Mommy Untuk Azkia

Mommy Untuk Azkia
BAB 65


__ADS_3

Siang telah berganti malam. Keadaan rumah pun telah kembali sepi karena para sahabat telah kembali ke rumah mereka masing-masing, tak terkecuali Alex.


Usai menyantap makan malam Bagas dan Syafira mengistirahatkan diri dikamar mereka, tak lupa pula mereka menemani Azkia hingga tertidur setelah dibacakan dongeng favoritnya.


"Sayang minum vitamin sama susunya dulu selagi anget." ucap Bagas mengingatkan ketika melihat Syafira hanya asyik memainkan ponsel.


"Iya bentar, lagi chatingan sama Zaskia nih Mas." sahut Syafira tanpa mengalihkan pandangannya dari benda pipih dalam genggamannya.


"Jangan diganggu sayang. Mereka lagi asyik pacaran." celetuk Bagas.


"Cieee yang gak bisa pacaran karena pengen punya anak lagi. Iri? bilang boss." ejek Syafira.


"Ssstttt!! Jangan resek deh Yang. Aku udah istighfar mulu nih." ucap Bagas dengan nyelenehnya.


Sontak ucapan Bagas membuat Syafira tertawa puas.


Namun sedetik kemudian ketika melihat wajah sinis suaminya membuat Syafira cepat-cepat menghentikan tawanya.


"Masssss,-" panggil Syafira.


"Hemmm."


"Mas Bagas." panggil Syafira lagi.


"Hemmm."


"Mas Bagas ihhhh." ucap Syafira kesal.


"Iya ada apa sayang?" sahut Bagas akhirnya sambil memasang wajah manis.


"Nah gitu dong, jangan cuma ham hem ham hem doang. Mau nyanyi emangnya." ucap Syafira kesal.


Astaghfirullah bumil sensi banget - batin Bagas.


"Iya sayang maaf ya." ucap Bagas dengan senyum sedikit dipaksakan.


"Mas tadi ngobrol apa aja sama Kak Alex?'' tanya Syafira.


"Biasalah Yang. Cuman ngomong masalah bisnis doang." jawab Bagas sedikit berbohong. Karena selain membahas pekerjaan, Alex juga meminta saran kepada Bagas mengenai hubungannya dengan Zaskia kedepannya.


"Beneran Mas cuman masalah bisnis doang?" tanya Syafira dengan mata menyipit.


"Iya sayang beneran. Yaudah ngapain jadi bahas Alex, Tidur!! Kamu tuh begadang terus kasian baby-nya." ucap Bagas.


''Ya mau gimana lagi Mas, gak bisa tidur. Kayaknya kalo rebahan terus matanya merem-merem langsung deh pusing dan mual gitu.'' ucap Syafira lirih.


''Mas tidur aja duluan gak papa. Aku mau nonton film dulu, siapa tau cepet ngantuk.'' sambung Syafira yang paham jika suaminya harus istirahat yang cukup agar besok terlihat lebih fresh ketika bekerja.


Mendengar ucapan Syafira, Bagas pun merebahkan tubuhnya disamping isterinya yang sedang duduk bersandar pada dipan tempat tidur. Ia memeluk pinggang isterinya, sementara Syafira mulai menonton film bergenre romance.


Pukul 01.20 Dini Hari...


Syafira mulai mengantuk, ia berhasil tidak memuntahkan makanannya walaupun ada rasa mual yang sesekali datang menghampiri.


Setelah mematikan televisi, Syafira hendak tertidur merebahkan tubuhnya. Namun, sebelum itu ia melepaskan pelukan sang suami agar dapat merubah posisinya, tapi ternyata hal itu malah membuat Bagas terbangun.


''Maaf Mas, kamu jadi kebangun.'' ucap Syafira merasa bersalah.

__ADS_1


''Iya gak papa, lagian aku juga mau ke kamar mandi.'' ucap Bagas sembari beranjak ke arah kamar mandi sedangkan Syafira mulai meringkuk memeluk guling.


Lima menit kemudian, Bagas kembali merebahkan tubuhnya disamping sang isteri setelah kembali dari kamar mandi.


Ke kanan, ke kiri Bagas membolak-balikkan tubuhnya. Ia merasa tak dapat kembali tidur.


''Sayangg...." panggil Bagas membangunkan Syafira.


"Apaaaaa?" sahut Syafira dengan mata terpejam.


"Aku laper, jadi gak bisa tidur lagi.'' ucap Bagas sembari terduduk hingga membuat Syafira membuka matanya sempurna.


''Tumben Mas. Yaudah mau makan apa?'' tanya Syafira lembut walaupun ia sudah sangat mengantuk.


"Hemmm makan apa ya sayang?" ucap Bagas berpikir sembari mengetuk-ngetukkan telunjuknya di dagu.


"Lah!! Yang mau makan kan kamu Mas, kok nanya aku sih." sahut Syafira.


"Gak nanya Yang, aku cuma mikir.'' elak Bagas.


"Yaudah iya iya, jadinya mau makan apa?" tanya Syafira lagi ketika sang suami lama berpikir.


"Hemmm kayaknya makan yang kenyal-kenyal lembut enak deh Yang.'' ucap Bagas antusias.


''HAHH?? Kenyal-kenyal apaan Mas? Jangan ngaco ih pengennya.'' ucap Syafira kaget sembari menaikkan selimutnya hingga sebatas leher.


''Bukan kenyal tipe punya kamu ihh sayang, kenyal tipe makanan." ucap Bagas dengan bibir mengerucut.


