
Hallo teman-temanš Kadang sedih kalo liat jumlah like dan comment dari kalian yang semakin hari semakin berkurang.
Aku mau tanya apa dari kalian ada yang mau ngasih saran buat novel ini supaya kedepan nya lebih baik lagi. Jadi kalo emang ada yang mau ngasih kritik atau saran tulis di kolom komentar ya supaya bisa jadi bahan pembelajaran juga buat aku.
Sekian, Terima Kasih.
Happy Reading..
***
Sudah seminggu sejak kejadian penculikan itu, kini tinggal menunggu hari pernikahan Syafira dan Bagas yang akan dilaksanakan besok, untuk proses ijab kabul akan dilaksanakan di mansion Syafira dan untuk acara resepsi akan dilaksanakan di salah satu hotel mewah milik Bagas. Dan sudah 3 hari ini Syafira dan Bagas menjalani proses pingit yakni calon pengantin di larang bertemu hingga hari pernikahan.
Seperti pagi ini, Oma Hana dibuat pusing oleh rengekan putra semata wayangnya, siapa lagi jika bukan si Duda Bagas.
"Momm, Bagas mohon.. Boleh ya Bagas ke mansion Syafira, Bagas kangen tau Momm, jangankan ketemu , mau nelpon aja handpone pake acara di sita segala, udah kaya zaman purba tau Mom" gerutu Bagas sembari mengikuti kemana pun sang ibu melangkah.
"Bagas udah deh stopp.. kuping Mommy ini panas rasa nya denger rengekan kamu dari tadi kaya anak kecil, ngalahin Azkia kalo lagi minta apa-apa" jawab Oma Hana kesal dan menjitak kepala anaknya.
Takk!
"Awww.. Kok Bagas dijitak sih Mom, Mommy mah gitu sana anak sendiri. Gak tau apa kalo anak nya ini udah kelewat kangen sama Syafira, bayangin dong Mom udah tiga hari kami gak ketemu, tiga hari loh Mom tiga hari" ucap Bagas sembari mengangkat tangan menunjukkan angka tiga.
"Kamu itu lebay banget sih, Azkia aja tahan kok gak ketemu calon Mommy nya, lah kamu yang udah tua begini gak sabaran banget" ucap Oma Hana kesal.
"Loh loh Mom, kok ngatain aku tua sih, Bagas ganteng tiada tara begini di katain tua" jawab Bagas narsis, hingga mengundang gelak tawa putri kecil nya yang sedari tadi hanya mendengarkan rengekan sang Ayah.
"Haha.. Daddy narsis banget sih, yang dibilang Oma bener tau, Daddy itu udah tua tapi lebay banget, Kia aja biasa aja tuh, kan besok juga ketemu sama Mommy jadi santuy aja lah" ucap Azkia santai hingga membuat sang Ayah menatap nya dengan heran, dari mana sang anak mengetahui kata-kata seperti itu. Refleks pandangan nya mengarah ke arah Abel yang sedang duduk bersama Azkia, menyadari sang Kakak sedang menatap ke arah nya, Abel buru-buru melihat ke arah lain karna ia yakin akan kena ceramah 7 hari 7 malam oleh saudara Mama Dedeh itu.
"Kia sayang itu beda lagi cerita nya, Kia sama Daddy beda dong, lagian Kia dapat bahasa santuy-santuy gitu dari mana hmm? siapa yang ngajarin?" tanya Bagas dengan tetap melirik ke arah Abel yang masih saja mengalihkan pandangannya.
"Dari Anty Abel, Kia sering denger Anty Abel telponan terus ngomong woles, selow, santuy, trus Anja.. Anjaa apa itu Anty? Kia lupa" tanya Azkia kepada Abel.
"Ann jamm nya kita sarapan Kia sayang. Yuk ikut Anty, kita ke meja makan" ucap Abel sembari menarik pelan tangan Azkia. Namun langkah Abel terhenti ketika Bagas tiba-tiba memiting kerah baju nya.
__ADS_1
"Kia sayang, kamu ke meja makan duluan aja ya sama Mbak Nina, Daddy mau ngomong bentar sama Anty" ucap Bagas.
"Oke Daddy" jawab Azkia sembari mengangkat hari jempol dan telunjuknya membentuk huruf O.
Abel hanya bisa menatap kepergian Azkia dengan tatapan nanar hingga kemudian ia mengalihkan pandangan nya ke arah sang Kakak yang sudah sudah memasang mode garang.
"Mampus, mampus dah gue. Kak Bagas kalo lagi marah ngalahin marah nya Kak Ros sama di kembar Upin & Ipin. Auto gak di kasih duit bulanan beneran nii kaya Upin & Ipin yang gak di kasih ayam goreng" ucap Abel dalam hati.
