Mommy Untuk Azkia

Mommy Untuk Azkia
BAB 17


__ADS_3

Mentari sudah mulai memancarkan sinarnya kembali. Suara burung burung berkicauan pun mulai riuh terdengar, dan membangunkan sesosok lelaki dengan perawakan tubuh sempurna, tangan nya masih senantiasa menggenggam jemari wanita yng di cintainya.


"Fir cepat lah sadar, aku mohon padamu jangan tinggal kan aku dan Kia, kami sangat membutuhkan mu" ucap Bagas.


Tak berapa lama datanglah Oma Hana dengan Azkia, selepas masuk keruangan Fira dirawat Azkia langsung berlari menghampiri sang ayah sambil menangis.


"hiks.. hiks.. hiks.. Dad, mommy knpa? kenapa mommy masih tidul apa mommy tak ingin melihat ku" ucap Azkia dengan suara cadel nya


"Cup.. cup.. cup ya sayang jangan menangis lagi, mommy sedang istirahat karena kelelahan" ucap Bagas beralasan.


"Gas apa kau tak ke kantor?" ucap Oma Hana mengalihkan pembicaraan.


"Tidak mom, bagaimana mungkin aku meninggal kan nya dlm keadaan begini" ucap Bagas dengan wajah frustasi.


"Baiklah terserah kau saja, lebih baik kau pulang dan bersihkan badan mu, kau terlihat sangat kacau Gas" ucap Oma Hana.


"Ya mom, tpi tolong kabari aku jika terjadi sesuatu pada Syafira" ucap Bagas dan hnya dibalas senyuman oleh Oma Hana.


Selepas kepergian Bagas datanglah para sahabat Syafira yaitu Edwin, Reyhan, Reza, Rezky, dan Zaskia. Mereja berlima berniat untuk menjaga Syafira seharian ini.

__ADS_1


Saat semua orang tengah asyik mengobrol di sofa ruangan Syafira, terdengar suara teriakan dari Azkia yang membuat semua orang yng berada di situ menoleh ke arah nya.


"Mommy.. mommy knpa? hiks.. hiks.. hiks.. Oma tolongin mommy" ucap Azkia dengan suara tangis nya. Sontak hal itu membuat semua orang berlari ke arah nya.


Telihat Fira sedang kejang-kejang dan detak jantung nya pun melemah, sontak hal itu membuat Reza langsung menekan tombol darurat yang berada di ruangan Fira.


Datanglah dokter dan para perawat yang langsung memeriksa kondisi Fira, Dokter mengatakan jika kondisi Fira sangat kritis dan detak jantung nya pun melemah, ia meminta semua orang untuk keluar agar ia mudah dalam proses pemeriksaan.


Setelah itu Oma Hana langsung menghubungi Bagas dan kebetulan Bagas sudah berada di parkiran rumah sakit, sontak hal itu membuat diri nya langsung berlari ke ruangan Fira di rawat. Disana dia melihat sang mama berserta para sahabat Fira sedang menunggu dengan raut wajah khawatir.


"Mom ada apa dengan Fira?" ucap Bagas to the point.


"Tdi Fira kejang kejang Gas dan detak jantung nya pun melemah" ucap Oma Hana, hal itu membuat kaki Bagas terasa lemas dan ia langsung jatuh terkulai lemas di lantai, para sahabat Fira memberikan semangat kepada Bagas agar ia tetap kuat demi Fira.


"Sus bagaimana dengan keadaan Syafira?" ucap Zaskia.


"Keadaan pasien sangat kritis Mbak, dan maaf saya tidak bisa menjelaskan lebih rinci krna saya harus segera mengambil alat pacu jantung karena detak jantung pasien sangat lemah bahkan hampir menghilang" ucap Suster tersebut dan segara berlalu pergi.


Penjelasan suster barusan bagaikan tombak yang menancap dihati Bagas, ia tak akan memaafkan diri nya sendiri jika terjadi sesuatu pada Syafira, sama dengan Bagas, yang lainnya pun merasa terpukul dengan keadaan Fira bahkan Oma Hana,Zaskia,dan Azkia pun sampai menangis.

__ADS_1


Setelah beberapa saat keluarlah dokter yang tdi menangani Fira, semua langsung menghampir dokter dan menyerang dokter dengan beberapa pertanyaan yang bahkan hampir sama.


"Dok Bagaimana dengan keadaan putri saya" ucap Oma Hana


"Dok bagaimana dengan keadaan Calon istri saya" ucap Bagas.


"Dok apa Syafira Baik baik saja" ucap Edwin.


Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, terlihat sang dokter menghela nafas panjang dan mengatakan sesuatu hal yang membuat mereka terkejut.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa Vote, like dan comment biar author makin semangat.


Kalau ada kritikan dan saran sampein aja buat bahan belajar author supaya jdi lebih baik lagi yaa.


__ADS_2