
Tidak semua orang yang kau lihat lemah selalu lemah, dan tidak semua orang yang kau lihat baik selalu baik. Akan ada saatnya kita harus mengesampingkan nurani kita demi menjaga apa yang telah kita genggam karena sebagian orang terkadang memanfaatkan kebaikan kita demi keuntungan pribadi semata.
~ Syafira Tsania Indrajaya.
***
Setelah sampai di Rumah Sakit, Syafira dan Bagas bergegas menuju ruang UGD, disana sudah ada dua pengawal yang tadi Bagas tugaskan untuk membawa Nicky. Tak berselang lama, seorang dokter paruh baya keluar dari ruangan tersebut.
"Bagaimana keadaan teman saya,Dok?" tanya Syafira.
"Tuan Nicky sudah melewati masa kritis nya Nona,Kami juga sudah berhasil mengeluarkan semua peluru yang bersarang di tubuh Tuan Nicky, mungkin nanti malam beliau baru akan sadar karena pengaruh obat serta Tuan Nicky juga akan di pindahkan ke ruang perawatan" jelas dokter yang bername tag Arya Kusuma.
"Terima kasih dok, berikan pelayanan yang terbaik untuk teman kami" ucap Bagas sembari bersalaman dengan dokter Arya.
"Sama-sama Tuan, sudah tugas kami, kalau begitu saya permisi ingin menyiapkan kamar perawatan untuk Tuan Nicky" ucap Dokter Arya dan berlalu Pergi.
Setelah mengurus semua prosedur pengobatan Nicky, Bagas mengantarkan Syafira pulang ke Mansion nya, Bagas sengaja tidak memberitahukan berita penculikan Fira kepada orang tua nya atau pun Kakek Jack karna sudah dapat dipastikan mereka akan khawatir habis-habisan kepada Syafira.
"Sayang lain kali hati-hati, dan jika ingin bepergian kabari aku biar aku antar, dan mulai sekarang aku bakalan siapin pengawal buat kamu biar kamu tetap aman sampai hari pernikahan kita" ucap Bagas panjang lebar.
"Uluh uluh cerewet nya pacar aku" canda Syafira sembari mencubit gemas pipi Bagas.
"Biasa aja ihh sayang, kenapa pake acara di kawal-kawal segala sih, berlebihan deh ahh" lanjut Syafira dengan mengerucutkan bibir nya sebal.
"No.. Tidak ada bantahan oke, aku gak mau ya kejadian kaya gini terulang lagi. Seandainya tadi aku gak tau kalo kamu di culik gimana coba" omel Bagas.
__ADS_1
"Iya ihh iyaa bawel. Ohh iya Mas, kamu kok bisa tau kalo aku di culik sih?" tanya Syafira bingung, karna pasal nya ia tak ingat menelpon sang kekasih saat mobil nya di hadang para pria berbadan kekar.
"Emang kamu lupa siapa pacar kamu ini, Gak ada yang gak bisa dilakuin oleh seorang Bagaskara Andreas Wijaya" jawab Bagas percaya diri.
"Cih! Sombong" Cibir Syafira.
Tak berselang lama sampailah mereka di mansion Syafira, di taman depan terlihat Kakek Jack sedang berbincang dengan Abel adik sepupu Bagas.
"Kakek" teriak Syafira.
"Ehhh cucu kesayangan Kakek sudah pulang, Bagaimana fitting gaun pengantin nya? Lancarkan?" tanya Kakek, sontak Syafira dan Bagas langsung beradu pandang.
"Hmm kami tidak jadi fitting gaun pengantin Kek, Pemilik butik yang menangani gaun Syafira tidak bisa datang karena ada urusan, mungkin besok kami baru bisa fitting gaun pengantin lagi" jawab Bagas, ia tidak ingin membuat Kakek Jack curiga, karna walaupun sudah tua tapi kemampuan berpikir Kakek Jack tidak bisa di ragukan lagi.
