MISS BILLIONAIRE (Aku bukan wanita Penghibur)

MISS BILLIONAIRE (Aku bukan wanita Penghibur)
Pernikahan Mewah


__ADS_3

Satu bulan kemudian.


Akhirnya hari itu pun tiba, hari dimana Damien akan menikahi gadis bernama Sivia. Gadis yang mengaku dirinya sebagai Miss Billionaire setelah dia mendapatkan warisan yang tidak terhitung jumlahnya dari mendiang Richard sang ayah.


Pernikahan besar-besaran pun diadakan di hotel berbintang lima bahkan spesial mengundang artis ternama untuk menghibur para tamu undangan yang datang.


Silvia nampak sudah berbalut kebaya pengantin berwarna putih bersih, kebaya modern yang sangat indah dan tentu saja membuat Silvia benar-benar terlihat cantik bak putri raja, apalagi wajah cantiknya di poles Makeup ala pengantin membuat penampilannya benar-benar sempurna.


Saat ini Via nampak sedang duduk di kursi di dalam ruangan yang memang khusus di sediakan untuk mempelai sebelum acara ijab kabul di mulai. Gadis yang tahun ini genap berusia 22 tahun itu pun tidak menyangkan bahwa dirinya akan segera dipersunting oleh laki-laki bernama Damien yang merupakan pemuda baik dan tampan juga begitu dia cintai.


Ceklek ....


Pintu ruangan pun di buka. Dona masuk ke dalam ruangan tersebut dengan wajah ceria dan perasaan bahagia. Akan tetapi, di tengah senyuman lebarnya, mata seorang Dona tetap saja berkaca-kaca tidak kuasa menahan rasa haru karena akhirnya, Silvia sang putri akan segera menikah juga.


"Sayang, apa kamu siap? Sebentar lagi calon suami kamu akan segera datang. Mereka lagi di dalam perjalanan sekarang." Tanya Dona duduk tepat di samping putrinya.


"O ya? Tapi, kenapa Mommy sedih kayak gitu?"


"Hah? Siapa yang sedih? Nggak ko, Mommy justru senang banget ini. Sampai-sampai Mommy menangis kayak gini," jawab Dona mengusap wajahnya kasar, mencoba membersihkan buliran air mata yang membasahi wajah cantiknya.


"Mom ... Sebenarnya, aku juga gak nyangka kalau akhirnya aku akan segera menikah juga. Aku pikir, di dunia ini gak akan ada laki-laki yang bersedia menikahi aku. Aku benar-benar bahagia, Mom." Ucap Silvia dengan buliran air mata yang juga membasahi wajah cantiknya.


"Hey, pengantin gak boleh nangis lho. Nanti makeup kamu luntur tau."

__ADS_1


"Hahahaha ... Mommy bisa aja."


Keduanya pun saling berpelukan dan menangis sesenggukan di dalam pelukan masing-masing.


"Sudah, sayang. Jangan nangis lagi, nanti mata kamu bengkak lho. Mommy doain semoga kamu jadi istri yang baik, bahagia bersama suami kamu sampai kalian tua dan maut memisahkan." Lirih Dona mulai mengurai pelukan lalu mengusap lembut wajah putrinya.


"Iya, Mom. Aku juga berharap Mommy segera menikah sama Om Ridwan.''


Dona menganggukkan kepalanya seraya tersenyum senang.


Ceklek ....


Pintu ruangan pun kembali di buka. Ridwan yang namanya baru saja di sebutkan oleh Silvia masuk ke dalam ruangan.


"Suami aku udah datang? Eu ... Maksudnya calon suami aku. Hehehe ..." Tanya Sivia berdiri dengan perasaan gugup.


"Iya, sayang. Tapi ko muka kamu ko tegang gitu si? Santai aja, gak usah tegang kayak gitu."


"Siapa yang tegang? Nggak ko, biasa aja." Jawab Silvia berbohong. Nyatanya, dirinya memang merasa tegang dan salah tingkah juga.


"Bohong banget, Mommy tau kalau kamu tegang lho. Coba ikuti Mommy biar kamu gak tegang. Tarik napas panjang lalu hembuskan secara perlahan," pinta Dona dan langsung diikuti oleh putrinya.


Silvia nampak menarik napasnya panjang lalu menghembuskan'nya secara perlahan. Dia bahkan memejamkan matanya mencoba menetralkan hatinya agar tidak terlalu merasa tertekan.

__ADS_1


"Aku siap, Mom. Kita ke sana sekarang," lirih Via setelah perasaannya benar-benar tenang.


Mereka bertiga pun mulai berjalan keluar dari dalam ruangan dengan Silvia yang di apit di antara Dona dan juga Ridwan.


Suara alunan music degung mengiringi langkah kaki calon mempelai wanita yang berjalan dengan begitu anggunnya di iringi oleh beberapa penari lengser yang berlenggak-lenggok tidak jauh dari arah Silvia saat ini.


Damien yang menunggu di kursi khusus dengan ditemani oleh sang ayah tepat di sampingnya, begitupun dengan Mikaila Anastasia sang ibu yang duduk tepat di samping suaminya nampak memasang wajah tegang dan juga gugup sama seperti yang dirasakan oleh Silvia.


Damien nampak menatap wajah Silvia calon istrinya dengan perasaan haru, dia sama sekali menyangka bawah hari ini akan tiba. Hari dimana dia akan menikahi dan mengesahkan Miss Billionaire kesayangannya itu menjadi istrinya.


Silvia pun akhirnya sampai dan duduk tepat di samping Damein dan tersenyum seraya menoleh menatap wajah calon suaminya.


"Sayang, aku gugup," bisik Damien sedikit menoleh ke arah Silvia.


"Sama, aku juga gugup." Jawan Via yang juga berbisik dengan menutup mulutnya dengan telapak tangan.


"Saudara Damien, apakah anda siap untuk mengucapkan ijab qobul?'' tanya penghulu yang duduk tepat di depan Damien.


"Saya siap, pak Penghulu. Tolong nikahkan saya secepatnya dengan gadis bernama Silvia ini,'' jawab Damien mengundang gelak tawa dari semua yang hadir di sana.


"Baiklah, kita mulai saja acara intinya ya."


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️

__ADS_1


__ADS_2