Mommy Untuk Azkia

Mommy Untuk Azkia
BAB 73


__ADS_3

Setelah makan siang, Bagas dan Syafira pergi kesebuah Mall terbesar didaerah Jakarta. Saat pertama kali masuk, Bagas lah yang kalap untuk berbelanja. Matanya langsung tertuju pada sebuah Babyshop dengan logo brand terkenal.


''Sayang, baju baby nya lucu-lucu ya. Kamu mau yang mana dan warna apa?'' ucap Bagas antusias sembari mengetuk-ngetukkan jari telunjuk didagu nya.


''Iya, Mas. Bajunya bagus semua, tapikan kita gak tau jenis kelamin si Baby apa, kamu sih maunya main rahasia-rahasiaan.'' ucap Syafira.


''Iya juga ya, Yang. Kita beli bajunya dengan warna yang bisa dipake cowok atau cewek aja sayang. Warna biru misalnya.'' usul Bagas.


''Hemmm, boleh deh Mas. Kamu pilih bajunya, aku pilih sepatu sama kaos kakinya aja ya?'' ucap Syafira, karena ia pun takut kalap saat melihat deretan pakaian bayi yang sangat lucu dan menggemaskan.


''Siap, Sayang. Beres deh kalo sama aku.'' sahut Bagas dengan pedenya.


Gakpapa, yang penting pede yakan๐Ÿ˜Ž


Mereka pun berpencar ke masing-masing sudut. Tak kalah dengan baju-baju yang lucu, deratan sepatu bayi pun nampak melambai-lambai untuk dimasukkan kedalam keranjang. Dari warna soft hingga warna ngejreng yang membuat mata jadi membola kala berbinar.


Finally, Syafira memilih sepuluh pasang sepatu bayi beserta kaos kaki dengan karakter lucu dan berwarna soft. Setelah itu, ia kembali ketempat dimana tadi ia meninggalkan sang suami yang tengah sibuk memilih baju. Namun, matanya terasa ingin melompat keluar kala melihat tumpukan baju bayi didalam troli yang dipegang sang suami. Sungguh tak ada rasa bersalah sedikitpun diwajah Bagas ketika melihat keterkejutan sang isteri, ia justru manampilkan senyum lebar yang sebenarnya senyum kebanggaan karena telah berhasil memilih baju untuk sang calon anak.


''Astagfirullah, Mas. Banyak banget.'' ucap Syafira terkejut.


''Cuma sedikit, Sayang. Aku ambil masing-masing untuk bayi kita 30 pasang, jadi total ada 60 pasang. Habis ini kita beli perintilan yang lain, seperti box bayi, mainan bayi, apapun yang berhubungan dengan bayi deh. Aku mau beli yang banyak biar mereka gak bosan. Oiya, nanti kita mampir ke supermarket juga, kita beli sayur, buah-buahan, terus daging juga. Aku mau stok semua kebutuhan kamu supaya nanti kamu gak perlu keluar-keluar lagi, dan Bi Ana gak perlu ke pasar tiap pagi.'' ucap Bagas panjang lebar membuat Syafira melongo.


''Ya ampun, Mas. Anak bayi mana ngerti bosen sama baju yang mereka pake. Lagian mubazir kalo beli banyak-banyak, ntar bayi kita gedenya cepet terus nanti bajunya malah percuma kan. Pokoknya balikin itu baju ke posisi awal, nanti kita beli lagi setelah lahiran. Karena udah pasti kita tau jenis kelamin anak kita apa.'' celoteh Syafira sembari mengambil beberapa pasang baju dan mengembalikan diposisi semula.


''Tapi beneran ya, Yang. Nanti beli lagi, ya masa anak kita nanti bajunya itu-itu doang.'' cebik Bagas.


