Mommy Untuk Azkia

Mommy Untuk Azkia
BAB 40


__ADS_3

Setelah proses ijab kabul selesai, kini para keluarga sudah kembali ke kediaman masing-masing, namun Bagas tetap tinggal dimansion Syafira karena pukul 4 sore nanti mereka harus bersiap pergi ke hotel untuk mengadapan resepsi, awalnya si kecil Azkia juga ingin tinggal bersama Mommy dan Daddy nya namun berkat bujuk rayu sang Oma akhirnya ia pun ingin diajak pulang. Dan tak lupa pula keluarga Alex pun lebih memilih tinggal di mansion atas perintah Kakek.


"Mas buruan ih mandi, jangan tidur dulu" ucap Syafira ketika melihat Bagas merebahkan diri diatas ranjang dengan masih mengenakan baju Adat Sunda khusus lelaki.


"Iya iya yang, Mas gak tidur kok" jawab Bagas dengan mata terpejam.


"Ck! Gak tidur tapi merem" cibir Syafira.


"Ya ampun cerewet nya istri aku, yaudah iya Mas mandi duluan ya" jawab Bagas mencubit gemas pipi Syafira dan berlalu ke kamar mandi.


Sembari menunggu Bagas selesai mandi, Syafira pun melepas aksesoris yang menempel dikepala nya serta tak lupa menghapus polesan make up yang membuat wajah nya terasa tebal.


Ceklekk..


Setelah 30 menit, terdengar suara pintu kamar mandi terbuka. Disana Syafira dapat melihat jelas suami nya sedang berdiri dan menutupi tubuh bagian bawah nya hanya dengan sehelai handuk dan tak ketinggalan perut kotak-kotak seperti roti sobek dan rambut yang masih basah menambah kesan tampan serta sexy nya.


"Sayang kok ngelamun?" tanya Bagas ketika melihat Syafira melamun memandangi dirinya. Sontak pertanyaan itu membuat Syafira tersadar dari lamunannya dan segera menggelengkan kepala.


"Jujur aja yang, kamu pengen kan" goda Bagas yang membuat pipi Syafira merona.


"Ihhh apasih mas, pengen apaan? Aneh deh" elak Syafira dan segera memalingkan pandangannya untuk menyembunyikan wajah nya yang mungkin sudah memerah seperti kepiting rebus


"Tuh tuh salting kan, muka nya merah gitu" goda Bagas lagi, ntah mengapa menurutnya Syafira semakin bertambah cantik jika sedang malu-malu.


"Ihhh nyebelin banget sih, minggir aku mau mandi" ucap Syafira sembari mendorong pelan tubuh Bagas yang berada tepat didepan pintu kamar mandi.


Melihat istrinya yang malu-malu Bagas hanya bisa terkekeh, seperti nya menjahili Syafira akan menjadi hobby baru nya mulai dari sekarang.


Sudah satu jam Syafira berada di kamar mandi namun tak kunjung keluar, hal itu membuat Bagas khawatir dan ia pun mengetuk pintu kamar mandi untuk menanyakan keadaan Syafira.


"Sayang.. Kamu baik-baik aja kan, kok lama sih" tanya Bagas.


"Aku baik-baik aja Mas, bentar lagi selesai kok" jawab Syafira.


Sedangkan didalam kamar mandi Syafira mondar-mandir memikirkan bagaimana cara nya dia bisa keluar karena tadi dia lupa membawa baju ganti. Jika keluar dengan memakai handuk pun ia merasa malu dan belum terbiasa jika Bagas melihatnya. Ingin meminta tolong pada sang suami pun ia merasa tak enak.


Hingga 20 menit Syafira mondar-mandir dan membuat Bagas mengetuk pintu untuk yang kedua kali nya.


"Sayang kamu ngapain sih di kamar mandi? Main dakon ya? atau main monopoli kok lama amat, udah keliling dunia mana aja emang" ucap Bagas kesal karena sang istri sangat lama berada di kamar mandi.


"Lagi main ular tangga Mas tapi gak menang-menang, kemakan uler terus soalnya" jawab Syafira asal.


"Sayang ihh serius tau" ucap Bagas.


"Ya habis nya kamu gitu juga sih Mas" jawab Syafira.


"Emmm Mas.. Aku boleh minta tolong gak? Ambilin baju ganti aku soalnya tadi aku lupa bawa" lanjut Syafira dari dalam kamar mandi.


