
Jam sudah menunjukkan pukul 07.00 malam.
Bagas masih di sibukkan dengan rasa khawatir pada isterinya yang masih pusing dan mual tanpa berkesudahan.
Melihat isterinya yang sudah mulai lemas bersandar di kasur, Bagas memutus untuk membuatkan Syafira secangkir teh hangat lemon mint. Jadi ia pun bergegas turun kebawah.
"Fira masih meriang Gas?" tanya Oma Hana yang baru saja datang setelah dihubungi oleh Bagas.
"Gak meriang Mom. Suhu badannya normal, cuma pusing sama mual katanya" jelas Bagas frustasi.
"Hah beneran? Asyikk Mommy seneng kalo begini" teriak Oma Hana girang.
"Mommy apaan sih, orang menantunya sakit kok malah seneng" seru Bagas kesal.
"Kapan Kak Fira terakhir haid Kak?" tanya Abel yang muncul tiba-tiba dengan Azkia dalam gandengannya.
"Ini lagi satu, baru dateng malah langsung nanya hal privasi" sahut Bagas semakin kesal lalu berjalan ke arah dapur.
"Biasalah! Kakak mu emang telmi ya Bel. Kesel juga sebenernya punya anak kaku, jutek, dan gak peka kaya dia. Seandainya bisa, udah Tante tukar tambah aja ke tukang loak, gapapa dah cuma dapet mesin cuci bekas" gerutu Oma Hana sambil melipat tangannya di dada dan matanya memperhatikan Bagas yang melenggang ke arah dapur.
"Maklum deh Tan. Duda lapuk, sukanya berkutat sama kerjaan mulu. Bagus aja gak cepet tua tuh Kak Bagas" ucap Abel menimpali.
"Yaudah deh Tan, lebih baik kita aja yang bertindak. Kalo nunggu Kak Bagas mana sempat, keburu telat! Bentar deh Abel pesen sesuatu via online dulu" sambung Abel sambil tangannya mengotak-atik ponselnya.
Oma Hana dan Abel menatap Bagas yang hanya cuek dan masa bodoh terhadap dua wanita yang sedang berdiri didekat tangga itu.
Berjalan menuju kamarnya dengan secangkir teh hangat lemon mint untuk isteri kesayangannya.
"Liat tuh! Gitu aja ngambek" kata Oma Hana berdecak.
"Biarin aja udah Tan. Bukan Kak Bagas namanya kalo gak tegangan tinggi mulu. Kabel listrik depan aja kalah sama tegangan tinggi nya Kak Bagas" sahut Abel.
Dua puluh menit kemudian terdengar deringan dari telepon rumah.
Ternyata adalah satpam yang memberi kabar bahwa ada kurir ojek online yang ingin mengantarkan paket.
Abel yang sudah mengerti pun bergegas keluar dengan selembar uang berwarna merah pemberian Oma Hana.
"Pasti tu anak beli makanan lagi. Bisa-bisanya lagi keadaan begini mikirin makanan mulu" decak Oma Hana.
Tak lama Abel masuk dengan senyuman manisnya dan sekantong plastik kecil berwarna biru dengan logo apotik yang cukup populer di daerahnya.
"Kamu ngapain order obat? Apa iya kamu sakit" tanya Oma Hana sembari menempelkan punggung telapak tangannya di kening Abel.
__ADS_1
"Ihh Tante enggak dong. Nih coba Tante liat" elak Abel lalu ia menyodorkan plastik tersebut kearah Oma Hana.
Oma Hana membukanya dan mata nya sontak berbinar ketika melihat ada beberapa testpack didalamnya.
"Widih! Anak pinter" puji Oma Hana pada Abel.
"Iya dong Tante. Arabella gitu loh" ucap Abel bangga.
"Btw kapan kita eksekusi nya Tan? Kalo sekarang pasti dikamar ada si Gorila Bagas" tanya Abel.
Terlihat Oma Hana berpikir sejenak, hingga sebuah ide muncul di kepalanya.
"Kia sayang, sini Nak" panggil Oma Hana pada Azkia yang sedang asyik bermain dengan boneka beruangnya.
"Iya Oma?" sahut Azkia polos.
"Kia mau makan es krim sama coklat gak?" tanya Oma Hana.
"Mau Oma mauuu" ucap Azkia bersemangat.
