Mommy Untuk Azkia

Mommy Untuk Azkia
BAB 37


__ADS_3

Jantung lelaki itu seakan ingin melompat keluar begitu melihat seorang Kakek-Kakek yang berada disamping wanita yang tak lain adalah Syafira. Perlahan namun pasti mata lelaki itu langsung berubah berkaca-kaca hingga tak sadar satu bulir bening membasahi wajah tampannya.


"Kaa-Kakek" ucap lelaki itu terbata.


"Haa? Kakek?" ucap Syafira bingung sembari menatap ke arah Kakek dan Lelaki itu secara bergantian.


"Apa Kakek mengenalnya?" tanya Syafira. Mendengar sang lelaki memanggilnya Kakek, membuat Kakek Jack teringat pada sosok anak lelaki yang dulu di tolong oleh Alvaro dan Angela karena jika di lihat-lihat pun Kakek merasa yakin jika memang lelaki di depan nya ini adalah anak kecil itu.


"Alex? Apa benar kau Alex?" tanya Kakek Jack meyakinkan.


"Iya Kek, aku Alex. Anak kecil yang dulu ditolong oleh Papa Alva dan Mama Angel" ucap Alex. Iya lelaki itu tak lain tak bukan adalah Alex, atau nama lengkap nya Alexavir Wilbold, orang yang dulu ingin menghancurkan perusahaan Syafira atas perintah Nenek Lampir Ellena.


Mendengar nama orangtua nya disebut Mama dan Papa oleh pria bernama Alex ini membuat kening Fira semakin berkerut dan menatap sang Kakek seolah meminta penjelasan.


"Nanti Kakek jelaskan Nia, tujuan kita kemari kan ingin meminta doa restu kedua orang tuamu" ucap Kakek yang seolah mengerti arti dari tatapan sang cucu.


"Ayo Lex, kita sambung berdoa nya untuk Alvaro dan Angela" ajak Kakek pada Alex yang sejak tadi hanya diam mendengarkan pembicaraan Kakek dan Syafira.


Hening..


Itulah yang terjadi selama beberapa menit, seolah mereka sedang mengarungi dunia nya sendiri-sendiri hingga suara Kakek memecahkan semua konsen pikiran mereka.


"Alva.. Angela.. Apa kabar? Maaf Papa baru sempat mengunjungi kalian. Tapi Papa senang disaat Papa berkunjung, Papa membawa kabar yang akan membuat kalian merasa sangat bahagia tentunya. Anak kesayangan kalian, Anak kebanggan kalian datang kesini untuk meminta doa restu kalian, besok dia akan menyadang status baru menjadi seorang istri sekaligus seorang ibu. Dia akan menikah dengan anak dari sahabat kalian sendiri Bramana dan Hana, pasti kalian akan tenang menyerahkan anak kalian pada orang yang tepat" ucap Kakek sendu hingga terlihat sudut mata nya berair.


"Mama.. Papa.. Nia kesini ingin meminta doa restu dari Mama dan Papa, besok Nia akan menikah dengan Mas Bagas, dia sangat baik dan dia juga sangat menyayangi Nia. Tolong restui pernikahan Nia ya Ma, Pa dan doakan Nia agar Nia bisa menjalani biduk rumah tangga ini sampai mau memisahkan kami, seperti Mama dan Papa yang tidak akan terpisahkan" ucap Syafira berlinangan air mata.


Alex yang mendengar Syafira menyebut namanya Nia mengingatkan nya pada pada anak Papa Alva dan Mama Angel yang dulu baru berusia 2 bulan, ternyata sekarang bayi kecil itu sudah sebesar sekarang dan akan menikah. Sebuah senyuman kecil tersungging di wajah tampan nya, ia ikut merasa bahagia ketika orang yang sudah dia anggap adik nya itu akan segera menikah. Ohh heyy Alex, kalau kau bahagia lalu mengapa dulu kau ingin menghancurkan nya hanya karena permintaan konyol Ellena?


Setelah selesai berdoa di makan orangtua Syafira, mereka semua kembali ke mansion Syafira tak lupa juga Alex ikut atas perintah Kakek yang katanya ingin menjelaskan kepada Syafira.


"Kakek tolong jelaskan ada apa sebenarnya, dan siapa laki-laki ini?" tanya Syafira begitu mereka sudah sampai di mansion dan sedang berkumpul di ruang keluarga.


"Nia, kenalkan dia Alex, anak lelaki yang dulu di tolong oleh Papa mu, kamu mungkin tak tahu karena dulu usia mu masih 2 bulan" jelas Kakek.


"Iya Nia, Kakek benar. Dulu aku dan kedua orangtua ku terkena musibah, mobil yang kami tumpangi mengalami kecelakaan tunggal, namun sepertinya takdir baik masih memihakku. Disaat aku menangis kesakitan dan disaat itu pula kebetulan Papa Alva lewat dan beliau langsung menolong ku, aku memohon pada Papa Alva untuk menyelamatkan kedua orangtua ku, namun Allah berkehendak lain, Saat ambulance datang dan para medis mencoba memberikan pertolongan pertama kepada orangtua ku semua sudah terlambat, mereka mengatakan jika orangtua ku telah tiada, dan disaat itulah dunia ku hancur. Namun lagi dan lagi Papa Alva menjadi penyelamatku, beliau dengan ikhlas mengurus pemakaman Mama dan Papa ku serta dia merawatku hingga pihak keluarga ku datang dan menjemputku dan aku menetap di Rusia bersama Paman dan Bibiku. Aku masih ingat, seminggu disini aku selalu bermain bersama mu, dulu kau masih kecil, dan kata Mama Angel kau baru berusia dua bulan dan mulai saat itulah aku menganggapmu sebagai adikku" ucap Alex.

