MISS BILLIONAIRE (Aku bukan wanita Penghibur)

MISS BILLIONAIRE (Aku bukan wanita Penghibur)
Siuman


__ADS_3

Damien dan Aldo saling menatap satu sama lain, tatapan tajam yang menyiratkan persaingan antara memperebutkan satu wanita yang saat ini dalam keadaan koma. Damien tidak menyangkan bahwa Aldo sahabatnya akan jatuh pada pandangan pertama kepada Silvia.


Sementara Damien, dirinya merasakan sesuatu yang aneh yang kini menyelusup ke dalam relung hati, terasa begitu panas membara bahkan terasa membakar seluruh organ yang ada di dalam sana, membuat jantungnya berdetak tidak beraturan begitu menyiksa.


Apakah dia cemburu? Meski terlambat dalam menyadari hal itu, tapi akhirnya Damien pun menyadari bahwa rasa aneh yang selama ini mengusik hatinya, rasa panas yang selama ini dia rasakan di dalam relung jiwanya adalah rasa cemburu, yang itu berarti tanpa dia sadari bahwa dirinya telah jatuh cinta kepada wanita yang semula mengusik ketenangan hidup yang sedang dia jalan namun, berakhir merindukan gadis itu kini.


"Sebaikanya kamu kubur dalam-dalam perasaan itu, Aldo," pinta Damien secara tiba-tiba membuat Aldo seketika terkejut dan membulatkan bola matanya.


"Lho kenapa? Punya hak apa kamu buat ngelarang sama siapa aku jatuh cinta?" Tanya Aldo tidak terima.


"Pokoknya kamu gak boleh jatuh cinta sama dia, titik."


"Dih, dasar egois. Jangan bilang kalau kamu juga suka sama dia? Kamu jatuh cinta juga sama dia, hah?" Aldo penuh penekanan.


"Eu ... Emangnya kalau i-ya, kenapa? Salah?"


"Nggak, aku gak percaya, dari awal aku melihat kamu sama dia, kayaknya kamu benci sama Via, kenapa sekarang tiba-tiba kayak gini? Aku yakin yang kamu rasakan itu bukan cinta, tapi cuma rasa bersalah karena kamu yang menyebabkan Silvia kayak gini."


"Jangan so tau kamu, tau apa kamu soal hati aku, dasar so tau. Pokoknya kamu gak boleh jatuh cinta sama dia, Silvia sama sekali gak cocok buat kamu, dia cocoknya sama--" Damien tidak meneruskan ucapannya.


"Sama kamu maksudnya?"


Damien terdiam menatap lekat wajah Aldo dengan tatapan tajam


"Ha ... Ha ... Ha .... Jangan terlalu percaya diri kamu, Damien. Kamu emang tampan, kaya raya tapi, kamu itu sombong, apa kamu lupa Silvia manggil kamu dengan sebutan apa 'SONGONG' itu artinya, dia sama sekali gak suka sama kamu," tegas Aldo membuat Damien kesal.


"Oke, kita liat aja nanti, siapa laki-laki yang bakalan di pilih sama Via, AKU ATAU KAMU, ALDO." Tegas Damien meletakkan jari telunjuknya di dada Aldo dan sedikit mendorongnya.

__ADS_1


"Oke, ayo kita bersaing secara adil dan normal, kita liat aja, Silvia akan memilih kamu, atau aku, SONGONG," jawab Aldo menepis kasar jari Damien.


Tanpa mereka sadari, Silvia di dalam sana sudah menunjukkan tanda-tanda siuman, jemari telunjuknya nampak bergerak pelan dengan mata yang mulai dikedepankan lemah. Perlahan tapi pasti, gadis yang sudah koma selama satu Minggu itu mulai membuka mata sampai akhirnya mata indahnya terbuka sempurna kini.


Seiringan dengan itu pun, mata Damien pun menatap ke sana, ke arah Silvia lalu tersenyum senang dan segera berlari memanggil Dokter.


"Silvia, akhirnya kamu bangun juga," gumam Damien merasa senang.


