
Pukul empat subuh alarm handphone Syafira berbunyi, memaksanya untuk segera beranjak dari alam mimpi. Perlahan ia bangun dan melangkahkan kaki nya menuju kamar mandi, membersihkan diri dan lanjut melaksanakan shalat subuh. Tak lama terdengar pintu kamar nya terketuk dan ia pun beranjak untuk membuka pintu, dilihat nya Bi Inah berdiri dengan beberapa orang yang Syafira yakini ialah orang yang akan merias diri nya.
"Pagi Non, ini bibi mau mengantarkan Tim MUA yang akan merias Non Fira" ucap Bi Inah.
"Oh iya Bi, makasih ya dan Fira minta tolong jangan lupa bangunkan Kakek dan Kak Alex takut nya mereka susah bangun karena kelelahan" ucap Syafira.
"Baik Non, kalau begitu Bibi pamit undur diri" ucap Bi Inah dan hanya dibalas anggukan serta senyuman oleh Syafira.
Kini Syafira sudah duduk di depan meja rias, ada 4 orang Tim MUA yang bertugas merias diri nya. Setelah kurang lebih 4 jam bersiap, kini Syafira sudah terlihat cantik dengan kebaya Adat Sunda dan tak lupa Mahkota Siger yang melambangkan harapan akan rasa hormat, kearifan serta kebijaksanaan dalam pernikahan.
Tokk.. Tokk.. Tokk..
Terdengar pintu diketuk dari luar, salah satu Tim MUA pun membuka pintu tersebut. Terlihat Kakek dan Alex berdiri diambang pintu, karena merasa tugas nya telah selesai para Tim MUA pun pamit undur diri.
"Cantik nya cucu Kakek" ucap Kakek yang membuat Syafira menoleh ke arah Kakek Jack.
"Terima kasih Kek" jawab Syafira di iringi senyuman manis.
"Adik Kakak sebentar lagi akan menjadi istri sekaligus Ibu, terus berbakti kepada suami mu ya Nia selama itu dalam jalan kebaikan dan sayangi anak sambungmu seperti kamu menyayangi anak mu kelak" ucap Alex menasehati adik angkat nya itu.
"Iya Kak, Nia pasti akan selalu ingat dengan pesan Kakak maupun Kakek. Kakek maafkan Nia ya jika selama ini Nia menyusahkan Kakek dan untuk Kak Alex, terima kasih sudah mau menjadi Kakak Nia. Nia berharap Kakak cepat-cepat mendapat jodoh yang sayang sama Kak dan yang pasti tulus mencintai Kakak" ucap Syafira, terlihat sekali mata nya berkaca-kaca menahan tangis.
"Sudah-sudah hentikan, kalian membuat Kakek ingin menangis saja" ucap Kakek sembari menghapus sudut mata nya yang berair.
"Iya Nia jangan menangis, ini hapus air mata mu, apa kau mau make up mu luntur dan kau terlihat seperti Nenek Lampir dihadapan calon suami mu nanti" ucap Alex dan menyerahkan selembar tisu kepada Syafira.
"Ishh Kakak nii, mau bagaimana pun Nia tetap cantik tau" jawab Syafira sembari mengerucutkan bibir nya kesal.
"Astaga, kalian ini masih sempat bertengkar. Sudah Lex ayo, sepertinya pihak pria nya sudah datang dan kamu Nia, nanti akan Kakek suruh Zaskia menemani mu disini" ucap Kakek dan berlalu keluar bersama Alex.
Benar saja, pihak Bagas sudah berdiri di pintu utama mansion dan bersiap masuk, disana ada Opa Bram, Oma Hana, Bagas, Kedua orangtua Abel, Abel dan tak lupa si kecil Azkia dan kerabat Bagas. Serta di pintu masuk sudah ada keluarga Alex yang menyambut dan tak lupa juga Kakek Jack sebagai perwakilan pihak perempuan. Iya memang, Alex meminta keluarga nya untuk datang sebagai keluarga dari pihak perempuan.
