Mommy Untuk Azkia

Mommy Untuk Azkia
BAB 70


__ADS_3

...*J**alan terindah dari kehidupan adalah mensyukuri apa yang telah kita jalani setiap hari, tanpa ada penyesalan diri*....


...( Yunita Dwpspta )...


...***...


Hari-hari terus berlalu seperti biasanya.


Setelah hampir satu bulan Bagas mengalami mual dan muntah serta menginginkan berbagai macam makanan yang aneh akhirnya ia terbebas dari rasa tersebut. Namun, hal itu sangat ia nikmati meski sedikit menyiksa hingga mengikis berat badannya.


Pasangan suami isteri itu pun nampak semakin romantis. Bagas tidak pernah bosan untuk mengirimkan pesan singkat atau sekedar menelpon untuk menanyakan kabar sang isteri.


Tanpa terasa kini kandungan Syafira sudah memasuki usia 7 bulan. Sebelumnya mereka memang tidak mengadakan syukuran empat bulanan secara mewah dirumah, hanya saja Bagas, Syafira, Oma Hana, Opa Bram serta Azkia mendatangi panti asuhan untuk makan siang dan mengucap rasa syukur akan kehamilan Syafira.


Kini saat usia kandungannya sudah memasuki 7 bulan, mereka mengadakan acara syukuran dirumah. Mereka mengundang para kerabat, tetangga, juga beberapa anak yatim dari panti asuhan.


Acara berdoa bersama ini lebih tepatnya adalah rasa syukur mereka karena berkah yang datang pada keluarga mereka, sekaligus memberikan doa untuk Syafira yang akan menghadapi pertaruhan nyawa pada dua bulan mendatang.


Syafira tengah memoles wajahnya dengan sentuhan make up tipis yang semakin membuatnya terlihat lebih fresh meski di kehamilannya yang cukup besar.


Syafira menggunakan gamis brokat berwarna mocca dengan aksen mutiara dan dipadukan dengan hijab berwarna senada sehingga menambah kesan cantik natural pada dirinya.


Bagas pun terlihat tampan dan rupawan.


Pakaian berwarna mocca dipadukan list putih menambahkan kesan ketampanan serta kewibawaannya. Usia yang menginjak hampir kepala tiga tidak membuat dirinya terlihat semakin tua, bahkan jika orang yang tak mengetahuinya pasti akan mengira bahwa Bagas berusia sekitar 25 tahunan.


''Huhhh..'' keluh Syafira yang mulai merasakan begah pada perutnya karena memang kehamilan pertamanya ini sangat istimewa, ya Syafira tengah mengandung bayi kembar.


Bagas tersenyum melihat isterinya yang akan beranjak dari meja rias, dipeluknya Syafira dari belakang oleh Bagas.


''Sabar ya Mommy, sebentar lagi aku keluar.'' ucap Bagas sembari menirukan suara anak kecil.


Syafira tersenyum merasakan usapan lembut sang suami pada perutnya.

__ADS_1


''Mereka gerak Mas.'' ucap Syafira ketika bayi dalam kandungannya memberikan tendangan-tendangan kecil.


''Baby twins seneng sayang di usap-usap sama Daddy-nya.'' ucap Bagas menimpali perkataan sang isteri.


''Gak cuma baby twins yang seneng, Mommy-nya juga seneng kok.'' ucap Syafira dengan beraninya.


''Kamu jangan goda aku pagi-pagi gini ya, Sayang. Emangnya kamu mau aku bikin acak-acakan lagi?'' ucap Bagas.


''Ehhh... Jangan Sayang, nanti malam aja ya.'' ucap Syafira takut jika Bagas benar-benar meluapkan hasratnya.


''Yaudah, kita bersiap kebawah yuk.'' ajaknya Syafira.


Bagas meraih ponselnya, lalu mereka pun melenggang turun ke lantai bawah karena tamu sudah mulai berdatangan.


Syafira dan keluarga duduk didepan para hadirin. Mereka memilih menggunakan tema lesehan agar acara yang diadakan terasa lebih santai.


''Sayang, katanya sahabat-sahabat kamu mau dateng. Terutama si Alex itu??'' tanya Bagas sedikit berbisik.


''Iya Mas, tapi mungkin mereka rada telat karena kena macet di jalan dan kalo Kak Alex mungkin jemput Zaskia dulu.'' sahut Syafira.


''Hai, Adik. Selamat ya, sebentar lagi adikmu akan lahir.'' ucap anak lelaki yang berumur lebih tua dari Azkia.


''Terima kasih, Kak. Terima kasih juga sudah datang, apakah Kakak sendirian?'' tanya Azkia yang terkesan imut dimata anak lelaki itu.


''Aku datang bersama teman-teman panti yang lain.'' sahut anak lelaki, yang ternyata bernama Angga.