"Nah kalo Kia mau makan es krim sama coklat, buruan gih ajakin Daddy ke supermarket depan. Nanti Kia bisa minta sepuasnya sama Daddy" ucap Oma Hana mencoba mengiming-imingi Azkia.
Sontak pikiran polos Azkia pun berhasil terpengaruh oleh iming-iming sang Oma. Dengan langkah semangat ia berlari menuju kamar kedua orangtuanya.
Sepuluh menit kemudian, terlihat Bagas turun dengan Azkia dalam gendongannya.
"Siap deh! Isteri kamu aman sama Mommy" jawab Oma Hana girang.
"Ya ampun Tante mantep banget idenya" seru Abel ketika Bagas sudah melenggang pergi dengan Azkia dan ia sadar ini semua adalah ide sang Tante.
"Yaiyalah Bel. Tante kan bukan Bagas yang telmi nya kelewatan. Yaudah yuk kita ke kamarnya Kakak kamu, kita minta Fira cek.. Gimana?" tanya Oma Hana.
"Uhhh hebatnya Tante aku" kata Abel terkekeh lalu mereka bergegas menuju ke kamar utama dimana Syafira berada.
"Apa Mommy yakin? Kalo nyatanya cuma masuk angin aja gimana?" tanya Syafira sedikit khawatir walaupun Oma Hana sudah menjelaskan beberapa hal atas mual yang di alami Syafira.
Masa iya malam nembak, siangnya langsung jadi.
Tapi kalau di pikir-pikir sebulan yang lalu juga Bagas pernah sempat kelepasan didalam. Tapi apa mungkin? Begitulah pikir Syafira.
"Kak Fira emang kapan terakhir dapet tamu bulanan?" tanya Abel.
Sontak Syafira mengambil ponselnya dan melihat aplikasi kalender.
__ADS_1
"Aku udah telat hampir tiga minggu Mom" kata Syafira yang membuat senyum Oma Hana merekah sempurna.
"Yaudah cek buruan, Mommy udah penasaran" kata Oma Hana.
"Oke Mom" sahut Syafira lalu bergegas menuju kamar mandi.
Baru saja tangan nya memegang handle pintu kamar mandi, terdengar pintu kamar utama terketuk.
"Sayang, kamu ngapain? Kok pintunya dikunci?" ucap Bagas dari luar.
"Aduh kok cepet banget sih. Emang supermarket udah pindah jadi di depan rumah ya" panik Abel hingga membuat Oma Hana dan Syafira ikut panik juga.
"Yaudah besok pagi aja testnya. Umpetin di kolong kasur" titah Oma Hana.
Syafira pun menuruti perintah Oma Hana.
Mereka sengaja ingin memberikan kejutan pada Bagas jika benar Syafira hamil dan menjaga perasaan Bagas jika Syafira tidak hamil.
Setelah Syafira selesai menyimpan testpack itu, Oma Hana melangkah menuju pintu dan membukanya.
"Mommy ngapain?" tanya Bagas jutek.
"Ohh itu tadi Fira manggil Mommy. Katanya besok minta dibuatin pie susu buah" kata Oma Hana beralasan sembari mengedipkan mata kearah Syafira.
Syafira yang mendapat kode dari sang mertua pun sontak menganggukkan kepalanya.
"Oh iya kalo mau main pelan-pelan. Jangan kebanyakan bikin tanda juga, tadi Mommy sampe ngira isterimu alergi sesuatu soalnya banyak tanda merahnya" bisik Oma Hana pelan hingga membuat Bagas membulatkan matanya. Ada sedikit rasa malu dan rasa geli yang menggelitik hatinya.
Sudah pasti Oma Hana dan Abel banyak melihat tanda-tanda itu karena tanpa sadar Syafira sedang menggunakan set piyama lengan pendek dengan cutingan dibagian bahu cukup lebar sampai ke dada.
Melihat Oma Hana dan Abel yang keluar dengan cekikikan membuat Bagas hanya bisa menahan malu, lalu menutup pintunya. Sedangkan Syafira memejamkan matanya guna menghindari pertanyaan sang suami atas kedatangan mertua dan adik sepupunya.
"Mereka ngomongin apa sih, bikin curiga aja" batin Bagas.
.
.
.
.
Jangan Lupa Vote, Like, dan Comment ya readers sayang.
__ADS_1
Salam Sayang Dari Author
Yunita Dewi Puspita ❤️