"Astaga yang, jadi dari tadi kamu gak keluar karna gak bawa baju ganti. Kenapa gak minta tolong dari tadi sih, aku sampe lumutan tau nungguin kamu" omel Bagas.

__ADS_1


"Kan aku malu Mas, mau minta tolong juga gak enak, masa baru nikah aku udah nyuruh-nyuruh kamu" ucap Syafira.


"Dih pake acara gak enakan segala, aku ini sekarang suami kamu ya jadi kamu boleh minta apa aja sama aku" jawab Bagas.


"Iya iya Mas, yaudah sih buruan ambilin baju aku, jangan ngomel terus mulai deh cerewet kaya ibu-ibu nya" ucap Syafira dan Bagas pun melangkah kaki nya menuju walk in closet untuk mengambil baju Syafira.


"Sayang.. Buka pintu nya, ini aku udah ambilin baju kamu" ucap Bagas.


"Ehh iya mas bentar" jawab Syafira.


Ceklekk..


Pintu terbuka dan Syafira menyembul kepala nya dan tangan nya meraih baju yang di pegang Bagas.


Setelah selesai memakai baju nya, Syafira pun keluar dari kamar mandi. Dilihatnya sang suami sedang duduk bersadar pada headboard ranjang sembari memainkan ponsel. Lalu Syafira berjalan ke arah meja rias dan mengambil hair drayer untuk mengeringkan rambutnya namun sejurus kemudian hair drayer itu sudah berpindah ke tangan Bagas.


"Sini biar Mas bantu keringkan rambutnya" ucap Bagas dan hanya dibalas senyuman serta anggukan oleh Syafira.


Saat mengeringkan rambut Syafira, Bagas dapat mencium aroma shampoo dan aroma Vanilla dari tubuh Syafira. Perlahan tangan nya meraba leher Syafira hingga membuat bulu kuduk Syafira meremang.


"Mas.." ucap Syafira sembari menahan tangan Bagas yang ingin menurunkan tali gaun nya.


"Kenapa sayang?" tanya Bagas dengan suara yang terdengar serak karena menahan gairah dan gejolak dibawa sana.


"Jangan sekarang ya, Fira cape dan Mas juga butuh istirahat buat acara resepsi. Nanti malam aja ya Mas" ucap Syafira dan membuat Bagas sedikit kecewa namun apa yang dikatakan sang istri sangatlah benar, mereka harus beristirahat agar tubuh terasa segar saat acara resepsi nanti, apalagi nanti pasti mereka akan berdiri berjam-jam untuk menyambut para tamu.


Setelah itu mereka pun pergi ke ranjang untuk beristirahat sembari menunggu waktu untuk berangkat ke hotel.


***


Pukul tiga sore Syafira terbangun karena mendengar seseorang yang mengetuk pintu kamar nya, perlahan ia turun dari ranjang dan berjalan ke arah pintu.


"Bibi Elisa ada apa?" tanya Syafira kepada Elisa, Bibi dari Alex.


"Sayang.. Cepat bersiap ya, sebentar lagi kita akan berangkat ke hotel" ucap Elisa.


"Baik Bi,, terima kasih, Fira dan Mas Bagas akan segera bersiap" jawab Syafira.


Setelah Bibi Elisa pergi, Syafira pun bergegas membangunkan sang suami untuk segera membersihkan diri serta bersiap pergi ke hotel. Berselang 30 menit kemudian mereka turun kebawah dan melihat semua orang telah berkumpul dan mereka pun pergi ke hotel dengan mobil masing-masing. Kini Bagas tak lagi bingung dengan keberadaan Alex dan keluarganya karena setelah proses ijab kabul tadi Kakek menjelaskan bahwa Alex adalah Kakak angkat Syafira.


Setelah sampai di hotel, mereka langsung menuju kamar masing-masing untuk mempersiapkan diri karena acara resepsi akan diadakan pukul 7 malam.


Saat sampai di kamar nya Bagas dan Syafira sudah melihat beberapa orang yang mungkin akan membantu mereka dalam bersiap. Dan setelah 2 jam lamanya raja dan ratu sehari itupun sudah terlihat tampan dan cantik.


Malam ini Syafira terlihat cantik dengan gaun berwarna biru dengan model tangan berbentuk balon dan aksen bordir dibeberapa bagian, mungkin terlihat simple namun tak meninggalkan kesan mewahnya. Apalagi gaun ini dirancang khusus dan limited edition.



Ilustrasi Gaun Syafira.

