Mommy Untuk Azkia

Mommy Untuk Azkia
BAB 68


__ADS_3

Terlepas dari kejadian bertemu dengan Rezky dan Abel, Bagas tidak ingin mencampuri lebih dalam urusan antara sahabat dan adik sepupunya. Yang jelas ia sudah melayangkan peringatan pada Rezky untuk tak bermacam-macam pada adik sepupunya itu.


***


Hari demi hari berganti...


Tak terasa kini usia kandungan Syafira sudah memasuki bulah ketiga. Perutnya pun sudah mulai menonjol meski belum terlalu besar.


Pagi hari dirumah milik Bagas..


''Sayang, kok aku pengen makan Gulai ikan patin ya.'' ucap Bagas sembari mengenakan kemejanya.


''Kenapa gak bilang dari semalam Mas? kan aku bisa minta Bibi buat beliin ikan patin di supermarket atau di pasar.'' ucap Syafira sambil menyisir rambut panjangnya.


''Baru kepengen Yang.'' ucap Bagas sembari membayangkan Gulai ikan patin yang dimakan dengan nasi hangat ditambah tempe kecap dan kerupuk rambak kesukaannya.


''Terus sekarang mau beli aja atau gimana?'' tanya Syafira sembari memasangkan dasi sang suami.


''Kalo beli, tapi beli dimana ya yang enak..'' ucap Bagas membayangkan.


''Didepan perusahaan aku ada rumah makan yang jualan Gulai ikan patin sih Mas, enak juga rasanya.'' ucap Syafira.


''Yaudah kalo gitu kita sarapan kesana aja yuk Yang.'' ucap Bagas bersemangat.


''Tapi bukanya jam 10 Mas hehe.'' ucap Syafira terkekeh, sontak semangat Bagas sirna seketika.


''Yah kirain sekarang udah buka Yang.'' ucap Bagas lesu.


''Kalo salad buah ada gak Yang?'' tanya Bagas.


''Buah-buahan nya ada kok Mas, aku buatin bentar ya.'' jawab Syafira dan dibalas senyuman gembira oleh Bagas.


''Sayang, kalo bisa buahnya di mix ya. Yang manis sama yang asem, tapi lebih dominan asemnya aja.'' ucap Bagas panjang lebar.


''Iya-iya Mas, bawel banget ihh.'' ucap Syafira membuat Bagas tersenyum sembari menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


Jadi gini ya rasanya ngelayanin orang ngidam. Aku yang hamil tapi dia yang ngidam pengen ini itu. - batin Syafira.


Sesampainya didapur, Syafira bergegas mencari beberapa buah yang sekiranya dapat dibuat salad buah sesuai request sang suami. Tak hanya sendiri, ia juga dibantu Bibi yang untungnya telah menyelesaikan tugas memasak sarapan.


''Nyonya.. Itu jeruk, belimbing sama kiwinya asem gak papa emangnya? Atau mau diganti supaya apelnya dibanyakin?'' tanya Bibi sembari mengaduk mayonaise dan susu kental manis.


''Gak papa kok Bii, ini emang Mas Bagas yang minta. Emang keliatan aneh sih kalo salad buah pake buah yang asem semua.'' ucap Syafira.


''Wah ini namanya Tuan lagi ngidam Nyah.'' celetuk Bibi.

__ADS_1


''Iya Bii, ceritanya kaya bagi tugas aja. Aku cuma pusing mual dan dia bagian ngidam.'' ucap Syafira asal hingga mengundang gelak tawa keduanya.


Syafira telah selesai membuat salad buah, bertepatan dengan Bagas yang sudah siap dimeja makan bersama Azkia, Oma Hana, dan Abel. Karena Oma Hana memutuskan untuk menginap di rumah Bagas selama Opa Bram berada di luar negeri.


Dengan lahap bak orang kelaparan, Bagas menghabiskan satu mangkuk ukuran medium salad buah yang dominan buah jeruk, kiwi, dan belimbing.


''Nikmat ya Gas ngidam begitu.'' ledek Oma Hana.


''Hah?? Apa iya aku ngidam Mom?'' tanya Bagas heran.


''Lah ini anak dari kemarin gak nyadar ya kalo ngidam. Coba liat deh, itu isteri kamu udah membaik pusing mualnya, nafsu makannya juga normal, nah sekarang malah kamu yang pengen aneh-aneh. Tapi tenang aja, banyak kok suami yang ngidam tapi isterinya yang hamil.'' ucap Oma Hana menjelaskan.


Bagas pun hanya menyimak saja tanpa berkomentar, karena memang mereka tengah berada dimeja makan guna menyantap sarapan pagi.


***


Di perusahaan Andreas Group siang hari...


