
''Sedang apa kalian berdua di sini?'' Teriak Aldo terdengar nyaring membuat semua pengunjung yang berada di sana sontak menoleh ke arah sumber suara.
"Aldo?" Gumam Silvia dan juga Damien secara bersamaan.
Aldo dengan wajah geramnya kini menghampiri meja dimana Damien dan Silvia berada. Hatinya benar-benar di bakar api cemburu kini, terasa panas membara bagai tersambar petir di siang bolong. Dia pun menatap tajam wajah Damien dan segera mencengkeram kerah bajunya kuat.
"Kurang ajar kamu, aku udah bilang jangan pernah deket-deket sama Silvia. Dia pacar aku." Tegas Aldo dengan rahang yang mengeras.
"Tenang Aldo. Damien gak ngapa-ngapain aku, kita cuma makan aja ko," Silvia dengan nada suara panik mencoba menenangkan Aldo dengan memeluknya dari belakang membuat Damien merasa cemburu.
"Lepasin aku, Aldo. Apa-apaan kamu?" Ketus Damien mencoba menepis kasar tangan sahabat yang kini telah berubah menjadi rivalnya.
"Aku udah peringatin kamu beberapa kali, jangan pernah deketin pacar aku, apa kamu pikir aku mengatakan hal itu cuma main-main, hah?"
Buuk ....
Tiba-tiba saja, Aldo yang saat ini sedang terbakar api cemburu menghantam wajah Damien keras membuat pemuda itu seketika tersungkur di atas lantai dengan darah segar yang keluar dari ujung bibirnya yang kini sedikit terluka.
"ADLO, CUKUUUUUP ..." Teriak Silvia histeris.
"Argh ... Kurang ajar kamu Aldo. Berani kamu memukul aku, hah?" Teriak Damien kembali bangkit lalu hendak membalas pukulan Aldo namun, dia pun mengurungkan niatnya seketika saat menatap wajah Silvia yang saat ini terlihat sedih dengan mata yang memerah.
"Cukup, Damien. Aku mohon," lirih Silvia memelas dengan air mata yang berjatuhan dari kedua pelupuk matanya.
Damien pun memutar tubuhnya seraya mengusap wajahnya kasar. Andai saja Silvia tidak menangis, mungkin dia sudah membalas pukulan temannya itu. Akan tetapi, Damien lebih memikirkan perasaan Silvia yang saat ini baru saja pulih dari sakitnya, dia tidak ingin melihat gadis yang dicintainya merasa sedih dan terluka.
Hati Damien akan merasa sedih jika melihat kekasihnya itu bersedih, perasaannya akan ikut terluka jika melihat gadis yang dicintainya itu merasa terluka bahkan rasa sakit di bibirnya akibat hantaman keras kepalan tangan Aldo tidak ada apa-apanya dibandingkan rasa sakit di hatinya saat melihat Silvia berurai air mata kini.
Apa ini waktu yang tepat untuk memberitahukan kepada Silvia bahwa Aldo hanya mengaku-ngaku sebagai kekasihnya agar pemuda itu tidak bersikap semena-mena lagi? Apa ini waktu yang tepat untuk jujur bahwa Aldo hanya memanfaatkan situasi Silvia yang saat ini sedang dalam keadaan Amnesia?
Tapi, jika dia mengatakan hal itu, hati kekasihnya pasti akan sangat terluka dan marah kepada dirinya karena telah bersekongkol dengan Aldo untuk membohongi kekasihnya itu.
Akh ... Damien benar-benar berada di ambang Dilema, dia tidak tau harus mengambil keputusan apa?
"Aldo, kita pergi dari sini ya," lirih Silvia dengan tatapan sayu menatap wajah Aldo.
"Tapi, sayang?" Jawab Aldo menatap wajah Silvia.
"Aku mohon jangan buat keributan di sini. Aku 'kan udah bilang tadi, kami hanya makan biasa, aku sama Damien gak ngelakuin apapun.''
Aldo pun meraih pergelangan tangan Silvia lalu membawanya berjalan bersama keluar dari dalam Restoran meninggalkan Damien yang saat ini masih mencoba mengatur emosi di dalam dirinya.
Mata Silvia nampak menatap ke arah kekasihnya, kekasih yang saat ini begitu dicintainya namun, Via harus menyembunyikan hubungan sekaligus perasaannya itu di depan orang lain dan hal itu benar-benar membuat hati seorang Silvia terluka.
Damien pun menatap wajah Silvia, dan seketika tatapan mata mereka saling bertemu dan saling menatap satu sama lain saat tubuh Silvia melintas dihadapannya dengan jemari-nya yang di genggam kuat oleh pemuda bernama Aldo membuat hati Damien semakin merasa cemburu.
