Mommy Untuk Azkia

Mommy Untuk Azkia
BAB 42


__ADS_3

Sebuah mobil Fortuner berwarna putih memasuki pelataran Mansion Keluarga Wijaya. Di depan pintu utama pun sudah ada Oma Hana, Opa Bram dan tak ketinggalan si kecil menggemaskan Azkia. Begitu mobil telah berhenti sempurna, Bagas dan Syafira turun dengan senyum yang membingkai wajah mereka. Berjalan mendekati para orang tua.


Bruk!


Azkia berlari dan langsung menubruk Syafira disertai pelukan erat di kaki sang Mommy, maklum tinggi Azkia hanya sebatas paha Syafira.


"Sayang kenapa lari-lari hmm? Nanti jatuh loh" ucap Syafira lalu berjongkok menyamakan tinggi nya dengan anak sambungnya itu.


"Maaf Mommy, Kia senang sekali. Sekarang Kia sudah punya Mommy dan sekarang teman-teman Kia tidak akan mengejek Kia lagi" ucap Azkia. Mendengar penuturan Azkia, Syafira mengerutkan kening. Mengejek? Kenapa Azkia sering di ejek pikirnya.


"Memang teman-teman Kia mengejek apa hmm?" tanya Syafira.


"Mereka bilang Kia tidak punya Mommy, Kia hanya punya Daddy dan mereka bilang Mommy Kia pergi karna Mommy Kia tidak sayang dengan Kia" ucap Azkia sedih.


Mendengar penuturan sang anak, Bagas sangat merasa sedih. Dia kira selama ini anak nya baik-baik saja hidup tanpa sosok ibu tapi ternyata ada banyak luka yang di pendam oleh si kecil Azkia. Begitu pun Oma Hana dan Opa Bram, mereka tak menyangka jika sang cucu mendapat perlakuan seperti itu karena selama ini Azkia sama sekali tak pernah berkeluh kesah tentang apapun. Itulah yang membuat mereka mengira Azkia enjoy dengan hidupnya.


"Sudah ya, Kia sayang jangan sedih lagi ya. Kan sekarang ada Mommy Fira yang akan menemani Kia kemana pun dan jika perlu Mommy yang akan mengantar dan menjemput Kia di sekolah supaya teman-teman Kia tidak mengejek Kia lagi. Oke sayang" ucap Syafira sembari membelai lembut pipi putri nya.


"Terima kasih Mommy. Kia sayang sama Mommy" ucap Azkia dengan memeluk erat Syafira.


Semua orang yang melihat pemandangan itu menjadi terharu. Bagaimana mungkin, seorang ibu sambung dan anak sambung nya bisa akrab dengan waktu yang cukup singkat serta sangat terlihat cinta dan kasih sayang tulus yang Syafira berikan kepada Azkia.


"Sudah-sudah masa mau di luar terus. Masuk yuuk sayang, kita ngobrol di dalem" ucap Oma Hana menghampiri sang menantu.


"Baik Mom" ucap Syafira berjalan sembari menggendong Azkia dan meninggalkan Bagas.


"Mom.. Kok yang di suruh masuk Fira doang sih, Kok Bagas enggak" ucap Bagas ketika Mama nya itu hanya berbicara kepada istri nya.

__ADS_1


"Gak usah manja, biasanya juga masuk-masuk sendiri" ucap Oma Hana dan melanjutkan langkahnya.


"Cih! Sepertinya populasi anak kandung mulai tersingkirkan" ucap Bagas ketika sang Mama mulai berjalan menjauh.


***


Di sebuah cafe, seorang lelaki tampan sedang duduk menyendiri. Menikmati pemandangan orang berlalu lalang dari dinding kaca. Pikiran nya berkelana memikirkan nasib cinta nya yang bertepuk sebelah tangan. Melihat wanita yang dia cintai menikah dengan lelaki lain, sungguh seperti mimpi patah hati yang tiada tara. Walaupun dirinya sudah mencoba ikhlas namun tetap saja ada rasa tak rela dalam hatinya. Mengapa rasa itu harus hadir dalam pertemanan mereka? Jika akhirnya tak bisa saling bersama. Hingga suara seseorang membuyarkan lamunannya.


"Ngelamun terus, ntar kesambet loh" ucap Zaskia yang langsung duduk bersebrangan dengan Edwin.