__ADS_1


Syafira masih diam mendengarkan cerita Alex, ia tak tau harus merespon Bagaimana.


"Sudah 1 tahun lama nya aku menetap disini, dan saat mengetahui kabar bahwa Papa Alva dan Mama Angel telah tiada aku juga turut sedih, mengapa Tuhan begitu cepat mengambil mereka" ucap Alex sembari menunduk.


Perlahan Fira berdiri dan berjalan ke arah dimana Alex Duduk, menepuk pelan pundak lelaki yang baru beberapa menit ia anggap sebagai Kakaknya sendiri.


"Mama dan Papa sudah bahagia disana Kak. Yang bisa kita lakukan adalah berdoa dan berusaha membuat mereka bangga" ucap Syafira.


"Iya, Nia benar Lex. Jangan terus-terusan sedih, ikhlaskan mereka dan lanjutkan hidup mu. Jangan terlalu larut dalam kesedihan. Dan agar kau tidak merasa sedih, anggaplah Nia sebagai adikmu karna dirinya adalah fotocopyan dari Mama dan Papa angkatmu" ucap Kakek.


"Iya Kek, dari dulu Alex juga sudah menganggap Nia sebagai Adik Alex" ucap Alex sembari mengusap lembut pucuk kepala Syafira.


"Wahhhh.. Sukaanyaa, sekarang Nia punya Kakak yeyyy" ucap Syafira berbinar membuat Kakek geleng-geleng kepala melihat tingkah Syafira yang seperti anak kecil.


"Lex kau harus sabar menghadapi nya, dia bisa bersikap dewasa dan bisa juga layak nya anak kecil, Kakek saja kadang dibuat pusing olehnya. Dan kalian mengobrol lah, Kakek mau ke kamar dulu" ucap Kakek dan berlalu pergi.


Sepeninggal Kakek, Fira dan Alex mulai berbicang-bincang santai, walaupun Fira baru mengenal Alex namun ia sudah merasa nyaman jika Alex jadi Kakak Angkat nya.


"Kakak berapa lama menetap disini?" tanya Syafira.


"Wahh.. Ternyata Kakak ku ini seorang CEO ya, ngomong-ngomong apa nama perusahaan Kakak?" tanya Syafira lagi.


"Wilbold Company Nia" jawab Alex.


"What! Wilbold Company? Perusahaan Provider yang sangat terkenal itu milik Kakak?" tanya Syafira lagi dan lagi, sungguh cerewet sekali gadis cantik ini.


"Iya Nia sayang, perusahaan itu milik Kakak. Kalau kamu sendiri bagaimana?" kini giliran Alex yang bertanya.


"Nia menjalankan perusahaan milik Papa Kak" jawab Syafira.


"Wah ternyata Adik Kakak ini wanita karir yang hebat ya, memang apa nama perusahaan Papa?" lagi dan lagi Alex bertanya, sepertinya ia sudah terjangkit penyakit cerewet nya Syafira ya hhe.


"Indrajaya Group Kak" jawab Syafira.


"Indrajaya Group?" tanya Alex memastikan.

__ADS_1


"Iya Kak, Indrajaya Group itu perusahaan peninggalan Papa" jawab Syafira lagi.


"Aaa-Apa namamu Syafira?" tanya Alex terbata.


"Iya Kak, namaku Syafira Tsania Indrajaya, dan orang-orang memanggilku Syafira" jelas Syafira.


Mendengar penjelasan Syafira membuat tubuh Alex membeku seketika, ia tak menyangka perusahaan yang hampir ia hancurkan ialah perusahaan milik orang yang telah menyelamatkannya yaitu Papa Alvaro. Alex merasa menjadi orang paling bodoh didunia ini, menuruti keinginan konyol Ellena tanpa menyelidiki latar belakang perusahaan yang hampir ia hancurkan.


"Kau bodoh Alex, hampir saja kau menghancurkan perusahaan milik orang yang telah menyelamatkan mu dari maut, dan kau lebih bodoh lagi karena telah menuruti keinginan konyol Ellena, wanita berhati iblis seperti dia" ucap batin Alex. Lah bukannya dulu Alex bucinnya Ellena ya, tapi kok tiba-tiba bilang keinginan Ellena ada keinginan yang konyol. Kira-kira apee nii yang bikin Alex sadar dan gak bucin lagi sama Ellena?


Melihat Alex yang melamun, Syafira merasa aneh.


"Hai Kak, apa ada yang salah?" ucap Syafira sembari menepuk pelan lengan Alex hingga membuat Alex terkejut.


"Ahh iya Fir, ada apa?" tanya Alex tak paham.


"Kenapa Kakak melamun? Apa ada yang salah dengan ucapanku?" tanya Fira lagi.


Mendengar pertanyaan Syafira, Alex dibuat bingung. Haruskah ia jujur bahwa ia yang telah membuat perusahaan Syafira dalam masalah atau ia harus menyimpan rapat masalah ini agar Syafira tak tau. Ia takut jika Syafira akan marah bila mengetahui dia lah penyebab masalah itu. Memikirkan hal ini membuat diri nya sedikit Frustasi antara jujur atau tetap diam dalam kebohongan.


.


.


.


.


Jangan Lupa Vote, Like dan Comment ya readers sayang.


Dan maaf kalo karya aku masih acak-acakkan atau terlihat monoton, mungkin aku belum layak disebut author kali ya, soalnya belum bisa jadi penulis profesional hhešŸ˜…


Salam Sayang Dari Author


Yunita Dewi Puspitaā¤

__ADS_1


__ADS_2