Mommy Untuk Azkia

Mommy Untuk Azkia
BAB 52


__ADS_3

“Inilah hidup sayang, ini mungkin hanya sebagian masalah kecil yang diberikan Allah kepada kita. Sedangkan nanti, didepan sana masih banyak cobaan yang menghadang. Maka kita harus saling percaya dan mempertahankan komunikasi yang ada, serta lebih banyak beribadah dan dekat kepada sang pencipta” sambung Bagas.


Syafira mengangguk sambil meneteskan air matanya..


Lagi dan lagi Bagas mengusapnya, lalu mencium kedua mata Syafira.


“Menangislah jika hanya didepanku. Biarkan orang lain tau kamu sebagai sosok wanita yang tegar agar tidak mudah ditindas. Jadikan bahu ku sebagai tempat bersandar ternyamanmu dalam kesedihan maupun kebahagiaan” ucap Bagas.


***


Tiga hari berlalu...


Kini kondisi Syafira sudah berangsur membaik dan ia pun sudah diperbolehkan pulang oleh Dokter dengan banyak wejangan serta beberapa oleh-oleh yang tentunya obat dan vitamin.


Mungkin untuk sementara waktu mereka akan tinggal di mansion keluarga Wijaya terlebih dahulu hingga kondisi Syafira kembali seperti sedia kala. Dan di mansion keluarga Wijaya pun mereka akan menempati kamar tamu, mengingat bahwa Syafira tak di perkenankan naik turun tangga selama satu bulan lamanya demi masa pemulihan.


Setibanya di mansion, Oma Hana telah menyiapkan makan siang yang sangat banyak dan menggugah selera tapi bergizi tentunya.


"Mulai sekarang harus banyak makan makanan yang bergizi ya sayang, gak usah takut gendut yang penting sehat" ucap Oma Hana sembari menuangkan nasi kedalam piring Syafira.


"Inget Mom berlebihan juga tidak baik" ucap Bagas protes.


"Mommy juga tau Gas, gak usah ngajarin Mommy begitu. Lagian Mommy begini karna Mommy sayang sama Fira" ucap Oma Hana kesal karena kritikan Bagas.

__ADS_1


"Iya deh iya terserah Mommy" sahut Bagas menyerah.


Syafira yang menyaksikan perdebatan antara mertua dan suaminya hanya bisa geleng-geleng kepala. Di kelilingi orang-orang yang sangat peduli padanya sungguh keberuntungan baginya bukan? Lantas nikmat mana lagi yang ingin ia dustakan.


Keadaan kembali tenang ketika masing-masing orang sudah asyik dengan makanan di piring mereka. Hingga deringan suara bel mengalihkan fokus mereka. Terlihat Bi Marina tergopoh-gopoh berlari ke arah pintu utama guna mengecek siapa yang bertamu di jam makan siang seperti ini.


Selang beberapa menit kemudian, terdengar samar-samar suara orang berbicara sembari melangkah ke arah ruang makan. Dan ahhh, Fira tau betul suara siapa itu.


"Selamat siang Om dan Tante" salam Zaskia ketika mereka telah sampai di meja makan. Benar bukan, itu suara para sahabat yang sangat-sangat Fira rindukan.


"Ah kalian rupanya.. Kebetulan sekali kalian datang, ayo makan siang bersama. Tadi Tante masak banyak karena Fira kan udah pulang dari rumah sakit" ucap Oma Hana pada para sahabat menantunya itu. Oma Hana sosok yang ramah dan penyayang, jadi tak heran jika ia selembut itu memperlakukan para sahabat Syafira. Karena baginya, siapapun yang memiliki hubungan baik dengan menantu nya maka sudah dapat di pastikan orang itu juga bagian dari keluarganya.


"Maaf merepotkan Tante.. Tujuan kami kesini hanya ingin menyambut kedatangan Syafira saja" ucap Edwin.


Ntah apa yang merasuki jiwa tuan muda keluarga Hendrawan itu, hingga ucapan dan tingkah lakunya bisa seabsurd tingkat dewa. Menerima tawaran makan siang tanpa ada sikap jaim sama sekali. Bahkan jika dia lapar sekalipun, ia bisa membeli sepuluh restoran bintang lima hanya untuk makan siang.


"Heh omongan lo bisa di rem kagak sih.. Laper sih laper Rez, tapi ya malu dikit dong" ucap Reyhan yang gemas dengan ucapan sahabatnya itu.


"Apasih Rey.. Maka nya lo dengerin gue ya.. Zaman sekarang kalo malu soal makanan gak ada gunanya. Bukannya kenyang lo malah bakal kena Malnutrisi. Emang lo mau kena Malnutrisi terus busung lapar gitu" sabut Rezky dengan lancarnya.


"Ya ogah lah.. Ya masa ganteng-ganteng kena busung lapar" ucap Reyhan hingga mengundang gelak tawa orang-orang yang ada di sana.


"Sudah-sudah ayo makan sini. Gak usah malu, anggap aja rumah sendiri" ucap Oma Hana menengahi perdebatan Rezky dan Reyhan.

__ADS_1


"Nah loh dengerin.. Buruan dah makan, anggap aja rumah sendiri" sahut Rezky lagi sembari menuang nasi kedalam piringnya.


Zaskia, Edwin, Reza dan Reyhan hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuan sahabat absurd nya itu. Sepertinya mereka salah telah membawa Rezky berkunjung di jam makan seperti ini. Karena Rezky ibarat kan iklan yang ada kutipan mengatakan bahwa semakin didepan, yang lain jauh lebih ketinggalan.


"Ampun-ampun dah kita punya sahabat modelan lo Rez. Iyasih lo gak malu, tapi kita orang yang malu" kurang lebih begitulah jeritan suara hati para sahabat Rezky. Ingat ya jeritan suara hati sahabat bukan jeritan suara hari isteri hhe.


.


.


.


.


Untuk para pembaca karya Mommy Untuk Azkia. Saya minta maaf yang sebesar-besarnya jika untuk saat-saat ini saya jarang update, dikarenakan saya sedang sibuk dengan beberapa ujian yang sedang di adain pihak sekolah. Terlebih author sudah kelas XII dan pastinya saat-saat seperti ini sedang pusing-pusingnya. Uji Kompetensi Keahlian tanpa ada praktek sebelumnya? mungkin para pembaca bisa membayangkan bagaimana pusing dan khawatirnya.


Jadi saya harap para pembaca tetap setia pada Karya Mommy Untuk Azkia. Serta saya mohon doanya agar saya dapat melewati ujian dengan baik.


Jangan Lupa Vote, Like dan Comment ya readers sayang.


Salam Sayang Dari Author


Yunita Dewi Puspita❤️

__ADS_1


__ADS_2