Ya! Lelaki itu adalah Edwin Permana Putra. Sahabat sekaligus orang yang menaruh rasa terhadap Syafira.


"Kebiasaan deh lo Zas, ngagetin mulu" ucap Edwin kesal.


"Cih! Sensitif amat sih" balas Zaskia.


"Kenapa? Tumben sendirian. Biasa nya juga sama Reza and the genk" lanjut Zaskia.


"Roman-roman nya ada yang lagi galau nih" ucap Zaskia sembari menaik turunkan alisnya.


"Siapa? Gue? Yakali gue galau" ucap Edwin masih berusaha mengelak, lalu ia mengalihkan pandangan nya karena takut Zaskia mengetahui kebohongannya.


"Ed.. Kita kenal gak cuma setahun dua tahun. Kita udah kenal belasan tahun dan gue tau lo itu gimana. Lo suka kan sama Fira dan lo ngerasain sakit waktu liat dia nikah sama Bagas" ucap Zaskia membuat Edwin terkejut. Edwin mengira tak seorang pun yang mengetahui tentang perasaannya, tapi ternyata Zaskia juga mengetahuinya. Eitss jangan lupakan juga bahwa Bagas mengetahui tentang perasaan Edwin ke Fira ya.


Hening!


Edwin diam, ia tak bisa membalas perkataan Zaskia. Ingin mengelakkan pun yang dikatakan Zaskia memanglah suatu kebenaran. Dia mencintai Syafira dan dia pun merasa sakit saat melihat Syafira mengikat janji suci dengan Bagas.

__ADS_1


"Gak papa Ed, gue ngerti kok.. Rasa suka dan rasa cinta itu manusiawi, cuma tergantung kitanya aja yang mau menempatkan rasa itu kepada siapa" jelas Zaskia sembari menggenggam jemari Edwin.


"Iya Zas lo bener. Gue yang salah, gue yang udah ngelibatin perasaan dalam persahabatan kita" ucap Edwin sendu.


"Enggak Ed. Lo gak salah, kan gue udah bilang tergantung ke kita nya aja mau naruh rasa ke siapa. Lagian menurut gue wajar kok suka sama sahabat sendiri karena gak menutup kemungkinan akan tumbuh benih-benih cinta ketika seorang wanita dan seorang lelaki yang menjalin persahabatan" ucap Zaskia panjang lebar.


"Terus sekarang gue harus gimana Zas?" ucap Edwin.


"Saran gue, ikhlasin Syafira buat Bagas. Karena cinta tak harus memiliki. Cukup doa kan Syafira bahagia bersama suaminya itu udah lebih dari cukup. Dan coba buka hati lo buat cinta yang lain, jangan terus menutup hati ketika seseorang datang buat ngasih cintanya ke lo" jawab Zaskia.


"Tapi apa mungkin gue bisa, gue udah jatuh sedalam-dalamnya" ucap Edwin putus asa.


"Gak ada yang gak mungkin selagi lo mau berusaha. Lagian emang nya lo mau terus-terusan nyimpen perasaan sama bini orang. Mau di katain pebinor lo, perebut bini orang. Ayolah sekarang udah gak zaman nya lagi. Move On skuyy Move On" ucap Zaskia.


"Iya Zas, gue bakalan coba apa yang lo bilang. Thanks ya, lo emang sahabat yang paling ngertiin gue. Kalo gitu gue duluan ya, bentar lagi ada meeting soalnya" ucap Edwin sembari menepuk lembut pundak Zaskia dan setelahnya ia berlalu pergi meninggalkan Zaskia yang masih duduk mematung mendengarkan ucapannya.


"Sahabat? Apa hanya sebatas itu aku dimata dan hatimu. Bila aku boleh egois, aku ingin lebih dari itu Ed. Aku ingin menjadi orang yang menghapus rasamu terhadap Syafira dan menggantikannya dengan rasa cintaku. Sampai kapan aku harus seperti ini, menjadi orang yang selalu memberimu nasihat tanpa aku bisa menasehati diriku sendiri atau mungkin aku harus menyerah dengan semua ini, karena mencintai seseorang yang mencintai orang lain sungguh terasa menyakitkan" ucap batin Zaskia.


.


.


.


.


Jangan Lupa Vote, Like dan Comment ya readers sayang.

__ADS_1


Salam Sayang Dari Author


Yunita Dewi Puspita❤


__ADS_2