''Iya-iya, Mas. Terserah kamu deh ntar setelah aku lahiran mau beli berapa.'' jawab Syafira pasrah. Namun, jika boleh jujur ia bahagia melihat antusias Bagas. Walaupun bayi yang dikandung Syafira bukan anak pertama bagi Bagas, tapi semangatnya melebihi Bapak- Bapak yang tengah menyambut kelahiran anak pertama mereka. Bagas sangat bahagia dengan kehamilan Syafira. Karena mungkin dulu saat Ellena hamil Azkia, segala kenangan yang diukir belumlah mencapai puncak sempurna. Tapi tunggu! bukannya belum sempurna, tapi memang tidak sempurna. Dimana Ellena mengedepankan ego demi karirnya, hingga menyia-nyiakan kasih sayang yang sudah Bagas berikan.


''Mas, ini kita bawanya gimana?'' ucap Syafira ketika melihat troli yang sudah penuh.


''Sayang, kamu lupa ya suami kamu ini siapa? Anak buah aku udah standby di lobi Mall buat bawa belanjaan kita dirumah. Terus yang lainnya juga udah standby didepan supermarket supaya nanti bisa bawa belanjaan kita juga.'' ucap Bagas santai.


''Aduh, suamiku hebat banget sih.'' ucap Syafira lalu menghadiahi Bagas dengan kecupan singkat dipipi dan langsung dibalas kecupan manis dibibir oleh Bagas.


''Ya ampun, Mas. Ini tempat umum, malu dilihat orang.'' kata Syafira memperingatkan Bagas.


''Gak masalah, Sayang. Gak ada yang ngelarang nyium isteri sendiri. Kecuali nyium isteri tetangga, nah baru wajar itu digebukin.'' ucap Bagas terkekeh.


''Ehh awas aja berani gitu, bakalan aku yang turun tangan langsung gebukin kamu.'' sahut Syafira berapi-api.

__ADS_1


''Duh mana berani sih aku gitu, Yang. Yaudah buruan yuk kita ke kasir.'' ajak Bagas.


Mereka pun segera menuju ke kasir dan melakukan pembayaran. Terlihat anak buah Bagas datang setelah Bagas menghubungi mereka via telepon.


''Kalian urus semuanya dan bawa pulang kerumah. Saya masih ada urusan lain.'' titah Bagas pada anak buahnya.


''Baik, Tuan.'' jawab anak buah Bagas.


Bagas mengajak Syafira pergi kesebuah toko yang menjual berbagai macam box bayi serta stroller dengan berbagai model. Namun, langkah Syafira tiba-tiba terhenti kala melihat stand makanan yang menjual berbagai menu khas negara yang terkenal dengan boyband dan girlband-nya, Korea.


''Sayang, kamu kenapa?'' tanya Bagas khawatir ketika melihat sang isteri diam membisu. Lalu pandangan matanya pun jatuh kearah pandang mata sang isteri.


''Kamu pengen makanan Korea?'' tanya Bagas lagi.


''Emang boleh, Mas?'' bukannya menjawab, Syafira malah melontarkan pertanyaan kembali pada sang suami.


''Boleh, sih. tapi emang muat? kan kamu tadi udah makan.'' ucap Bagas, mengingat ketika makan siang tadi sang isteri telah menghabiskan beberapa menu makanan.


''Muat kok, Mas. Boleh ya, Mas?'' pinta Syafira dengan puppy eyes nya yang semakin terlihat gemas dimata Bagas.


''Iya-iya boleh, yaudah yuk kesana.'' ajak Bagas akhirnya sembari menggandeng tengan sang isteri.


''Mbak, saya pesen Tteokbokki, Bungeoppang, Gimbab, sama Tteokkebi hot dog terus minumnya Banana Milk ya. Kamu mau apa, Mas?'' tanya Syafira pada sang suami.


''Udah kamu aja, Yang.'' ucap Bagas disertai senyum.


''Cukup deh itu aja, Mbak.'' ucap Syafira pada Pelayan stand.


''Baik, Kak. Ditunggu sebentar ya.'' ucap Pelayan.


