
Sebagai manusia tugas kita hanya menjalani takdir Allah dengan ikhlas. Jangan tanya kenapa, karena Allah tahu yang terbaik untuk kita..
~Yunita Dwpspta~
***
“Saya yakin kamu kuat” ucap Dokter Santi menyemangati.
“Begini, ini gambar rahim kamu. Kamu lihat bulatan dipinggir ini?” tanya Dokter Santi dan otomatis membuat pasangan suami isteri itu mengangguk.
“Saya sudah melakukan test laboratorium dari darah yang keluar dari daerah kewanitaan kamu, dan itu bukan janin jadi memang benar adanya kamu belum hamil. Lalu, bulatan ini adalah gumpalan darah. Saya yakin saat kecelakaan itu kamu mengalami benturan hingga menyebabkan rahim kamu terluka dan terjadi pendarahan kecil. Dan besar kemungkinan itu tidak terdeteksi hingga jadilah penggumpalan darah. Tapi kalian tenang saja, perlahan gumpalan darah itu sudah sedikit luntur sejak semalam kamu mengalami pendarahan hebat. Jika masih sakit, saya akan berikan obat untuk meredam rasa nyerinya, tapi kamu harus kuat ya” ucap Dokter Santi panjang lebar.
“Kabar selanjutnya…” Dokter Santi menghentikan ucapannya, terlihat ia menghela nafas dengan sedikit kasar hingga membuat Syafira semakin tak kuat menahan derai air matanya yang sudah terjun bebas dipipi putihnya.
“Saya sangat paham dengan perasaan kalian. Memang disetiap pernikahan tentu mengharapkan kehadiran buah hati. Tapi dengan berat hati saya harus mengatakan ini, kalian harus menundanya dulu. Karena rahim Bu Syafira sedang tidak sehat, dan rasanya akan membahayakan jika anda mengandung” ucap Dokter.
“Baik Dok, tidak masalah. Saya akan selalu mendampingi serta mensupport isteri saya. Tapi boleh saya tau, berapa lama kami harus menundanya?” tanya Bagas.
“Prediksi saya sekitar tiga atau empat bulan. Tapi jika Allah mengkehendaki maka bisa lebih cepat dari perkiraan kita. Keajaiban Tuhan tidak ada yang tau Pak, Bu” jawab Dokter Santi.
Syafira hanya mengangguk sembari menggenggam erat tangan sang suami.
__ADS_1
“Jadi, saran saya kalo sudah dirumah, Bapak mainnya harus pinter-pinter ya. Jangan karena keenakan terus nabur benih di dalem. Jangan dulu ya Pak” goda Dokter Santi membuat pasangan suami isteri itu tersipu malu.
“Dan untuk Bu Syafira, tenang saja ya jangan terlalu khawatir dan banyak pikiran. Saya juga pernah berada di posisi anda, bahkan sekarang saya sudah punya tiga anak loh. Jadi anda harus semangat. Anggap saja ini semata-mata ujian dari Allah agar kita sebagai hamba-Nya semakin kuat” ucap Dokter Santi mencoba menyemangati Syafira.
“Jadi, apa ada yang ingin ditanyakan lagi?” tanya Dokter Santi.
“Emmm Dok, apa rahim saya akan kembali subur?” tanya Syafira ragu.
“Pasti dong, rahim kamu sangat subur dan kamu juga masih sangat muda. Inget!! Jangan banyak pikiran dan jangan beraktivitas secara berlebihan” jelas Dokter Santi membuat senyuman indah terbit diwajah cantik Syafira.
***
“Masss..” panggil Syafira ketika mereka sudah kembali ke ruang rawat Syafira.
“Bagaimana perasaan kamu Mas, saat Dokter bilang kita harus menunda momongan?” tanya Syafira lirih. Bagaimana pun dia seorang wanita yang tentunya akan merasakan sedih, terpukul serta kecewa atas ketidaksempurnaan nya sebagai seorang wanita.
“Aku bersyukur, karena Allah pasti ingin kita lebih dekat satu sama lain, lebih berserah diri kepadanya dan saling menghabiskan waktu bersama. Lagi pula kita kan masih punya Azkia, yang membutuhkan perhatian ekstra dari kita. Allah maha baik sayang, Dia tau apa yang terbaik untuk kita” ucap Bagas lembut sembari mengusap puncak kepala Syafira.
Ya, masih ada putri kesayangannya, Azkia. Yang membutuhkan perhatian lebih darinya sebagai Ibu sambung. Hampir saja ia melupakannya dan menyalahkan takdir Tuhan.
“Makasih ya Mas. Kamu udah ngertiin aku” ucap Syafira dengan air mata berlinang.
__ADS_1
“Udah ya sayang, kamu jangan nangis lagi. Inget pesen Dokter Santi, kamu harus happy-happy terus supaya cepet sembuh” ucap Bagas lalu mengusap air mata di pipi isteri nya dengan kedua ibu jarinya.
“Inilah hidup sayang, ini mungkin hanya sebagian masalah kecil yang diberikan Allah kepada kita. Sedangkan nanti, didepan sana masih banyak cobaan yang menghadang. Maka kita harus saling percaya dan mempertahankan komunikasi yang ada, serta lebih banyak beribadah dan dekat kepada sang pencipta” sambung Bagas.
Syafira mengangguk sambil meneteskan air matanya..
Lagi dan lagi Bagas mengusapnya, lalu mencium kedua mata Syafira.
“Menangislah jika hanya didepanku. Biarkan orang lain tau kamu sebagai sosok wanita yang tegar agar tidak mudah ditindas. Jadikan bahu ku sebagai tempat bersandar ternyamanmu dalam kesedihan maupun kebahagiaan” ucap Bagas.
.
.
.
.
Jangan Lupa Vote, Like dan Comment ya readers sayang.
Salam Sayang Dari Author
__ADS_1
Yunita Dewi Puspita❤