"Loh Kakak, kenapa pipi Kakak memar seperti ini? Seperti habis ditampar, Ehh Kak Bagas, Kakak tidak melakukan KDRT dengan Kakak Ipar ku kan?" tanya Abel ketika menyadari pipi Syafira memar mungkin karena tamparan Ellena yang cukup kuat tadi, sontak hal itu membuat Bagas menatap tajam ke arah Abel.
"Iya Bagas, kamu apakan cucu Kakek?" tanya Kakek Jack.
"Bukan Kek, ini bukan salah Mas Bagas. Tadi kami lagi jalan-jalan ke Mall, terus gak sengaja kita ketemu mantan nya Mas Bagas ehh tiba-tiba dia nampar Fira, mungkin efek cemburu kali ya mantan nya jalan sama cewe lain maklum lah Kek CLBK, Cinta Lama Belum Kelar" jawab Syafira sembari melirik ke arah Bagas, yang dilirik hanya mendelik kesal karena sama saja itu akan memojokkan Bagas.
Mendengar penjelasan Syafira, Kakek Jack hanya terkekeh kecil dan tidak terlalu mempermasalahkan karena baginya ini maklum masalah anak muda dan Kakek juga pernah merasakannya. Berbeda dengan Abel yang malah tertawa terbahak-bahak ketika mendengar penjelasan Syafira.
"Haha.. Haha.. Haha.. Kita sama Kak, pernah di labrak mantan nya Kak Bagas. Bahkan dulu mantan nya Kak Bagas ngira kalo Abel cuma jadiin Kak Bagas Sugar Daddy nya Abel, gila gak sih ya masa modelan begini dijadiin Sugar Daddy" ucap Abel sembari menunjukkan ke arah Bagas.
"Modelan apa ha? Modelan apa?" tanya Bagas sembari berkacak pinggang.
__ADS_1
"Modelan badut lampu merah hahaha" ejek Abel. Mendengar candaan Abel, Syafira dan Kakek hanya bisa tertawa sedangkan Bagas melayangkan tatapan tajam ke arah Abel.
"Ohh modelan badut lampu merah ya. Oke deh kalo gitu, tapi jangan harap dapet uang bulanan dari Kakak lagi ya" ancam Bagas.
"Biarin wleee.. Sekarang kan Abel udah punya Kakak Ipar yang bakalan belanjain Abel, iyakan Kak?" tanya Abel sembari bergelayut manja di lengan Syafira.
"Haha.. Iya Bel, kamu tenang aja ntar kita belanja bareng-bareng ngabisin uang Kakak mu" ucap Syafira melirik ke arah Bagas.
"Ihh sayang.. Kok kamu malah mihak di curut ini sih, bukannya mihak aku yang pacar kamu" Ucap Bagas dan mengerucut bibir nya sebal sembari menunjuk ke arah Abel.
"Biarin wleee.." ucap Syafira dan Abel bersamaan sembari menjulurkan lidah mengejek Bagas.
Kakek Jack yang melihat cucu nya tertawa merasakan kebahagiaan yang luar biasa, setelah kedua orangtua nya meninggal Kakek Jack sangat jarang sekali melihat canda tawa di wajah cantik Syafira, cucu kesayangannya. Walaupun Syafira tertawa didepan nya dan berkata baik-baik saja namun sebagai Kakek ia dapat merasakan bahwa sejujurnya sang cucu sedang dalam keadaan yang tidak baik-baik saja, ada banyak luka yang berusaha dia sembunyikan dari sang Kakek. Tapi sekarang Kakek Jack merasa tenang, karena Syafira sudah bertemu dengan pendamping hidup nya kelak dan Kakek Jack juga yakin bahwa Bagas orang yang tepat untuk Syafira.
.
.
.
.
Jangan Lupa Vote, Like dan Comment ya readers sayang.
Salam Sayang Dari Author
__ADS_1
Yunita Dewi Puspita❤