bagus, sayang. Gaun ini pasti pas ko di tubuh kamu.' Dasar nyebelin,'' Silvia masih nyerocos tanpa menoleh ke arah suaminya.
"Ko kamu diam aja?" Silvia akhirnya menoleh ke arah Damien dan seketika meletakkan kedua tangannya di gunungan kembar miliknya terlihat menyembul sempurna merasa malu seketika.
"Ka-kamu lagi liatin apa?" Tanya Via semakin merapatkan kedua telapak tangannya.
"Natap tubuh istri aku dong. Kamu lupa sekarang ini malam pengantin kita?"
Jantung Silvia seketika berdetak kencang dengan tubuh yang gemetar. Pikirannya yang terus saja di buat kesal dengan gaun yang sama sekali tidak nyaman di pakai, membuatnya melupakan malam ini yang sebenarnya adalah malam pertamanya dengan sang suami, yang artinya ....
__ADS_1
'Dia akan membuka segel kewa***** aku,' (batin Silvia merasa gugup.)
"Ko diam?" Tanya Damien seketika membuyarkan lamunan panjang Silvia.
"Sayang, aku gerah banget. Aku mandi dulu ya," ujar Silvia tiba-tiba berlari dan masuk ke dalam kamar mandi.
"Sayang, gak usah mandi. Nanti juga kita keringatan lagi ko,'' jawab Damien mengetuk pintu kamar mandi.
"Sebentar aja, palingan cuma satu jam aja ko." Teriak Silvia di dalam sana.
"Hah, satu jam? Ko lama banget si? Kita mandi barengan aja, gimana?"
"Nggak, aku gak mau. Aku bilang gak akan lama ya gak akan lama. Sabar dikit ngapa."
"Ya udah iya, aku bakalan sabar. Tapi, jangan satu jam juga kali, 30 menit aja mandinya."
"Iya-iya, bawel ..."
Damien pun hanya bisa mengelus dadanya kasar merasa tidak sabar sebenarnya. Dia ingin segera mempraktekkan cara membuka segel yang baik dan benar tanpa merasa kesakitan yang tadi sempat di bisikan oleh sahabatnya, Aldo.
Tidak lama kemudian, Silvia pun akhirnya keluar dari dalam kamar mandi. Damien nampak tersenyum lebar karena istrinya itu tidak membutuhkan waktu yang lama untuk membersihkan diri.
"Sayang, kamu cantik banget," goda Damien menatap wajah sang istri yang saat ini berjalan ke arah ranjang dengan rambut basah dan tubuh yang hanya di balut dengan kimono handuk berwarna putih.
"Jangan gombal deh."
"Kamu siap?"
"Siap apa?''
"Jangan pura-pura bodoh deh. Aku udah gak sabar ini ingin segera berkenalan sama Miss Silvia yang ada di balik kimono handuk itu."
Wajah Silvia seketika memerah merasa malu.
"Ikh, apaan si." Gumamnya mulai naik ke atas ranjang.
__ADS_1
"Pelan-pelan ya."
"Apanya?"
"Anunya. Katanya kalau malam pertama itu bakalan sakit lho.'' Rengek Silvia dengan tubuh yang gemetar sebenarnya.
"Gak bakalan, aku udah dapat tips dari si Aldo supaya gak sakit pas dimasukkannya nanti."
"Dimasukan?"
Silvia seketika merapatkan kedua kakinya.
"Iya deh iya, aku bakalan pelan-pelan. Kamu gak usah lakukan apapun, cukup ****** aja, oke?''
Silvia menganggukkan kepala seraya memejamkan kedua matanya saat suaminya itu mulai menyibakkan bagian bawah kimono handuk yang di pakai olehnya.
"Tunggu?"
"Apa lagi, astaga?"
"Masa langsung ke situ? Pemanasan dulu kek biar akunya gak tegang.'' Rengek Silvia kembali membuka mata.
"Iya ini mau. Aku cuma mau ngintip aja sebentar ko.''
"Gak usah ngintip segala. Semua yang ada di tubuh aku ini milik kamu ko, sayang." Ucap Silvia secara tiba-tiba membuka sendiri kimono handuk tersebut hingga Damien membelalakkan kedua matanya merasa tidak percaya.
Pemandangan indah pun seketika terlihat oleh kedua mata Damien. Raga polos sepolos-polosnya benar-benar terlihat nyata dan ingin segera mene*kam habis raga istrinya itu.
Beberapa menit kemudian, lampu pun di padamkan, sepasang pengantin baru itu pun mulai melewati malam pertama yang indah dan mende*arkan layaknya pasangan lain.
Ranjang sepasang pengantin itu pun tidak berhenti bergoyang sampai pagi menjelang. Ternyata tips yang diberikan oleh sahabatnya benar-benar ampun. Silvia memang kesakitan pada awalnya, akan tetapi setelah Damien melakukan hal lainnya, wajah Silvia berubah menjadi kee***** bahkan suara des***** demi de***** pun lolos begitu saja dari bibir mungilnya itu.
Seperti itulah perjalanan hidup yang dijalani oleh gadis bernama Silvia. Gadis yang lahir dari rahim seorang wanita penghibur kini telah menjelma menjadi Miss Billionaire dan dinikahi oleh laki-laki bernama Damien putra dari pasangan Daniel Mananta dan Mikaila Anastasia.
Betapa Silvia benar-benar merasa bersyukur karena akhirnya bisa mengakhiri penderitaan panjang yang telah dia jalani di dalam hidupnya.
__ADS_1
_________TAMAT_________