MISS BILLIONAIRE (Aku bukan wanita Penghibur)

MISS BILLIONAIRE (Aku bukan wanita Penghibur)
Berkaca dari masa lalu


__ADS_3

Sebenarnya, Ririn sudah bisa menebak kalau Aldo akan meminta hal itu kepada dirinya karena memang ini bukan pertama kali mereka melakukan hal itu. Bisa di bilang, Aldo adalah laki-laki pertama yang meny*ntuh tubuhnya dahulu.


Aldo juga yang membobol segel kewanit*annya kala mereka masih berpacaran waktu itu. Ririn sama sekali tidak merasa keberatan jika harus melakukan hal itu lagi bersama Aldo karena memang sebagai seorang single mom, tentu saja dia pun mendambakan dan haus akan be*aian seorang laki-laki.


"Tapi rasanya gak akan seperti dulu lagi, Aldo. Karena aku sudah melahirkan seorang anak," jawab Ririn menatap wajah Aldo dengan tatapan sayu menahan rasa ga*rah sebenarnya.


"Tidak masalah, sayang. Aku janji akan segera menikahi kamu, sayang. Aku janji ..." Ucap Aldo tersenyum senang lalu segera mema*gsa tubuh Ririn, layaknya singa lapar yang sudah berhari-hari tidak makan.


Seolah mendapatkan sinyal dari wanita bernama Ririn itu. Aldo pun mulai melancarkan aksinya, aksi yang gagal dia lancarkan kepada Silvia karena keteguhan hati wanita itu dalam mempertahankan kehorma*annya bisa dia lakukan tanpa paksaan kepada Ririn.


Keduanya pun saling bergulat di atas ranjang, menyatukan jiwa dan juga tubuh mereka di satu peraduan, yang membawa jiwa keduanya melayang ke angkasa lepas dan tentu saja membuat hati keduanya benar-benar ikut menyatu dan melebur menjadi satu.


Ririn yang memang lebih berpengalaman karena dirinya seorang janda pun nampak lebih mendominasi permainan, membuat jiwa Aldo yang mendambakan di pua*kan pun benar-benar pasrah dan begitu meni*mati dengan setiap sentuhan wanita berusia 21 tahun itu.


Sampai akhirnya puncak itu pun mereka dapatkan secara bersamaan bersama peluh dan keringat yang membasahi tubuh keduanya kini.


"Akhhh ... Sayang, aku keluar rasanya nikmat benget," de*ah Ririn raganya terasa bergetar oleh rasa n*kmat yang mampu mencairkan kebekuan di dalam jiwanya selama ini.


"Iya, sayang. Aku juga sama ... Akh ..." Jawab Aldo yang juga menge*ang nik*at seraya membenamkan pusaka miliknya dalam-dalam hingga terasa menyentuh titik terdalam bagian terdalam raga Ririn dan rasanya sangat nikm*t.


Aldo pun terkulai lemas tepat di atas raga polos Ririn dengan pus*ka yang masih mena*cap di dalam sana benar-benar menyatukan jiwa mereka, dadanya pun nampak terlihat naik turun dengan tubuh yang benar-benar bergetar.

__ADS_1


Napas keduanya pun terdengar masih tersengal-sengal, senyuman tipis terlihat masih mengembang dari kedua sisi bibir sepasang manusia yang baru saja melakukan hubu*gan yang sebenarnya tidak boleh mereka lakukan.


Bruk ....


Aldo menjatuhkan tubuhnya tepat di samping raga Ririn, matanya menatap wajah wanita itu dengan tatapan puas karena akhirnya ha*rat yang selama ingin dia pendam dapat tersal*rkan.


"Makasih, sayang. Makasih karena kamu udah percaya sama aku." Ucap Aldo dengan dada yang masih terlihat naik turun menatap wajah Ririn.


"Aku tunggu janji kamu, awas aja kalau sampai aku mengingkari janji dan meninggalkan aku begitu saja." Jawab Ririn yang juga masih dengan napas yang tersengal-sengal.


"Tentu saja, aku gak akan pernah meninggalkan kamu. Aku akan segera bilang sama kedua orang tua aku untuk menikahi kamu, karena aku pun tidak ingin sampai kehilangan kamu lagi, sayang. Mmuach ..." Jawab Aldo mendaratkan cium*n mesra di kening Ririn.


Ririn pun hanya bisa tersenyum bahagia menatap wajah Aldo dengan tatapan penuh rasa cinta.


Setelah puas melepaskan g*irah di dalam jiwa mereka dengan kenik*atan yang sempura, keduanya pun memejamkan mata dengan raga yang masih saling berpelukan dan tentu saja masih sama-sama polos tanpa sehelai benangpun.


♥️♥️


Dua jam kemudian.


Pukul 18.00 seperti biasanya, Lusi baru saja pulang bekerja di kantor yang sama yaitu kantor milik Daniel. Karena posisinya di kantor itu sebagai Direktur membuat Lusi memutuskan untuk terus bekerja di sana entah sampai kapan dia pun tidak bisa memastikan.

__ADS_1


Dia pun masuk ke dalam rumah besar miliknya dengan tubuh yang terasa lelah sekali setelah seharian bekerja. Suasana rumah terasa begitu hening dan sepi padahal mobil putranya terparkir di garasi menandakan bahwa sang putra sedang berada di rumah sekarang.


"Aldo? Kamu dimana, Nak? Mommy sudah pulang!" Teriak Lusi berjalan mendekati kamar Aldo dan hendak menyapa putranya di dalam sana.


Ceklek ....


Pintu kamar sang putra yang memang tidak di kunci pun dia buka begitu saja karena seperti itulah biasanya, Lusi tidak pernah mengetuk pintu terlebih dahulu saat masuk ke dalam sana.


Setelah pintu benar-benar terbuka lebar. Pemandangan mengejutkan pun terpampang nyata di dalam kamar membuat Lusi seketika membulatkan bola matanya.


"Astaga ... Apa yang sedang dilakukan kedua orang gila ini?'' Gumam Lusi saat melihat sang putra sedang tertidur lelap bersama seorang wanita masih dalam keadaan polos tanpa sehelai benangpun.


Rasa kecewa pun menyelimuti hatinya kini, ingin rasanya dia menerobos masuk ke dalam kamar dan memukuli mereka berdua habis-habisan. Tapi, dia tidak melakukan hal itu berkaca kepada masa lalunya bersama sang suami yang juga melakukan hubungan seperti ini jauh sebelum mereka berdua menikah dahulu.


Pelan tapi pasti, dia pun kembali menutup pintu kamar secara hati-hati karena tidak ingin mengganggu putranya yang masih dalam keadaan tertidur lelap bersama seorang wanita.


"Astaga ... Kenapa jejak Mommy dan Daddy kamu ikuti sih? Seharusnya kamu nikahi dulu wanita itu baru kamu ti*uri dia. Memang benar kata pepatah, buah jatuh tidak akan jauh dari pohonnya,'' gumam Lusi menahan rasa kecewa karena Aldo sang putra mengingatkan kelakukan dirinya bersama sang suami dahulu.


"Lihat saja, Mommy bakalan kaw*nin kamu sama wanita itu, biar kamu tau gimana rasanya berumah tangga," gumamnya lagi mengusap wajahnya kasar lalu naik ke lantai dimana kamarnya berada.


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️

__ADS_1


__ADS_2