Mommy Untuk Azkia

Mommy Untuk Azkia
BAB 49


__ADS_3

Mendengar pertanyaan dokter, membuat Bagas dan kedua orang tuanya saling menatap..


“Pak, Bu.. Saya hanya Dokter Umum disini. Memang alangkah baiknya jika Ibu Syafira ditangani oleh Dokter kandungan. Karena saat ini semua Dokter SpOG sudah selesai praktek, maka saya akan memberi penjelasan sesuai yang saya tau” ucap Dokter tersebut.


“Terima kasih Dok. Jadi bagaimana keadaan istri saya sebenarnya? Apa dia hamil sampai harus ke dokter kandungan” ucap Bagas.


Mendengar ucapan Bagas, Dokter paruh baya itu pun tersenyum..


“Saya sudah melakukan tindakan USG pada pasien dan saya menemukan gumpalan pada rahimnya. Serta isteri Bapak memanglah mengalami pendarahan, tapi saya tidak tau itu janin atau memang hanya gumpalan darah yang luntur sehingga dapat terjadi pendarahan. Saya juga sudah melakukan test laboratorium terhadap gumpalan tersebut, namun hasilnya akan keluar 3 jam dari sekarang. Paling tidak akan kami bacakan besok bersama Dokter kandungan” jelas Dokter tersebut panjang lebar.


“Maka dari itu saya bertanya, apakah isteri Bapak pernah mengalami kecelakaan atau benturan keras pada bagian perut? Karena jika itu janin, tentunya pendarahan yang dialami Bu Syafira tidak akan sehebat ini. Tapi Bapak dan Ibu tenang saja, kami sudah menangani pendarahan tersebut sesuai dengan petunjuk Dokter yang kami hubungi ” sambungnya.


“Tapi Dok, apa ini akan berpengaruh dengan keadaan rahim anak saya? tanya Oma Hana.


Lagi dan lagi Dokter paruh baya itu tersenyum.


“Insya Allah tidak Bu. Tapi untuk lebih jelasnya alangkah baiknya kita dengarkan langsung penjelasan dari dokter spesialis. Saya sarankan juga agar pasien bedrest ya Pak, Bu. Jangan terlalu dibebani dengan banyak pikiran atau kegiatan” ucap Dokter tersebut.


“Baik Dok terima kasih, bisa saya lihat istri saya Dok?” tanya Bagas.


“Boleh Pak. Sebentar lagi istri bapak akan kami pindahkan ke ruang perawatan” ucap Dokter.


“Baik Dok. Sekali lagi terima kasih” ucap Bagas.


“Sama-sama Pak. Sudah menjadi kewajiban kami” ucap Dokter tersebut sambil tersenyum.


***


Satu jam kemudian


Perlahan Syafira membuka matanya, pandangannya menangkap sosok suaminya yang duduk sambil merebahkan kepalanya disamping tangan Syafira.

__ADS_1


“Masss” panggil Syafira lirih sembari mengusap lembut kepala sang suami.


“Ehh iya sayang..” sahut Bagas kaget ketika merasakan sebuah usapan dikepalanya.


“Haus Mas” ucap Syafira tersenyum. Dengan sigap Bagas mengambil minum disebuah gelas dan mengarahkannya ke bibir Syafira.


“Habis lari berapa putaran sih sayang?” ledek Bagas ketika Syafira menghabiskan segelas air.


“Hehehe.. Makasih Mas” ucap Syafira sembari terkekeh kecil.


“Masih sakit Yang?” tanya Bagas dengan mengusap lembut rambut sang isteri.


Syafira mengangguk.


“Sedikit Mas. Aku sebenernya sakit apa Mas?” tanya Syafira.


“Hasilnya keluar besok dan kita juga baru bisa denger penjelasan Dokter nanti setelah hasilnya keluar. Jadi kamu yang sabar ya, dan aku minta sama kamu apapun hasilnya kita harus lapang dada menerimanya ya” ucap Bagas lembut, namun ucapan nya malah membuat Syafira mengerutkan kening.. Ada apa sebenarnya? Begitulah pikirnya.


Syafira menggeleng.


“Dulu sih enggak Mas, cuma pegel-pegel biasa aja. Tapi kayaknya empat bulan terakhir ini hampir selalu nyeri kalo haid. Tapi puncak sakitnya ya kali ini Mas” ucap Syafira mengingat-ingat.


“Astagfirullah.. Empat bulan terakhir? Tandanya setelah dia mengalami kecelakaan itu. Ya Allah betapa berdosa nya aku telah membuat isteriku mengalami ini semua. Tolong sehatkan isteriku Ya Allah” batin Bagas.


“Masss..” panggil Syafira.


“Mas Bagass” panggil Syafira lagi ketika sang suami tetap diam dalam lamunannya.


“Iya sayang.. Kenapa? Ada yang sakit?” tanya Bagas bertubi karena kaget.


“Gak papa Mas. Kamu kenapa kok ngelamun? Dokter bilang apa emangnya?” tanya Syafira lagi.

__ADS_1


“Kami juga belum dapat kejelasan sayang. Besok Dokter spesialis yang akan memberikan hasil lab sekaligus menjelaskan” ucap Bagas.


Syafira mengangguk. Menjernihkan pikiran dan membuang semua pikiran buruk dalam benaknya.


"Oiya Mas.. Kalo kamu disini, Kia dirumah sama siapa? Sama Bibi?" tanya Syafira.


"Kia malam ini tidur di rumah Mommy dulu sayang, tadi juga Mommy sama Daddy kesini kok. Gak lama mereka pulang ehh kamu sadar" ucap Bagas.


"Maafin aku ya Mas. Aku pasti bikin kalian khawatir" ucap Syafira dengan raut wajah sendu.


"Udah, gakpapa kok Yang. Kami kan sayang sama kamu, ya otomatis kalo kamu kenapa-napa kami pasti khawatir dong" ucap Bagas sembari mungusap lembut rambut sang isteri.


"Kamu mau apa? Mau makan gak?" tanya Bagas.


"Engga Mas. Aku mau tidur aja tapi sambil peluk ya" ucap Syafira.


"Uhh manja nya isteri aku. Yaudah sini aku peluk" ucap Bagas sembari naik ke atas bed pasien yang lumayan besar.


.


.


.


.


Jangan Lupa Vote, Like dan Comment ya readers sayang.


Salam Sayang Dari Author


Yunita Dewi Puspita❤

__ADS_1


__ADS_2