MISS BILLIONAIRE (Aku bukan wanita Penghibur)

MISS BILLIONAIRE (Aku bukan wanita Penghibur)
Merestui


__ADS_3

"Damien!" Mika menyusul putranya keluar dari dalam kamar dengan sedikit tergesa-gesa.


"Aku kecewa sama Mommy," teriak Damien menggema di seisi ruangan.


Damien berjalan dengan langkah kaki yang yang dihentakan, merajuk layaknya anak kecil yang sedang minta dibelikan mainan. Wajahnya bahkan kecut dan masam, benar-benar kecewa dengan apa yang baru saja dikatakan oleh ibunya tersebut.


Cinta Monyet? Memangnya dia anak remaja yang baru mengenal cinta sehingga perasaannya dianggap sebagai cinta monyet? Damien benar-benar tersinggung dengan pernyataan ibunya itu. Bisa-bisanya sang ibu mengatakan cintanya buat gadis bernama Silvia hanya di anggap cinta monyet. Batin Damien bergejolak.


"Dengerin dulu Mommy, sayang. Mommy belum selesai bicara."


"Cukup, Mom. Aku malas ngomong sama Mommy," jawab Damien masih dengan nada suara tinggi.


"Astaga, Mommy gak bermaksud menganggap cinta kamu sama Via itu hanya cinta monyet. Mommy percaya kalau cinta kamu benar-benar tulus," ucap Mika yang juga menaikan nada suaranya.


"Bohong ...! Aku gak percaya sama Mommy. Aku benci Mommy."


"Sayang! Ya udah, kamu siapin tanggal yang cocok buat ngelamar dia."


Seketika Damien pun menghentikan langkah kakinya lalu memutar badan dan menatap wajah sang ibu.


"Mommy serius?" Damien bertanya merasa tidak percaya.


"Tentu saja. Makannya kamu dengerin dulu apa yang mau Mommy katakan ini."


Damien memeluk tubuh ibunya dengan perasaan senang.


"Makasih, Mom. Makasih karena Mommy mau restui hubungan kami,'' lirih Damien merasa terharu.


"Damien sayang. Maafkan Mommy karena telah bersikap egois sama kamu. Maafkan Mommy juga karena Mommy bicara kayak gitu tadi. Tadi pagi Mommy udah bicara dari hati ke hati sama Tante Dona, dan beliau menyadarkan Mommy kalau sikap Mommy ini salah."


"Tante Dona?"


Mika menganggukkan kepalanya seraya tersenyum kecil.


"Mommy ngomong apa aja sama beliau?"


"Gak penting Mommy ngomongin apa aja sama beliau, yang penting sekarang Mommy bakalan coba buat nerima Via menjadi calon menantu Mommy. Tapi--''"


"Tapi apa, Mom?"


"Kamu serius mau langsung lamar dia? Gak mau jalani aja dulu, pacaran dulu, senang-senang dulu gitu? Kalian 'kan belum lama pacaran?"


"Serius dong, Mom. Buat apa lama-lama pacaran kalau ujung-ujungnya putus juga? Buat apa pacaran sampai bertahun-tahun tapi ujung-ujungnya berpisah juga. Mendingan langsung dilamar, nikah, udah deh tinggal jalani aja rumah tangga yang bahagia," jelas Damien mencoba meyakinkan ibunya yang sepertinya masih meragukan ketulusan cintanya kepada Silvia.


"Hahaha ... Kamu pikir rumah tangga itu gampang? Kamu pikir rumah tangga itu selamanya berjalan bahagia seperti yang kita inginkan? Nggak kayak gitu, sayang. Kamu harus pikirkan baik-baik kalau kamu mau benar-benar melepas masa lajang dan menjadi seorang suami, kamu harus siap gak bisa hidup bebas lagi."


"Kamu harus mulai kerja untuk menghidupkan istri kamu, dan yang paling penting kamu gak bisa main ke sana-sini atau lirik-lirik gadis lain. Kamu siap kayak gitu? Menyudahi petualangan kamu sebagai seorang pemuda yang biasanya hidup bebas, kamu bakalan kehilangan kebebasan kamu dan harus bisa bersikap lebih dewasa karena akan ada seorang istri yang harus kamu bimbing. Kamu mengerti maksud Mommy?'' Jelas Mika panjang lebar.


"Iya, Mom. Aku ngerti, ngerti banget. Beneran ..." Jawab Damien tersenyum mengerti.


