Mommy Untuk Azkia

Mommy Untuk Azkia
BAB 45


__ADS_3

"Kamu mau ajak aku kemana Mas?" tanya Syafira ketika mereka sudah berada didalam mobil.


"Rahasia dong sayang" jawab Bagas disertai senyuman manisnya.


Mendengar jawaban sang suami yang menurutnya sedang main rahasia-rahasiaan membuat Syafira kesal hingga sepanjang jalan ia tak ada henti-hentinya mendumal. Bagas yang melihat mulut istri nya komat-kamit karna kesal hanya terkekeh gemas, baginya istrinya akan terlihat lebih lucu jika sedang kesal.


Setelah perjalanan yang menempuh waktu kurang lebih tiga puluh menit, kini mobil yang dikendarai Bagas sudah memasuki pelataran sebuah rumah bertingkat tiga dengan nuansa gaya Eropa. Di depan rumah pun nampak taman bunga mawar yang sangat indah di tambah sebuah kolam kecil serta kursi dan ayunan ditengah-tengah taman tersebut.


"Udah sayang. Jangan ngomel terus nanti cepet tua loh, ayo turun" ajak Bagas.


"Hah turun Mas? Emang ini rumah siapa?" tanya Syafira bingung.


"Udah ihh ayo turun aja, nanti kamu juga tau" ucap Bagas keluar dari mobil dan berlari memutar untuk membukakan pintu sang istri.


Perlahan mereka melangkahkan kakinya, terlihat sepasang paruh baya sedang berdiri di depan pintu utama yang masih tertutup. Melihat Bagas dan Syafira yang semakin mendekat, mereka pun membungkukkan badan nya sopan yang membuat Syafira mengernyitkan kening nya heran. Mengapa ia di perlakukan seperti seorang majikan, begitu pikirnya.


"Selamat datang Tuan dan Nyonya. Perkenalkan saya Bi Ana dan ini suami saya Pak Alan" ucap seorang wanita paruh baya yang katanya bernama Bi Ana.


"Iya Bi terima kasih. Saya akan masuk bersama istrinya saya" ucap Bagas.


Syafira yang tak mengerti akan pembicaraan suami nya dengan sepasang baruh baya tersebut hanya diam dan sesekali tersenyum.


"Sayang ayo masuk. Kamu buka pintunya ya" ucap Bagas.

__ADS_1


"Loh kok aku Mas? Gak sopan tau ih masuk rumah orang sembarangan" sahut Syafira.


"Udah gakppa, buka aja. Aku udah minta izin sama yang punya kok" ucap Bagas.


Dengan ragu-ragu Syafira mendorong pintu tersebut. Hal pertama yang ia lihat adalah sebuah foto pernikahannya yang terpampang begitu besar di rumah tersebut. Merasa bingung dengan keadaan, Syafira menengok kearah Bagas dan hanya dibalas anggukan oleh sang suami.


Perlahan ia langkahkan kaki nya untuk masuk semakin dalam meneliti rumah tersebut. Banyak foto-foto dirinya yang tercetak disana, serta fotonya dengan putri kecilnya dan foto pernikahan nya pun juga tercetak disana dengan ukuran yang lebih kecil. Berbeda dengan yang ada di ruang tamu.


"Mas.. Kenapa banyak foto-foto kita?" tanya Syafira bingung tanpa mengalihkan pandangannya pada setiap sudut rumah tersebut.


"Ya karena ini memang rumah kita sayang" jawab Bagas sembari memeluk sang istri dari arah belakang.


"Ohh rumah kita ya Mas" sahut Syafira santai.


"Iya sayang rumah kita. Apa kamu tidak suka?" tanya Bagas ketika melihat wajah istrinya yang terkejut. Ia mengira istrinya tidak menyukai rumah barunya karena rumah ini tidak sebesar mansion mereka. Sebenarnya Bagas bisa saja membelikan mansion untuk keluarga kecil nya, tapi ia ingin hidup dirumah sederhana yang penuh keharmonisan. Astaga rumah lantai tiga disebut sederhana, sebegitu sultannya kah Abang Bagas ini hihihi.


"Tidak Mas, bukan begitu. Aku sangat menyukainya. Ini seperti rumah impianku, dimana nantinya kita akan tinggal bersama anak-anak kita dan menghiasi rumah ini dengan penuh canda dan tawa" ucap Syafira sembari memeluk tubuh suaminya.


"Aku pun begitu sayang. Kita akan membina rumah tangga yang harmonis serta penuh kasih sayang" ucap Bagas membalas pelukan sang istri.


"Yaudah yuk, kita lihat kamar kita dilantai tiga" ajak Bagas.


Kini disinilah mereka berada. Disebuah kamar berukuran besar berwarna dominan Gold. Semua perabot yang digunakan pun terlihat berkelas. Walk in Closet kedua nya pun super lengkap. Banyak baju-baju, sepatu, tas serta aksesoris lainnya yang yang berasal dari brand terkenal.

__ADS_1


Setelah puas berkeliling, Syafira berdiri di balkon kamarnya. Mata nya terpejam menghirup udara sore dengan tangan memegang pagar pembatas balkon. Mencoba merileks an pikiran nya, membuang segala luka kehidupan masa lalunya dan bersiap mengganti nya dengan beribu kebahagiaan bersama keluarga kecilnya.


Hingga sebuah pelukan membuyarkan lamunannya. Dilirik nya sang suami bersandar dibahu nya. Seolah-olah itulah tempat ternyaman nya. Beberapa menit berlalu semua terasa hening, hingga muncul suara desahan Syafira ketika bibir nakal suaminya mulai menciumi leher jenjang nya.


"Mas.." ucap Syafira ketika tangan Bagas mulai membuka resleting belakang gaunnya.


"Mas inginn sayang" ucap Bagas dengan suara serak karena menahan sesuatu yang sedang blingsetan dibawah sana.


"Emang Mas mau ngelakuin disini? Gak malu apa" ucap Syafira.


Seolah mendapat lampu hijau dari sang istri, Bagas langsung membopong tubuh Syafira dan menghempaskannya di atas ranjang. Sehingga terjadilah pergulatan panas di rumah baru yang sunyi senyap itu.


.


.


.


.


Jangan Lupa Vote, Like dan Comment ya readers sayang.


Salam Sayang Dari Author

__ADS_1


Yunita Dewi Puspita❤


__ADS_2