MISS BILLIONAIRE (Aku bukan wanita Penghibur)

MISS BILLIONAIRE (Aku bukan wanita Penghibur)
Kembali


__ADS_3

"Argh ... Kepala aku pusing banget, Dam." Silvia dengan berteriak memegangi kepalanya.


Seiringan dengan itu, bayangan-bayangan aneh pun mulai mengisi otaknya yang semula kosong tanpa ingatan apapun. Serpihan-serpihan ingatan yang sempat menghilang mulai tersusun kini dalam otak Silvia hingga membentuk sebuah ingatan utuh.


"Via, sayang. Kamu kenapa?" Tanya Damien panik.


"Silvia, putri Mommy. Ada apa, sayang. Kepala kamu sakit? Apa kita perlu ke Dokter?" Dona yang juga ada di sana segera bangkit lalu menghampiri putrinya dengan perasaan khawatir.


"Kepala aku pusing banget, Mom. Sakit ... Argh ..."


"Ya Tuhan. Kita ke Rumah Sakit sekarang ya.''


"Gak usah, Mom. Antar'kan aja aku ke kamar. Aku gak kuat," jawab Via mencoba berdiri tegak namun ....


Bruk ....


Tubuhnya seketika ambruk di atas lantai membuat Dona dan juga Damien semakin panik. Damien pun segera menggendong tubuh kekasihnya tanpa di minta lagi. Dia segera berlari ke dalam kamar yang berada di lantai satu karena akan sedikit membutuhkan waktu jika dia membawa Silvia ke kamarnya yang ada di lantai 4.


♥️♥️


Serpihan-serpihan ingatan Silvia yang sempat menghilang pun mulai tersusun rapi kini. Bayangan-bayangan masa lalu yang sempat meninggalkan memori otaknya perlahan mulai kembali menempati posisi masing-masing.


Kejadian-kejadian silam sampai kejadian kecelakaan yang sempat dia alami pun kini terlihat jelas di dalam memori otaknya. Yang paling membuatnya berkesan adalah, saat Silvia mengingat semua yang dialaminya saat pertama kali dia bertemu dengan kekasihnya di rumah itu membuat Via yang saat ini masih dalam keadaan memejamkan mata tersenyum seketika.


Damien, Dona dan juga Ridwan yang saat ini duduk di tepi ranjang pun nampak mengerutkan keningnya merasa heran karena wajah Silvia terlihat begitu bahagia meski matanya masih terpejam sempurna.


"Silvia, putri Mommy. Kamu udah bangun?" Tanya Dona saat melihat senyuman yang kini mengembang dari kedua sisi bibir putrinya.


Perlahan, Silvia pun mulai membuka matanya pelan dan lembut sampai kedua matanya itu terbuka sempurna lalu mulai menatap sekeliling, memperhatikan wajah ibunya, Ridwan dan terakhir dia menatap dengan tersenyum wajah Damien, pemuda yang telah resmi menjadi kekasihnya.

__ADS_1


"Songong!" Sapa Via tersenyum manis menatap wajah Damien.


"Via? Kamu--" jawab Damien terbata-bata merasa tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.


"Sayang? Ingatan kamu?" Tanya sang ibu tersenyum senang karena akhirnya ingatan putrinya telah kembali.


"Iya, Mom. Ini aku." Jawab Silvia dengan mata yang terlihat berkaca-kaca.


"Ya Tuhan, Mommy senang sekali akhirnya ingatan kamu bisa kembali lagi. Terima kasih Tuhan, terima kasih ..."


"Ingatan kamu udah benar-benar balik? Kamu udah bisa ingat sama aku? Tapi, kamu gak lupa 'kan kalau sekarang kita udah pacaran?" Tanya Damien membuat Dona dan juga Ridwan tersenyum seketika menatap wajah panik putra dari pasangan Daniel dan juga Mika itu.