"Ya udah kita bicarakan ini sama Papi kamu nanti malam."


"Makasih, Mom. Makasih banget," lirih Damien benar-benar senang dan merasa terharu.


♥️♥️


"Silvia ... Bangun, sayang. Udah siang lho," pinta sang ibu duduk di tepi ranjang.

__ADS_1


Silvia pun hanya mengedip pelan tanpa bergerak sedikitpun.


"Via ... Di luar ada pacar kamu tuh.''


Seketika Silvia langsung membuka mata lebar-lebar dan menatap wajah sang ibu.


"Hah? Seriusan?" Tanya Silvia membulatkan bola matanya, rasa kantuk yang semula masih terasa berat seketika langsung hilang.


"Serius dong. Dia ada di kamarnya sekarang."


Silvia pun langsung bangkit lalu berdiri dan berlari kearah lift.


"Via, kamu gak mau mandi dulu? Kamu itu baru bangun lho." Teriak Dona menatap dengan tersenyum wajah putrinya yang terlihat begitu senang.


"Gak usah, nanti aja." Jawab Via langsung masuk ke dalam lift sesaat setelah lift itu tertutup.


Tut ....


Pintu lift pun seketika meluncur ke lantai dua dan dalam waktu beberapa detik saja, lift pun berhenti.


Tut ....


Lift pun kembali terbuka dan Silvia segera berlari masuk ke lantai dua dimana kekasihnya berada dengan tersenyum senang.


"Damien sayang," Silvia berteriak memanggil nama kekasihnya yang tidak terlihat dimanapun.


Sepi dan hening, kamar kekasihnya itu sama sekali tidak menunjukan tanda-tanda kehidupan. Apakah ibunya itu sengaja berbohong agar dirinya mau bangun?


"Ngeselin," gumamnya, berbalik dan hendak masuk kembali ke dalam lift.


Ceklek ....


"Damien ..." Lirih Via menatap sang kekasih yang saat ini sedang memainkan gitar tersebut dengan begitu khusuk disertai senyuman yang mengembang di kedua sisi bibirnya.


Tidak hanya itu saja, kamar kekasihnya itu di penuhi dengan balon yang memenuhi kamar dan berterbangan tersapu angin.


______________________


🎶Ku tuliskan kenangan tentang


Caraku menemukan dirimu


Tentang apa yang membuatku mudah


Berikan hatiku padamu


🎶Takkan habis sejuta lagu


Untuk menceritakan cantikmu


'kan teramat panjang puisi


'tuk menyurat'kan cinta ini


🎶Telah habis sudah cinta ini


Tak lagi tersisa untuk dunia

__ADS_1


Karena telah ku habiskan


Sisa cintaku hanya untukmu


🎶Aku pernah berpikir tentang


Hidupku tanpa ada dirimu


Dapatkah lebih indah dari


Yang ku jalani sampai kini


🎶Aku selalu bermimpi tentang


Indah hari tua bersamamu


Tetap cantik rambut panjang mu


Meskipun nanti tak hitam lagi


🎶Bila habis sudah waktu ini


Tak lagi berpijak pada dunia


Telah aku habiskan sisa hidupku


Hanya untukmu


🎶Dan telah habis sudah cinta ini


Tak lagi tersisa untuk dunia


Karena telah ku habiskan sisa cintaku


Hanya untukmu


Untukmu, hidup dan mati ku


🎶Bila musim berganti


Sampai waktu terhenti


Walau dunia membenci


Ku kan tetap di sini


_______________


Tanpa sadar, air mata Silvia pun seketika berjatuhan membasahi wajah cantiknya merasa tersentuh dengan kejutan yang baru saja dia terima. Dia pun menatap lekat wajah kekasihnya itu yang saat ini masih terdapat beberapa luka lebam namun, masih terlihat tampan.


Via dengan sedikit terisak menutup mulutnya mengunakan telapak tangan agar suara Isak-nya tidak terdengar. Hatinya benar-benar tersentuh dan terasa bergetar.


Apalagi, kini Damien meletakan gitar miliknya lalu berlutut dengan membawa kotak cincin berwarna merah lalu membukanya.


"Silvia ... Maukah kamu menemani hari-hari aku ke depan? Maukah kamu menjadi pelabuhan terakhir aku? Maukah kamu menikah denganku dan menjadi istri yang sempurna untuk ku, Silvia sayang?''


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2