''Wah pasti menyenangkan ya, Kak. Memiliki teman bermain, jadi setiap hari Kakak tidak pernah kesepian. Tidak seperti Kia yang terkadang merasa sangat kesepian karena tidak ada teman bermain saat dirumah.'' ucap Azkia dengan bibir mengerucut.


''Tinggal di panti memang ada suka dukanya. Suka karena tidak pernah merasa kesepian dan duka karena tidak pernah merasakan kasih sayang orang tua. Kamu harus bersyukur karena hidup dalam keberuntungan yaitu ada kedua orang tua disisi mu. Dan jika suatu saat kamu merasa kesulitan dan hampir putus asa, coba lihat orang-orang dan anak-anak disekitar mu. Sebagian dari mereka ada yang hidupnya kurang beruntung dan tidak seenak kamu. Jadi, kamu harus bersyukur selalu ya, Adik manis.'' nasihat Angga pada Azkia.


''Baik, Kak. Mommy dan Daddy juga selalu mengajarkan Kia arti bersyukur dan berterima kasih kepada Allah. Terima kasih juga sudah mau mengingatkan Kia.'' ucap Azkia dengan senyuman manisnya.


''Sama-sama. Ya sudah, sepertinya sudah saatnya aku pulang. Jaga diri baik-baik ya, dan ingat selalu bersyukur. Sampai bertemu lagi.'' ucap Angga lalu bangkit dan berjalan menjauh dari tempat Azkia duduk.

__ADS_1


Kamu orang baik, Kak. Meskipun kita baru beberapa menit mengenal tapi aku sudah merasakan ketulusan hatimu. Bahkan di kehidupanmu yang tinggal di panti, kau masih bisa mengingatkan aku arti bersyukur. Semoga dimasa depan kelak, aku selalu dikelilingi oleh orang-orang sepertimu, Kak. - batin Azkia sembari tersenyum memandang kepergian rombongan panti asuhan yang didalamnya ada Angga, anak lelaki berusia 8 tahun yang semakin membuka pikirannya akan bersikap dewasa.


''Ehhh.. Ini kenapa sih anak Mommy kok senyum-senyum sendiri?'' ucap Syafira tiba-tiba membuyarkan lamunan Azkia.


''Mommy'' sahut Azkia berbinar mendapati sang Ibu telah duduk disampingnya.


''Anak Mommy kenapa hemm? Kok senyum-senyum sendiri?'' tanya Syafira lagi.


''Gak papa kok, Mom. Kia hanya senang bisa bermain dengan anak-anak panti.'' sahut Azkia dengan senyum yang menampilkan gigi kelincinya.


''Itulah sebabnya mengapa dalam setiap acara setidaknya kita harus mengundang anak-anak panti, Sayang. Karena selain berbagi, Mommy juga ingin anak-anak Mommy pandai bersosialisasi dengan orang-orang disekitar. Dalam pertemanan tidak ada tingkatan kasta, baik yang kaya maupun yang sederhana. Jika niatnya baik dan ingin berteman, maka siapa saja dapat dijadikan teman. Tapi Kia juga harus pandai-pandai dalam memilah ya, jangan sampai circle pertemanan Kia nantinya malah membawa pengaruh buruk terhadap kepribadian Kia. Apalagi sebentar lagi Kia mau masuk Sekolah Dasar, jadi jaga diri baik-baik ya, Sayang.'' ucap Syafira tak henti-hentinya menasihati sang anak. Karena ikatan Ibu dan Anak tak bisa diputuskan hanya karena status Ibu sambung.


''Iya, Mom. Kia pasti selalu ingat apa kata Mommy. Terima kasih sudah mau menjadi Mommy Untuk Azkia dan ditambah sebentar lagi akan ada Adik Kembar. Kia sayang Mommy.'' ucap Azkia riang sembari memeluk tubuh Syafira.


''Mommy juga sayang, Kia.'' balas Syafira dengan memeluk tubuh mungil Azkia dan mencium pucuk kepala gadis itu berulang-ulang.


Dan semua pemandangan itu tak pernah luput dari penglihatan Bagas. Rasanya ia ingin berlari dan memeluk kedua wanita yang kini menjadi prioritasnya, namun ia urungkan karena mungkin Ibu dan Anak itu perlu ruang privasi untuk bercerita dari hati ke hati.


Walau Azkia tak lahir dari rahim-mu, tapi kau begitu menyayanginya layaknya anak kandungmu sendiri. Azkia yang dulu bersikap dewasa sebelum waktunya, kini sudah dapat bermanja-manja dengan seseorang yang sekarang ia panggil Mommy, yaitu dirimu. Malaikat tak bersayap yang Tuhan kirimkan untukku dan Azkia. I love you my wife. - batin Bagas.


.


.


.


.


Author minta maaf kalo jarang update ya🙏


Jangan Lupa Vote, Like, dan Comment ya readers sayang.


Salam Sayang Dari Author

__ADS_1


Yunita Dewi Puspita ❤️


__ADS_2