__ADS_1


( Search : Pinterest )


Jam sudah menunjukkan pukul 7 malam, dan acara resepsi akan segera di mulai. Nampak Syafira dan Bagas memasuki ballroom hotel dengan dibimbing putri kecil mereka yang tak lain adalah Azkia. Para tamu undangan pun berdecak kagum melihat keluarga ini, sungguh perpaduan yang pas, suami istri yang tampan dan cantik serta putri kecil yang menggemaskan. Perlahan namun pasti kaki kecil Azkia menuntun kedua orang tua nya menuju sebuah pelaminan dengan dekorasi yang sangat indah.



Dekorasi Pelaminan Bagas & Syafira.


( Search : Pinterest )


Kurang lebih selama 4 jam Syafira dan Bagas berdiri melayani para tamu, rasa sakit dan pegal pun tak bisa Fira elakkan apalagi sekarang ia sedang memakai high hells setinggi 15cm sungguh pegal yang tiada tara batinnya.


Hingga tepat pukul 10 malam, para tamu telah membubarkan diri. Sebagian ada yang memutuskan menginap di hotel dan sebagian ada yang pulang kerumah masing-masing, begitupun pengantin baru Syafira dan Bagas yang menginap di kamar yang telah disediakan. Kamar dengan nuansa romantis serta taburan mawar dimana-mana layaknya kamar pengantin pada umumnya.


Setelah selesai membersihkan diri, Syafira merebahkan tubuh nya di atas ranjang sembari menunggu sang suami yang masih berada di kamar mandi. Baru saja ia ingin memejamkan mata nya, namun ia merasakan seseorang membelai lembut wajah nya yang membuat Syafira kembali membuka matanya dan betapa terkejut nya ia saat mendapati sang suami sudah berada di atasnya.


"Mas..." ucap Syafira. Namun belum selesai Syafira berucap, Bagas sudah membungkam nya dengan sebuah ciuman.


Bagas mel**at dan mengecap rakus bibir Syafira, menggigit kecil bibir Syafira agar ia bisa masuk kedalamnya, mengabsen seluruh isinya dengan nafas yang menggebu hingga Syafira kewalahan mengimbanginya. Seakan-akan ciuman itu menandakan ingin menuntut hal yang lebih.


Lain hal nya Bagas, Syafira pun merasakan sesuatu yang keras menyentuh paha nya serta bisikan sensual yang membuat bulu kuduk nya kembali meremang.


"Sayang, Mas ingin.." bisik Bagas dengan suara serak.


Karena telah terbuai dengan permainan yang dilakukan sang suami dan merasa jika ini adalah kewajibannya, Syafira hanya bisa pasrah dan membalas ucapan Bagas dengan sebuah senyuman.


Setelah mendapat persetujuan dari sang istri, Bagas pun langsung melancarkan aksi nya. Tangan nya menarik paksa gaun malam yang dikenakan Syafira dan ntah mendapat keberanian dari mana Syafira menarik handuk yang melilit tubuh bagian bawah Bagas. Melihat perlakuan Syafira, Bagas begitu semangat dan ia pun menyusuri setiap lekuk tubuh sang istri tanpa tertinggal satu pun, hingga pandangan nya tertuju pada dua gundukan yang mungkin akan menjadi tempat favorit nya nanti.


Setelah melakukan pemanasan, akhirnya Bagas tak tahan untuk menahan gairah yang sudah bergejolak. Hingga dalam satu kali hentakan junior nya sudah masuk kedalam milik Syafira dan membuat Syafira berteriak hingga meneteskan air mata. Namun seiring berjalan nya permainan, Syafira seolah merasakan nikmat yang luar biasa hingga ia mencapai klimaks hingga beberapa kali begitupun Bagas.


Ntah sampai berapa ronde mereka melalukannya hingga Bagas tumbang disamping Syafira yang sudah memejamkan mata karena kelelahan.


"Terima kasih sayang" ucap Bagas sembari mencium kening Syafira dan menyusul sang istri ke alam mimpi.


.


.


.


.


Jujur ya sebenarnya aku rada gimana gitu waktu nulis part yang ada 21++ dan sungguh aku tak berpengalaman sama sekali jadi maaf ya kalo cerita nya rada aneh hhe, padahal sih aku gak mau klo ada part yang begitu tapi setelah aku pikir-pikir kalo gak ada part yang itu kok kaya biasa-biasa aja makanya aku bikin dikit-dikit jadi harap maklum yaa😅


Jangan Lupa Vote, Like dan Comment ya readers sayang


Salam Sayang Dari Author


Yunita Dewi Puspita❤

__ADS_1


__ADS_2