
—Mansion Wijaya
Sesampainya di mansion, mereka pergi ke kamar masing masing untuk mengistirahatkan tubuh krna mereka cukup lelah atas aktivitas hari ini.
Sebelum merebahkan diri, Bagas pergi membersihkan tubuh nya terlebih dahulu, selang 15 menit kemudian ia telah keluar dengan jubah tidur nya, lantas ia pun langsung merebahkan diri.
"Tatapan mata nya membuat hati ku berdesir, bahkan aku tak pernah merasa seperti ini sebelumnya, apa aku telah jatuh cinta padanya?" Gumam Bagas sembari menatap langit langit kamar nya.
"Namun apa dia mau menerima ku, sedangkan status ku saja duda beranak satu" gumam Bagas lagi.
Setelah lelah bergelut dengan pikiran nya, ia pun memutuskan untuk tidur dan mengarungi lautan mimpinya. Siapa tau ketemu neng Fira cihuyy😆
—Mansion Indrajaya
Sesaat setelah merebahkan diri, entah kenapa Fira jadi kepikiran dengan duda beranak satu itu, iya siapa lagi jika bukan Bagas, seorang billionaire tampan yang menjadi incaran para kaum hawa.
"Ishh ngapain sih gue mikirin Pak Bagas, tpi klo di lihat lihat dia ganteng juga sih" ucap Fira sambil senyum senyum sendiri.
"Idih Fira lo mikir apaan sii, mana mungkin Bagas suka sama lo, secara dia itu tampan pasti jdi incaran cewe cewe diluar sana lah" ucap Fira mencoba membuyarkan lamunanya.
"Bodo lah dari pada mikirin duda tampan itu mending pergi tidur buat ngadepin hari esok" ucap Fira sembari menarik selimut nya.
—Mansion Wijaya
__ADS_1
Mentari sudah menampakkan sinar nya, menembus kedalam kamar seorang lelaki yang masih setia bergulat dengan mimpi nya hingga suara teriakan dan gedoran pintu membangunkan nya.
"Daddy, buka pintunya Kia mau masuk" teriak seorang gadis kecil yaitu Azkia.
"Hoaamm.. Pagi pagi sudah ribut saja, untuk anakku jika tidak sudah aku paketkan dan aku kirim ke afrika sana" ucap Bagas mengomel sembari berjalan kearah pintu.
Ceklek...
"Daddy knpa balu bangun, cepat belsiap lalu kita salapan dan oh ya hali ini Kia ikut ke kantor daddy ya" mohon Azkia dengan puppy eyes nya.
"Hmm anak daddy knpa ingin ikut ke kantor? Biasa nya saja tidak mau" ucap Bagas sembari mengusap kepala sang anak.
"Kia ingin beltemu mommy daddy" ucap Azkia
"Jdi itu alasan nya hemm?" tanya Bagas dan hnya di balas anggukan oleh Azkia.
Setelah 30 menit bersiap, Bagas sudah terlihat rapi dengan setelan jas berwarna navy.
"Pagi mom, dad" sapa Bagas kepada kedua orang tua nya.
"Pagi sayang, ayo sini sarapan ada yng ingin mommy sampaikan juga" ucap Oma Hana dan segera mengambilkan sarapan untuk putra semata wayang ya.
"Nak mom lihat kamu tertarik ya dengan Fira" ucap Oma Hana tiba tiba, sontak membuat Bagas yang sedang makan menjadi tersedak.
__ADS_1
uhukk.. uhuk...
"Ihhh mom apaan sih aneh aneh aja" ucap Bagas menatap ke sembarang arah untuk menghindari tatapan sama ibu.
"Kau tak usah berbohong dengan mommy mu Gas, dia sangat tau watak mu" Kini Opa Bram ikut menimpali.
"Ya memang Dad, Mom. Saat bersama nya ntah knpa hati Bagas merasa tenang, aplgi saat dia berinteraksi dengan Azkia, sangat terlihat ketulusannya" ucap Bagas sembari melirik putri kecil nya.
"Perjuangkan lah nak, sudah saat nya kau membuka hati mu untuk wanita lain, lupakan wanita tak punya hati itu, Syafira jauh lebih baik dari nya, dan yng terpenting dia mau menerima Azkia dengan sepenuh hati, Mommy dan daddy akan selalu mendukung mu" ucap Oma Hana menasehati.
"Thanks Mom, Dad. Akan Bagas usahakan untuk mendapat nya, ya sudah Bagas dan Azkia berangkat dlu, kata nya dia ingin ikut dan bertemu mommy nya, Ayo sayang kita berangkat" ucap Bagas.
"Hati hati nak, dan semoga berhasil" ucap Oma Hana menyemangati.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Maafin author ya klo beberapa hari ini jarang up soalnya author lgi sibuk. Doain aja supaya kesibukan author cepet selesai supaya author bisa sering-sering up, dan maaf klo cerita nya pendek.
-Jangan lupa Like dan Comment ya para readers kesayangan author😙