Mommy Untuk Azkia

Mommy Untuk Azkia
BAB 33


__ADS_3

Seorang lelaki sedang duduk dengan gelisah, sangat terlihat sekali wajah penuh ke khawatiran nya, sudah satu jam ia menunggu sang kekasih namun tak kunjung datang, hingga terdengar getaran di ponsel nya yang membuat ke khawatiran nya semakin memuncak ketika mendengar apa yang dikatakan sang penelpon.


"Halo.." ucap Bagas, Ya lelaki itu adalah Bagas dan ia sedang menunggu Syafira namun hingga satu jam berlalu sang kekasih tetap tak kunjung datang.


"Halo boss, ada sesuatu yang terjadi dengan Nona Syafira, terlihat 4 pria berbadan kekar menghadang mobil nya dan membawa paksa Nona Syafira, maaf saya tidak bisa melawannya karna bisa saja itu akan semakin membahayakan nyawa Nona" Ucap Erik, orang suruhan Bagas.


"Apaaa.. Sekarang kau ada dimana" ucap Bagas penuh dengan amarah terlihat sekali dari wajah nya yang memerah padam.


"Saya sedang dalam perjalanan mengikuti mobil yang membawa Nona Syafira dan kebetulan sekali jalanan ini mengarah ke bangunan kosong dekat markas kita boss" ucap Erik.


"Baiklah, kita berkumpul di markas saja dan siapkan strategi untuk menyelamatkan Nona Muda" ucap Bagas dan langsung mematikan sambungan telepon nya.


"Ternyata kalian memang ingin bermain-main denganku, baiklah kita lihat siapa yang sudah berani mengusik milik Bagaskara Andreas Wijaya" gumam Bagas dan berlalu menuju markas nya.


***


Disebuah gudang kosong, terlihat Syafira duduk disebuah kursi dengan posisi tangan dan badan terikat, perlahan namun pasti mata indah itu mulai mengerjap dan yang dilihat nya pertama kali adalah suasana gelap dan barang-barang yang telah usang. Pikiran nya melayang ke kejadian yang membuatnya ada di situasi seperti ini, rasa takut pun kembali menyelimuti hati nya, akankah ia akan berakhir disini atau mungkin ada sebuah keajaiban. Disaat Syafira asyik bergelung dengan pikiran nya terdengar suara pintu terbuka hingga membuyarkan semua lamunannya.


Ceklekk..


Suara sepatu hells terdengar jelas menggema di dalam gudang kosong yng pengap itu, diiringi dentingan sepatu pantofel yang semakin menambah suasana mencekam.


Klak.


Seketika menyala sebuah lampu remang-remang yang membuat Syafira membelalakkan mata ketika melihat siapa orang yang berada dihadapan nya kali ini.


''Kaa-kalian" ucap Syafira menatap kedua orang yang berdiri dihadapannya, seorang wanita dengan sorot mata tajam dan seorang pria dengan tatapan sendu.


"Kenapa? Kau terkejut bukan, inilah balasan karna sudah berani mengabaikan peringatan seorang Ellena Adriani" ucap Ellena, memang kedua orang tadi ialah Ellena dan Nicky, ternyata ini yang dinamakan rencana oleh Ellena, menculik rival nya dalam bidang memenangkan hati seorang Bagas.


"Peringatan? Apa maksud mu Nona Ellena?" ucap Syafira tak mengerti. Peringatan? Peringatan apa memang nya, begitu lah pikirnya.


"Kau pikir siapa orang yang mengirimi mu pesan ancaman dan kau pikir siapa yang memerintahkan orang untuk memepet mobil mu" jelas Ellena.


"Jadi kau yang telah meneror ku dan kau Nick, kau juga terlibat dalam teror itu?" tanya Syafira kepada Nicky yang sejak tadi hanya diam tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.


"Tidak Fir, dalam hal itu aku tidak tahu apa-apa. Tolong percayalah padaku" ucap Nicky memohon dan mulai melangkah maju mendekati Syafira namun dengan cepat ditahan Ellena.


"Tuan Nicky, aku harap kau ingat dengan rencana awal kita" ucap Ellena melirk tajam kearah Nicky.

__ADS_1


"Rencana apa Nick? Apa yang sebenarnya kalian mau dariku" tanya Syafira yang semakin dibuat bingung oleh kedua orang di hadapannya ini. Namun Nicky tak kunjung menjawab hingga membuat Syafira semakin geram.


"Nicky jawab akuuu" bentak Syafira.


