
Keesokan harinya.
Mika nampak sudah duduk di kursi di dalam Restoran. Semalam Dona tiba-tiba saja menelpon dan meminta untuk bertemu dengan dirinya. Awalnya dia pun ingin menolak tawaran wanita itu, tapi akhirnya Mika pun berfikir akan lebih baik jika mereka berdua mencoba berbicara dari hati ke hati prihal hubungan percintaan putra-putri mereka.
Lama menunggu. Akhirnya, Dona pun terlihat memasuki Restoran dan segera menghampiri dirinya dengan tersenyum ramah.
"Maaf terlambat, udah lama nunggu?" Tanya Dona duduk di kursi yang berada tepat di depan Mika.
"Gak apa-apa, aku juga belum lama duduk di sini ko," jawab Mika balas tersenyum ramah.
"Hmm ... Udah pesan makanan?"
"Aku gak lapar. Tapi, aku udah pesan minuman ko, benar lagi juga datang. Langsung aja. Apa yang ingin kamu bicarakan, Dona?" Tanya Mika langsung ke intinya.
"Jujur Mika. Apa kamu tidak suka jika anak-anak kita menjalin hubungan?"
"Maksud kamu?" Mika pura-pura tidak mengerti.
"Aku yakin kamu tau kalau putra putri kita memiliki hubungan spesial. Mereka pacaran, kamu gak tau? Atau, kamu pura-pura gak tau?''
__ADS_1
Mika terdiam menundukkan kepalanya seraya tersenyum hambar. Ada banyak gejolak yang kini menyelimuti relung hatinya. Apa yang harus dia katakan? Apa dirinya harus jujur bahwa dia sama sekali tidak suka dengan hubungan putranya bersama Silvia? Atau, dia harus berbohong dan berpura-pura setuju demi menjaga perasaan Dona? Akh ... Entahlah, Mika menarik napas panjang lalu menghembuskan'nya secara perlahan sebelum dia mulai mengambil keputusan.
"Maaf, Dona. Sebelumnya aku minta maaf sama kamu jika sikap aku semalam menyinggung perasaan kamu, perasaan aku sedang tidak baik-baik aja semalam. Kamu tau sendiri apa yang menimpa putraku," jawab Mika akhirnya buka suara.
"Bukan itu yang aku tanyakan Mika."
"Entahlah, aku gak tau harus mengatakan apa sama kamu. Dona, sekali lagi aku minta maaf," Mika menundukkan kepala merasa bersalah. Dia tau betul bahwa sikapnya salah. Tapi, rasa egoisnya lebih besar daripada kesadaran di dalam dirinya.
"Jadi, kamu benar-benar gak suka kalau putra-putri kita menjalin hubungan?"
"Maaf, tapi aku gak bisa bohong lagi."
"Hahaha ... Bisa aja kamu. Hasrat Terlarang Anak Tiri? Kayaknya, kalau jadi judul Novel cocok juga tuh," Mika tertawa lucu di tengah perasaan yang sebenarnya terasa gundah.
"Hahaha ... Cocok juga, biar nanti aku yang tulis naskahnya kamu yang jadi nara sumbernya. Kisah cinta kalian benar-benar rumit dan bakalan seru kalau diabdikan jadi sebuah Novel," jawab Dona yang juga tertawa renyah.
"Sudahlah, jangan bahas masa lalu lagi. Kisah cinta kami emang rumit pada awalnya. Tapi, kami udah bahagia sekarang."
"Apa kamu mau putra-putri kita memiliki kisah cinta serumit kalian?"
__ADS_1
Mika terdiam menundukkan kepalanya, menahan rasa getir di hatinya.
"Kenapa kamu diam, Mika? Aku tau semua kisah cinta kalian dari A sampai Z dan aku tau betul gimana dahulu Om Richard mencoba merebut kamu dari Daniel saat kalian berdua akhirnya bisa kembali bersatu setelah menempuh perjalanan panjang."
Mika masih diam membisu, pikirannya seketika melintasi waktu dan membayangkan masa lalu. Masa lalu yang begitu menyakitkan, masa lalu yang penuh dengan luka dimana dia berjuang melawan rasa cinta yang begitu dalam saat dirinya masih menjadi ibu tiri suaminya.
Ya ....
Judul itu memang cocok untuk menggambarkan kisah cinta rumitnya di masa lalu, kisah cinta yang tidak akan pernah dia lupakan seumur hidupnya.
"Mika, jawab pertanyaan aku? Apa kamu mau putra-putri kita memilik kisah cinta rumit seperti yang kamu alami bersama suamimu? Lebih parahnya lagi, jika kamu menentang hubungan mereka, maka mereka akan diam-diam berpacaran di belakang kita dan melakukan hal yang tidak diinginkan.''
"Aku tau aku bukan wanita baik-baik, aku hanyalah wanita jal*ng yang sudah selama bertahun-tahun terjerumus kedalam gumangan lumpur yang membuat hidup aku benar-benar kotor. Tapi, aku gak mau kalau putriku pun terjerumus ke dalam dunia se*s bebas karena kurangnya perhatian dari kita," ungkap Dona pajang lebar membuat Mika seketika tersentuh dengan apa yang baru saja dikatakan oleh Ibu dari gadis bernama Silvia tersebut.
"Jika kamu tidak merestui mereka karena Om Richard, maka aku akan mewakili dia untuk meminta maaf kepadamu, dan Silvia sama sekali gak ada hubungannya dengan apa yang telah dilakukan ayahnya sama kamu."
"Jika kamu menentang hubungan mereka karena Silvia putriku, wanita penghibur yang setiap hari melayani laki-laki, sekarang aku sudah bertaubat dan memutuskan untuk keluar dari dunia hitam itu."
"Jadi, aku mohon, Mika. Tolong pertimbangkan hubungan mereka dan jangan kamu menentang cinta mereka, karena kamu tau sendiri gimana tersiksanya dipisahkan dari orang kita cintai.'' Ucap Dona membuat Mika terasa terhampar oleh setiap ucapan yang keluar dari bibir seorang Dona.
__ADS_1
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️