MISS BILLIONAIRE (Aku bukan wanita Penghibur)

MISS BILLIONAIRE (Aku bukan wanita Penghibur)
Teman Lama


__ADS_3

"Ririn?" Gumam Aldo menatap wanita yang saat ini sedang bernyanyi di atas panggung.


Mata pemuda berusia 21 tahun itu pun menatap seolah tidak berkedip wanita cantik berambut pirang serta berpakaian se*si ala-ala artis papan atas itu. Dia pun sepertinya mengenali wanita tersebut.


"Kenapa dia bisa bernyanyi di sini? Bukannya dia sudah menikah?" Gumamnya lagi melangkah tepat ke depan panggung.


Wanita bernama Ririn itu pun balas menatap wajah Aldo, bibirnya masih sempat tersenyum meskipun dia sedang melantunkan lagu dengan suara yang begitu merdu.


Tidak lama kemudian lagu yang dinyanyikan oleh wanita itu pun berakhir dengan diiringi tepuk tangan yang meriah dari semua pengunjung Cafe. Suara tepuk tangan pun terdengar riuh seolah begitu puas dengan penampilan wanita bernama Ririn tersebut.


"Hey ... Akhirnya kamu datang juga?" Sapa Arman sang ayah menepuk bahu putranya namun, Aldo tidak bergeming sama sekali matanya masih tetap saja menatap wanita di atas sana.


"Aldo!" Arman bahkan sampai menaikan suaranya membuat Aldo seketika merasa tersentak.


"Eh ... Daddy? Sejak kapan Daddy di sini?" Tanya Aldo menoleh dengan wajah yang cengengesan.


"Kamu lagi liatin siapa si? Penyanyi itu? Kamu kenal sama dia?"


"Iya, Dad. Dia teman Sekolah Menengah Atas aku.'' Jawab Aldo menatap wajah Ririn yang saat ini berjalan turun dari atas panggung.


Aldo pun menyambut kedatangan Ririn di bawah panggung dengan tersenyum ramah dan segera menghampiri wanita itu. Sementara Arman yang ayah, dia abaikan begitu saja.


"Aldo? Kamu Aldo 'kan?" Tanya Ririn tersenyum senang karena akhirnya bertemu lagi dengan teman lamanya.


"Bener 'kan kamu Ririn? Astaga, udah berapa lama kita gak ketemu ya? Kamu apa kabar?" Jawab Aldo mengulurkan tangannya untuk bersalaman.


"Kayaknya lumayan lama deh. Semenjak lulus sekolah kita gak pernah ketemu lagi."


"Iya juga ya. Kamu 'kan langsung menikah waktu itu. Gimana kabar suami kamu? Ko kamu bisa nyanyi di sini?''

__ADS_1


"Kalian berdua saling kenal?" Tanya Arman tiba-tiba menyela pembicaraan.


"Iya, Dad."


"Bos Arman ini Daddy kamu?"


Aldo menganggukkan kepalanya.


"Wah, ternyata dunia ini sempit juga ya. Aku gak nyangka kalau ternyata aku bekerja di Cafe ayah kamu."


Aldo pun tersenyum ramah, sangat ramah. Akan tetapi, hatinya pun diliputi berbagai tanda tanya. Bukankah temannya ini sudah menikah? Kenapa juga dia harus bekerja sebagai penyanyi Cafe? Pertanyaan itu pun hanya tertahan di tenggorokannya tanpa bisa dia tanyakan secara langsung.


"Bos Arman. Berhubung sif saya sudah habis. Saya pamit pulang sekarang ya,'' ucap Ririn sedikit membungkukkan tubuhnya.


"Oh, Baiklah. Tapi, jangan lupa besok datang lagi ya."


"Baik, Pak. Saya permisi sekarang ya," ucapnya lagi berpamitan dan hendak pergi.


Ririn seketika menoleh ke arah Arman seolah meminta izin dari ayah teman lamanya itu.


"Gak apa, Rin. Biar Aldo anterin kamu pulang. Lagipula, rumah kamu lumayan jauh 'kan?" Arman seolah mengerti dengan arti dari tatapan Ririn.


"Gak apa-apa bos, kalau Aldo nganterin saya pulang?"


"Gak apa-apa dong. Bukannya kalian juga teman lama?"


Aldo pun seketika tersenyum senang seolah baru saja mendapatkan lampu hijau.


"Ya udah kita pulang sekarang ya. Dad, aku anterin dia pulang dulu ya."

__ADS_1


Arman pun menganggukkan kepalanya seraya tersenyum ramah.


Mereka berdua mulai berjalan keluar dari dalam Cafe dengan saling melemparkan senyuman. Sementara Arman, dia hanya bisa menatap punggung putranya dengan tatapan penuh harap.


Berharap bahwa putranya itu bisa segera melupakan gadis bernama Silvia, dan semoga wanita bernama Ririn itu mampu menghibur hati putranya yang saat ini sedang dalam keadaan terluka bahkan baru saja keluar dari dalam penjara.


♥️♥️


Di perjalanan, Aldo pun tidak terlalu banyak bicara. Rasa canggung tiba-tiba saja tercipta di antara keduanya padahal mereka berdua terlihat biasa saja saat masih berada di dalam Cafe.


Sebenarnya, Aldo pun merasa tidak enak karena dia tahu betul bahwa Ririn sudah bersuami bahkan dari yang dia dengan, wanita ini pun sudah memiliki satu orang putra.


"Hmm ... Apa suami kamu gak bakalan marah kalau dia tau kamu aku antar pulang?" Tanya Aldo memecah keheningan.


"Suami? Aku singel mom sekarang.'' Jawab Ririn menoleh dan menatap wajah Aldo dengan tersenyum ramah.


"Hah? Serius? Suami kamu kemana?"


Ririn seketika menunduk sedih, raut wajah yang semula terlihat ceria pun seketika muram dengan kulit wajah yang memerah menahan rasa malu sebenarnya, karena di usianya yang masih muda dia sudah menyandang status janda.


"Maaf, kalau pertanyaan aku kurang sopan." Ucap Aldo merasa tidak enak sedikit melirik ke arah Ririn di sela-sela matanya yang sedang fokus menyetir.


"Gak apa-apa ko. Biasa aja, emang kenyataannya begitu, umur aku baru 21 tahun. Tapi, aku udah menyandang status janda. Lucu bukan?"


"Siapa yang bilang lucu, justru aku senang mendengarnya."


"Hah?"


"Hehehe ... Becanda, Rin. Aku cuma seneng aja akhirnya bisa bertemu lagi sama kamu, semoga saja ini adalah takdir." Jawab Aldo tanpa menoleh.

__ADS_1


"Maafkan aku karena dulu tiba-tiba saja meninggalkan kamu dan menikah sama orang lain, aku menyesal karena ternyata keputusan aku itu salah. Sangat salah, aku sadar bahwa tidak ada laki-laki yang setulus kamu dalam mencintai aku," lirih wanita bernama Ririn itu membuat Aldo seketika langsung menepikan mobilnya di tepi jalan.


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


__ADS_2