Mommy Untuk Azkia

Mommy Untuk Azkia
BAB 54


__ADS_3

Sungguh waktu bergulir begitu cepat. Tak terasa sudah dua minggu berlalu sejak peristiwa pendarahan yang di alami Syafira. Rasanya baru kemarin ia keluar dari rumah sakit dan menjaga betul-betul kesehatan nya agar cepat pulih, namun hari ini ia sudah kembali ke rumah sakit untuk pengecekan kesehatan selanjutnya. Tentu saja dengan ditemani sang suami tercinta, yang selalu siaga dua puluh empat jam untuknya.


Jika bicara tentang harapan, jujur saja harapan mereka keadaan Syafira semakin membaik. Terlebih Syafira yang sudah tidak sabar untuk mengetahui bagaimana keadaan rahimnya saat ini.


Semoga Allah mendengar semua doaku. Semoga Allah selalu memberikan kesehatan kepada ku dan memberikan kebahagiaan kepada keluarga kecilku. Serta memberikan kesempatanku untuk segera hamil.


Sekitar 45 menit mereka telah sampai di sebuah rumah sakit. Mereka melangkah dengan penuh semangat menuju ke ruangan Dokter Santi, Dokter yang dahulu menangani Syafira.


"Dengan Nyonya Syafira yaah?" tanya perawat.


"Iya sust, saya Syafira. Apa Dokter Santi nya ada? Kebetulan saya sudah buat janji juga" jawab Syafira menanggapi pertanyaan sang perawat.


"Ada Nyonya. Silahkan masuk, kalian sudah di tunggu" ucap perawat itu mempersilahkan.


***


"Selamat pagi Bu Syafira dan Pak Bagas" ucap Dokter Santi ramah sembari menjabat tangan Syafira dan Bagas.


"Pagi dok" ucap keduanya.


"Dari yang saya lihat, nampak segar semua nih" ucap Dokter Santi menggoda.


"iya dok Alhamdulillah" sahut Syafira.


"Ya sudah yuk tiduran. Kita lihat sudah sejauh mana ya pemulihan di dalam sini" ucap Dokter Santi.


***


"Wah Alhamdulillah banget Pak, Bu. Bapak dan Ibu lihat yaa hampir sembuh. Ini sih dua bulan lagi bisa langsung pergi honeymoon" ucap Dokter Santi.

__ADS_1


Syafira dan Bagas nampak begitu bahagia. Sangat kentara dari senyuman yang mereka bingkai manis di wajah tampan dan cantik keduanya. Tak disangka, proses pemulihan berjalan begitu cepat. Syafira memang benar-benar menjaga kesehatannya. Semua itu juga tak luput dari peran sang suami yang selalu mengingatkan nya untuk selalu makan makanan yang bergizi dan berolahraga. Bahkan jika terjadi permasalahan di kantor Indrajaya Group, Bagas dengan senang hati membantu menyelesaikannya. Semua itu ia lakukan agar Syafira tak kelelahan.


"Alhamdulillah dok" ucap Syafira tersenyum.


"Tetap pertahankan pola makannya ya, usahakan makan makanan yang asam folat nya tinggi. Dan jangan lupa di selingi olahraga yang ringan ringan saja. Jangan stress dan tetap berpikir positif agar pemulihan nya berjalan lancar" ucap Dokter Santi menasehati.


"Dan untuk Pak Bagas, isterinya di jaga terus ya Pak" kata Dokter Santi.


"Baik dok, pasti" sahut Bagas.


"Baiklah. Ini saya buatkan resep vitamin dan harus di minum sampai habis ya" ucap Dokter Santi sembari menyodorkan selembar kertas kecil bertuliskan beberapa vitamin penunjang masa pemulihan.


"Apakah ada yang ingin di tanyakan Pak, Bu?" tanya Dokter Santi.


"Ada dok" jawab Bagas cepat. Mendengar respon Bagas yang begitu cepat membuat dokter Santi tersenyum.


"Sudah boleh melakukannya kok Pak, tapi pelan-pelan saja ya. Dan jangan minta nambah terus takut nya Bu Syafira nanti malah kelelahan. Ingat juga jangan ngeshoot di dalam, soalnya belum boleh" ucap Dokter Santi menggoda hingga membuat pipi Syafira merona dan Bagas merasa malu. Bisa-bisanya suaminya itu menanyakan hal seperti itu begitulah pikir Syafira.


Mereka hanya tak habis pikir. Bagaimana bisa, Dokter Santi salah satu Dokter spesialis SpOG terkenal seantero rumah sakit ini bisa bicara sefrontal itu.


Ntahlah Dokter Santi memang beda dari yang lain...


***


"Kamu yakin mau ke kantor yang?" tanya Bagas yang entah sudah keberapa kali menanyakan perihal itu kepada sang isteri.


"Astaga Mas.. Sudah berapa kali kamu nanyain hal itu" tanya Syafira yang sudah mulai jengah kepada sang suami. Pasalnya, suaminya ini berubah menjadi sangat protektif terhadap dirinya.


"Aku cuma khawatir kamu kecapean" ucap Bagas lirih.

__ADS_1


Mendengar ucapan sang suami membuat Syafira tersenyum. Sejujurnya ia senang dengan sikap Bagas yang seperti ini. Bukankah itu menandakan bahwa Bagas memang sangat mencintainya.


"Mas tenang saja. Aku janji tidak akan kelelahan. Lagi pula aku kesana hanya untuk mengecek keadaan kantor dan menemui Zaskia. Ada hal yang ingin aku bicarakan padanya" ucap Syafira sembari mengusap lembut pipi sang suami.


"Baiklah aku izinkan. Tapi benar ya jangan sampai kelelahan" ucap Bagas memperingati.


"Iya-iya sayangku" ucap Syafira lalu mencubit gemas pipi sang suami.


Setelah perdebatan itu, hanya terdengar canda tawa yang memenuhi mobil Pajero Sport milik Bagas. Entah apa yang mereka bicarakan hingga tak terasa mereka telah sampai di depan perusahaan Indrajaya Group.


"Nanti jam makan siang aku jemput ya. Kita makan bareng sekalian jemput Azkia pulang sekolah" ucap Bagas sebelum Syafira turun dari mobilnya.


"Iya Mas. Aku tunggu ya. Ya sudah aku masuk dulu. Mas hati-hati dijalan" ucap Syafira sembari mencium punggung tangan kanan Bagas dan dibalas kecupan kening oleh sang suami.


Setelah memastikan sang isteri masuk ke perusahaan, Bagas mulai melajukan mobilnya membelah jalanan dan menuju ke perusahaannya.


.


.


.


.


Jangan Lupa Vote, Like, dan Comment ya readers sayang.


Salam Sayang Dari Author


Yunita Dewi Puspita ❤️

__ADS_1


__ADS_2