MISS BILLIONAIRE (Aku bukan wanita Penghibur)

MISS BILLIONAIRE (Aku bukan wanita Penghibur)
Bidadari dari Masa Lalu


__ADS_3

Aldo seketika menepikan mobilnya di pinggir jalan. Dia pun menoleh menatap wajah Ririn dengan tatapan sayu seketika mengingat masa lalu.


"Aldo? Kenapa berhenti di sini?" Tanya Ririn mengerutkan kening.


"Suami kamu kemana? Seharusnya dia gak ninggalin kamu setelah dia ngerebut kamu dari aku, Rin?" Tanya Aldo geram.


Ririn terdiam menundukkan kepalanya.


"Kenapa kamu diam? Seharusnya kamu hidup bahagia sama suami kamu itu. Seharusnya kamu menjalani kehidupan sebagai istri dari pengusaha kaya raya. Bukankah dari dulu kamu memang punya cita-cita buat jadi Istri dari pengusaha kaya raya, banyak uang dan hidup bergelimang harta?"


Ririn masih diam seribu bahasa.


"Maaf, kalau aku jadi bahas masa lalu. Aku terbawa suasana. Eu ... Kamu tinggal dimana sekarang?" Tanya Aldo lagi merasa tidak enak sebenarnya.


"Gak apa-apa 'kan kalau kita mampir ke suatu tempat dulu sebentar?''


"Boleh, kamu mau kemana dulu?"


"Aku harus jemput putraku di tempat penitipan anak."


"Begitu? Boleh, kamu tinggal beri tau aja dimana tempatnya."


Ririn menganggukkan kepalanya tersenyum datar.


Mobil pun kembali dinyalakan dan melaju kencang memecah jalanan dengan langit yang mulai terlihat remang-remang, karena matahari mulai kembali ke peraduan.


Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih satu jam, akhirnya mereka pun sampai di tempat dimana Ririn menitipkan putranya. Wanita itu segera keluar dari dalam mobil dan langsung di sambut oleh putra semata wayangnya yang saat ini masih berusia 4 tahun.


Aldo hanya menatap dari dalam mobil saat Ririn terlihat berpelukan dengan putranya tersebut, ada rasa iba yang kini terselip di dalam lubuk hatinya yang paling dalam.


Seperti ini ternyata kehidupan yang dijalani oleh wanita yang sempat dia cintai dahulu? Semengenas'kan ini ternyata hari-hari yang dilalui oleh Ririn, wanita yang dahulu sempat mengisi hatinya namun, berakhir ditinggalkan karena dia lebih memilih menikahi laki-laki yang lebih dewasa dan matang namun, berakhir dicampakkan juga pada akhirnya.

__ADS_1


Aldo pun seketika membuyarkan lamunan saat Ririn kembali masuk ke dalam mobil dengan mengendong putranya.


"Ini siapa, Mom?" Tanya anak tersebut menatap wajah Aldo dengan seksama.


"O iya, kenalin dia Om Aldo, teman Mommy," jawab Ririn tersenyum ramah.


"Halo adik ganteng, kenalin nama Om, Om Aldo. Nama kamu siapa?'' Sapa Aldo tersenyum ramah mengulurkan tangannya untuk bersalaman.


"Halo juga Om Aldo, nama aku Aldi."


"Hah, Aldi?"


Ririn seketika tersenyum malu, dia memang sengaja memberi nama putranya dengan nama Aldi, agar dia bisa terus mengingat nama laki-laki yang dahulu sempat dia tinggalkan.


"Serius nama putra kamu Aldi?" Tanya Aldo menatap wajah Ririn dengan tatapan mata yang berbinar.


"Iya, emangnya kenapa?"


"Jadi ini Om Aldo yang sering Mommy ceritakan itu?" Tanya Aldi membuat wajah Ririn seketika memerah.


"Hus, Aldi? Mommy malu tau."


"Jadi selama ini, Mommy kamu sering ceritain Om Aldo?"


Aldi menganggukkan kepalanya seraya tersenyum.


"Ternyata benar kata Mommy, Om Aldo tampan. Lebih tampan dari yang ada di Poto." Jawab Aldi lagi dan seketika mulutnya langsung di tutup menggunakan telapak tangan ibunya.


"Ikh, sayang. Mulutnya ember deh. Udah, sekarang kita pulang ya, nanti kemalaman di jalan lho," pinta Ririn masih dengan wajah memerah.


"Hahaha ... Muka kamu merah, Rin.'' tawa Aldo terdengar nyaring lalu mulai kembali menyalakan mobil.

__ADS_1


❤️❤️


Jam 22.00 Aldo baru kembali ke rumahnya setelah dia mengantarkan Ririn bersama Aldi pulang. Hatinya pun terasa berbunga-bunga, bahkan rasa sakit akibat penolakan dari wanita bernama Silvia pun seolah menghilang kini.


Lusi dan Arman yang memang sudah menunggu kedatangan putranya pun seketika merasa senang saat Aldo sang putra mulai memasuki rumah dengan senyuman yang mengembang dari kedua sisi bibirnya.


"Kamu baru pulang?" Tanya Lusi menyambut kedatangan putranya.


"Apa kalian sengaja menunggu aku?"


"Ya iyalah, Mommy khawatir kamu macam-macam di luar. Kamu 'kan lagi patah hati,'' jawab Lusi berdiri tepat di depan Aldo.


"Gak mungkin dong, Mom. Malahan aku lagi seneng banget ini."


"Wah ... Seneng kenapa? Apa kamu habis ketemu sama bidadari dari khayangan? Berarti, kamu sudah benar-benar move on dari si Silvia itu dong?" Jawab Lusi tersenyum senang.


"Tebakan Mommy ada sebagian yang benar, ada sebagian yang salah juga." Jawab Aldo tersenyum lebar.


"Hmm ... Yang benar gimana dong?"


"Aku memang lagi berusaha move on. Tapi, gak semudah itu lho melupakan Silvia, aku tetap butuh waktu buat benar-benar melupakan dia. Kalau prihal bertemu bidadari, yap ... Aku baru aja ketemu bidadari tapi, bukan bidadari yang turun dari surga melainkan bidadari dari masa lalu." Jawab Aldo penuh percaya diri.


"Bidadari dari masa lalu? Maksud kamu?" Lusi mengerutkan kening tidak mengerti.


"Aku ketemu lagi sama wanita yang pernah aku cintai dulu. Apa Mommy masih ingat sama wanita bernama Ririn?"


Lusi termenung mencoba mengingat.


"Hmm ... Ririn ... Ririn ... Ririn ...? Maksudnya wanita sialan yang dulu ninggalin kamu demi menikah sama om-om kaya raya itu?" Tanya Lusi membulatkan bola matanya merasa terkejut.


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2