
Laki-laki yang mendapatkan tendangan maut dari Silvia pun seketika lari terbirit-birit dengan memegangi pusaka miliknya yang terasa begitu nyeri. Hal itu pun mengundang gelak tawa dari semua pengunjung yang ada di sana karena sikap polos Silvia yang dengan begitu beraninya memberikan pelajaran kepada laki-laki itu terlihat begitu lucu di mata mereka.
Damien sang kekasih yang menyaksikan hal itu pun nampak tersenyum bangga melihat keberanian Silvia tidak merasa heran ataupun terkejut, karena dia sudah tau betul bagaimana sikap gadisnya itu yang tidak pernah bisa diam ketika melihat ketidak adilan.
Hal yang sama pun di tunjukan oleh Aldo yang saat ini masih saja menatap wajah Via dengan perasaan kagum.
"Kamu hebat, sayang.'' Ucap Damien berjalan menghampiri dengan tersenyum senang.
"Iya, dong. Laki-laki kayak gitu memang pantas di kasih pelajaran, kurang ajar emang." Jawab Silvia dengan penuh percaya diri.
"Iya-iya, kamu memang wonder woman. Muach ..." Jawab Daniel tanpa merasa malu mengecup kening calon istrinya itu.
Aldo pun yang menyaksikan hal itu seketika langsung memalingkan wajahnya tidak ingin perasaan yang sudah dia tenggelamkan kembali naik lagi ke permukaan.
"Kalian apa kabar?" Tanya Aldo mencoba bersikap biasa saja seolah tidak terjadi apa-apa di antara mereka.
"Kami baik, malahan sangat baik. Gimana kabar kamu, Aldo?" Jawab Silvia yang juga mencoba bersikap biasa saja.
"Aku juga baik-baik saja sejauh ini. Eu ... Apa kalian mau makan di sini? Kebetulan aku juga lagi bantuin Daddy.''
"Rencananya si gitu, hehehe ..."
__ADS_1
"Kabar kamu gimana, Damien? Selamat ya atas pertunangan kalian.''
Damien hanya tersenyum datar.
Di atas sana, Ririn nampak kagum dengan keberanian yang dimiliki oleh wanita bernama Silvia, dia pun turun dan menghampiri mereka bertiga dengan tersenyum ramah.
"Terima kasih karena kamu udah beri laki-laki itu pelajaran tadi. Saya benar-benar salut dengan keberanian kamu," ucap Ririn berdiri tepat di samping Aldo.
"Sama-sama, jadi perempuan itu gak boleh lemah lho, apalagi kamu seorang penyanyi." Jawab Silvia ramah juga.
"O iya, kenalin dia penyanyi di Cafe ini, namanya Ririn," Aldo mengenalkan Ririn kepada Silvia.
"Kalian saling kenal? O iya, kenalin juga, nama aku Silvia. Panggil aja Via Miss Billionaire, hehehe ..." Jawab Silvia sedikit cengengesan.
"Oh begitu? Aku harap kalian berjodoh ya."
"Amiiiiiin ...'' Tiba-tiba saja Damien mengucapkan kata amin dengan suara lantang, membuat semua yang ada di sana seketika menoleh ke arahnya dengan perasaan heran.
"Makasih atas doanya, aku sama dia memang sudah berencana akan segera menikah," ucap Aldo membuat Ririn seketika membulatkan bola matanya merasa terkejut.
"Syukurlah, dengan begitu kamu gak akan gangguin cewek orang lagi. Apalagi sampai mengaku-ngaku jadi pacarnya segala," ketus Damien menatap tajam wajah Aldo.
__ADS_1
"Aku tau kamu masih menyimpan dendam sama aku, Dam. Aku benar-benar minta maaf dan menyesali semua perbuatan aku kepada kalian." Lirih Aldo bersungguh-sungguh.
"Maaf? Hahaha ... Aku--" Damien tidak meneruskan ucapannya saat kedua bola mata Silvia kini menatap tajam wajahnya.
"Iya, Aldo. Kami udah maafin kamu ko. Kamu tenang aja ya," jawab Silvia dengan wajah yang cengengesan seperti biasanya.
"Makasih, Via. Kamu memang gadis yang baik, kamu benar-benar beruntung Damien."
"Hmm ..." Damien hanya bergumam, sepertinya dia memang masih menyimpan dendam.
"O iya, kalian mau makan apa? Biar aku yang tuliskan pesanan kalian." Ramah Aldo layaknya seorang pelayan cafe.
"Hmm ... Nanti kami pikirkan dulu deh, mau makan apa. Sekarang kami mau duduk dulu pegel tau dari tadi berdiri terus di sini."
"O iya, silahkan Via. Masih banyak kursi kosong di sini."
Silvia dan Damien pun duduk di kursi yang tidak jauh dari tempat mereka berdiri saat ini.
Setelah itu, Ririn yang masih merasa terkesima dengan ucapan Aldo yang mengatakan bahwa mereka berdua akan segera menikah pun nampak langsung menarik pergelangan tangan pemuda itu ke arah dapur Cafe yang terlihat lebih sepi.
"Apa maksud kamu ngomong kayak gitu tadi? Kita akan segera menikah? Bercanda kamu gak lucu tau." Ketus Ririn menatap lekat wajah Aldo.
__ADS_1
"Memangnya kenapa? Lagian, aku serius ko. Aku ingin kita bersama seperti dulu lagi, aku gak peduli sama sekali meskipun kamu seorang janda dan memiliki seorang putra sekalipun," jawab Aldo penuh percaya diri membuat Ririn seketika hanya bisa diam mematung tanpa mengatakan apapun.
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️