
"Aku tidak bercanda, Ririn. Apa yang aku katakan adalah tulus dari lubuk hatiku yang paling dalam." Jelas Aldo meyakinkan.
"Gak aku gak percaya, mana mungkin kamu mau sama janda beranak satu kayak aku."
"Terserah kamu mau percaya atau tidak. Tapi, memang seperti itulah yang aku rasakan, Rin. Kalau kamu mau aku akan segara menikahi kamu sekarang juga.
"Jangan bercanda, Aldo. Kamu pikir menikah itu mudah? Aku yang pernah gagal dalam hal pernikahan tau betul bahwa, merajut bahtera rumah tangga itu tidak semudah membalikan telapak tangan lho." Jawab Ririn lagi merasa tidak percaya dengan janji manis seorang laki-laki karena dia sendiri pernah merasakan manisnya di suguhkan sebuah janji, dan pahitnya menerima kenyataan bahwa janji tersebut hanyalah sebuah kepalsuan.
"Oke, aku ngerti bagaimana perasaan kamu setelah suami kamu meninggalkan kamu, Rin. Tapi, aku janji akan membuktikan semua yang aku katakan itu adalah sebuah ketulusan, bukan sekedar sebuah janji palsu seperti yang kamu pikirkan,'' jawab Aldo lagi seolah mengerti dengan apa yang ada di dalam pikiran wanita bernama Ririn tersebut.
Ririn tidak mengatakan apapun lagi, dalam hatinya dia hanya berharap bahwa Aldo bisa benar-benar membuktikan apa yang baru saja dia katakan.
♥️♥️
Sejak kejadian itu, Aldo benar-benar menjelma menjadi seorang pangeran yang selalu menghujani Ririn dengan perhatian dan juga kasih sayang tulus membuat hati seorang Ririn merasa tersentuh sebenarnya.
Apalagi, Aldi sang putra pun semakin dekat dengan Aldo, bahkan mereka bertiga sering menghabiskan waktu bersama tatkala Ririn sedang mengambil jatah libur menyanyinya di Cafe.
__ADS_1
Hari ini, Aldo berencana untuk membawa Ririn ke rumahnya dan tentu saja mempertemukan wanita yang dia cintai itu kepada Lusi sang ibu.
Ririn dengan perasaan gugup mulai menatap sekeliling halaman luas saat mobil yang dia tumpangi bersama Aldo berhenti tepat di depan rumah besar bercat warna putih.
Entah mengapa hatinya merasakan sesuatu yang tidak enak, jantungnya terasa berdetak kencang, tubuhnya pun terasa bergetar. Seperti ada sesuatu yang menakutkan yang sedang menantinya di dalam.
Ceklek ....
Aldo membukakan pintu mobil seketika membuyarkan lamunan Ririn. Dia pun mulai turun dari dalam mobil dan menepis pikiran-pikiran kotor di dalam otaknya mencoba untuk tersenyum.
"Makasih, Aldo. Hmm ... Sepi amat, orang tua kamu ada dimana?"
"Mommy belum pulang, Daddy juga masih kerja di Cafe. Tapi, sebentar lagi mereka pulang ko." Jawab Aldo tersenyum ramah.
"Oh begitu, oke."
Ririn pun menatap sekeliling rumah yang terlihat rapi lengkap dengan perabotan yang super mewah.
__ADS_1
"Kamu pasti lelah. Gimana kalau kamu istirahat di kamar aku aja?"
Ririn menganggukkan kepala karena dirinya memang lelah setelah menempuh perjalanan jauh.
Ceklek ....
Pintu kamar pun di buka. Aldo dan Ririn masuk ke dalam kamar, Ririn terlihat biasa saja saat memasuki dan berada hanya berdua saja bersama seorang pria di dalam kamar. Mungkin karena dia bukan lagi seorang perawan suci membuatnya sudah tidak takut lagi saat Aldo memintanya untuk melakukan hal yang diluar batas wajar dalam berpacaran.
"Aku cinta sama kamu Ririn." Ucap Aldo secara tiba-tiba membuat Ririn akhirnya bisa menebak kata apa yang akan keluar dari bibir Aldo selanjutnya.
"Iya, aku tau. Kamu udah sering mengatakan hal itu sama aku." Jawab Ririn santai.
"Jadi, maukah kamu melakukan hal itu sama aku? Aku janji bakalan tanggung jawab dan segera menikahi kamu, Rin."
Seperti dugaan Ririn. Apa yang baru saja di ucapkan oleh Aldo, persis seperti apa yang dipikirkan oleh Ririn.
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
__ADS_1