"Hahaha ... Kamu ini. Mana mungkin 'lah aku sampai lupa sama hal itu, sayang." Jawab Silvia tersenyum ceria.


"Syukurlah, aku pikir kamu lupa kalau kamu udah pacaran aku. Aku lega banget sekarang."


"Iya, sayang."


"Boleh aku peluk kamu?" Rengek Silvia dengan suara manjanya.


"Tentu saja, Via. Tentu saja boleh, sayang." Jawab Damien merentangkan kedua tangannya lebar-lebar.


Tanpa berfikir panjang lagi, Silvia pun bangkit lalu segera memeluk tubuh Damien erat, dia bahkan tersenyum begitu bahagia berada di dalam dekapan pemuda yang sangat dicintainya saat ini mengabaikan bahwa ada orang lain juga yang saat ini berada di sana, ada sang ibu dan juga Ridwan yang saat ini menatap keduanya dengan bibir yang tersenyum melihat sepasang muda-mudi yang saat ini sedang kasmaran.


Damien nampak mengusap punggung Silvia lembut dan penuh kasih sayang, matanya pun terpejam sempurna merasakan tubuh Silvia yang kini terasa hangat menyentuh tubuh kekarnya melupakan orang lain yang saat ini berada di sana menatap lekat dirinya, sampai akhirnya Dona berdehem keras membuat Silvia dan Damien tersadar lalu mulai mengurai pelukan.


"Ehem ..." Suara deheman Dona terdengar nyaring.


"Hehehe ... Maaf, Mom. Aku lupa kalau Mommy sama Om Ridwan juga ada di sini," Silvia cengengesan dengan begitu polosnya.

__ADS_1


"Kamu pikir kita ini obat nyamuk? Main peluk-peluk segala di depan kita.''


"Uhuk ... Maaf, Tante. Kita terlalu senang tadi," ucap Damien merasa malu.


"Hmm ... Dasar kalian. Bikin ngiri orang tua aja si? Lagian Via, apa kamu gak kangen sama Mommy? Ko cuma Damien yang di peluk? Mommy nggak?''


"Iya-iya Mommy bawel, aku kangen juga ko sama Mommy. Sini aku peluk," jawab Silvia tersenyum ceria lalu memeluk tubuh ibunya.


"Maafkan Mommy, Via sayang." Lirih sang ibu di dalam dekapan Silvia.


"Kenapa harus minta maaf, Mommy gak salah apapun ko."


"Mommy salah karena udah ninggalin kamu di sini, sampai-sampai saat kamu kecelakaan Mommy sedang gak ada di sini, Mommy benar-benar menyesal, sayang."


"Gak apa-apa, Mom. Toh semuanya udah terjadi, yang penting sekarang, Mommy udah ada di sini sama aku, dan aku sangat bahagia, Mom."


Dona pun perlahan mulai mengurai pelukan lalu menatap wajah putrinya yang kini sudah terlihat ceria seperti sedia kala, tidak ada raut kesedihan, tidak ada tatapan kosong dan tidak ada lagi kerutan kening penuh tanda tanya yang selalu diperlihatkan saat putrinya itu menatap seseorang.


Silvia sudah benar-benar kembali. Gadis yang selalu menjuluki dirinya sendiri dengan sebutan Miss Billionaire itu sudah benar-benar menemukan jati dirinya sendiri.


"Mom, aku mau tanya sama Mommy? Apa Mommy sama Om Ridwan itu pacaran?" Tanya Silvia secara tiba-tiba membuat Dona merasa terkejut seketika.


"Kami gak pacaran, Via." Jawan Ridwan tersenyum senang.


"Hah? Lalu?"


"Kami bukan anak muda kayak kalian yang masih punya banyak waktu buat pacaran tapi, Om akan segera menikahi ibu kamu secepatnya, tentu saja atas seijin kamu putrinya, Silvia." Jawab Ridwan penuh percaya diri, menatap wajah Dona dan Silvia secara bergantian.


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️

__ADS_1


__ADS_2