__ADS_1
'Maafkan aku, Dam. Kita bicara nanti di rumah,' (batin Silvia)
'Maafkan aku, Via. Karena aku belum bisa menceritakan yang sebenarnya,' (batin Damien)
♥️♥️
Aldo membawa Silvia keluar dari dalam Restoran dan berjalan menuju mobilnya yang saat ini di parkir tepat di depan Restoran tersebut. Dia pun segera membuka pintu mobil dan meminta Silvia masuk ke dalamnya.
Ceklek ....
"Kita ke suatu tempat ya."
Silvia hanya mengangguk datar lalu masuk ke dalam mobil.
Setelah itu, dia pun berjalan dengan tergesa-gesa ke arah samping dan masuk ke dalam mobil duduk di kursi kemudi.
Di perjalanan.
Via hanya terdiam, tatapan matanya nampak menatap kearah luar jendela melayangkan tatapan kosong. Raganya memang berada di sana tapi, tidak dengan hati dan pikirannya. Hati Silvia berada bersama pemilik sesungguhnya, pikirannya pun melayang memikirkan pemuda bernama Damien, pemuda yang dicintainya saat ini.
Aldo yang saat ini sedang menyetir mobil pun nampak menatap ke arah Silvia, wajahnya nampak tersenyum lalu mencoba mencairkan suasana yang saat ini terasa begitu beku dan dingin.
"Hmm ... Aku minta maaf karena telah membuat kerusuhan tadi di Restoran." Ucap Aldo namun, tidak dijawab oleh Silvia.
"Apa kamu marah?"
"Silvia, sayang?" Aldo sedikit menaikan suaranya dan sontak Silvia pun menyudahi lamunan panjangnya lalu menoleh ke arah Aldo.
"Hah? Kamu bilang apa tadi?" Tanya Via datar.
"Kamu melamun ya?"
"Nggak ko, aku cuma kelelahan aja.''
"Kita ke rumah aku ya, kamu bisa istirahat di sana."
Silvia hanya mengangguk datar.
Setelah itu, keheningan pun seketika tercipta. Baik Aldo maupun Silvia larut dalam pikiran masing-masing. Untuk mengusir keheningan dan kebekuan yang kini tercipta, Aldo pun menyetel musik di dalam mobil agar suasana bisa sedikit mencair.
Sebuah lagu Korea berjudul ''Steel Love You" pun kini menggema dan menghidupkan suasana di dalam sana.
🎶ijji ma ijji ma
uri heeojil ttae himdeuldeon geunarui insareul
__ADS_1
🎶ulji ma ulji ma
budi haengbokhae jwo naui sarang annyeong
🎶saranghae saranghae naega deo saranghae
ije du beon dasi
neoege haejul su eopsneun mal
🎶neoman neoman neoman
saranghaessdeon naui jeonbuyeosseossdeon
neol apeuge haeseo
mianhae mianhae dasi doragal su eopsjiman🎶
Alunan sendu dari lagu tersebut pun sukses membuat Silvia semakin merasa sedih, entah mengapa setiap lirik yang terdengar begitu merdunya membuat perasaannya semakin tidak karuan.
Pikirannya pun semakin melayang kini, memikirkan kekasihnya yang saat ini harus dia sembunyikan statusnya dan memikirkan kisah hidupnya yang ternyata begitu mengenaskan.
'Maafkan aku Damien, aku janji aku akan segera memutuskan hubungan aku dengan Aldo dan jujur kepadanya bahwa kamulah laki-laki yang sebenarnya aku cintai,' (batin Silvia larut dalam setiap syair lagu berjudul Steel love you)
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
Promosi Novel lagi ya Reader.
Judul : Keikhlasan hati seorang Istri
Karya : Author Mphoon
Blurb :
Seorang istri bernama Suci Permata Sari berusia 24 tahun, yang telah di diagnosa oleh seorang dokter bahwa dia tidak bisa memiliki keturunan.
Akibat tekanan yang cukup besar dari orang tua suaminya, akhirnya Suci berdoa dan berserah diri kepada Pencipta-Nya. Hingga akhirnya Suci mendapatkan pencerahan dan memiliki solusinya sendiri.
Suci menyuruh sang suami yaitu Dimas Hartawan berusia 26 tahun, untuk mencari wanita lain agar mereka bisa secepatnya memiliki keturunan dengan syarat wanita itu bisa membagi Haknya dengan adil bersama Suci.
Suci sudah berusaha ikhlas untuk merelakan sang suami tercinta supaya mencari pendamping baru untuk segera memberikan cucu kepada keluarga Dimas yang selalu menuntut anak dari Suci.
Apakah Dimas berhasil menemukan pengganti Suci dengan syarat tersebut?
__ADS_1
Dan apakah Suci dan madunya bisa hidup akur serta saling membagi haknya?