"Kenapa diem haa?" tanya Bagas sembari berkacak pinggang.
"Kamu racuni apa anak Kakak?" sambung Bagas.
Abel yang ditanya hanya bisa menjawab omelan Bagas dengan cengiran yang membuat Bagas makin kesal.
"Kamu itu ya kalo mau telponan itu liat situasi dulu, jangan asal telponan aja kalo sampe Kia denger kata-kata gak pantas gimana? Ribet banget sih punya Ade satu doang, udah berasa ngurusin orang sekampung" omel Bagas sembari berjalan mondar-mandir membelakangi Abel.
"Denger gak Bel apa yang Kakak omongin?" tanya Bagas lagi, beberapa detik ia menunggu namun tak kunjung ada sahutan hingga ia membalikkan badan nya namun tak mendapati sang Adik berdiri disitu. Mata nya pun mencari kemana sang Adik berada hingga pandangan nya terarah pada sosok yang sedang berdiri di bibir pintu dapur sembari tersenyum lebar dan melambaikan tangan nya seolah-olah sedang mengejek.
***
Yang sedang terjadi di mansion Syafira sungguh berbanding terbalik dengan keadaan di mansion sang kekasih, di mansion nya walaupun sedang banyak petugas Wedding Organizer yang mendekor namun keadaan nya masih terasa adem ayem, hanya terdengar suara dari ketua WO yang sedang mengarahkan karyawannya.
Sang pemilik mansion pun sedang bersantai di kamar nya bersama sang Kakek. Syafira dan Kakek Jack sedang bersantai di balkon kamar dengan posisi Syafira menyandarkan kepala nya dibahu sang Kakek.
"Kek.. Tidak terasa besok Nia akan menjadi istri orang sekaligus menjadi seorang Ibu. Apa Nia bisa menjalani hari-hari Nia nantinya dengan peran yang baru" tanya Syafira.
"Jangan khawatir, Kakek yakin kau pasti bisa. Karena Kakek tau cucu Kakek ini adalah orang yang cerdas sudah pasti kamu bisa Nia" jawab Kakek.
"Andai Mama dan Papa masih disini pasti Nia tidak akan sekhawatir ini, Nia bisa bertanya kepada Mama bagaimana cara menjadi istri dan ibu yang baik dan Nia bisa bermanja-manja dengan Papa disaat terakhir Nia menyandang status lajang" ucap Syafira sendu.
"Nia apa kamu lupa, kamu memiliki Kakek jika ingin bermanja-manja, dan kamu juga memiliki mertua yang sangat menyayangimu. So jangan merasa takut" ucap Kakek dan hanya di balas anggukan oleh Syafira.
"Apa kamu merindukan orangtua mu?" tanya Kakek.
__ADS_1
"Sangat Kek, Nia sangat rindu Mama dan Papa" ucap Syafira dengan mata berkaca-kaca.
"Baiklah cepat bersiap, kita akan ke makam Mama dan Papa mu sekalian meminta doa agar acara pernikahan mu besok berjalan lancar" ucap Kakek sembari mengelus kepala Syafira.
"Benarkah Kek?" tanya Syafira dengan mata berbinar dan hanya di balas anggukan serta senyuman oleh Kakek Jack.
***
Sekarang disinilah Fira dan Kakek Jack berada, disebuah pemakaman mewah dan elite. Perlahan mereka melangkahkan kaki ke arah makam bertipe Private, dari kejauhan mereka melihat seorang lelaki yang sedang berjongkok diantara dua makam yang memang Fira yakini makam Mama dan Papa nya.
Kakek dan Syafira tak saling menanyakan siapakah lelaki tersebut, yang mereka lakukan hanyalah melangkah mendekati makam.
"Siapa kau?" tanya Syafira ketika mereka telah sampai didepan makam Papa Alvaro dan Mama Angela.
Mendengar suara seorang wanita yang sedang berbicara kepada nya, sontak lelaki tersebuat membalikkan badan nya untuk melihat siapa kah wanita itu.
Degg..
Jantung lelaki itu seakan ingin melompat keluar begitu melihat seorang Kakek-Kakek yang berada disamping wanita yang tak lain adalah Syafira. Perlahan namun pasti mata lelaki itu langsung berubah berkaca-kaca hingga tak sadar satu bulir bening membasahi wajah tampannya.
.
.
.
.
Jangan Lupa Vote, Like dan Comment ya readers sayang.
Salam Sayang Dari Author
Yunita Dewi Puspitaā¤
__ADS_1