
Syafira sudah dipaksa bangun oleh Bagas.
Lebih tepatnya dipaksa bangun dan mandi.
Selama menikah, ini kali pertama Syafira benar-benar merasa malas mandi hingga membuat Bagas geleng-geleng kepala.
Selama Syafira mandi dan menunaikan shalat, Bagas segera menyelesaikan beberapa pekerjaan yang dapat ia selesaikan di ruang kerja nya.
Syafira sudah rapi dengan memakai rok plisket warna dusty dipadukan dengan kaos polos berwarna putih, ditambah sepatu kets yang menghiasi kakinya.
Rambutnya yang panjang ia buat curly di ujungnya, benar-benar terlihat seperti ABG.
Tiara melangkahkan kakinya turun dari kamarnya. Kini perutnya sudah mulai terasa lapar.
"Panteslah laper, udah jam setengah tiga dan belum makan dari pagi" batinnya saat melihat ke arah jam tangan yang melingkar dipergelangan tangannya.
"Bii ada makanan gak?" tanya Syafira pada Bi Ana yang tengah membersihkan beberapa peralatan masak.
"Masya Allah Nyonya. Nyonya kayak anak ABG kalo pake baju begitu. Cantik banget" puji Bi Ana takjub ketika melihat penampilan Syafira.
"Yahh si Bibi. Ditanya apa jawabnya apa" ucap Syafira terkekeh sembari membuka lemari yang nampak tersusun beberapa makanan disana.
"Ehh maaf Nyah.. Itu ada ayam balado, capcay seafood, sambal goreng tahu tempe, sama telur dadar Nyah" kata Bibi.
"Wah ini kayaknya enak nih" ucap Syafira sembari mengambil ayam balado dan capcay seafood dan meletakkan dipiringnya.
"Gak pakai nasi Nyah?" tanya Bibi.
"Engga ah Bii. Gini aja" sahut Syafira santai.
"Oiya Bi, Mas Bagas kemana ya? Aku sampe lupa kalo Mas Bagas udah pulang" sambungnya ketika ingat bahwa suaminya itu telah pulang.
"Tadi Bibi liat Tuan masuk ke ruang kerja Nyah" sahut Bibi membuat Syafira mengangguk.
Setelah menghabiskan satu potong ayam balado dan secentong capcay, Syafira membalikkan badannya guna menghampiri sang suami di ruang kerja.
"Bisa ya lupa sama suami" kata Bagas yang sudah berdiri di depan pintu dapur sembari memasukkan kedua tangannya kedalam saku celana.
Melihat sang suami yang sudah bersungut-sungut kesal, Syafira hanya bisa cengengesan begitupun Bibi.
"Maaf Mas. Kamu mau makan?" tanya Syafira polos.
__ADS_1
"Mau lah.. Aku juga perlu tenaga buat ngasih pelajaran ke isteri aku ini" ucap Bagas.
"Bii tolong siapin makanan ya" sambungnya pada Bibi lalu setelahnya pergi meninggalkan Syafira dan Bibi di dapur menuju ruang makan.
Syafira pun mengekor dibelakang Bagas sembari membawa segelas jus jeruk kesukaannya.
"Ngambek?" kata Syafira santai.
"Kata siapa aku ngambek?" kata Bagas sengaja membuat isterinya kesal. Namun siapa sangka, respon Syafira yang cuek dan asyik menikmati jus jeruk tanpa menghiraukan suaminya.
"Hemmm kamu tumben rapi, mau kemana?" tanya Bagas ketika menyadari penampilan sang isteri.
"Masa sih aku rapi? Aku gak mau kemana-mana kok, suami aku kan sibuk" ucap Syafira santai.
"Ini aku udah pulang sayang.. Mau ngebakso?" tanya Bagas.
Syafira menggelang.
"Pengennya seblak bukan bakso" sahutnya.
Ditengah-tengah perdebatan antara sepasang suami-istri itu, Bibi datang sembari membawa nasi dan lauk pauk.
Seperti biasa, Syafira selalu menyiapkan makanan di piring suaminya.
Usai makan, mereka bergegas bersantai di halaman belakang ditemani teh hijau yang sangat nikmat.
"Hueekkk" Syafira merasa perutnya mulai sejak beberapa menit yang lalu. Namun kali ini rasanya benar-benar sangat mual dan tak tertahankan.
Bagas kaget melihat Syafira yang berlari masuk kedalam menuju toilet.
Dan Bibi pun menyaksikan peristiwa itu.
"Tuan.." panggil Bibi ketika melihat Bagas berlari hendak menyusul Syafira.
"Ini air hangat, pasti Nyonya asam lambungnya naik karena dari pagi belum makan. Barusan gak makan nasi malah makan ayam balado" sambung Bibi sembari menyodorkan segelas air hangat pada Bagas.
Bagas mengangguk sembari meraih gelas ditangan Bibi.
"Makasih Bii" ucapnya lalu berjalan ke arah toilet dimana sang isteri berada.
Bagas menatap isterinya yang sudah pucat.
__ADS_1
Setelah Syafira minum, Bagas memapah isterinya menuju kamar.
"Mas lampunya matiin. Sekalian tirainya ditutup lagi" minta Syafira.
Mendengar permintaan sang isteri membuat dahi Bagas berkerut.
"Sayang lampunya emang udah mati, cuma lampu pojok aja yang nyala. Lagian kalo tirainya ditutup jadi gelap semua" sahut Bagas.
"Pokoknya matiin aja Mas. Aku pusing liat yang terang-terang" kata Syafira sembari memegang kepalanya hingga membuat Bagas menuruti kemauan sang isteri.
"Makan nasi ya sayang. Aku suapin" ucap Bagas sambil mengusap lembut kepala sang isteri yang dipenuhi keringat dingin.
"Hueeekkk" Syafira kembali berlari ke kamar mandi begitu mendengar suaminya mengucap kata nasi. Melihat sang isteri kembali memuntahkan isi perutnya membuat Bagas mengekor dan mengurut tengkuk isterinya.
"Aku panggilin dokter ya Yang. Aku gak tega liat kamu muntah-muntah begini" ucap Bagas prihatin.
"Gak usah Mas. Mau tidur aja tapi temenin ya" minta Syafira.
"Kamu seharian udah tidur loh Yang" ucap Bagas heran.
"Bodo ah! Aku pusing mau tidur pokoknya Mas" kata Syafira merajuk membuat Bagas mau tak mau menuruti keinginan isteri cantiknya itu.
Hari semakin sore. Langit yang awalnya berwarna biru cerah kini telah berganti dengan warna jingga yang sedikit memunculkan semburat merahnya.
Bersamaan dengan itu, Syafira juga semakin intens merasakan mual dan pusing.
Ada saja permintaan konyol yang ia minta pada suaminya itu. Mulai dari meminta Bagas menemani dia tidur, mengusap-usap rambutnya, hingga memeluknya.
"Ini dia kenapa sih. Kok manja kayak anak kecil begini" batin Bagas pusing mendengar ocehan isterinya yang meminta ia melakukan ini dan itu.
.
.
.
.
Tim readers pasti nebak nya Syafira lagi hamidun kan?? hehehe
Jangan Lupa Vote, Like, dan Comment ya readers sayang.
__ADS_1
Salam Sayang Dari Author
Yunita Dewi Puspita ❤️