
Hari-hari yang dilalui Syafira sebagai seorang istri berjalan dengan lancar dan sangat menyenangkan baginya. Setiap pagi melakukan tugas seorang istri dari membangunkan suami serta anaknya hingga memasak dan sesekali membantu Bi Ana membersihkan rumah. Seperti pagi ini misalnya, pukul enam pagi ia sudah disibukkan dengan berbagai pekerjaan dapur yaitu memasak, karena baginya tugas memasak ialah tugas nya bukan tugas Bi Ana dan Bi Ana pun hanya sesekali membantu seperti memotong sayuran atau mencucinya.
"Bibi.. Tolong potongin sayuran buat capcai nya ya. Dan sekalian tolong jagain ayam kecapnya ini, nanti kalo udah agak kering kuah nya dimatiin aja kompor nya. Fira mau bangunin Mas Bagas sama Azkia dulu" ucap Syafira kepada Bi Ana yang sedang memotong wortel.
"Baik Non" sahut Bi Ana.
Setelah mendengar jawaban dari Bi Ana, Syafira bergegas naik ke lantai dua. Dimana kamarnya dan kamar Azkia berada. Tujuan awalnya ialah kamar Azkia, karena ia harus membangunkan serta membantu putri kesayangannya untuk bersiap.
Namun begitu masuk kedalam kamar putri nya, Syafira melihat pemandangan yang membuatnya sedikit terharu. Dilihatnya putri nya sudah memakai seragam walaupun belum terlalu rapi dan sedang berusaha mengikat rambutnya.
"Kia sayang" panggil Syafira hingga membuat Azkia menoleh ke arahnya.
"Mommyy" sahut Azkia dan berlari ke arah Syafira lalu memeluk kaki jenjang sang ibu.
"Mommy lihat. Kia udah bisa mandi sendiri. Udah bisa pake baju sendiri. Kia juga udah bisa ikat rambut sendiri. Walaupun belum rapi hehe" ucap Azkia gemas.
"Uhhh anak Mommy pinter banget sih. Walaupun belum rapi tapi Mommy bangga sama Kia. Kia udah belajar mandiri dan Mommy suka sekali. Nantikan Kia bisa belajar lagi biar lebih rapi. Nanti Mommy yang ajarin ya" ucap Syafira sembari menangkup pipi Azkia.
"Benar ya Mom nanti ajarin Kia" ucap Azkia.
"Iya sayang nya Mommy. Yaudah yuk sini Mommy rapiin rambut sama bajunya. Setelah itu Kia turun duluan ya, Mommy mau bangunin Daddy dulu" Ucap Syafira sembari membawa Azkia kedalam gendongannya.
Setelah selesai membantu Azkia bersiap, Syafira segera pergi ke kamar nya untuk membangunkan sang suami. Berbanding terbalik dengan sang anak, Bagas masih setia bergelung dibawah selimut.
__ADS_1
"Mas bangun. Kebiasaan deh semua orang udah pada bangun ehh dia masih molor aja. Aku glontangan didapur sama panci dan penggorengan aja kayanya gak ngaruh banget buat kamu" ucap Syafira sembari mematikan pendingin ruangan lalu menyingkap tirai agar cahaya dapat masuk ke kamarnya.
"Sabar Yang. Mas masih ngantuk nih. Lima menit lagi ya" sahut Bagas dengan suara seraknya. Bukannya bangun, ia malah semakin menarik selimut menutupi seluruh tubuhnya.
"Gak ada lima menit lima menitan. Ini udah jam setengah tujuh Mas. Kamu gak malu sama Azkia. Dia yang masih kecil aja bisa mandiri. Bangun pagi, mandi sendiri, pake baju sendiri, ikat rambut sendiri. Lah kamu bapaknya malah males-malesan gini" omel Syafira.
"Iya Yang iya. Aku bangun nih. Kamu ihh kebiasaan selalu banding-bandingin aku sama Kia terus" sahut Bagas dengan posisi duduk dan bibir mengerucut kesal.
"Udah ya Mas. Bibir nya gak usah dimaju majuin kaya bebek begitu. Mending kamu cepetan mandi, itu baju kamu udah aku siapin di walk in closet. Dan inget jangan tidur lagi dikamar mandi. Kasian Kia udah nungguin Daddy nya dari tadi" ucap Syafira sembari merapikan ranjangnya.
"Yang.." panggil Bagas.
"Apa lagi sih Mas. Buruan sana mandi" ucap Syafira jengah ketika melihat suaminya sama sekali tak beranjak dari duduknya.
Mendengar permintaan suaminya, Syafira terpaksa menghentikan aktivitas nya dan melangkah ke arah sang suami.
Cup..
Satu kecupan Fira daratkan diatas bibir suaminya.
"Nah udah kan. Buruan sana mandi. Kasian Kia kelamaan nunggu" ucap Syafira.
"Yang ini belum Yang. Yang ini juga belum, nah ini juga belum Yang" ucap Bagas sembari menunjuk kening serta pipi kanan dan kiri nya.
__ADS_1
"Mas.." ucap Syafira kesal dengan mata yang mendelik tajam.
Menyadari jika sang istri sudah dalam mode kesal serta atmosfer disekitar yang berubah manjadi panas, Bagas langsung bergegas bangun dari duduknya dan melangkah ke arah kamar mandi.
"Biasa aja matanya. Serem banget Yang" ucap Bagas ketika melihat mata sang istri masih menatap tajam kearahnya.
"Emang gini ya kalau udah lama nikah, dikit-dikit di pelototin padahal perasaan nikahnya juga baru dua bulan yang lalu tapi udah berasa lama. Beda banget sama pas awal-awal nikah. Lemah lembut gimana gitu tapi sekarang makin kesini kadang makin nyeremin. Kudu ekstra sabar dan hati-hati ini mah. Salah kata bisa tidur diluar" gumam Bagas pelan dan tentunya masih dapat didengar oleh Syafira.
"Gak usah ngomel. Aku denger Mas, emang mau tidur diluar beneran" ucap Syafira ketika mendengar sang suami mendumal kesal. Bukannya marah, Syafira malah menahan tawa ketika mendengar sang suami mengomel karna dirinya. Karena itu terlihat lucu. Seorang Bagaskara Andreas Wijaya mengomel diam-diam karena takut ketahuan.
"Hehe.. Enggak Yang. Bercanda doang kok, beneran deh gak bohong. Kamu cantik Yang. Mas mandi dulu ya sayangku tapi nanti malam Mas jangan disuruh tidur diluar. Dingin Yang. Yaudah Mas mandi ya. Daa sayang" ucap Bagas merayu lalu setelahnya hilang dibalik pintu kamar mandi.
.
.
.
.
Jangan Lupa Vote, Like dan Comment ya readers sayang.
Salam Sayang Dari Author
__ADS_1
Yunita Dewi Puspita❤