
Dorr..
Dorr...
Lagi dan Lagi dua kali tembakan itu kembali menggema di gudang kosong tersebut dan Fira hanya bisa memejamkan mata dan berpikir bahwa inilah akhir hidupnya.
Arrrghhh...
Yang mengerang karna sakit sebuah tembakan bukan Syafira melainkan Ellena saat dua buah peluru bersarang tepat di pundak kanan dan kiri nya.
Mendengar erangan dari seseorang Syafira sontak membuka mata nya dan mendapati sang kekasih tengah berdiri dihadapannya dengan wajah khawatir.
"Sayang.. Kau tidak papa?" tanya Bagas sembari mengusap lembut pipi Syafira.
"I'm Fine" jawab Syafira disertai senyuman manisnya.
Semua adegan itu tak luput dari penglihatan Nicky, hati nya terasa menghangat ketika melihat wanita yang dia cintai bahagia walaupun tanpa dirinya.
"Fir, maafkan aku. Andai aku tak mengikuti rencana licik Ellena mungkin semua ini tak akan terjadi, dan untuk anda Tuan Bagas saya mohon jaga Syafira, bahagiakan dia dan maaf atas perlakuan saya yang hampir mencelakakan Syafira" ucap Nicky.
"Tidak apa Nick, kau hanya korban keegoisan Nona Ellena, dan kami juga sudah memaafkan mu, iyakan sayang?" tanya Syafira kepada kekasihnya.
__ADS_1
"Benar Tuan Nicky, walaupun awalnya saya juga sempat marah kepada anda tapi setelah melihat anda membela Syafira itu sudah lebih dari cukup. Dan tolong jangan ulangi kesalahan ini lagi" ucap Bagas sembari menepuk pelan pundak Nicky.
"Benar Nick, perjalanan hidup mu masih panjang, jangan terus-menerus hidup dalam kubangan masa lalu, lanjut kan hidup mu dan carilah wanita yang ikhlas menerima mu apa ada nya, aku yakin kau pasti bisa" ucap Syafira.
"Terima kasih Fir, Tuan Bagas. Emmm tapi apakah boleh kita tetap berteman?" tanya Nicky sembari menyodorkan tangan untuk bersalaman.
"Tentu Nick, kami akan senang berteman denganmu" ucap Syafira dan menyambut uluran tangan Nicky.
"Benar Tuan Nicky, kami akan senang berteman denganmu" lanjut Bagas.
"Panggil Nicky saja Tuan agar lebih akrab" ucap Nicky disertai kekehan kecil.
"Baiklah, kau juga panggil aku Bagas agar lebih akrab" ucap Bagas.
"Fira awasss.. " teriak Nicky sembari mendorong Syafira, Alhasil ialah yang terkena tembakan itu.
Dorr..
"Nicky.." teriak Fira dan Bagas secara bersamaan.
Mendengar Tuan nya berteriak, Erik dan beberapa pengawal langsung masuk kedalam gudang tersebut dan pandangannya menuju ke arah Ellena yang akan mengarahkan pistol ke arah Syafira lagi, namun dengan sigap Erik menendang tangan Ellena dan pistol pun terlepas dari genggamannya.
__ADS_1
Syafira dan Bagas menghampiri Nicky yang tergeletak bersimbah darah, dengan cepat Bagas meminta anak buahnya untuk membawa Nicky ke rumah sakit.
"Erik.. Kau urus wanita itu, aku tidak peduli walaupun dia ibu dari anakku, karna anakku tidak memerlukan ibu berhati iblis sepertinya, pastikan ia mendapat balasan yang setimpal" ucap Bagas menatap nyalang ke arah Ellena.
"Kau brengsek Bagas, kalian semua brengsek, aku bersumpah hidup kalian tidak akan bahagia" teriak Ellena namun tak di hiraukan oleh Bagas dan Syafira, mereka memilih pergi dan menyusul Nicky ke rumah sakit.
***
Mungkin kebanyakan orang akan berpikir Syafira si perempuan yang lemah lembut dan baik hati tak akan tega jika sang kekasih menyakiti ibu kandung dari Azkia, anak yang begitu dia sayangi, namun hati dan logika nya masih bisa berpikir jernih, karena jika Ellena dibiarkan dan tidak diberi pelajaran maka bisa saja ia berbuat hal yang lebih nekat lagi dan bisa saja akan semakin menyakiti orang-orang terdekatnya. Bukan maksud Syafira ingin menyingkirkan Ellena namun ia harus berjaga-jaga demi keselamatan orang sekitarnya, dan ia pun percaya akan keputusan yang di ambil oleh sang kekasih.
.
.
.
.
Jangan Lupa Vote, Like dan Comment ya readers sayang.
Salam Sayang Dari Author
__ADS_1
Yunita Dewi Puspita❤