MISS BILLIONAIRE (Aku bukan wanita Penghibur)

MISS BILLIONAIRE (Aku bukan wanita Penghibur)
Diam-diam Menyimpan Dendam


__ADS_3

Silvia benar-benar merasa terhenyak sekaligus terkejut karena sikap ibu dari kekasihnya itu terlihat ketus dan tidak ramah seperti biasanya. Hal yang sama pun dirasakan oleh Dona, dia merasa bahwa, istri dari Daniel Mananta itu tidak suka jika putranya berhubungan dengan Silvia sang putri.


Dia pun menatap wajah Silvia dengan perasaan sedih, wajah Via yang semula ceria kini terlihat murung setelah mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Mikaila.


"Kamu baik-baik aja, sayang?" Tanya Dona mengusap punggung Silvia lembut dan penuh rasa khawatir.


"Aku baik-baik aja ko, Mom. Huaaaa ... Aku lelah banget, pulang yu.'' Jawab Silvia mencoba untuk menyembunyikan rasa kecewa di hatinya.


"Baiklah, kita pulang sekarang ya."


Silvia menganggukkan kepalanya begitupun dengan Ridwan yang juga berada di sana.


♥️♥️


Setelah pulang dari Rumah Sakit, Mika dan Daniel segera membawa putranya itu pulang ke rumah. Wajah Damien nampak begitu muram, ditambah luka lebam di wajahnya membuat Mika dan Daniel pun merasa khawatir.


"Kamu baik-baik aja, sayang?" Tanya Mika duduk di tepi ranjang dimana Damien sedang berbaring saat ini.


Damien pun tidak menjawab, dia memutar badan dan memunggungi tubuh ibunya.


"Sayang, apa kamu marah sama Mommy?"


Damien masih diam seribu bahasa.


"Apa karena Silvia?"

__ADS_1


Damien akhirnya memutar badan lalu menatap wajah ibundanya.


"Kenapa Mommy ketus gitu sama Via? Salah dia apa Mom?" Tanya Damien menatap wajah sang ibu dengan perasaan kecewa.


Mika tidak menjawab sama sekali pertanyaan putranya. Dia tidak tau harus berkata apa dan tidak mungkin juga jika dia harus mengatakan hal yang sebenarnya bahwa, Silvia adalah putri dari laki-laki yang pernah menyakiti dirinya dahulu.


"Kenapa Mommy diam aja? Bukannya Mommy pernah bilang sama dia bahwa seorang anak tidak bisa memilih dari rahim siapa dia ingin dilahirkan? Kenapa sekarang Mommy ngedadak kayak gitu? Kasian dia Mom? Apa Mommy juga gak kasian sama aku?" Ucap Damien panjang lebar membuat Mika seketika menundukkan kepalanya.


Ya ....


Semua yang dikatakan oleh putranya memanglah benar. Silvia tidak salah sama sekali, dia hanya gadis polos yang tidak tau menahu tentang apa yang telah dilakukan oleh Richard kepada dirinya dahulu, tapi tetap saja Mika merasa rela jika putra semata wayangnya harus berpacaran dengan putri dari laki-laki yang telah menyakiti dirinya serta sang suami sedemikan rupa dahulu, 20 tahun yang lalu.


Mika pun tau bahwa, sikapnya memang salah. Dia pun sadar betul bahwa tidak adil bagi Silvia jika jalinan cintanya bersama sang putra harus berakhir begitu saja hanya karena keegoisan dirinya yang diam-diam masih menyimpan dendam dan luka yang mendalam yang digoreskan oleh Richard 20 tahun yang lalu.


"Mom ..." Lirih Damien membuyarkan lamunannya.


"Apa karena ayahnya Silvia?" Ucap Damien secara tiba-tiba membuat Mika seketika menghentikan langkah kakinya.


Mika pun memejamkan kedua matanya serta menarik napas panjang lalu menghembuskan'nya secara perlahan. Tidak ingin terlalu dalam membahas masalah itu, Mika pun lebih memilih untuk meneruskan langkah kakinya dan tidak menjawab pertanyaan putra kesayangannya itu.


Ceklek ....


Mika pun membuka pintu kamar lalu berdiri mematung saat melihat suaminya sudah berdiri di depan pintu menatap dirinya dengan tatapan tajam.


"Sayang? Sejak kapan kamu berdiri di sini?" Tanya Mika merasa gugup dengan wajah pucat pasi.

__ADS_1


"Kita harus bicara, sayang." Ucap Daniel berbalik dan segera diikuti oleh istrinya.


Daniel pun menghentikan langkah kakinya di ruang tamu lalu memutar badan menatap wajah Mika sang istri.


"Ada apa sama kamu, sayang? Ini gak seperti kamu yang biasanya. Apa kamu masih menyimpan dendam sama Daddy?" Tanya Daniel lembut dan lirih di dengar.


Mika hanya terdiam menunduk, raut wajahnya penuh dengan kesedihan dan sedikit merasa bersalah kepada putra dan juga suaminya.


"Sayang? Kenapa diam aja?"


Mika masih terdiam membisu. Membuat Daniel seketika meletakan tangannya di kedua bahu istrinya lalu memapahnya untuk duduk di kursi ruang tamu.


"Jujur sama aku, sayang? Apa kamu gak suka jika putra kita punya hubungan spesial dengan Silvia?" Tanya Daniel lagi lembut dan penuh kasih sayang.


"Apa salah kalau aku merasa seperti itu? Aku tau Silvia itu gadis polos, dia juga baik dan gak neko-neko kayak gadis lain tapi--'' Mika tidak meneruskan ucapannya.


"Tapi apa? Apa karena dia putra kandung Daddy dan Dona ibunya?"


Mika kembali terdiam menundukkan kepalanya.


"Mikaila, sayang. Apa kamu lupa gimana perjuangan kita sampai bisa bersama kayak gini? Apa kamu lupa dengan rasa sakit yang kita rasakan dulu. Sakitnya di pisahkan, sakitnya menahan rasa rindu, sakitnya di hina dan di caci sama Daddy aku sendiri. Apa kamu mau, putra kita merasakan hal yang sama, rasa sakit yang sama. Sakitnya menahan rasa rindu, sakitnya di pisahkan dari wanita yang dicintainya, dan sakitnya menerima penolakan kamu?"


"Aku gak mau putra kita merasakan apa yang kita rasakan, itu sebabnya aku selalu memberikan apa yang dia inginkan, agar dia selalu merasa bahagia. Tolong, sayang. Tolong lunakkan hatimu yang keras itu. Jikalau rasa sakit dan dendam itu masih tersisa di hati kamu, aku minta dengan segenap jiwa ragaku untuk kamu memaafkan semua yang telah dilakukan Daddy di masa lalu, sayang." Ucap Daniel panjang lebar membuat air mata seorang Mika seketika berjatuhan membasahi wajah cantiknya.


Seketika, bayangan masa lalu pun kembali singgah di dalam memori otak Mika. Bayangan saat dirinya masih belum bersatu bersama suami yang sangat dicintainya ini.

__ADS_1


Sakit, rasanya sakit sekali. Apa dia tega melihat Damien putra yang sangat disayanginya itu merasakan rasa sakit yang sama seperti yang dia rasakan dahulu. Mika pun menundukkan kepalanya seolah sedang berfikir.


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


__ADS_2