Aldo yang juga menyadari hal itu nampak tersenyum menatap wajah Silvia dari balik kaca, dia menempelkan telapak tangannya seolah sedang mengusap wajah cantik gadis yang telah membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama itu.


"Akhirnya kamu bangun juga, Via. Kamu tau, selama ini aku sangat khawatir melihat keadaan kamu," lirih Aldo menatap ke dalam yang saat ini sudah ada Dokter dan beberapa orang perawat sedang memeriksa keadaan Silvia.


♥️♥️


Meskipun sudah siuman, Silvia masih di tempatkan di ruangan ICU lengkap dengan alat-alat medis yang masih terpasang di tubuhnya untuk mengontrol perkembangan kesehatannya.


Ceklek ....


Pintu ruangan ICU pun buka, Daniel yang mendapatkan kabar tentang hal itu segera datang ke Rumah Sakit begitupun dengan Mika yang juga ikut ke sana, sementara Damien yang memang masih di rawat di Sakit itu pun nampak ikut masuk ke dalam ruangan, dia berjalan paling belakang dengan jantung yang berdebar dan perasaan bersalah yang sampai saat ini masih memenuhi relung hatinya.


"Sayang, Tante senang banget akhirnya kamu siuman juga," ucap Mika berdiri tepat di samping ranjang.


Silvia hanya terdiam menatap satu-persatu orang yang masuk ke dalam ruangan dengan tatapan sayu.


"Om juga senang akhirnya kamu bangun, tapi maaf, ibumu sampai sekarang masih belum dikasih tau, Om gak mau dia khawatir liat keadaan kamu, sayang." Ucap Daniel dengan perasaan menyesal.


Yang diajak bicara masih saja terdiam, bahkan sedikit mengerutkan keningnya, seperti sedang berfikir.

__ADS_1


"Via, kenapa kamu diam aja? Ngomong dikit doang, bibir kamu masih bisa digerakkan 'kan?" Tanya Damien yang langsung mendapatkan sambaran tatapan tajam dari kedua orang tuanya.


"Damien? Kamu ini."


"Iya maaf, Mom. Aku cuma khawatir sama dia. Liat, mukanya Via kayak yang lagi bingung gitu, aku takut dia--" jawab Damien tidak meneruskan ucapannya.


"Ya wajar dong Via kayak gini, orang dia baru bangun dari koma, kamu ini gimana si?"


"He ... He ... He ... Aku cuma kangen denger suara dia, suara berisiknya Silvia yang selalu berteriak memanggil 'SONGONG' sama aku, rasanya aneh liat dia kayak gini," lirih Damien menatap lekat wajah Silvia.


"Silvia, sayang. Kata Dokter nanti siang kamu sudah bisa dipindahkan ke ruangan rawat inap, kamu bakalan satu ruangan sama Damien juga biar kamu gak kesepian, oke."


Via masih diam membisu, menatap wajah Mika seperti sedang berfikir panjang.


"Silvia, aku minta maaf, karena aku kamu jadi kayak gini," lirih Damien merasa menyesal.


"Om, Tante ..." Lirih Via lemah menatap wajah Mika dan Daniel secara bergantian.


"Iya, sayang. Kami di sini, apa kamu ingin kami panggil ibu kamu? Apa kamu kangen sama dia dan ingin dia ada sini? Kalau iya, Tante bakal minta supir buat jemput dia."


Silvia menggelengkan kepalanya lemah masih dengan tatapan sayu.


"Lalu, kamu mau apa, sayang. Bilang aja, Tante 'kan pernah bilang sama kamu, kamu jangan sungkan sama Tante, anggap Tante juga adalah ibu kamu."


Silvia semakin mengerutkan keningnya, wajahnya terlihat kebingungan sekarang, bola mata indah gadis itu bahkan terlihat berkaca-kaca menatap wajah Mika, Daniel dan juga Damien secara bergantian.


"Eu ... Kalian siapa? Aku sama sekali gak bisa mengingat kalian," lirih Via pelan membuat semua yang ada di sana terkejut seketika, terutama Damien yang saat ini terlihat syok mendengar apa yang baru saja ditanyakan oleh gadis bernama Silvia itu.

__ADS_1


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


__ADS_2