
Sinar rembulan telah hadir menyapa, suasana makan malam di mansion keluarga Wijaya begitu terasa berbeda. Makan malam yang biasa nya hanya diisi oleh suara dentingan sendok dan garpu kini berubah menjadi suara rengekan dan perdebatan antara Bagas dan Azkia. Bagas yang tak mau kalah pada Azkia dan Azkia yang tak mau berbagi pada sang Ayah.
"Ihhh Daddy jauh-jauh sana. Kia mau makan disuapin Mommy, Daddy jangan ganggu" ucap Azkia ketika Bagas malah bergelayut manja di lengan Syafira.
"Biarin dong, kan Daddy juga mau makan disuapin mommy. Emang Kia aja yang mau disuapin Mommy, Daddy kan juga pengen" ucap Bagas tak mau kalah.
"Ihh Daddy nyebelin banget sih" ucap Azkia sembari mengerucutkan bibir nya kesal.
Oma Hana dan Opa Bram yang melihat perdebatan antara anak dan cucunya hanya bisa menggelengkan kepala. Sudah lama suasana bahagia ini hilang sejak kegagalan Bagas dalam membina rumah tangga.
"Astaga Bagas. Apa kau tidak bisa mengalah dengan anakmu haa? Dari tadi suka sekali mengganggu Azkia" ucap Oma Hana.
"Kan kan.. Selalu saja Bagas yang salah. Kan Bagas pengen manja-manja juga sama istri Bagas Mom" ucap Bagas kesal.
"Tenang nak tenang. Manja-manjaan nya nanti aja di kamar" ucap Opa Bram menimpali. Mendengar ucapan Opa Bram, membuat pipi Syafira bersemu merah. Bagaimana bisa Papa mertua nya dapat bicara sefrontal itu.
"Wahh Daddy bener juga. Yaudah deh Bagas makan sendiri aja biar lebih cepat manja-manjaan nya" ucap Bagas segera memakan makanannya.
"Astaga ayah dan anak sama. Sama-sama mesum" ucap Oma Hana.
"Fira jangan di dengerin omongan Daddy kamu ya sayang. Dia kalo ngomong emang suka lupa sama umur" lanjut Oma Hana dan hanya di balas anggukan oleh Syafira.
__ADS_1
Kini mereka semua sudah berkumpul di ruang keluarga, dengan posisi Syafira menemani Azkia bermain di atas karpet bulu. Canda dan tawa terlihat jelas diwajah gadis kecil itu dan bagi siapa saja yang melihatnya tentu akan ikut merasa bahagia.
"Mommy lihat.." panggil Azkia sembari menunjukkan boneka barbie yang telah rusak tangannya.
"Loh boneka nya kenapa sayang, kok rusak?" tanya Syafira.
"Tangan nya patah Mom, dan ini boneka kesayangan Kia" ucap Azkia sedih.
"Nanti kita berbaiki ya sayang, kalau tidak nanti Mommy belikan yang persis seperti ini agar Kia tidak sedih lagi" ucap Syafira sembari membawa Azkia kedalam pangkuannya.
"Promise Mom?" ucap Azkia sembari mengangkat jari kelingking nya ke arah Syafira.
Disaat Syafira dan Azkia sedang asyik bermain, suara Bagas terpaksa menghentikan aktivitas mereka. Syafira berdiri dan duduk di samping suaminya.
"Sayang.. apa setelah ini kau akan kembali bekerja?" tanya Bagas hati-hati. Jujur saja, ia masih takut jika sang istri lebih mementingkan karir nya dibanding keluarga kecil mereka, seperti Ellena contohnya.
"Hmm mungkin untuk seminggu kedepan aku akan libur karena aku ingin menemani putri kita tapi setelah nya bisa saja aku kembali bekerja. Tapi mas tenang saja, aku datang ke perusahaan jika memang ada hal penting dan tidak bisa diwakilkan dan selebihnya akan aku pantau dari rumah. Mas jangan khawatir, keluarga kecil kita adalah prioritas ku" jawab Syafira sembari menggenggam jemari Bagas. Mendengar jawaban Syafira, membuat hati Bagas begitu lega begitupun Oma Hana dan Opa Bram. Mereka tidak salah dalam memilih menantu.
"Terima kasih sayang" ucap Bagas lalu membalas genggaman tangan Syafira.
"Terima kasih nak. Kamu sudah menyayangi anak dan cucu Mommy. Bahkan kau rela tak bekerja demi menemani Azkia" ucap Oma Hana.
__ADS_1
"Sudah kewajibanku Mom. Aku sudah menikah dengan Mas Bagas dan otomatis Azkia putri ku juga dan aku sangat menyayangi nya karena berkat dia lah Fira ada disini" ucap Syafira sembari melihat ke arah Azkia yang sedang asyik dengan mainan nya.
"Kamu memang yang terbaik nak. Berparas cantik dan berhati lembut, dan yang paling penting ketulusanmu begitu besar untuk keluarga ini" balas Oma Hana dan berjalan mendekati Syafira lalu memelukknya. Bukan pelukan antara Ibu mertua dan menantu melainkan pelukan seorang Ibu kepada Anak perempuannya.
Melihat sang Ibu yang begitu menyayangi istrinya membuat hati Bagas menghangat. Segala bentuk doa ia rapalkan untuk kebahagiaan keluarga kecilnya.
"Terima kasih ya Allah. Kau telah menghadirkan bidadari tak bersayap diantara kami. Mengembalikan semua kebahagiaan yang pernah hilang di keluarga ini. Memberikan kami beribu kasih sayang yang tak pernah tergantikan oleh siapapun. Dan yang paling penting terima kasih telah mengembalikan senyuman putri kecil ku dengan perantara bidadari yang sekarang telah menjadi istriku. Lindungilah keluarga kecil kami dari segala masalah yang akan menimbulkan perpecahan. Curahkan lah kasih sayangmu kepada keluarga kami. Sungguh kau mempunyai andil besar dalam kebahagiaan ini" ucap Batin Bagas.
.
.
.
.
Jangan Lupa Vote, Like dan Comment ya readers sayang.
Salam Sayang Dari Author
Yunita Dewi Puspita❤
__ADS_1