Melihat Alex berdiri di samping Kakek, membuat Bagas mengerutkan kening, untuk apa pemilik Perusahaan Provider itu ada disini pikirnya. Namun Bagas tak ambil pusing, ia tetap melangkahkan kaki nya menuju ruangan yang sudah di hias sedemikian rupa untuk menjadi tempat berlangsung nya proses ijab kabul.
...
__ADS_1
Dekorasi Ruangan Ijab Kabul Bagas & Syafira...
(Search : Pinterest )
Hawa dingin begitu terasa di ruangan itu, rasa gugup tak dapat terelakkan bagi Bagas, meskipun ini bukan pernikahan pertama nya namun rasa gugup itu tetap saja ada, hingga sebuah tepukan di pundak membuat nya menoleh dan mendapati Alex berdiri disamping nya.
"Jangan gugup, aku yakin kau bisa menyebutkan nama Adikku dengan lantang" bisik Alex. Hah? Adik? Sejak kapan Syafira memiliki Kakak seorang pengusaha Provider seperti Alex, memikirkan itu membuat Bagas semakin gugup. Hufhh, persetan dengan rasa gugup batin nya.
Karena jam sudah menunjukkan waktu dimulai nya proses ijab kabul, Bagas pun menjabat tangan wali hakim yang ditunjuk sebagai wali nikah Syafira.
Mengapa wali nikah Syafira dilimpahkan kepada wali hakim, padahal ada Kakek disana dan mengapa bukan Kakek yang menikahkan Syafira? Itu dikarenakan Kakek bukan dari golongan Ashabah ( Kerabat dari kalangan laki-laki yang memiliki hubungan kekeluargaan dengan pihak perempuan ) melainkan dari golongan Dzawil Arham. Maksudnya ialah Kakek Jack tidak bisa menjadi wali nikah karena Kakek Jack adalah Ayah dari Mama Angela bukan Ayah dari Papa Alvaro, sedangkan syarat menjadi wali nikah adalah harus dari pihak Ayah tidak bisa dari pihak Ibu.
"Saudara Bagaskara Andreas Wijaya Bin Bramana Wijaya, Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan Syafira Tsania Indrajaya Binti Alvaro Indrajaya dengan maskawin nya berupa emas sebesar 500 gram, tunai" ucap Wali Hakim.
"Saya terima nikah dan kawinnya Syafira Tsania Indrajaya Binti Alvaro Indrajaya dengan maskawinnya yang tersebut diatas tunai" jawab Bagas dalam satu kali tarikan nafas.
"Bagaimana para saksi.. Sahh.." ucap Wali Hakim.
"SAHHH" ucap para saksi dan orang yang hadir.
"Zas.. Lo dengerkan gue udah jadi seorang istri sekarang" ucap Syafira.
"Iya Fir, gue denger. Selamat ya Fir, semoga menjadi keluarga yang Sakinah, Mawaddah, Warrahmah. Gue ikut bahagia buat lo" ucap Zaskia tak kalah meneteskan air mata, sahabat yang sudah ia anggap saudara nya sendiri kini telah menikah dan itu dengan orang yang tepat.
Ketika mereka sedang asyik berpelukan, terdengar ketukan pintu dari luar dan Zaskia pun bergegas membuka pintu tersebut. Nampak Oma Hana berdiri sembari tersenyum lebar ke arah Syafira.
"Fira udah boleh turun ya Tante?" tanya Zaskia.
"Iya Zas, Ayo kita bawa Syafira turun" ajak Oma Hana dan masuk kedalam kamar Syafira.
"Selamat ya sayang, sekarang kamu sudah resmi jadi istri nya Bagas sekaligus Mommy Untuk Azkia" ucap Oma Hana sembari mengusap lembut pipi Syafira.
