
Satu Bulan Berlalu...
Syafira benar-benar bosan berada dirumah terus-menerus. Tapi ia memang tak bisa keluar saat matahari telah bersinar menerangi bumi, karena ia akan merasa mual dan pusing yang tak berkesudahan.
Akhir pekan biasanya hanya mereka gunakan untuk berkumpul dan berbincang dirumah, dan selalu saja Oma Hana, Opa Bram, dan Abel yang berkunjung kerumah mereka. Namun sepertinya weekend kali ini terasa berbeda, Syafira ingin sekali pergi ke mall guna menjernihkan pikirannya.
''Mas.. Kita ke mall yuk, aku bosen.'' ucap Syafira.
''Kalo mual sama pusing gimana sayang? Aku gak akan tega liatnya.'' sahut Bagas perhatian.
''Kan ini udah sore, semoga aja enggak Mas.'' ucap Syafira meyakinkan.
''Yaudah kita dinner di mall aja ya, kamu buruan siap-siap sana.'' ucap Bagas akhirnya.
''Yess asyik.'' sahut Syafira kegirangan.
***
Bagas dan Syafira terlihat berjalan menuruni tangga. Syafira sangat terlihat menawan dengan balutan dress berwarna biru dongker dengan aksen pita dibagian pinggang, serta Bagas tak kalah tampan dengan kaos polos berwarna hitam dipadukan dengan kemeja berwarna senada dengan gaun yang Syafira kenakan.
''Kakak ipar cantik banget mau kemana?'' tanya Abel yang sedang asyik bermain dengan Azkia.
''Iya sayang, kamu cantik banget.'' ucap Oma Hana menimpali.
''Yaiyalah.. Suaminya aja ganteng, masa isterinya gak cantik.'' celetuk Bagas membuat semua orang tertawa.
''Mau ngemall Mom, aku kayaknya perlu refreshing juga nih.'' ucap Syafira.
''Iya kasihan juga kamu kalo dirumah terus, bisa stress. Sesekali boleh lah refreshing biar baby-nya rileks.'' ucap Oma Hana berpendapat.
''Mommy sama Abel mau ikut juga?'' tanya Syafira.
''Enggak deh, Mommy dirumah aja nunggu Daddy. Lagian nanti Abel juga mau keluar sama temennya, iyakan Bel?" jawab Oma Hana.
''Iya Kak, kan Abel juga mau jalan-jalan refreshing.'' ucap Abel.
''Iya Bel, tapi hati-hati ya.'' ucap Syafira.
__ADS_1
''Jadi Kia gak mau ikut Mommy sama Daddy, Nak?'' tanya Bagas pada Azkia yang asyik memainkan bonekanya.
''No, Dad. Kia mau dirumah aja nunggu Opa, soalnya Opa udah janji bakal beliin Kia mainan baru.'' jawab Azkia.
''Yaudah Mas gak papa, jangan dipaksa. Sayang Mommy keluar dulu ya, Kia baik-baik sama Oma dan Aunty Abel. Dah sayang.'' pamit Syafira sembari mengecup pelan kening dan pipi Azkia.
''Iya Mom. Dah Mommy.'' sahut Azkia dengan melambaikan tangan mungilnya.
''Kalo gitu kami berangkat dulu ya Mom. Assalamualaikum.'' pamit Syafira dan Bagas hampir bersamaan.
''Waalaikumsalam, hati-hati ya. Kamu jangan sampe kecapekan.'' nasehat Oma Hana.
''Iya Mom.'' ucap Syafira.
***
Sesampainya di Mall, Syafira bergegas menuju ke toko pakaian sekaligus toko make up. Sementara Bagas hanya mengikuti kemana langkah kaki sang isteri tercintanya pergi.
Yah kalah good looking deh gue - batin Bagas ketika Syafira berjalan menuju kearah tatanan make up.
''Sayang, bagus warna peach atau pink?'' tanya Syafira sembari menunjuk dua buah blush-on.
''Hemmm dua-duanya kalo kamu yang pake juga bagus kok Yang.'' sahut Bagas.
''Okedeh boleh juga.'' kata Syafira menuruti saran sang suami.
Bagas yang merasa sedikit bosan akhirnya berjalan menelusuri sudut toko, namun langkahnya terhenti ketika matanya menangkap sosok yang bahkan sangat ia kenal tengah berjalan memasuki toko. Dengan langkah cepat Bagas menghampiri.
Bagas bertolak pinggang dibelakang dua anak manusia yang sangat ia kenal.
''Lagi kasmaran ya? Kok udah main pegang-pegangan aja tuh tangan.'' ucap Bagas membuat dua orang yang sedang berdiri membelakangi dirinya langsung menoleh kearahnya.
''Bagas..''
''Kak Bagas..''
''Iya saya Bagas, Kakaknya Arabella. Kenalkan?" tanya Bagas sembari menyunggingkan senyum dibibirnya.
__ADS_1
''Lagi apa Gas? Mau beli hadiah buat Fira ya? Yaudah sini gue bantuin nyari.'' ucap Rezky. Ya laki-laki itu adalah Rezky, sahabat Syafira. Sedangkan wanita disampingnya adalah Abel, adik sepupu Bagas.
Duh mampus dah gue, kenapa bisa gak kepikiran sih kalo Kak Bagas sama Kakak ipar ke Mall ini juga - rutuk batin Abel.
''Gak usah basa-basi kampret, kok kalian bisa berduaan disini? Coba jelaskan.'' ucap Bagas menuntut.
''Ann--Anu Kak, ini Kak Rezky yang ngajak.'' ucap Abel gugup.
''Terus ngapain pegangan tangan? Kalian punya hubungan spesial?'' tanya Bagas dengan mata menyipit.
Mendengar pertanyaan Bagas, sontak Rezky langsung menarik lengan Bagas untuk menjauh dari Abel.
''Astaghfirullah Rez, gue masih waras. Ngapain lo narik-narik gue, lo homo ya.'' ucap Bagas sambil bergidik ngeri.
''Ya ampun Gas, gue masih waras gini lo bilang homo. Please deh jangan ganggu kencan gue sama Abel.'' mohon Rezky.
''Kenapa emangnya? Lu jangan macem-macem ya sama adek gue. Kalo sampe lo macem-macem sama dia, awas aja. Gue potong habis pedang lo.'' ucap Bagas penuh penekanan. Bukan maksudnya apa-apa, hanya saja Bagas antisipasi agar sang adik tak terjerumus kedalam sesuatu yang kelak bisa menghancurkan masa depannya, karena ia sendiri tau bagaimana Rezky. Seorang Cassanova asal Indonesia.
''Gue janji deh gak macem-macem sama adek lo Gas. Gue ngerasa ada feel yang beda aja kalo sama ni anak. Serius dah dapet adek lo, gue berhenti celap-celup. Lo bisa pegang janji gue.'' ucap Rezky dengan sorot mata penuh keyakinan.
''Bener ya, awas sampe lo ingkar. Gue potong habis lo.'' ucap Bagas sembari mengarahkan jarinya membentuk gunting hingga membuat Rezky bergidik, lalu setelahnya ia pergi menghampiri Abel yang masih setia menunggu dua lelaki itu berbicara.
''Hati-hati sama dia Bel. Dia jelmaan buaya berbulu domba.'' ucap Bagas pada Abel sambil berlalu.
.
.
.
.
**Jangan Lupa Vote, Like, dan Comment ya readers sayang.
Salam Sayang Dari Author
Yunita Dewi Puspita ❤️**
__ADS_1