''Mas kamu ada-ada aja deh. Apaan coba makanan yang kenyal-kenyal? Aku ngantuk nih." ucap Syafira mulai kesal dengan permintaan nyeleneh sang suami.


''Astaghfirullah inget Mas, ini udah lewat tengah malam. Siapa yang mau nganter makanan kenyal-kenyal kesini? Kunti? atau kolor ijo?" ucap Syafira heran bercampur kesal.


''Ahhh sayang, aku beneran nih kepengen banget makan yang kenyal-kenyal.'' ucap Bagas frustasi.


''Tau ah Mas, cari sana dikulkas. Ada puding atau jelly kayaknya.'' ucap Syafira sebelum kembali memejamkan matanya mengarungi alam mimpi.


''Puding sama Jelly mah lembek bukan kenyal Yang." rengek Bagas.


''Ya ampun Mas, aku ngantuk berat nih. Kasian baby-nya loh.'' ucap Syafira lirih.


''Yaudah aku cari makanan dibawah aja.'' ucap Bagas dengan langkah gontai keluar dari kamar.


***


Bagas tengah sibuk mondar-mandir didapur guna mencari makanan kenyal-kenyal yang ia inginkan. Namun hasilnya nihil, ia sama sekali tak menemukannya hingga akhirnya ia mengantuk dan pergi ke ruang keluarga lalu merebahkan tubuh kekarnya di sofa.


***


Pagi-pagi sekali Oma Hana berkunjung kerumah Bagas dengan menenteng sebuah box berisi beberapa makanan bergizi untuk sang menantu. Namun ia cukup terkejut ketika mendapati Bagas masih nyenyak tertidur meringkuk di sofa ruang keluarga.


Jangan-jangan berantem sama Syafira nih - batin Oma Hana.


''Bagas bangun!!'' panggil Oma Hana sembari mengguncang pelan tubuh putranya.


Euhhhhh...


Hanya terdengar lenguhan kecil dari Bagas.

__ADS_1


''BAGAS BANGUNNNN!!!'' teriak Oma Hana hingga membuat Bagas terlonjak kaget.


''Astaghfirullah Mom, pagi-pagi udah sarapan toa masjid yaa? Kok suaranya kenceng banget.'' gerutu Bagas.


''Kurang ajar, beraninya sama orangtua!! Ngapain kamu disini?'' tanya Oma Hana sembari berkacak pinggang.


''Tidur lah Mom, kan ini rumah Bagas.'' sahut Bagas santai.


''Ya Mommy tau, maksud Mommy ngapain kamu tidur disini?'' ucap Oma Hana.


''Cari yang kenyal-kenyal Mom.'' ucap Bagas santai namun membuat Oma Hana membulatkan mata. Abel yang tadi ikut bersama Oma Hana pun sama terkejutnya.


''Apa Kak Bagas bilang? Wah wah wah, mulai gesrek nih otaknya.'' ucap Abel sambil geleng-geleng kepala.


''Bagas dengerin Mommy, kamu ngapain disini?'' tanya Oma Hana lagi karena merasa tak yakin dengan jawaban yang Bagas berikan.


''Mommy dengerin Bagas juga, Bagas lagi nyari yang kenyal-kenyal Mom.'' sahut Bagas sembari meregangkan otot-ototnya.


Sontak lagi dan lagi ucapan Bagas membuat mata Oma Hana membulat karena terkejut. Refleks Oma Hana meraih bantal sofa dan dilemparkannya kearah Bagas.


''Dasar suami gak waras ya kamu!! Isteri lagi hamil muda malah mau nyari kepuasan sendiri. Sadar!!! Baru juga beberapa hari puasa gak menjama tubuh isteri kamu sekarang mulai liar sama orang lain.'' ucap Oma Hana dengan wajah memerah.


Bagas yang merasakan pukulan dan ucapan Oma Hana begitu menusuk pun mulai mencoba menangkisnya.


''Mommy apaan sih!! Bagas itu lagi nyari makanan yang kenyal-kenyal. Bukan kenyal-kenyal yang nempel sama badan manusia. Kalo itu mah isteri Bagas juga punya.'' jelas Bagas kesal.


Hahahaha!!!


Sontak ucapan Bagas membuat Abel tertawa keras.


Sedangkan Oma Hana hanya mematung dan merasa malu atas tindakan dan ucapannya barusan.


''Heh bocah!! Ngapain ketawa-ketawa? Berisik bikin rusuh aja.'' ucap Bagas dengan mata melotot.


''Udah ya Mom. Mommy sekarang tolong buatin Bagas makanan yang kenyal-kenyal, apapun itu asal kenyal-kenyal. Bagas mau naik keatas dulu nemuin isteri tercinta Bagas.'' ucap Bagas lalu akhirnya melenggang pergi naik kearah tangga.


''Tante apaan makanan yang kenyal-kenyal?'' tanya Abel dengan sisa tawanya.


''Tau deh Bel. Tante juga pusing..'' ucap Oma Hana dengan memijat keningnya.


Mendengar keluhan Oma Hana, Abel hanya bisa kembali tertawa sembari menuju ke kamar Azkia.


Bisa-bisa ia ikutan stress jika ikut menghadapi Tante dan Kakak sepupunya yang selalu berbeda pemikiran dalam segala hal itu.


.


.


.


.


Jangan Lupa Vote, Like, dan Comment ya readers sayang.


Salam Sayang Dari Author


Yunita Dewi Puspita ❤️

__ADS_1


__ADS_2