"Terima kasih Mom" jawab Syafira dan mengambil tangan Oma Hana lalu menciumnya.
"Ya sudah ayo kita ke bawah, dan menemui suami mu" ucap Oma Hana seraya menggandeng lengan samping kanan Syafira sedangkan Zaskia di samping kiri.
Perlahan mereka menuruni tangga demi anak tangga, terdengar dentingan hells yang dikenakan Syafira, Oma Hana maupun Zaskia yang membuat semua orang mengalihkan pandangan kepada ketiga wanita yang baru saja menuruni tangga.
__ADS_1
Tak jauh berbeda dari para tamu undangan, Bagas bahkan tertegun ketika melihat wanita yang kini menjadi istrinya begitu cantik dalam balutan kebaya modern Adat Sunda ditambah mahkota siger yang bertengger di kepala Syafira serta senyuman manis yang ia tunjukan menjadi nilai plus untuk kecantikannya.
Perlahan Syafira berjalan mendekati sang suami dan duduk di kursi yang telah disediakan disamping Bagas. Bagas menatap lama wajah sang Istri yang terus menunduk hingga ucapan wali nikah yang menyuruhnya memasangkan cincin.
Bagas mengambil sebuah kotak kecil yang berisikan sepasang cincin berdesain simple namun tetap terlihat mewah, diambil nya sebuah cincin bertahtakan sebuah berlian dan melingkarkannya di jari manis Syafira begitu pun sebaliknya. Setelah proses pemasangan cincin, Syafira meraih tangan Bagas lalu mencium nya dan dibalas Bagas dengan mencium kening Syafira.
Contoh Cincin Kawin Bagas & Syafira
( Search : Pinterest )
Aura kebahagiaan sangat terpancar dari dua insan yang beberapa menit lalu menyandang status sebagai suami istri tak ketinggalan pula si kecil Azkia yang sangat antusias ketika memiliki Mommy baru. Sungguh kebahagiaan dirasakan semua orang yang hadir dalam acara tersebut, tak terkecuali keluarga Alex, meskipun mereka tak saling kenal dengan keluarga Syafira namun mereka turut bahagia atas pernikahannya.
Namun mungkin ada satu orang yang masih merasa sakit dengan adanya pernikahan ini, tapi ia cukup sadar diri bahwa mencintai tak harus memiliki.
"Lagi dan lagi aku kalah Fir, walaupun aku berusaha ikhlas menerima semua nya tetap saja hati ku sakit melihat kau menikah dengan Bagas. Apakah tak ada rasa sedikit pun untukku darimu, bukankah kau tau bahwa aku menyimpan rasa untukmu. Tapi aku cukup sadar Fir, mencintai tak harus memiliki maka dari itu inilah akhir cintaku untukmu, aku akan berusaha mengubur dalam perasaan ini dan aku juga memohon kepada Tuhan agar menghadirkan seseorang yang dapat menghapuskan rasaku untukmu. Semoga kau bahagia dengan suami dan anakmu" lagi dan lagi batin seorang lelaki yang sedang menatap sendu kearah Syafira dan Bagas.
"Lihatlah ke arah ku sedikit saja ku mohon, disini aku selalu menunggumu membalas rasa cintaku" batin seorang wanita yang berdiri tak jauh dari lelaki tersebut.
.
.
.
.
Nah kan Syafira udah nikah aja niih. Jangan lupa ya para readers dateng ke acara resepsi nya Syafira, itung-itung numpang makan enak hhe.
Aku juga mau minta maaf kalo penjelasan aku tentang wali nikah ada kekeliruan soalnya aku juga liat di internet, kalo salah barangkali dari pihak readers ada yang mau betulin biar bisa jadi bahan pembelajaran buat aku kedepannya.
**Jangan Lupa Vote, Like dan Comment ya readers sayang.
Salam Sayang Dari Author
Yunita Dewi Puspita❤**
__ADS_1