MISS BILLIONAIRE (Aku bukan wanita Penghibur)

MISS BILLIONAIRE (Aku bukan wanita Penghibur)
Cinta Monyet


__ADS_3

Mika terdiam menundukkan kepalanya. Hatinya bagai tertampar oleh setiap ucapan yang keluar dari bibir ibu dari gadis bernama Silvia itu. Bagiamana tidak, Dona yang notabenenya sudah di sakiti sedemikan rupa oleh Mendiang Richard masih bisa memaafkan laki-laki itu.


Sedangkan dirinya, yang saat ini sudah hidup bahagia dan memiliki segalanya. Suami baik dan sangat mencintai dirinya, putra tampan, penurut dan tidak pernah berbuat yang macam-macam, bahkan dia pun memiliki harta melimpah yang mungkin tidak akan pernah habis tujuh turunan dan tentunya kehidupannya pun sudah sangat bahagia saat ini.


Akan tetapi, kenapa dia tidak berjiwa besar seperti Dona? Dirinya masih saja menyimpan dendam terhadap orang yang sudah lama tiada. Sungguh hati seorang Mikaila benar-benar dilanda dilema.


"Aku akan mencoba memikirkan'nya, Dona." Ucap Mika masih menundukkan kepalanya.


"Tolong, Mika. Tolong banget, buka hati kamu. Demi anak-anak kita, ya." Tambah Dona lagi meraih pergelangan tangan Mika memohon.


"Aku permisi dulu." Jawab Mika berdiri lalu pergi begitu saja tanpa mengatakan apapun lagi.


Dona pun hanya bisa menghela nafas panjang menatap kepergian Mikaila yang sepertinya memiliki hati sekeras batu.


"Aku doakan semoga Tuhan sedikit melunakkan hati kamu Mika." Gumam Dona menahan rasa kecewa.


♥️♥️


Damien masih tertidur meski hari sudah beranjak siang. Dirinya benar-benar malas melakukan apapun mengingat pembicaraan dirinya bersama sang ibu semalam.


Ceklek ....


Mika yang baru saja pulang setelah bertemu dengan Dona membuka pintu lalu masuk ke dalam kamar dan membuka tirai gorden yang masih tertutup rapat.


Damien yang semula masih tertidur lelap pun, seketika langsung membuka mata saat sinar matahari perlahan masuk ke dalam kamarnya melalui celah jendela yang kini telah terbuka lebar.

__ADS_1


Dia pun mengedipkan kedua matanya perlahan, mencoba menyesuaikan sinar matahari yang masuk kedalam pelupuk matanya begitu menyilaukan.


"Sayang, bangun. Ini udah siang lho," lirih Mika duduk di tepi ranjang.


Damien tidak menjawab, dia lebih memilih meringkuk dan membelakangi ibunya dengan menutup seluruh tubuhnya dengan selimut tebal.


"Kamu masih marah sama Mommy?"


Damien tidak menjawab dan kembali memejamkan kedua matanya.


"Sayang ..."


Damien masih diam seribu bahasa.


"Apa kalau Mommy merestui hubungan kalian berdua, kamu gak bakalan marah lagi sama Mommy?"


"Mommy serius?" Tanya Damien, rasa kantuknya mendadak sirna, dia pun menatap wajah sang ibu dengan perasaan senang.


"Bercanda ...! Ya serius 'lah." Jawab Mika tersenyum ramah.


"Makasih, Mom. Makasih ..." Ucap Damien, bangkit lalu segera memeluk tubuh ibunya dengan perasaan senang dan juga haru.


"Tapi ada satu syarat."


"Syarat apa, Mom? Apapun syaratnya akan aku turuti."

__ADS_1


"Kamu boleh pacaran sama Silvia, tapi--"


"Tapi apa, Mom?"


"Gak usah di bahas. Yang penting sekarang Mommy bakalan kasih kalian kesempatan buat menjalin hubungan, kita lihat nanti. Apakah hubungan kalian bisa bertahan lama atau tidak. Kamu itu masih muda, sayang. Cinta monyet adalah hal yang biasa dirasakan oleh setiap remaja." Ucap Mika membuat Damien seketika terkejut.


"Cinta Monyet? Jadi Mommy nganggap perasaan aku sama Silvia cuma cinta Monyet?" Tanya Damien merasa kecewa.


"Kenapa? Emang begitu 'kan?"


"Nggak, cintaku sama Via bukan sekedar cinta monyet. Aku malahan ingin segera melamar dan langsung menikahi dia," ucap Damien penuh penekanan.


"Sayang ...?"


"Mommy ...! Jadi Mommy sebenarnya belum benar-benar merestui hubungan kami 'kan? Jujur, Mom?"


"Siapa bilang kayak gitu, sayang. Mommy sudah bilang tadi, Mommy akan merestui hubungan kalian berdua."


"Bohong ... Jelas-jelas Mommy bohong.'' Ketus Damien bangkit lalu keluar dari dalam kamar dengan perasaan kecewa.


"Astaga, Damien." Gumam Mika menatap kepergian putra semata wayangnya dengan perasaan kecewa.


Ceklek ....


Blug ....

__ADS_1


Damien menutup pintu keras dan bertenaga sehingga menimbulkan suara nyaring dan tentu saja membuat Mika merasa terkejut dengan reaksi putranya tersebut.


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


__ADS_2