"Cukup Fir, semua ini aku lakukan agar kita bisa bersama, aku dan Ellena bekerja sama agar kami bisa kembali kepada pasangan kami masing-masing" jawab Nicky tak kalah membentak.


"Jadi itu rencana kalian, memakai cara kotor dan murahan seperti ini, Cihh sungguh menjijikkan" ucap Syafira, ntah dari mana keberanian itu datang yang ada di pikirannya hanyalah 'Jika aku takut maka mereka akan semakin giat menyakiti ku'.


Ellena yang geram dengan ucapan Syafira, langsung melayangkan tamparan keras ke pipi mulus Syafira hingga suara tamparan itu begitu menggema.


Plakk..


"Nona Ellena" teriak Nicky.


"Kau sudah berjanji tidak akan menyakiti nya bukan" lanjut Nicky.


"Kau memang bodoh Tuan Nicky, mangsa sudah di depan mata mengapa tak langsung menghabisi nya saja, tamparan itu hanya permulaan" jawab Ellena.


"Kau lihat Nick, siapa disini yang bersalah, kau bekerja sama dengan wanita berhati iblis ini, wanita yang lebih memilih karir nya dibanding anak nya sendiri, wanita yang menghalalkan segala cara agar dapat sampai ke tujuannya, ini yang kau jadikan kawan kerja sama. Aku ta menyangka kau bisa berubah sekejam ini Nick" ucap Syafira.


"Cukup gadis kampung, jaga ucapanmu, berani kau mengatai ku sekali lagi maka dengan mulus nya peluru ini akan menembus jantungmu" geram Ellena sembari menunjukkan pistol yang ada di tangan nya.


"Kalian berdua memang sama-sama bodoh, tapi jika itu yang kau inginkan Tuan Nicky maka dengan senang hati aku akan membunuh mu juga" ucap Ellena.


"Bermimpi lah Nona Ellena, sampai kapan pun itu tidak akan terjadi, kau telah salah dalam memilih musuh" sanggah Syafira.


"Haha.. Haha.. Apa yang kau harapkan hm? Berharap Bagas akan menyelamatkan mu, kau yang harus nya bermimpi gadis kampung" ucap Ellena.


"Baiklah seperti nya aku sudah tak ingin berlama-lama di gudang pengap ini, maka dari itu aku akan segera menghabisi kalian berdua" sambung Ellena sembari melirik kearah Syafira dan Nicky.


"Tenanglah Fir, aku tak akan membiarkan dia menyakiti mu" ucap Nicky.


"Terima kasih Nick, karena sudah berpindah haluan membantu ku" ucap Syafira tulus.


"Hentikan drama menjijikan kalian, lebih cepat lebih baik untuk kalian pergi dari dunia ini" ucap Ellena.


"Kau salah jika menganggapku lelaki lemah Nona" ucap Nicky sembari mengambil sebuah pistol dari balik saku jas nya.


''Kauuu, ternyata memang ingin bermain-main dengan ku" geram Ellena.

__ADS_1


"Turun kan pistol mu atau peluru ini yang akan menembus jantung mu" ucap Nicky. Syafira yang melihat perdebatan dua orang yang ada di hadapannya hanya bisa diam, sungguh ia merasa takut sekarang.


"Jangan harap Tuan Nicky" jawab Ellena.


Dorr..


Sepersekian detik Ellena menarik pelatuk nya dan peluru itu mengenai pundak Nicky.


"Shitt.. Aku kalah start" umpat Nicky.


"Jangan salahkan aku jika aku bertindak kejam padamu Nona" sambung Nicky.


Dorr..


Kini Nicky yang melayangkan peluru tepat mengenai kaki kanan Ellena.


"Cukup ku mohon hentikan, ini akan semakin menyakiti kalian" ucap Syafira ketika melihat dua orang didepannya ini baku tembak.


"Diam bodoh, ini semua karena mu maka terima lah pembalasan ku" ucap Ellena dan menodong kan pistol ke arah Syafira dan bersiap menarik pelatuknya.


Dorr..


Dorr...


Lagi dan Lagi dua kali tembakan itu kembali menggema di gudang kosong tersebut dan Fira hanya bisa memejamkan mata dan berpikir bahwa inilah akhir hidupnya.


.


.


.


.


Jangan Lupa Vote, Like dan Comment ya readers sayang.


Salam Sayang Dari Author


Yunita Dewi Puspita❤

__ADS_1


__ADS_2