''Hemm, by the way kamu ini penggemar Korea ya, Sayang?'' tanya Bagas disela menunggu pesanan sang isteri.


''Iya, Mas. Aku suka banget, kisah mereka itu romantis dan oke banget walaupun kadang ada sisi menegangkan juga. Apalagi aktornya, beuh ganteng-ganteng banget. Ada Song Joong Ki, Kim So Hyun, apalagi yang baru-baru viral kemarin, Mas. Si Hwang In Yeop, pemeran Han Seo-Joon di drakor True Beauty, damage nya sempet bikin cewek klepek-klepek. Aku juga gak tau kenapa mereka begitu mempesona, dan sayangnya aku cuma bisa berkhayal aja tapi itu sebelum kita nikah. Sekarang tenang, setelah nikah sama kamu, seleraku bukan oppa-oppa lagi, tapi ahjussi rasa oppa.'' celetuk Syafira sambil tertawa.


''Ahh kamu ini, paling bisa ngatain aku.'' ucap Bagas tersipu.


Ya ampun, kulkas 12 pintu saa ae tersipu malu cam ulat bulu wkwk ๐Ÿ˜‚


''Nonton drakor dan suka Korea itu hiburan buat aku, Mas. Ya selingan aja gitu, supaya hidup gak terlalu tegang- tegang banget. Soalnya kadang suka bikin ketawa dan senyum-senyum sendiri. Apalagi kalo bagian komik, animasinya bisa bikin kita seolah-olah ikut menjelajah ruang dan waktu secara langsung.'' cerita Syafira dengan antusias.

__ADS_1


''Kalo kamu mau, nanti setelah ini kita mampir ke toko buku dan beli komik yang kamu mau ya, Sayang. Kamu pilih aja yang mana, nanti biar aku yang bayar. Jangan lupa juga buku panduan menjelang masa melahirkan juga penting.'' ucap Bagas membuat Syafira berbinar.


''Iya, Mas. Aku beruntung banget sih nemu suami kaya kamu ini. Sekali tangkap dapetnya yang kualitas tinggi dan paling super.'' goda Syafira.


''Emangnya aku ikan apa? Pake ditangkap segala.'' cebik Bagas.


''Duh suami aku ngambek nih?'' goda Syafira lagi sembari mencubit gemas pipi Bagas.


''Nah itu pesenan aku datang, Mas.'' sambung Syafira.


''Sayang, kamu pesen banyak banget. Emang habis?'' tanya Bagas ketika melihat banyak bungkusan makanan dimeja mereka.


''Habis dong, Mas. Kan aku makannya buat tiga orang.'' elak Syafira.


''Kamu ini ada aja alasannya.'' ucap Bagas sembari mengusap pucuk kepala sang isteri.


''Yaudah, yuk pulang. Sini aku bawain, lain kali aja kita belanja box bayi sama stroller nya. Kamu kayanya udah capek juga.'' ajak Bagas.


''Iya, Mas. Tapi kita mampir toko buku dulu ya, habis itu jemput Kia di mansion Mommy.'' ucap Syafira.


''Udah gakpapa, Sayang. Kia nanti biar sekalian sama Mommy dan Daddy aja.'' ucap Bagas.


Mendengar penuturan sang suami, Syafira pun hanya bisa mengangguk dan kembali sibuk dengan makanannya. Hingga tak sadar sang suami tengah menatapnya dari arah samping ketika mereka berjalan keluar dari Mall.


Kamu emang gak berubah, Yang. Mau hamil atau enggak tetep aja makannya banyak. Tapi gakpapa, asal kamu bahagia itu udah lebih dari cukup buat aku. - batin Bagas.


.


.


.


.


Maafkan jika ada typo yang bertebaran dimana-mana ๐Ÿ™


Jangan Lupa Vote, Like, dan Comment ya readers sayang.


Salam Sayang Dari Author

__ADS_1


Yunita Dewi Puspita โค๏ธ


__ADS_2