Syafira datang ke kantor suaminya. Ia sengaja membawakan satu porsi Gulai ikan patin buatannya sesuai keinginan sang suami.


Syafira menggunakan rok dengan model circular berwarna abu-abu dipadukan dengan atasan berwarna putih, tentu ia menggunakan flatshoes agar aman dan nyaman. Dan ditangannya pun terdapat 2 lunch box yang memang sengaja akan ia berikan pada sekertaris suaminya.


Gilaaa!! Itu isteri bos cantik banget..


Itulah beberapa cibiran karyawan yang tengah memandang kagum ke arah Syafira. Namun, Syafira hanya tersenyum geli mendengar penuturan para karyawan tersebut.


Perawatan apaan?? Boro-boro perawatan, maskeran sendiri aja kadang males.- kata Syafira terkekeh.


''Siang Buuu.'' sapa Sinta, sekertaris Bagas ketika Syafira berjalan melewati mejanya.


''Siang.. Pak Bagas ada?'' tanya Syafira.


''Ada Bu, silahkan.'' ucap Sinta sopan. Jika dilihat-lihat, Sinta adalah sosok wanita yang sopan. Tidak ada tingkahnya yang aneh-aneh seperti kebanyakan para sekertaris wanita di dunia pernovelan yang kerjaannya suka menggoda atasan atau bahkan berpakaian kurang bahan.


''Baiklah, makasih Sinta. Ini ada makan siang, tadi saya masaknya kebanyakan. Daripada mubazir, tolong dimakan ya.'' ucap Syafira tersenyum sembari menyodorkan lunch box berwarna biru.


''Ya ampun makasih Bu, pasti saya makan kok.'' ucap Sinta dengan wajah berbinar. Kapan lagi bisa makan masakan isterinya boss, begitulah pikirnya.


''Yaudah saya masuk dulu ya.'' pamit Syafira.


''Iya Bu, silahkan.'' sahut Sinta ramah.


Pak Bagas benar-benar beruntung mendapatkan isteri seperti Bu Syafira. Sudah cantik, baik, tajir melintir lagi. Gak kebayang gimana perfectnya anak mereka nanti, bisa-bisa mirip Han Seo-Joon.- batin Sinta sembari memperhatikan Syafira yang berjalan masuk ke ruangan Bagas.


***

__ADS_1


''Astaghfirullah, kamu kenapa Mas?'' tanya Syafira ketika mendapati sang suami lemas tak berdaya dengan kepala bertumpu pada meja. Dasi yang dikenakan Bagas pun terlihat melonggar dengan kerah kemeja yang berantakan.


''Aku mual sayang, mual banget sampe lemes begini.'' ucap Bagas lirih.


Keringat dingin mulai membasahi tubuh sang suami, membuat Syafira cemas dan panik bukan main. Ia bingung harus berbuat apa, lantas ia keluar ruangan sang suami namun hanya kepalanya saja yang menyembul keluar.


''Sinta tolong panggil kan Dokter keluarga Wijaya, cepat!!" ucap Syafira panik hingga membuat Sinta kelabakan memegang gagang telepon.


"Kak Alex, ya aku harus telpon Kak Alex." ucap Syafira pada dirinya sendiri, karena memang perusahaan Alex dan Bagas berdekatan.


Selang beberapa menit setelah Syafira menelpon, Alex sudah tiba di perusahaan suami sang adik.


"Apa Bagas dan Syafira ada didalam?" tanya Alex pada Sinta yang juga nampak cemas dengan sesekali melirik kearah pintu ruangan Bagas.


"Iya Pak, mereka ada didalam. Tapi-..'' belum sempat Sinta menyelesaikan ucapannya, langsung dipotong dengan cepat oleh Alex.


''Saya Kakaknya Syafira, dia yang menelpon saya untuk datang kesini.'' ucap Alex.


''Ehh baik Pak, silahkan masuk.'' ucap Sinta mempersilahkan.


***


''Ada apa?'' tanya Alex.


''Lho Gas, lo kenapa?'' sambung Alex ketika melihat Bagas lemas terkulai tak berdaya.


''Dia muntah-muntah, mungkin kurang cairan ya Kak. Aduh gimana ini, Dokter nya kok lama banget sih.'' ucap Syafira panik, matanya sudah memerah luar biasa dan rasanya ia ingin menangis kala itu juga.


''Yaudah kita tunggu Dokter nya dulu, mungkin bentar lagi.'' ucap Alex mencoba menenangkan sang adik.


.


.


.


.


Maaf ya kalo author jarang update.


Jangan Lupa Vote, Like, dan Comment ya readers sayang.


Salam Sayang Dari Author


Yunita Dewi Puspita ❤️

__ADS_1


__ADS_2